RUU Perlindungan Data Pribadi Tak Kunjung Disahkan
Connect with us

Bisnis

RUU Perlindungan Data Pribadi Tak Kunjung Disahkan

Published

on

RUU Perlindungan Data Pribadi Tak Kunjung Disahkan
Beberapa kartu kredit dan kartu bank dengan cip elektronik. (Foto: Ilustrasi) Data kartu kredit pada platform jual-beli online belum tentu aman dari kemungkinan penyalahgunaan.

Gencil News – VOA – Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) belum juga disahkan sejak masuk program legislasi nasional tahun 2020 dan berlanjut pada tahun ini. Padahal, kasus demi kasus kebocoran data pribadi terus terjadi. Lantas apa yang menyumbat pengesahan RUU PDP?

Winta, ibu rumah tangga di Jakarta, masih ingat dengan jelas momen ketika ia tahu data pribadinya pada sebuah platform e-commerce bocor tahun 2019 lalu. Saat itu, ia menerima SMS notifikasi transaksi kartu kredit tanpa sepengetahuannya untuk pembelian sejumlah barang senilai lebih dari Rp7 juta.

“Pas saya cek ini transaksi apa, di bawahnya saya lihat (nama) e-commerce berwana hijau. Pas saya cek histori dari pembayaran-pembayaran Bank Mandiri – kan bisa dicek secara online di mobile banking – ternyata ada transksi yang terjadi. 400 ribu… 500 ribu… 600 ribu… 700 ribu… satu juta berapa… sampai limit kartu tuh habis,” tuturnya.

Sebelumnya, Winta menyimpan data kartu kreditnya pada platform jual-beli online untuk kemudahan proses belanja daring. Namun, sejak kejadian tersebut, ia tak mau lagi melakukannya. Apalagi tidak ada tindak lanjut dari perusahaan e-commerce terkait soal keluhannya tentang insiden itu.

“Coba tanya sana-sini, Cuma bilang ‘ya udah lain kali nggak usah simpan data bank yang bayar langsung otomatis tinggal klik kartu kredit yang udah terdaftar di situ, jadi input manual aja tiap kali mau bayar, habis itu hapus lagi, input manual, hapus lagi.”

Data pribadi pada KTP seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat hingga tempat tanggal lahir dapat disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab (foto: ilustrasi).
Data pribadi pada KTP seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat hingga tempat tanggal lahir dapat disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab (foto: ilustrasi).

Kasus Winta – juga kasus-kasus serupa – menggambarkan kegentingan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP), yang diharapkan menjadi tameng bagi masyarakat, pemerintah maupun swasta dari tindak pencurian dan penyalahgunaan data pribadi. Akan tetapi, sejak masuk program legislasi nasional tahun lalu dan sekarang, RUU itu tersendat pada pembahasan otoritas perlindungan data. Pemerintah bersikukuh ingin Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memegang komando itu – langkah yang disebut peneliti Yayasan Tifa, Sherly Haristya, mencerminkan keinginan Presiden Joko Widodo untuk melakukan perampingan struktur pemerintahan. Ia menilai, langkah itu berpotensi membuat otoritas perlindungan data tumpul ketika harus menangani kasus yang melibatkan pemerintah.

“Akuntabilitasnya nggak mungkin bisa jalan. Pasti ada kesungkanan, ini sesama institusi pemerintah, nggak akan bisa menginvestigasi.”

Baik Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan, maupun Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, tidak memberi tanggapan atas permohonan wawancara VOA hingga laporan ini terbit.

Di DPR, usulan pembentukan otoritas yang independen juga tidak diamini sepenuhnya. Anggota Komisi I DPR RI dari fraksi Nasdem, Muhammad Farhan, menganggap pengesahan RUU PDP sudah darurat, sehingga DPR sebaiknya berkompromi dengan usul pemerintah.

“Kalau melihat perkembangan situasi dan juga melihat eskalasi masalah yang timbul dari tidak adanya kepastian hukum dalam PDP, maka tampaknya kita harus mengikuti konsep yang dari pemerintah, yaitu si otoritas perlindungan data ini memang tetap langsung di bawah kementerian, dengan penanggung jawabnya menteri langsung.”

“Kita dorong sekarang agar komprominya ketemu di situ,” tambah Farhan.

Di sisi seberang, independensi otoritas perlindungan data pribadi justru menjadi harga mutlak. Anggota Komisi I DPR dari fraksi PKS, Abdul Kharis, mengatakan, “Kalau fraksi PKS tetap ingin otoritas itu independen. Istilahnya gini, yang bikin regulasi pemerintah, pelaksananya pemerintah, pengawasnya pemerintah, ya gimana…”

“Jadi, soal urgensi semua sepakat, ini penting. Tapi ketika kita menyelesaikan – karena pentingnya UU ini – bukan berarti kemudian kita mengabaikan faktor independensi otoritas ini.”

Peneliti Yayasan Tifa, Sherly Haristya, berharap pemerintah bisa tetap berkomitmen pada RUU PDP yang sejak awal merujuk pada General Data Protection Regulation (GDPR), instrumen hukum perlindungan data pribadi dan privasi Uni Eropa yang menjadi standar dunia. Dalam GDPR, otoritas perlindungan data pribadi dipegang oleh Data Protection Authorities (DPAs), otoritas independen yang mengawasi perlindungan data dengan wewenang melakukan penyelidikan dan langkah korektif.

Sherly mengatakan gagasan untuk menjadikan Kementerian Kominfo sebagai otoritas perlindungan data “tidak sinkron” dengan semangat RUU PDP pada awal penyusunannya.

“Pemerintahnya posisinya ngga sinkron, antara keinginan mereka untuk menjadi ideal seperti GDPR, tapi ternyata di tengah jalan ada hambatan resources dalam hal uang, salah satunya.”

“Kalau misalkan tidak siap punya komisi independen, berarti kan rombak dari awal, nggak bisa kita refer ke GDPR.”

Sementara RUU PDP macet di Senayan, pada Mei, 279 juta data penduduk yang bersumber dari BPJS Kesehatan diduga diretas dan dijual di forum daring. Tahun lalu, data 91 juta pengguna Tokopedia dijual di situs gelap (darkweb) – insiden yang diakui Tokopedia, meski mengklaim bahwa informasi penting pengguna, termasuk password “tetap terlindungi di balik enkripsi.”

Hingga Senin (7/6), Komisi I DPR masih menunggu keputusan pimpinan DPR terkait izin perpanjangan masa pembahasan RUU PDP yang sudah melalui tiga kali masa persidangan. Jika disahkan, undang-undang itu akan mengatur hak dan kewajiban pengendali, pemroses dan pemilik data pribadi, serta pedoman dan sanksi bagi pelanggar undang-undang.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bisnis

Dapatkan 10 Potong Ayam KFC, Harga Spesial Setiap Hari Kamis

Published

on

By

Dapatkan 10 Potong Ayam KFC, Harga Spesial Setiap Hari Kamis

Gencil News – Dapatkan 10 Potong Ayam KFC, Harga Spesial Setiap Hari Kamis, hanya dengan Rp90ribu anda sudah bisa membawa pulang, 10 potong ayam dari KFC.

Promo dari KFC ini mesti anda manfaatkan sesegera mungkin, karena kesempatannya hanya satu hari, yaitu hari kamis.

Harga 10 potong ayam dengan harga spesial dari KFC, ini bisa anda dapatkan di seluruh KFC di Indonesia, kecuali Bandara Soekarno-Hatta dan KFC catering⁠.

Promo THE BEST THURSDAY hadir lagi KFC Lovers!. Buruan beli 10 potong ayam favoritmu dengan harga 90 ribu aja sekarang daripada harus nunggu hari Kamis minggu depan datang lagi!⁠

Syarat dan ketentuan:⁠

– Berlaku HANYA SATU HARI yaitu hari Kamis.

– Berlaku untuk Dine-in, take away, Home Delivery, Drive-thru, Ojek Online dan KFC Box⁠
– Tidak berlaku di seluruh store Bandara Soekarno-Hatta dan KFC catering⁠
– Harga sebelum pajak dan dapat berbeda di tiap wilayah⁠
– Take away dikenakan biaya tambahan⁠
– Juga berlaku pembelian menggunakan e-voucher GiftN⁠ dengan keterangan NEW⁠
– Berlaku kelipatan dan tidak ada batasan pembelian⁠

Continue Reading

Bisnis

Hanya Tiga Hari, Dapatkan Harga Spesial dari Promo Indomaret Pontianak

Published

on

By

Hanya Tiga Hari, Dapatkan Harga Spesial dari Promo Indomaret

Gencil News- Hanya Tiga Hari, Dapatkan Harga Spesial dari Promo Indomaret. Promo Indomaret berlangsung dari 18-20 Juni 2021. Hanya tiga hari saja, anda bisa mendapatkan harga spesial dari Indomaret Pontianak.

Promo Indomaret hanya tiga hari dari 18-20 juni 2021. Disini, para pelanggan setia dari Indomaret Pontianak, akan mendapatkan harga yang istimewa.

Jadi tunggu apa lagi, segera ke Indomaret terdekat di Kota Pontianak dan Kota-kota di Kalimantan Barat.

Continue Reading

Bisnis

Promo Alfamart Pontianak, Saatnya PROMO JSM 18 -20 Juni 2021

Published

on

By

Promo Alfamart Pontianak, Saatnya PROMO JSM 18 -20 Juni 2021

Gencil News – TERBARU PROMO JSM ALFAMART Pontianak, 18 -20 Juni 2021. Dapatkan harga terbaik dari PROMO JSM ALFAMART PONTIANAK. Belanja semakin untung, diskonnya melimpah.

Akhirnya, Promo terbaru JSM dari Alfamart datang lagi untuk pelanggan setia Alfamart. Ayo buruan, kesempatan belanja hemat hanya ada di Promo JSM Alfamart, mulai dari 18-20 juni 2021.

Continue Reading

Bisnis

Mobile Banking Bank Kalbar Mudahkan Nasabah Bertransaksi

Published

on

Mobile Banking Bank Kalbar Mudahkan Nasabah Bertransaksi

Gencil News– Sudah saatnya bertransaksi secara efisien yang menghemat waktu dengan menggunakan mobile banking dari Bank kalbar.

Fitur yang tersedia dari Mobile banking Bank Kalbar atau m-banking adalah penyempurnaan teknologi perbankan di era digital.

M-Banking merupakan layanan yang memungkinkan nasabah bank melakukan transaksi perbankan melalui ponsel atau smartphone.

Layanan unggulan dari Bank Kalbar ini memiliki banyak keunggulan dan lebih mudah. dengan menggunakan menu yang sudah tersedia melalui aplikasi.

Bank Kalbar berusaha meningkatkan kepuasan nasabah dan ingin lebih dekat menjangkau para nasabah.

Selain itu, dengan penggunaan aplikasi dari mobile banking nasabah bisa secara real time melakukan transaksi apa saja.

M-banking Bank kalbar memberikan kemudahan bagi para nasabah perbankan. Itu sebabnya berbagai kelebihannya bisa nasabah nikmati, anatara lain;

  • Akses yang mudah kapanpun
  • Jangkauan koneksi lebih luas.
  • Lengkap dengan fitur yang sederhana dan mudah dimengerti semua kalangan.
  • Biaya yang dikenakan umumnya lebih rendah dibanding internet banking.
  • Aman dan dapat dapat meminimalkan risiko penipuan.
  • Dapat menghemat waktu dan biaya karena nasabah tak perlu datang ke bank atau ATM jika ingin melakukan transaksi keuangan.
  • Lebih efisien dan tak perlu mengantre. Cukup dengan smartphone, nasabah bisa melakukan transaksi selama memiliki jaringan internet.
  • Nasabah dapat melakukan jadwal transaksi keuangan dalam satu waktu sekaligus.

Teknologi yang hadir dari Bank Kalbar untuk selalu meningkatkan kualitas layanan yang ada.

Bank Kalbar membuat transaksi lebih Praktis, Aman dan Efisien.
Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING