Connect with us

Bisnis

Pemerintah Izinkan Perusahaan Tunda Pemberian THR

Published

on

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran tentang pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan tahun 2020 di perusahaan dalam masa pandemi COVID-19. Dalam surat tersebut, Ida membolehkan pengusaha untuk mencicil atau menunda pembayaran THR.

Kendati demikian, kebijakan THR tersebut harus berdasarkan kesepakatan pengusaha dan buruh, serta diberikan pada tahun ini beserta denda keterlambatan. Kesepakatan tersebut diimbau untuk dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat.

“Kesepakatan mengenai waktu dan cara pembayaran THR Keagamaan dan denda, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR Keagamaan dan denda kepada pekerja/buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta dibayarkan pada tahun 2020,” tulis Ida Fauziyah dalam surat edaran dengan tanggal 6 Mei 2020.

Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang THR Keagamaan tahun 2020. Ketua KPBI Ilhamsyah beralasan surat edaran tersebut memberi celah bagi pengusaha untuk tidak membayar THR. Ditambah lagi, kata dia, tidak semua buruh memiliki perwakilan atau serikat yang kuat untuk mewakili perundingan.

“Kementerian melanggar aturan norma hukum yang ada. Karena surat edaran itu tidak bisa menegasikan peraturan pemerintah yang kedudukannya lebih tinggi. Jadi surat edaran itu melanggar hukum,” jelas Ilhamsyah

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyerukan kepada buruh untuk menolak pengusaha yang ingin membayar THR berdasarkan surat edaran menteri ketenagakerjaan tersebut. Kecuali, kata dia, bagi perusahaan menengah kecil seperti ritel berskala menengah ke bawah, hotel melati dan restoran non waralaba internasional.

Iqbal beralasan, kebijakan ini akan memukul daya beli buruh pada saat lembaran dan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi anjlok.
“Jadi isi dari surat edaran Menaker tersebut harus ditolak, dan pengusaha tetap diwajibkan membayar 100 persen. Tidak membuka ruang untuk dibayar dengan cara dicicil, ditunda, dan dibayar di bawah 100 persen,” kata Said Iqbal melalui rilis, Kamis (7/5).

Said Iqbal mengatakan akan menggugat surat edaran tersebut ke Pengadilan Tinggi Usaha Negara karena bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Menurut Pasal 7 PP 78/2015, tunjangan hari raya wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Seorang pekerja mengenakan topi saat mengikut demonstrasi menentang rencana pemerintah merevisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, di luar gedung DPR/MPR, Jakarta, 20 Januari 2020. (Foto: Reuters)
Seorang pekerja mengenakan topi saat mengikut demonstrasi menentang rencana pemerintah merevisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, di luar gedung DPR/MPR, Jakarta, 20 Januari 2020. (Foto: Reuters)

Wakil Ketua Apindo Bidang Hubungan Internasional dan Investasi, Shinta Widjaja Kamdani mengapresiasi surat edaran yang diterbitkan menteri ketenagakerjaan. Ia mengatakan banyak perusahaan yang kesulitan keuangan di tengah pandemi corona sehingga tidak mampu membayar THR tepat waktu.

Namun, kata dia, surat edaran tersebut masih sebatas imbauan, sehingga masih ada kemungkinan sengketa tersebut masuk pengadilan jika tidak ada kesepakatan dengan buruh.

“Kami harapkan sih semua bisa mencapai kesepakatan. Kalau perusahaan terbuka kepada pekerja, memberikan informasi bahwa situasinya seperti itu. Semoga bisa diterima oleh pekerja,” tutur Shinta kepada VOA, Kamis (7/5).

Andong wisata tanpa penumpang di Yogyakarta, 21 Maret 2020. (Foto: Nurhadi Sucahyo)
Andong wisata tanpa penumpang di Yogyakarta, 21 Maret 2020. (Foto: Nurhadi Sucahyo)

Shinta menambahkan ada beberapa perusahaan yang tidak mampu membayar THR keagamaan. Contohnya perusahaan yang bergerak di industri perhotelan yang terdampak virus corona. Karena itu, menurutnya soal denda yang tercantum dalam surat edaran tersebut, akan sulit dilakukan bagi industri perhotelan.

“Hotel itu banyak yang tutup dan tidak punya cash flow. Mau cicil saja belum tentu bisa. Dan ini salah satu sektor yang untuk bisa kembali itu lama, walaupun PSBB dicabut itu tidak mudah kembali aktivitasnya,” tambahnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bisnis

Ory Car Wash Manjakan Pelanggan Dibanding Tempat Lain

Published

on

GENCIL NEWS – Bisnis car wash menjadi pilihan bisnis menarik untuk dijalani terutama di beberapa kota besar. Tak heran, jika persaingan bisnis satu ini pun cukup besar. Akan tetapi, agar tetap bisa menarik pelanggan, Anda harus bisa membuat sesuatu yang beda dari bisnis tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ory Car Wash. Bisnis yang sudah dibangun sejak tahun 2018 tersebut hadir dengan layanan yang berbeda. Tak hanya menyediakan layanan cuci mobil, namun adanya coffee shop membuat pengunjung menjadi semakin nyaman. Tak jarang juga jika tempat tersebut juga digunakan untuk acara kopdar beberapa komunitas.

Alasan Memilih Bisnis Car Wash

Ada beberapa alasan mengapa memilih untuk menjalankan bisnis yang satu ini. Meski bisnis car wash di beberapa kota sudah cukup menjamur, namun Ory Car Wash ingin memberikan layanan yang berbeda bagi setiap pelanggannya.

Hal ini bisa dilihat dari berbagai macam layanan yang ditawarkan dan konsep yang berbeda. Adanya coffee shop  membuat pelanggan semakin betah.

Bisnis yang diambil dari nama anaknya tersebut juga membuka beberapa turunan bisnis untuk bisa mendapatkan keuntungan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa banyak orang lebih memilih mencuci mobilnya di Ory Car Wash.

Mengapa Harus Membersihkan Mobil di Ory Car Wash

Ada beberapa alasan mengapa pemilik mobil harus membersihkan mobilnya di Ory Car wash. Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya:

  1. Proses pembersihan yang dilakukan sesuai dengan SOP hingga bagian dalam mobil
  2. Menyediakan kantong kecil yang digunakan untuk menaruh barang-barang penting yang ada dalam mobil
  3. Mobil Anda akan dibersihkan oleh 3 tim yang memiliki peranannya masing-masing
  4. Area car wash dilengkapi dengan CCTV
  5. Layanan dari Ory Car Wash masih terjangkau dengan promo yang menarik, tempat nyaman yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, parkir luas dengan keamanan dan kenyaman pelanggan yang dijamin
  6. Membuat loyalty program untuk pelanggan setia
  7. Mengedepankan pelayanan.

Layanan Ory Car Wash

Untuk membedakan Ory Car Wash dengan beberapa tempat lainnya, Ory menyediakan berbagai layanan untuk para pelanggan yang datang, seperti:

  1. Harga cuci mobil standar yakni 55k
  2. 10 kali cuci, gratis cuci sekali
  3. Ruang tunggu dilengkapi dengan menggunakan AC dan tv kabel dengan tempat duduk yang  nyaman
  4. Coffee shop dan billiard
  5. Ada ruangan yang bisa digunakan untuk meeting
  6. Nonton bareng
  7. Salon mobil
  8. Support acara komunitas mobil dan motor
  9. Bisa digunakan untuk nonton bareng
  10. Mitigasi resiko.

Perkembangan Bisnis Ory Car Wash Di Tengah Pandemi Covid-19

Meluasnya virus corona di Indonesia sejak Maret 2020 membuat beberapa usaha terpaksa harus ditutup. Tak terkecuali Ory Car Wash ini. Meski omset turun drastis, namun hal tersebut tidak membuat pemiliknya mem-phk-kan para pekerjanya. Karena, bagi ia karyawan adalah aset untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih maju lagi.

Di masa New Normal seperti sekarang ini, Ory Car Was sedang merencakan sebuah program baru untuk meningkatkan pelayanan kepada setiap pelanggan yang datang.

Harapan untuk Ory Car Wash Kedepannya

Membangun sebuah bisnis car wash  ini bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Paling tidak, dibutuhkan modal hingga puluhan juta untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan.

Meski mendapatkan banyak komplain dari para pelanggan, namun hal tersebut dijadikan sebagai koreksi untuk membuat Ory Car Wash menjadi lebih baik lagi. Dengan aset yang sudah ada, pemilik ingin memanfaatkannya agar bisa memberikan keuntungan di masa depan.

Selain itu, membuat beberapa divisi baru juga menjadi impian dari usaha ini agar membuatnya menjadi lebih besar. Hal tersebut juga bertujuan untuk membuatnya berbeda dari bisnis car wash lainnya.

Selain ingin meraup keuntungan yang banyak, Ory Car Wash ternyata merekrut karyawan yang ada di sekitar Pontianak. Pemilik juga berharap bahwa bisnis ini bisa membuka lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan.

Berbagai macam kendala pun kerap dihadapi, salah satu kendala yang cukup besar dalam menjalankan usaha car wash adalah cuaca. Namun, hal tersebut bukan menjadi masalah bagi Ory Car Wash untuk memajukan usahanya dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi setiap pelanggan yang datang.

Continue Reading

Bisnis

Nikmatnya Seruput Kopi Khas Pontianak di Warkop Tanjak

Published

on

Nikmatnya Seruput Kopi Khas Pontianak di Warkop Tanjak
Kopi Tanjak " Komplek Ruko Perusda " Jalan St. Abdurahman, Seberang Informa Pontianak

GENCIL NEWS – Warkop menjadi tempat paling asik untuk menikmati secangkir kopi panas bersama dengan rekan atau kolega. Sekarang ini banyak hadir kedai kopi modern yang menyajikan beragam macam menu kopi kekinian yang mulai banyak dilirik oleh para pecinta kopi.

Meski demikian, hal tersebut ternyata tidak membuat Warkop Tanjak turun eksistensinya. Warung kopi yang hanya menyuguhkan kopi asli tersebut ternyata masih memiliki banyak peminat.

Sajian kopi khasnya membuat siapa saja yang datang bisa menikmati kopi lokal dengan rasa yang tidak terlupakan.

Latar Belakang Berdirinya Warkop Tanjak

Kesuksesan yang dimiliki oleh Warkop Tanjak ini memang bukan tanpa sebab. Kopi yang menggambarkan budaya khas Melayu tersebut mulai dibuka pada tahun 2018.

Alasan didirikannya warung kopi ini adalah karena sang pemilik juga gemar minum kopi. Selain itu, trend minum kopi yang semakin booming di tahun 2018 membuatnya semakin berniat untuk membuka warung kopi miliknya.

Meski sempat membuka usaha warung makan, akan tetapi usaha yang dilakukannya tersebut kurang jalan dan butuh modal banyak. Hal inilah yang membuatnya memutuskan untuk membuka Warung Kopi Tanjak.

Tanjak sendiri diambil dari bahasa Melayu yang artinya naik. Harapan pemilik menggunakan nama ini adalah agar usaha yang sedang dijalaninya terus naik terutama dalam hal rezeki.

Yang Membedakan dengan Warkop Lainnya

Rasa yang berbeda

Membuat sebuah kopi yang enak ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Untuk menghidangkan secangkir kopi yang lezat, pria 37 tahun tersebut terus melakukan percobaan. Meski pada awalnya kopi yang dibuatnya terasa pahit dan terlalu encer.

Namun, dari situ ia banyak belajar bahwa untuk membuat sebuah kopi yang enak harus menggunakan takaran. Hal ini juga ia pelajari secara otodidak di Youtube. Kopi yang diracik pun sudah disesuaikan dengan lidah orang Pontianak yang suka ngopi.

Dekor Warkop Khas Melayu

Tak hanya menyuguhkan rasa kopi khas Melayu saja, namun pemilik juga mendekor warung kopi miliknya dengan dekor khas Melayu. Hal ini bukan tanpa sebab, agar setiap pengunjung yang datang bisa menikmati kopi khas Melayu dengan ciri khas tersendiri.

Menu yang Belum Terlalu Banyak

Biasanya, kedai kopi yang ada menyediakan berbagai macam menu agar untuk memberikan pilihan yang lebih banyak bagi setiap pelanggan yang datang. Namun, hal ini berbeda dengan Warkop Tanjak. Warkop tersebut hanya menyediakan beberapa menu kopi dan susu milo untuk para pelanggan.

Akan tetapi, menu yang disajikan tersebut bukan sembarang menu. Sebelumnya, pemilik telah meracik dan mengetes menu yang ditawarkannya apakah sudah memiliki rasa yang sesuai di lidah atau belum.

Tidak Menyediakan Jaringan Internet (WiFi)

Cukup aneh bukan? Terlebih di tengah persaingan warung dan kedai kopi yang ada saat ini. Mereka berlomba-lomba menarik pelanggan dengan cara memasang jaringan WiFi. Tetapi, hal tersebut tidak dilakukan oleh Warkop Tanjak.

Mengapa demikian? Hal ini karena pemilik ingin setiap pelanggan yang datang benar-benar menikmati kopi yang dipesannya. Selain menikmati kopi, pelanggan juga bisa ngobrol dengan teman atau pelanggan lainnya agar suasana menjadi lebih hangat.

Pemilik Hampir Kenal Dengan Semua Pelanggannya

Tidak sedikit pelaku usaha yang tidak melakukan cara berbisnis satu ini. Lain halnya dengan pemilik Warkop Tanjak yang justru hampir kenal dengan semua pelanggan yang datang.

Tak jarang jika ia juga sering mengajak ngobrol para pelanggannya. Kedekatan antara pemilik dan pengunjung inilah yang membuat warkop tersebut beda dengan yang lainnya.

Harun Al- Rasyid Pemilik Warkop Tanjak Pontianak

Kedekatan tersebut bisa terjalin dengan mudah karena rata-rata usia pelanggannya adalah 30 tahun. Sebagian besar dari mereka juga merupakan teman pemilik warkop dalam satu komunitas.

Selain itu, kebiasaan para customer yang datang seperti membicarakan tentang politik, pekerjaan, hobi atau kegiatan sehari-harinya juga membuat suasana di Warkop Tanjak menjadi lebih hangat.

Mengenal Kebiasaan Konsumen

Memberikan layanan yang memuaskan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik usaha kepada customer-nya. Hal inilah yang juga dilakukan oleh pemilik Warkop Tanjak. Bahkan, karyawan yang bekerja di tempat tersebut sudah hafal dengan permintaan pelanggan.

Misal, apakah kopi yang dipesannya harus ditambah banyak susu, harus lebih kental atau sedikit pahit. Ini menjadi trik jitu untuk membuat setiap pelanggan yang datang kembali lagi ke Warkop Tanjak.

Promosi yang Dilakukan Warkop Tanjak Agar Semakin Dikenal Orang

Canggihnya teknologi yang ada membuat warkop tersebut memanfaatkan teknologi yang ada seperti media sosial untuk mempromosikan usahanya. Instagram dan Facebook menjadi media sosial yang dipilih karena kebanyakan orang saat ini menggunakan medsos tersebut untuk berselancar di dunia maya.

Selain itu, Warkop Tanjak juga masih menggunakan promosi dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, pelayanan yang diberikan oleh warkop ini kepada para pelanggannya tidak setengah-setengah.

Modal Awal dan Keuntungan yang Didapat

Untuk modal awal yang dikeluarkan oleh pemilik ialah sekitar 15 juta. Modal tersebut digunakan untuk sewa tempat dan membeli berbagai peralatan. Meski modal awal untuk membangun usaha ini hanya belasan juta, namun omset yang didapat bisa mencapai 15 juta per bulan. Tentu hal ini sangat menguntungkan bukan?

Pengalaman dalam Berbisnis Kopi

Meski baru 2 tahun buka, namun pemilik sudah merasakan banyak pengalaman manis pahit dari bisnis yang dijalaninya tersebut, seperti:

Tidak Mudah Mendapatkan Rasa Kopi yang Enak

Untuk mendapatkan rasa kopi yang enak dan sesuai dengan karakter orang Pontianak bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Butuh percobaan yang dilakukan berulang kali agar bisa menghidangkan secangkir kopi yang memiliki rasa khas dan tidak mudah dilupakan oleh setiap pelanggan yang datang.

Tak hanya itu, ternyata kopi yang dibuat dengan menggunakan mesin dengan kopi yang dibuat secara manual memiliki rasa yang berbeda. Untuk kopi yang dibuat dengan menggunakan mesin seperti arabika memiliki rasa yang lebih asam. Sedangkan kopi robusta memiliki rasa yang lebih pahit.

Oleh karena itu, pemilik usaha lebih memilih untuk membuat kopi dengan cara manual karena lebih banyak orang yang menikmati meski konsumennya tertentu saja.

Lokasi Usaha Sangat Menentukan

Tempat yang digunakan untuk membangun sebuah usaha juga sangat menentukan kesuksesan dari usaha itu sendiri. Oleh karenanya, sebelum membuka usaha harus melakukan survei terlebih dahulu.

Ini karena beda daerah beda pula karakter orangnya. Ada orang yang suka ngopi di tempat terbuka, dan ada pula orang yang lebih suka menikmati kopi di tempat yang lebih tertutup.

Menyikapi Penjualan Saat Pandemi

Pandemi Corona Virus yang menyebar luas di Indonesia pada awal Maret 2020 menimbulkan dampak untuk semua orang tak terkecuali para pengusaha. Bahkan untuk mendukung program pemerintah dan mengurangi resiko penularan Covid-19, Warkop Tanjak terpaksa harus menutup usahanya selama 2 bulan penuh.

Meski sempat dibuka kembali, namun para pelanggan yang datang tidak mau membungkus kopi yang dipesannya dan dibawa pula. Karena khawatir akan membuat penyebaran virus semakin luas, pemilik pun terpaksa harus menutup kembali usaha dan mulai membukanya kembali pada bulan Juni setelah lebaran.

Dengan adanya pandemi ini membuat pemilik usaha harus memutar otak agar usaha yang dijalankannya tetap mendapat customer. Beberapa cara pun ia lakukan seperti:

Jualan Online

Cara ini dilakukan dengan mendaftarkan Warkop Tanjak ke Grabfood dan Gofood. Cara tersebut dianggap lebih aman terutama bagi mereka yang masih ingin menikmati kopi khas Warkop Tanjak di masa pandemi seperti sekarang ini.

Mencoba Membuka Inovasi Baru

Pemilik juga sedang mencoba untuk menghadirkan menu baru yang banyak disukai oleh anak muda. Akan tetapi, menu tersebut belum akan diluncurkan sebelum racikan dan rasanya pas.

Mewabahnya Virus Corona di Indonesia memang memiliki dampak yang sangat besar bagi setiap pelaku usaha. Tidak adanya pemasukan selama 2 bulan penuh membuat beberapa perusahaan memutus kontrak kerja dengan beberapa karyawannya.

Akan tetapi, hal ini tidak dilakukan oleh pemilik usaha Warkop Tanjak. Beliau juga meminta pengertian dari para karyawannya agar usaha tersebut tetap bisa berjalan meski dalam masa sulit.

Meski saat ini pemerintah sudah menerapkan New Normal dan beberapa aktivitas sudah dilakukan seperti semula, namun pemasukan yang didapat oleh Warkop Tanjak tidak seperti dulu. Jika dulu mampu menghabiskan 100 gelas per harinya, tapi pemasukan setelah diterapkannya New Normal  ini berkisar antara 60 hingga 70% saja.

Dalam membuka usahanya di masa normal baru ini, pemilik usaha Warkop Tanjak menerapkan protokol kesehatan seperti:

  1. Menghimbau setiap pelanggan yang datang untuk menggunakan masker
  2. Menyediakan tempat cuci tangan
  3. Mencuci gelas dan sendok dengan menggunakan air panas sebelum disajikan ke konsumen (meski pada awalnya menggunakan cup, namun cara tersebut kurang efektif karena menimbulkan banyak sampah dan pengeluaran menjadi lebih besar).

Mimpi Besar Pemilik Warkop Tanjak

Mimpi besar yang dimiliki oleh pemilik ini ialah bisa membuka cabang di beberapa daerah dan melakukan kerjasama dengan beberapa orang di luar Kalimantan Barat. Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa setiap cangkir kopi yang dihidangkan harus menggunakan takaran sama. Ini agar rasa dari kopi tersebut tidak berbeda bisa dibuka di daerah lain.

Saran Pemilik Warkop Tanjak Kepada Calon Pengusaha

Buat Anda yang ingin membuka sebuah usaha, jangan mempertimbangkan banyak hal. jadi, kalau mau usaha mulai saja dulu. Karena seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan menemukan banyak pengalaman yang cocok dengan usaha tersebut. Karena biasanya ide-ide baru juga akan muncul seiring berkembangnya bisnis yang Anda jalani.

Membuka sebuah usaha warung kopi memang bukan hal yang mudah terlebih dengan persaingan bisnis kopi yang ada saat ini. Namun, Warkop Tanjak mampu menunjukkan keunikannya sendiri dibandingkan dengan beberapa kedai kopi kekinian lainnya.

Warkop Tanjak memang sengaja tidak menyediakan WiFi agar setiap pelanggan yang datang mampu menikmati kopi yang dipesannya, sembari ngobrol dengan teman atau pelanggan lainnya. Meski warung kopi ini tidak mengikuti trend dari beberapa kedai kopi yang ada, namun eksistensi yang dimiliki oleh warung tersebut terbukti masih ada dan semakin melambung.

Nah, pesan yang disampaikan oleh pemilik kepada pelanggannya adalah “Buat orang yang benar-benar mau ngerti ngopi, sekali nyoba pasti pingin balik lagi.” Bagi Anda yang ingin datang ke Warkop Tanjak, warkop tersebut dibuka dari jam 7 pagi hingga 11 malam. Sedangkan hari minggu buka jam 4 sore hingga 11 malam.

Continue Reading

Bisnis

Atas Bawah Coworking Space, Tempat Nongkrong Yang Asik di Pontianak

Published

on

Atas Bawah Coworking Space, Tempat Nongkrong Yang Asik di Pontianak
Industri co-working space di Asia Tenggara tumbuh sekitar lima belas persen pada 2017 lalu. Peluang di Indonesia sendiri menurut penggiat industri masih besar, baik di kota-kota besar ataupun di daerah sekitarnya.

Atas Bawah Coworking Space yang beralamat di Jalan Putri Candramidi, Pontianak yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama bisa dijadikan tempat nyantai sekalian bisa menyaksikan para barista bekerja.

Di lantai dasar bisa dijadikan tempat pertemuan dengan komunitas yang cukup banyak anggotanya karena space-nya luas.

Di lantai dua menjadi tempat bagi anak-anak muda yang kreatif. “Nantinya, ada program tiap Jumat malam, kita undang anak-anak yang suka foto. Mereka punya ide untuk diekspresikan. Misalnya pengen bikin foto seperti apa,” ujar Farizpengelola Atas Bawah Coworking Space.

Di lantai dua menjadi tempat bagi anak-anak muda yang kreatif.

Jika punya banyak kreativitas yang ingin disalurkan, tapi terbatas di peralatan, santai saja. Atas Bawah Coworking Space menyediakan aksesori buat yang hobi foto-foto atau yang hobi melukis.

“Jadi kita siapin, nanti mereka boleh realisasikan di sini. Jika karyanya bagus, bisa kita pilih untuk dipajang di sini,” kata Fariz, yang juga barista ini.

Selain yang sudah disebutkan di atas, Atas Bawah Coworking Space juga menyediakan banyak ruangan yang bisa dipilih sendiri untuk berbagai kegiatan. Ada play ground untuk anak-anak atau sekadar ingin bersantai sambil menulis dan mengedit tulisan.

Menu andalan di tempat yang baru buka sekitar sebulan yang lalu ini adalah es kopi susu bawah, paduan kopi susu dicampur gula merah. Kelebihan menu andalan ini menurut si barista adalah blend-nya yang agak tebal. Jadi rasanya kopi dan susunya balance.

Kesamaan tempat ini dengan tempat nongkrong lainnya di Kota Pontianak adalah Atas Bawah juga menyediakan kopi. Di samping menu andalan. Atas-Bawah tersedia juga menu minuman lain seperti Caffee Latte, Vietnam Drip, Espresso, dan Americano. Tersedia pula makanan seperti nasi goreng, pisang goreng, dan kentang goreng.

So tunggu apalagi, Yuk mampir ke Atas-Bawah Co-working Space

Continue Reading

TRENDING