Connect with us

Bisnis

Perusahaan Media Di Indonesia Ubah Strategi Bisnis Karena Pandemi

Published

on

Perusahaan Media Di Indonesia Ubah Strategi Bisnis Karena Pandemi

Gencil News – Perusahaan media di Indonesia melakukan sejumlah perubahan strategi guna menghadapi guncangan digital dan pandemi Corona. Dalam diskusi daring “Mempertahankan Eksistensi Media Akibat Dampak Pandemi Covid-19”, Kamis (15/10/2020).

CEO Media Group Muhammad Mirdal Akib menuturkan perusahaan medianya sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi guncangan digital.

Namun, tantangan tersebut diperparah oleh pandemi Corona yang berdampak ke semua sektor, termasuk bisnis media.

Mirdal menjelaskan telah memecah perusahaan medianya menjadi unit-unit usaha untuk mencegah kerugian di Media Group, sekaligus mencari peluang pendapatan lainnya. Antara lain media, penyelenggara acara (EO), dan perusahaan pengelola tower.

“Total karyawan Metro TV 1.300 orang, ke depan mungkin ada 300 orang. Jadi Metro TV nanti hanya ada redaksi, sementara infrastrukturnya akan terpisah,” jelas Mirdal Akib.

Akib menuturkan tantangan lainnya yaitu migrasi televisi analog menjadi televisi digital yang ditargetkan pemerintah paling lama tahun 2022 seperti diamanatkan Undang-undang Cipta Kerja.

Kata Akib, migrasi digital ini akan membuat persaingan industri televisi semakin ketat karena orang dapat dengan mudah mendirikan stasiun televisi.

Anggaran Rp298,9 miliar dari Kementerian Kominfo digunakan untuk melakukan upaya produksi dan diseminasi konten terkait penanganan Corona dan pemulihan ekonomi. (Foto: Kominfo)

Direktur Utama Radio Suara Surabaya Errol Jonathan mengatakan pendapatan perusahaan medianya turun 40-60 persen pada masa pandemi Corona, utamanya sejak Mei hingga Oktober 2020.

Kata dia, hal itu dikarenakan sebagian besar perusahaan menahan belanja iklan mereka di tengah pandemi. Menurutnya, sumber pendapatan yang masih dapat diandalkan berasal dari pemerintah.

Follow the money, kita harus mampu mengendus di mana uang itu berada dan bagaimana mendapatkannya. Nah salah satu yang kami identifikasi, uang itu ada di pemerintah,” jelas Errol

Errol menambahkan perusahaan miliknya mulai merambah digital dengan membuat program siaran atau talkshow di media sosial. Menurutnya, program ini sudah berjalan dan dapat menambah pendapatan baru bagi Suara Surabaya.

Errol juga berusaha membuat Suara Surabaya sebagai media yang dapat memberi informasi terpercaya terkait Corona kepada pendengar.

Hal itu dilakukan dengan membangun kerjasama dengan Satgas Covid-19 Jawa Timur dan Surabaya. Suara Surabaya juga terbantu dengan jurnalisme warga yang bekerjasama dengan mereka. Total ada sekitar 699 ribu warga yang bisa berkontribusi untuk berita Suara Surabaya secara sukarela.

“Jurnalisme warga Suara Surabaya tidak ada yang bayar. Dan mereka menghabiskan pulsa yang lumayan cukup banyak karena mereka ingin berpartisipasi,” tambah Errol.

Di samping itu, pengurus koperasi di Suara Surabaya juga menginisiasi usaha penjualan kebutuhan rutin rumah tangga dan jasa pengantaran untuk para pendengar. Errol menggandeng pelaku usaha UMKM dan pemasok barang untuk usaha penjualan ini.

Kondisi yang sama juga dialami media siber di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut menjelaskan terjadi peningkatan pembaca media siber pada masa pandemi corona hampir di seluruh wilayah sekitar 35 persen. Menurutnya, peningkatan ini didorong kebutuhan masyarakat terhadap corona.

peningkatan pembaca media tidak mendongkrak pendapatan perusahaan. Bahkan, pendapatan perusahaan turun sekitar 30-40 persen.

Salah satu penyebabnya adalah perusahaan media saat ini tidak menguasai jalur distribusi sehingga kesulitan dalam mencari pendapatan.

Sebab, kata dia, hampir semua distribusi konten berita sekarang dipegang perusahaan digital seperti Google dan Facebook.

“Sekarang distribusi konten kita mungkin 80-85 persen dipegang oleh perusahaan tech company, bukan oleh media company sendiri,” jelas Wens.

Wens mengusulkan perlu ada kolaborasi antara perusahaan media dengan perusahaan teknologi seperti Google atau Facebook. Salah satu yang sudah berjalan yaitu pemberian bantuan dana dari Google ke puluhan media yang ada di Indonesia.

Pemerintah Kerjasama dengan Media Saat Pandemi

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti mengatakan pemerintah telah menggandeng perusahaan media dalam pelayanan informasi dan produksi konten terkait Corona.

Total ada Rp298 miliar yang disiapkan pemerintah yang sebagian di antaranya bisa menjadi sumber pendapatan media dari kebijakan ini. Ia menegaskan kebijakan ini bukan untuk tujuan politik melainkan terkait penanganan Corona.

“Ada 6.120 slot iklan layanan masyarakat dan dialog interaktif di televisi. Dan ada 13 ribu lebih iklan di radio dan dialog interaktif,” kata Niken Widiastuti.

Niken menjelaskan kerjasama ini diperuntukkan untuk semua jenis media yakni media cetak, siber, radio dan televisi. Menurutnya, perusahaan media dapat menghubungi asosiasi-asosiasi perusahaan media untuk dapat bekerjasama dengan kementeriannya dalam kebijakan ini.

Selain itu, pemerintah juga telah berkomitmen untuk memberikan sejumlah insentif guna mengatasi ancaman penutupan perusahaan pers dan PHK pekerja media akibat pandemi Corona.

Antara lain menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) bagi kertas koran dan mengupayakan mekanisme penundaan atau penangguhan beban listrik bagi industri media.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bisnis

OJK Perpanjang Program Keringanan Kredit Hingga Tahun 2021

Published

on

OJK Perpanjang Program Perpanjangan Kredit Hingga Tahun 2021

Gencil News– OJK Perpanjang Program Keringanan Kredit Hingga Tahun 2021. Berdasarkan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Dampak Penyebaran Virus Corona, proses restrukturisasi yang diberikan termasuk kepada debitur UMKM berlaku sampai tanggal 31 Maret 2021.

Dilansir dari detikcom. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperpanjang masa keringanan restrukturisasi kredit perbankan hingga 1 tahun ke depan. Hal itu diputuskan melalui Rapat Dewan Komisioner OJK hari ini.

“Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Akan tetapi, tak semua bank yang sebelumnya sudah memberikan restrukturisasi kredit dapat perpanjangan ini.

“Namun kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi di tengah masa pandemi ini,” sambung Wimboh.

OJK Perpanjang Program Keringanan Kredit Hingga Tahun 2021. Nantinya, perpanjangan ini akan difinalisasi dalam Peraturan OJK (POJK) baru. Selain restrukturisasi kredit perbankan, OJK juga akan memperpanjang beberapa stimulus lanjutan yang terkait antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Per 28 September 2020, OJK mencatat realisasi untuk restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp 904,3 triliun dari 7,5 juta debitur. Sementara itu, OJK mencatat non-performing loan (NPL) masih di angka 3,15%, atau menurun dari bulan Agustus yang sebesar 3,22%.

Menurut catatan OJK, perbankan telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dalam 6 bulan terakhir menunjukkan kenaikan. Hal itu dilakukan untuk menjaga prinsip kehati-hatian.

Continue Reading

Bisnis

Ini 16 Produk Pinjaman Yang disediakan Bank Kalbar

Published

on

Ini 16 Produk Pinjaman Yang disediakan Bank Kalbar

Gencil News- Ini 16 Produk Pinjaman Yang disediakan Bank Kalbar. Kredit perbankan memiliki peran penting dalam pembiayaan perekonomian nasional dan merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Ketersediaan kredit memungkinkan perbankan berperan di semua aktivitas ekonomi, termasuk sektor penggerak utama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk melakukan konsumsi yang lebih baik.

Bank Kalbar memiliki peran penting dalam mengalokasikan kapital dan melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa dana masyarakat disalurkan pada kegiatan yang memberikan benefit optimal.

Terlepas dari mulai meningkatnya peran pembiayaan melalui pasar modal, pembiayaan melalui perusahaan keuangan yang meliputi bank dan lembaga pembiayaan, kredit perbankan masih mendominasi total kredit kepada sektor swasta dengan rata-rata sebesar 85%2.

Ini 16 Produk Pinjaman Yang disediakan Bank Kalbar. Maka dari itu Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, Bank Kalbar menawarkan beragam produk dan jasa kepada masyarakat.

1. Kredit Pundi (Kupeda Pundi Khatulistiwa)

Kredit Pundi (Kupeda Pundi Khatulistiwa) merupakan kredit yang ditujukan kepada pengusaha kecil, perorangan, maupun kelompok dan koperasi.

2. Kredit Investasi Biasa

Kredit Investasi Biasa (KIB) merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk digunakan dalam rangka pembelian mesin/peralatan, rahabilitasi, modernisasi, ekspansi proyek yang ada atau pendirian proyek-proyek baru, relokasi dan refinancing.

3. Kredit Modal Kerja Biasa

Kredit Modal Kerja Biasa (KMKB) merupakan kredit yang diberikan kepada perusahaan atau perorangan yang mengalami kekurangan modal kerja untuk membiayai usahanya atau untuk membiayai kebutuhan operasional.

4. KPBJ/Konstruksi (Kredit Pengadaan Barang/Jasa)

KPBJ/Konstruksi (Kredit Pengadaan Barang/Jasa) merupakan kredit yang diberikan untuk membiayai pelaksanaan pekerjaan suatu proyek pengadaan barang/jasa.

5. Kredit Usaha Mikro Kecil (KUMK) SUP-005

Kredit Usaha Mikro Kecil (KUMK) SUP-005 merupakan kredit modal kerja dan investasi yang diberikan oleh Bank kepada usaha Mikro dan usaha kecil guna pembiayaan usaha produktif.

6. KUMP DAKAB (Kredit Usaha Mikro Produktif)

KUMP DAKAB (Kredit Usaha Mikro Produktif) merupakan kredit yang ditujukan kepada pengusaha mikro (perorangan) dan koperasi.

7. KUM Utama (Kredit Usaha Mikro Utama)

KUM Utama (Kredit Usaha Mikro Utama) merupakan kredit mikro Bank Kalbar yang berjangka waktu maksimal 3 tahun dengan pola kewajiban menabung secara harian, mingguan atau bulanan. KUM Utama merupakan pembiayaan modal kerja bagi Usaha Mikro.

8. KUM Harapan (Kredit Usaha Mikro Harapan)

KUM Harapan (Kredit Usaha Mikro Harapan) merupakan kredit mikro Bank Kalbar yang berjangka waktu maksimal 5 tahun, untuk tujuan Investasi dengan pola pembayaran cicilan pokok dan bunga secara bulanan.

9. KUM Peduli (Kredit Usaha Mikro Peduli)

KUM Peduli (Kredit Usaha Mikro Peduli) merupakan kredit mikro Bank Kalbar yang berjangka waktu maksimal 1 tahun, untuk modal kerja dengan pola kewajiban menabung secara harian.

10. KUM Sejahtera (Kredit Usaha Mikro Sejahtera)

KUM Sejahtera (Kredit Usaha Mikro Sejahtera) merupakan kredit atau pembiayaan kepada Usaha Mikro dalam bentuk pemberian modal kerja dan investasi untuk usaha produktif.

11. Kreatif (Kredit Angsuran Produktif)

Kreatif (Kredit Angsuran Produktif) merupakan kredit yang digunakan untuk kegiatan yang produktif diantaranya untuk keperluan membuka dan atau mengembangkan usaha.

12. KUR (Kredit Usaha Rakyat)

KUR (Kredit Usaha Rakyat) merupakan kredit produktif yang diberikan bank kepada calon debitur pengusaha mikro, kecil, atau menengah untuk tambahan modal kerja usaha atau investasi untuk menunjang usaha yang sedang dijalankan dengan jumlah maksimum pinjaman yang ditetapkan berdasarkan penilaian kelayakan pemberian kredit.

13. Cash Collateral Credit

Cash Collateral Credit (CCC) merupakan kredit yang diberikan oleh Bank Kalbar kepada calon Debitur dengan agunan berupa Deposito, Tabungan atau giro.

14. KUSERNA (Kredit Untuk Serbaguna)

KUSERNA (Kredit Untuk Serbaguna) merupakan kredit yang diberikan kepada para pegawai, calon pegawai, dan para pensiunan untuk keperluan serbaguna/konsumtif.

15. KAPUAS (Kredit Angsuran Pasti Untuk Apa Saja)

KAPUAS (Kredit Angsuran Pasti Untuk Apa Saja) merupakan kredit yang diberikan kepada para pegawai untuk keperluan apa saja/konsumtif.

16. KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan kredit beragunan unit rumah tinggal/bangunan dalam valuta rupiah yang diberikan oleh Bank Kalbar kepada perorangan.


Continue Reading

Bisnis

Pemerintah Sudah Gelontorkan Rp 150 T Untuk Pemulihan Perekonomian

Published

on

Indonesia Akan Resesi, Bagaimana Sikap Pemerintah?
Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin dalam telekonferensi pers di Jakarta, Rabu (30/9) yakin stimulus yang digelontorkan pemerintah akan selamatkan perekonomian Indonesia (Screenshot/Setpres RI)

Gencil News – VOA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan sampai akhir September 2020, pemerintah sudah menggelontorkan dana Rp 150 triliun untuk memulihkan perekonomian tanah air.

Kemudian, hingga pekan kedua Oktober kemarin, kata Budi, pemerintah sudah berhasil menyalurkan dana untuk penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 344,43 triliun.

“Atau hampir 50 persen dari total anggaran yang Rp 695,2 triliun. Mudah-mudahan sisa waktu kita sampai akhir tahun bisa kita manfaatkan untuk semaksimal mungkin menyalurkan sisa anggaran yang mencapai Rp 695 triliun,” ujar Budi.

Budi menjelaskan dari enam program PEN yang sudah dianggarkan oleh Kementerian Keuangan, program di sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemda penyerapannya masih relatif rendah.

Maka dari itu, ia berharap dengan bantuan dana hibah untuk pemda dapat membantu penyerapan anggaran tersebut, agar perekonomian nasional cepat pulih.

Ketika ditanya, apakah Indonesia bisa jatuh ke jurang resesi, Budi tidak bersedia berkomentar banyak. Yang pasti, kata Budi yang juga Wakil Menteri BUMN ini, dana yang telah disalurkan hingga Rp150 triliun sampai akhir September diharapkan bisa mendongkrak perekonomian Indonesia pada kuartal-IV nanti.

“Kami sudah berhasil menyalurkan Rp 150 triliun di kuartal-III ini. Kalau menurut teman-teman yang dari ahli ekonomi, fiscal multiplier kita 2,1 kali jadi harusnya bisa memberikan dampak ke GDP (Produk Domestik Bruto -red) Rp 300 triliun karena 2×150 triliun. Angka pertumbuhan kuartal ketiga belum keluar jadi saya tidak mau berspekulasi apakah masuk resesi atau tidak saya rasa tunggu nanti hasil pengumuman dari BPS,” paparnya.

Continue Reading

TRENDING