Kelebihan dari Transaksi Menggunakan Uang Elektronik
Connect with us

Bisnis

Kelebihan dari Transaksi Menggunakan Uang Elektronik

Published

on

Kelebihan dari Transaksi Menggunakan Uang Elektronik

Gencil News- Uang Elektronik Tidak hanya berguna untuk memudahkan berbagai pembayaran, Namun juga mendukung kemajuan perkembangan zaman.

Dengan perkembangan perekonomian yang cepat, sebagian besar pembayaran konsumen saat ini sudah banyak menggunakan metode penggunaan digital.

Dengan menggunakan uang elektronik, penggunanya dapat melakukan berbagai transaksi jual beli secara cepat dan juga aman.

Selain itu, Pembayaran dalam mata uang elektronik bisa langsung terjadi antara pihak yang bertransaksi tanpa perlu perantara, transaksi jenis ini biasanya instan dan berbiaya murah.

Transaksi elektronik berbasis mata uang digital juga memiliki bukti penggunaan uang yang diperlukan untuk menunjukan transparansi dalam transaksi.

Pada era Digital yang semakin pesat, perkembangan uang elektronik semakin menjadi pertimbangan untuk transaksi pembayaran secara online.

Berikut beberapa alasan untuk menggunakan e-money sebagai alat pembayaran saat ini.

1. Keamanan

Dengan fitur keamanan tinggi yang selalu memiliki otorisasi setiap transaksi dengan PIN atau kata sandi atau pemindai sidik jari.

Selanjutnya saat membayar, Anda tidak perlu mengungkapkan detail kartu debit / kredit Anda kepada siapa pun, baik secara online atau offline.

Bahkan jika Anda kehilangan perangkat Anda, Anda masih akan memiliki akses ke dompet digital tersebut setelah Anda mendapatkan perangkat baru.

2. Praktis

Aplikasi ini memungkinkan untuk membayar segala jenis transaksi tanpa uang cash pada sejumlah tempat seperti untuk pembayaran tiket kereta, tiket bus, gas, air, listrik, minimarket, cicilan kredit dll.

Dengan demikian, e-wallet menawarkan berbagai pilihan dan menghemat waktu.

3. Biaya Rendah

Dengan ragam penawaran dalam setiap pembayaran maka biasanya akan ada penawaran khusus untuk pembayaran yang menggunakan uang elektronik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bisnis

Promo Alfamart Pontianak, Saatnya PROMO JSM 18 -20 Juni 2021

Published

on

By

Gencil News – TERBARU PROMO JSM ALFAMART Pontianak, 18 -20 Juni 2021. Dapatkan harga terbaik dari PROMO JSM ALFAMART PONTIANAK. Belanja semakin untung, diskonnya melimpah.

Akhirnya, Promo terbaru JSM dari Alfamart datang lagi untuk pelanggan setia Alfamart. Ayo buruan, kesempatan belanja hemat hanya ada di Promo JSM Alfamart, mulai dari 18-20 juni 2021.

Continue Reading

Bisnis

Mobile Banking Bank Kalbar Mudahkan Nasabah Bertransaksi

Published

on

Mobile Banking Bank Kalbar Mudahkan Nasabah Bertransaksi

Gencil News– Sudah saatnya bertransaksi secara efisien yang menghemat waktu dengan menggunakan mobile banking dari Bank kalbar.

Fitur yang tersedia dari Mobile banking Bank Kalbar atau m-banking adalah penyempurnaan teknologi perbankan di era digital.

M-Banking merupakan layanan yang memungkinkan nasabah bank melakukan transaksi perbankan melalui ponsel atau smartphone.

Layanan unggulan dari Bank Kalbar ini memiliki banyak keunggulan dan lebih mudah. dengan menggunakan menu yang sudah tersedia melalui aplikasi.

Bank Kalbar berusaha meningkatkan kepuasan nasabah dan ingin lebih dekat menjangkau para nasabah.

Selain itu, dengan penggunaan aplikasi dari mobile banking nasabah bisa secara real time melakukan transaksi apa saja.

M-banking Bank kalbar memberikan kemudahan bagi para nasabah perbankan. Itu sebabnya berbagai kelebihannya bisa nasabah nikmati, anatara lain;

  • Akses yang mudah kapanpun
  • Jangkauan koneksi lebih luas.
  • Lengkap dengan fitur yang sederhana dan mudah dimengerti semua kalangan.
  • Biaya yang dikenakan umumnya lebih rendah dibanding internet banking.
  • Aman dan dapat dapat meminimalkan risiko penipuan.
  • Dapat menghemat waktu dan biaya karena nasabah tak perlu datang ke bank atau ATM jika ingin melakukan transaksi keuangan.
  • Lebih efisien dan tak perlu mengantre. Cukup dengan smartphone, nasabah bisa melakukan transaksi selama memiliki jaringan internet.
  • Nasabah dapat melakukan jadwal transaksi keuangan dalam satu waktu sekaligus.

Teknologi yang hadir dari Bank Kalbar untuk selalu meningkatkan kualitas layanan yang ada.

Bank Kalbar membuat transaksi lebih Praktis, Aman dan Efisien.
Continue Reading

Bisnis

Berikut Rincian Biaya Pembuatan Sertifikasi Halal Oleh Menteri Keuangan

Published

on

By

Berikut Rincian Biaya Pembuatan Sertifikasi Halal Oleh Menteri Keuangan

Gencil News- Menteri Keuangan Republik Indonesia mengeluarkan tarif dalam pembuatan sertifikasi halal. Aturan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.05/2021 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal pada Kementerian Agama.

Untuk pembuatan sertifikasi produk halal di badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal buat berkisaran Rp300 ribu sampai dengan Rp5 juta.

Biaya itu untuk sertifikasi halal dengan proses reguler, perpanjangan sertifikat halal, penambahan varian atau jenis produk serta registrasi sertifikat halal luar negeri.

Biaya tersebut belum termasuk biaya pemeriksaan oleh Lembaga Pemeriksa Halal.

Pada pasal 7 ayat 3 aturan tersebut sudah jelas bahwa biaya pemeriksaan oleh Lembaga Pemeriksa Halal. Itu mengacu paada biaya yang telah kepala BPJPH tetapkan.

Untuk pelaku usaha besar biaya sertifikasi halal berbeda. Biaya sertifikasi halalnya bisa terkena 150 persen lebih tinggi dari tarif batas layanan.

Lalu untuk pelaku usaha mikro dan kecil, atau UMK. Tarif layanan pernyataan halal, tarif layanan perpanjangan sertifikat halal, dan tarif layanan penambahan varian atau jenis produk tarif Rp 0 atau bisa gratis.

Continue Reading

Bisnis

Dugaan Penipuan Ponzi di AS, Lebih 500 Diaspora Indonesia Jadi Korban

Published

on

Dugaan Penipuan Ponzi di AS, Lebih 500 Diaspora Indonesia Jadi Korban

Gencil News – VOA – Lebih dari 500 warga dan diaspora Indonesia di Amerika menjadi korban dugaan penipuan investasi dengan pola skema piramida atau dikenal luas sebagai ponzi scheme.

“Awalnya saya membaca informasi di media sosial, dari Facebook perkumpulan Hibachi dan Pondok Gaul. Nama yang menawarkan program ini Immanuel Jaya. Saya tergiur karena program itu menawarkan bunga 18% per bulan. Jadi pada 19 Oktober 2019 saya menelpon orang itu, saya masih ingat sekali,” demikian ujar Gunawan Widjaja, salah seorang diaspora Indonesia di New York ketika diwawancarai VOA awal Juni lalu.

Lain lagi dengan Steven Caraballo, mahasiswa New York University yang mengenal skema ini dari istri dan teman-teman kerja istrinya. Ia dijanjikan mendapat keuntungan dari bunga 15% ditambah keuntungan tambahan jika merujuk orang-orang lain sebesar 2%.

Steven Caraballo, mahasiswa New York University, salah satu korban investasi bodong (courtesy: VOA)
Steven Caraballo, mahasiswa New York University, salah satu korban investasi bodong (courtesy: VOA)

“Saya dijanjikan mendapat 15% dan bonus rujukan 2% dari apa yang saya investasikan. Untuk pertama kali, saya menerima bunga dari empat ribu dolar yang saya berikan. Saya yakin ini cara mereka meraih kepercayaan kami. Jadi pertama kali saya mendapat uang yang saya berikan ditambah bunganya. Tetapi ketika saya mulai menanamkan lebih banyak uang, saya tidak mendapat apapun. Total kerugian saya 55 ribu dolar.”

Korban Diperkirakan Lebih dari 500 Orang

Gunawan Widjaja dan Steven Caraballo bukan satu-satunya korban dugaan penipuan investasi dengan pola skema piramida atau ponzi scheme ini. Menurut Atase Kepolisian di Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI di Washington DC, Ary Laksmana Widjaja, hingga saat ini diperkirakan sudah lebih dari 500 warga dan diaspora Indonesia yang menjadi korban.

“Yang sudah melapor memang belum banyak, tapi kami perkirakan ada lebih dari 500 orang yang menjadi korban… Kami sudah menyampaikan informasi awal pada penegak hukum di Amerika, dalam hal ini FBI (Biro Penyidik Federal), juga mengkoordinasikan laporan-laporan yang masuk.”

Bermula pada 2019

Skema ponzi adalah suatu bentuk penipuan investasi di mana klien dijanjikan untung besar tanpa risiko, dengan memusatkan seluruh energi pada upaya menarik klien baru untuk berinvestasi. Sebagaimana Investopedia pada April 2021 lalu, skema ini pada dasarnya merupakan perputaran uang anggotanya sendiri dengan mengandalkan aliran investasi baru yang konstan untuk dapat tetap memberikan pengembalian pada investor yang lebih dulu. Jika tidak ada lairan dana baru maka skema ini selesai.

Kasus yang melibatkan ratusan warga dan diaspora Indonesia kali ini bermula pada tahun 2019, ketika puluhan orang menanamkan investasi keuangan pada dua perusahaan yaitu Global Travel dan Easy Transfer yang dikelola diaspora Indonesia di New York. Para investor ini dijanjikan mendapat keuntungan dari bunga antara 12 – 73 persen.

Beberapa warga Indonesia dan warga AS yang menjadi korban penipuan investasi bodong (courtesy: VOA)
Beberapa warga Indonesia dan warga AS yang menjadi korban penipuan investasi bodong (courtesy: VOA)

Hampir seluruh investasi dilakukan dalam bentuk uang tunai dan tidak melalui institusi perbankan atau perjanjian resmi dari notaris. Kalau pun ada yang diberi surat perjanjian, sebagaimana Gunawan Widjaja dan Steven Caraballo tadi, tidak ada rincian tentang identitas perusahaan atau jenis investasinya.

Beberapa dokumen yang diperoleh VOA hanya menyebut nama program. Alamat yang digunakan pun hanya sebuah gedung apartemen tanpa merujuk unit tertentu. Perjanjian investasi pada setiap nasabah pun berbeda-beda.

Salah satu surat perjanjian penipuan investasi dengan Skema Ponzi (foto: courtesy).
Salah satu surat perjanjian penipuan investasi dengan Skema Ponzi (foto: courtesy).

“Saya punya kontrak atau surat perjanjian dengan Immanuel. Tetapi tidak menyebutkan dengan akurat saham, atau properti, atau lokasi investasinya. Mereka berjanji akan mengembalikan uang saya ditambah keuntungan bunganya, dan mereka bahkan mengatakan dalam skenario terburuk, saya akan mendapat kembali uang yang pertama kali saya tanamkan. Tetapi pada kenyataannya?… Saya telah melaporkan (pada pihak berwenang) dan saya berharap kedua pemerintahan – Indonesia dan Amerika – segera terlibat. Kami tidak ingin orang-orang ini kabur begitu saja.”

Setidaknya dua orang kakak beradik diaspora Indonesia yang diduga sebagai pelaku skema ponzi ini menghilang segera setelah kasus ini mencuat di beberapa negara bagian. Meskipun demikian keduanya diduga masih tinggal di kawasan Elmhurst, New York. VOA telah berulangkali menghubungi keduanya melalui telepon dan meninggalkan pesan, tetapi tidak mendapat jawaban apapun.

Sebagian korban telah melapor pada kepolisian setempat dan FBI. Seperti William Kusanto.

“Iya saya sudah lapor polisi. Laporannya ia minta data-data kita orang dan kejadiannya gimana. Lapor ke FBI tapi FBI-nya lewat telepon. Mereka minta data-data aku dan pelaku.”

Korban Diserukan Melapor, Tak Perlu Takut Status Keimigrasian

Atase Kepolisian di KBRI, Ary Laksamana Widjaja, berulangkali menyerukan kepada seluruh warga dan diaspora Indonesia yang menjadi korban untuk berani melapor kepada pihak berwenang, baik polisi setempat maupun FBI.

“Katakanlah ada yang melapor di New York, Los Angeles, Houston, Chicago, Tennessee dan sebagainya; mungkin satu dua orang dengan kerugian 5-10 ribu dolar per orang. Tampaknya kecil. Tapi jika yang melaporkan banyak maka akan tampak bahwa secara keseluruhan kasus ini besar dan aparat akan bertindak lebih cepat untuk mencegah lebih banyak korban yang jatuh.”

Ary mengatakan ia memahami keengganan warga dan diaspora Indonesia melapor karena sebagian ada yang tidak memiliki dokumen resmi.

“Kita sekarang mendorong mereka untuk melapor dan jangan takut dengan masalah status keimigrasian mereka. Tidak ada kaitan antara permasalahan hukum – pidana maupun perdata – dengan keimigrasin.

VOA: Apakah ada jaminan bahwa jika mereka melapor, mereka pada akhirnya tidak dideportasi karena masalah keimigrasian?
Saya tidak dapat menjanjikan hal itu, tetapi sudah berulangkali disampaikan oleh para penegak hukum di Amerika – dan juga pihak berwenang beberapa negara bagian yang dikenal sebagai ‘sanctuary states‘ – bahwa mereka tidak akan mencampuradukkan antara masalah hukum pidana/perdata ini dengan status keimigrasian. Lain halnya jika mereka yang menjadi pelaku, jika ditangkap dan diketahui overstay maka akan segera dideportasi. Namun sebagai korban, posisi mereka lain.”

Diwawancarai secara terpisah, penasehat hukum KBRI Harun Calehr mengatakan dalam kasus skema ponzi kali ini, kedua perusahaan yang disebut-sebut para korban ini diduga menyalahgunakan wewenang perusahaan dan melanggar UU Penanaman Modalm Amerika. Untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan US Securities and Exchange Commissions atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika – semacam Bappepam di Indonesia.

“Kemarin alhamdulilah sudah ada Zoom meeting antara SEC dan beberapa nasabah sehingga mereka lebih bisa memahami skema pidana penipuan ini bagaimana, juga modus operandinya. Kalau nanti tepat, kita bisa tindaklanjuti.”

Skema Ponzi, Skema Investasi Bodong

Dugaan penipuan dengan skema ponzi kali ini merupakan salah satu dari beberapa skema yang pernah ada di Amerika. Sebelumnya pada Februari lalu SEC Amerika mengungkap investasi berskema ponzi oleh penasehat investasi GPB Capital Holdings yang menelan korban lebih dari 17.000 investor ritel. Total kerugian diperkirakan mencapai 1,7 miliar dolar.

Pemilik dan CEO GPB Capital Holdings David Gentile, pemilik agen penempatan GPB Capital Ascendant Jeffry Schneider dan mantan mitra GPB Capital Jeffrey Lash dituduh menggunakan dana investor untuk membayar distribusi bulanan pada investor lama.

Pada tahun 2008 juga pernah terungkap kasus penipuan dengan skema ponzi terbesar di Amerika oleh Bernard Madoff. Total kerugian dari penipuan yang dilakukannya mencapai 50 miliar dolar, dengan korban bervariasi, mulai dai bank-bank besar seperti HSBC dan yayasan-yayasan amal, hingga investor kecil. Madoff meninggal di penjara 14 April lalu.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING