Bisnis

Potongan Biaya Ojol Hingga 15% Jika Melanggar Akan Ditindak

Kemenhub Resmi Naikkan Tarif Ojol Mulai 10 September 2022
ilustrasi (dok.istimewa)

Gencil News – Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menerima aduan resmi mengenai potongan biaya sewa aplikasi ojek online (ojol) melebihi ketentuan tarif yang baru. Selasa 27/9/22.

“Hingga saat ini kami belum menerima surat aduan secara resmi mengenai potongan yang melebihi ketentuan. Namun demikian semua masukan para pemangku kepentingan pasti kami perhatikan,” kata Adita.

Adita mengatakan, ada pelanggaran terkait biaya sewa aplikasi dapat diketahui melalui monitoring yang dilakukan Kemenkominfo dan ditindak sesuai ketentuan yang ada.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh aplikator untuk mematuhi biaya sewa aplikasi maksimal 15 persen.

Baca juga   Rincian Tarif listrik PLN per kwh Terbaru Untuk April-Juni 2021

“Kami akan sampaikan kepada Kemkominfo, jika terbukti terjadi pelanggaran untuk kemudian dapat diambil tindakan sesuai ketentuan,” ujar Adita.

Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati mengatakan, perusahaan aplikator masih melanggar aturan biaya sewa aplikasi yang telah ditetapkan pemerintah menjadi 15 persen.

Ia mengatakan, biaya sewa aplikasi yang dilanggar mencapai hingga 30 persen.

“Kenaikan tarif ternyata masih dilanggar aplikator. Potongan aplikator yang seharusnya 15 persen dilanggar hingga mencapai 30 persen,” kata Lily Selasa 13/9/2022.

Karenanya, ia meminta perusahaan aplikator untuk menurunkan biaya sewa aplikasi menjadi 10 persen.

“Dan pemerintah harus tegas memberi sanksi bagi aplikator yang melanggar,” ujarnya.

Tak hanya itu, Lily meminta perusahaan aplikator untuk membayar ganti rugi atas biaya sewa aplikasi yang tak sesuai ketentuan. Selain itu, ia menuntut agar tarif ojol ini berlaku untuk seluruh layanan pengantaran, barang, makanan dan penumpang.

Baca juga   Australia Tetapkan Target Nol Emisi Bersih Tahun 2050

“Kenaikan tarif ini tidak akan mensejahterakan ojol bila terjadi diskriminasi dalam setiap layanan pengantaran tersebut. Dan juga kami mendesak pemerintah menetapkan tarif sesuai kondisi daerah masing-masing dengan melibatkan driver ojol,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top