Tehbotol Sosro Bersama Pontianak Idekuliner Berdayakan UMKM Kuliner
Connect with us

UMKM

Tehbotol Sosro Bersama Pontianak Idekuliner Berdayakan UMKM Kuliner Pontianak

Published

on

Tehbotol Sosro Bersama Pontianak Idekuliner Berdayakan UMKM Kuliner Pontianak

Gencil News – Pontianak – Tehbotol Sosro melalui gerakan Locals Unite bersama dengan Pontianak Idekuliner Festival mengadakan webinar berjudul “Kreasi Kolaborasi Kuliner Asli Daerah  Bersama Tehbotol Sosro.”

Acara yang digelar secara virtual ini bertujuan untuk mengangkat potensi kuliner asli khas lokal melalui pemberdayaan UMKM dari aspek ilmu bisnis, pemasaran, branding, dan komunikasi.

Dalam kegiatan yang dilakukan secara daring tersebut, Tehbotol Sosro berkolaborasi dengan kurang lebih 100 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di bidang kuliner se-Pontianak.

“Gerakan Locals Unite ini diluncurkan pada tanggal 12 Agustus 2020 sebagai sebuah platform untuk menggali potensi, memamerkan produk hasil kolaborasi, dan membangun ekosistem bagi brand-brand lokal Indonesia. Saat ini Locals Unite memfokuskan kerjasamanya dengan brand lokal di tiga bidang utama, yakni kuliner (makanan dan minuman), fashion, serta karya seni. Locals Unite diharapkan menjadi ekosistem kolaborasi yang tepat untuk memberdayakan usaha-usaha lokal agar tetap terus berinovasi dan berkreasi demi memajukan kuliner asli khas Indonesia sehingga terus memiliki daya saing kualitas cita rasa,” ungkap Sabrina Kharisanti selaku Chief Marketing Officer PT Sinar Sosro.

Rangkaian kegiatan Kreasi Kolaborasi Kuliner Asli Daerah Bersama Tehbotol Sosro terdiri dari webinar, workshop, dan kompetisi. Dimulai dengan webinar yang menghadirkan para praktisi bisnis kuliner maupun chef nasional untuk memberikan perspektif kiat sukses kepada para pelaku kuliner di daerah serta membina para pelaku kuliner lokal berkreasi resep bermuatan produk Tehbotol Sosro.

Hadir dalam webinar tersebut adalah Chief Marketing Officer PT Sinar Sosro – Sabrina Kharisanti, Chef Ari Galih yang dikenal sebagai presenter acara masak di TV nasional, pengusaha franchise ternama Jordi Onsu serta Meilisa Ardeani selaku owner Bingke Kamboja.

Dalam kesempatan tersebut, para guest speaker dan chef akan memberikan edukasi sekaligus pembinaan agar para pelaku UMKM dapat mengembangkan skill-nya baik di bidang bisnis, pemasaran maupun dari sisi kreasi kuliner.

Webinar yang berlangsung selama 2 jam tersebut mendapat antusias yang luar biasa dari para peserta. Kehadiran Chef Ari Galih selaku pembicara dari sisi chef turut mengapresiasi kegiatan pemberdayaan UMKM kuliner khas lokal. Chef Ari Galih menyampaikan bahwa, kuliner khas lokal perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, seperti pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas.

“Selain perlu adanya inovasi dan kreasi terhadap kuliner khas lokal, keberadaan kuliner khas lokal juga perlu didukung oleh berbagai pihak, sehingga baik pelaku UMKM kuliner maupun produk kuliner khas lokalnya dapat bersaing di zaman modern ini. ” kata Chef Ari Galih.

Selain memberikan tips memasak kuliner khas lokal, Chef Ari juga melakukan cooking demo kreasi resep Ikan Asam Pedas khas Pontianak yang dikombinasikan dengan Tehbotol Sosro. Resep kreasi tersebut dapat menjadi salah satu inspirasi para UMKM untuk dapat berkreasi dengan beragam bahan maupun olahan kuliner khas lokal.

Pemaparan materi juga datang dari Meilisa Ardeani. Meilisa menyampaikan bahwa begitu banyak potensi bisnis kuliner khas lokal Pontianak yang bisa dikembangkan.

“Pontianak itu sebenarnya sangat kaya akan keberagaman kuliner. Beberapa diantaranya seperti Bingke, Bubur Pedas, Air Serbat, Jorong-jorong dan banyak lagi. Ini potensi kuliner khas Pontianak bisa dikreasikan atau diinovasikan bagi para UMKM,” papar Meilisa.

Sebagai daerah yang memiliki sejarah erat dengan suku Melayu, kuliner khas Pontianak turut dipengaruhi dengan kuliner masyarakat suku Melayu.

Salah satu yang terkenal adalah bubur pedas. Kaya akan campuran rempah, sejatinya kata ‘pedas’ merujuk pada perumpamaan dari suku Melayu Sambas yang bermakna sayuran dan rempah yang ada pada bubur tersebut. Tidak hanya mendapat pengaruh dari suku Melayu, beberapa kuliner Pontianak juga dipengaruhi dari suku Tionghoa.

Choi pan dan Lek tau suan adalah dua contoh kuliner akulturasi dari suku Tionghoa dengan masyarakat Pontianak. Akulturasi kebudayaan di Pontianak menambah khasanah keberagaman kuliner Pontianak.

Dari sisi bisnis dan usaha, Jordi Onsu selaku owner dan Direktur PT. Onsu Pangan Perkasa yang berpengalaman di bidang bisnis dan franchise turut memberikan materi bagi peserta UMKM. “Sebagai pengusaha, kita harus mengenal produk usaha kita 100%. Ketika sebuah produk sudah bagus dari segi kualitas dan standarisasi, selanjutnya penting untuk memperkuat branding produk. Sehingga produk bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat dan memiliki keunikan tersendiri dari kompetitor”, jelas Jordi Onsu.

Kegiatan webinar tersebut akan berlanjut dengan kompetisi yang akan diikuti oleh para pelaku UMKM. Kompetisi tersebut mengajak para pelaku UMKM kuliner untuk mengembangkan dan menciptakan kreasi kuliner asli/khas lokal menggunakan produk Tehbotol Sosro. Melalui kompetisi ini, para peserta berkesempatan untuk mendapatkan pembinaan modal total senilai 150 juta bersama Tehbotol Sosro.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Walikota Pontianak – Edi Rusdi Kamtono. Melalui webinar tersebut, Edi menyampaikan bahwa pelaku UMKM di bidang kuliner adalah tonggak utama agar kuliner lokal tetap dapat berkembang di tengah zaman dan pandemi.

“Penting bagi para UMKM untuk terus menggali ilmu dan berinovasi agar dapat mengembangkan kuliner khas lokal. Dengan adanya webinar seperti ini, diharapkan pelaku UMKM kuliner khususnya di Kota Pontianak dapat berkolaborasi, belajar bersama, dan menjadi wajah untuk berinovasi, khususnya di tengah pandemi saat ini” papar Edi.

Kegiatan webinar, workshop dan kompetisi ini juga hadir di lima daerah lainnya seperti Solo, Yogyakarta, Majalengka, Malang, dan Palembang. Bersama para pelaku kuliner lokal di enam daerah tersebut, Tehbotol Sosro akan terus menggali potensi untuk memperkaya khasanah keragaman kuliner dan kemajuan ekonomi kreatif Indonesia.

“Besar harapan kami, melalui gerakan Locals Unite, yang akan terus dilaksanakan secara konsisten maka akan meningkatkan kecintaan pada merek-merek lokal Indonesia yang otentik, inovatif, dan kreatif. Serta menjadi wadah bagi pelaku UMKM di bidang kuliner khususnya untuk dapat berdaya bersama,” jelas Sabrina Kharisanti selaku Chief Marketing Officer PT Sinar Sosro.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

UMKM

Cara Menghitung Biaya Modal, Ini Caranya

Published

on

Cara Menghitung Biaya Modal, Ini Caranya

Gencil News – Ketika kita memutuskan untuk mendirikan suatu usaha atau mengembangkan suatu usaha, tentu dibutuhkan investasi yang akan menjadi modal usaha kita.

Kita mulai pikirkan untuk modal usaha tersebut darimana sumbernya. Sumber dana pada umumnya bisa didapat dari uang kita sendiri (internal) atau dari pihak luar (eksternal).

Ketika kita mendapatkan dana dari pihak eksternal baik itu berupa pinjaman atau penyertaan modal dari investor berupa kepemilikan saham, akan menimbulkan konsekuensi dari dana tersebut. Konsekuensi tersebut dinamakan biaya modal.

Biaya modal adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana dalam mendanai operasional perusahaan.

Tujuannya tentu kita jadi tahu berapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang dibutuhkan.

Jika kita mendapatkan dana dari pinjaman bank, maka akan ada biaya yang timbul dari pengajuan dana tersebut.

Dalam pinjaman bank, kita harus bayar bunga ditambah biasanya ada biaya provisi atau biaya administrasi.

Begitu juga ketika mendapatkan dana dari investor berupa kepemilikan saham. Perusahaan harus membayarkan dividen (pembagian keuntungan) kepada pemegang saham.

Dividen ini menjadi biaya modal perusahaan. Untuk lebih jelasnya, kita akan bahas dalam beberapa studi kasus pada artikel ini.


Menghitung Biaya Modal dari Pinjaman

Studi kasus 1 – Pinjaman KTA (Kredit Tanpa Agunan) Bank

Misalkan kita mengajukan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) ke Bank sebanyak Rp. 25 juta. Bunga pinjaman tersebut 0,8% per bulan selama 36 bulan (3 tahun). Dari perhitungan Bank didapatlah cicilan tetap yang harus kita bayar sebesar Rp. 950 ribu/bulan. Biaya provisi 2% dan biaya administrasi Rp. 300 ribu.

Prinsipnya semua biaya yang timbul merupakan komponen biaya modal. Kita mulai hitung dulu semua biaya yang timbul.

1. Biaya provisi

= 2% x Rp. 25 juta = Rp. 500 ribu

Karena pinjamannya dalam 3 tahun, maka bebannya kita bagi per tahun selama 3 tahun.

= Rp. 500 ribu / 3 tahun = Rp. 167 ribu per tahun

2. Biaya administrasi

Begitu juga dengan biaya administrasi, bebannya kita bagi per tahun selama 3 tahun.

= Rp. 300 ribu / 3 tahun = Rp. 100 ribu per tahun

3. Biaya bunga

Untuk pinjaman KTA, jumlah uang yang kita terima tidak utuh sebesar Rp. 25 juta. Kita terima bersih dari Bank setelah dikurangi biaya provisi dan biaya administrasi. Jadi, Uang yang kita terima dari Bank

= Rp. 25 juta – (Rp. 500 ribu + Rp. 300 ribu) = Rp. 24,2 juta

Biaya bunga yang kita bayarkan merupakan selisih dari total uang yang kita bayar ke Bank selama 3 tahun dikurangi jumlah uang yang kita terima dan kita gunakan sebagai modal usaha. Total biaya bunga yang harus kita bayar selama 3 tahun (36 bulan):

= (Rp. 950 ribu x 36 bulan) – 24,2 juta = Rp. 10 juta

Biaya bunga juga bebannya kita bagi per tahun selama 3 tahun, jadi biaya bunga yang harus kita bayar per tahun.

= Rp. 10 juta3 tahun = Rp. 3,333 juta per tahun

4. Biaya modal

Berikutnya, kita hitung persentase biaya modal per tahun. Ingat, prinsipnya semua biaya yang timbul merupakan komponen biaya modal. Persentase biaya modal untuk pinjaman ini adalah sebagai berikut.

% Biaya Modal = Total biaya yang timbul / Total dana yang diterima x 100%

= (Rp. 167 ribu + Rp. 100 ribu+ Rp. 3,333 juta) / Rp. 24,2 juta x 100%=14,88% per tahun

Cukup besar juga ya? Ada alternatif lain untuk mendapatkan pinjaman dengan beban yang tidak terlalu besar.

Kita bisa manfaatkan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank BUMN. KUR biasanya tidak ada biaya provisi ataupun biaya administrasi, jadi kita terima utuh dana yang kita pinjam.

Bunga pinjamannya pun lebih kecil dibandingkan jenis pinjaman lain. Biaya modalnya menjadi lebih ringan. Berikut contoh perhitungan biaya modal untuk KUR.

Studi kasus 2 – Pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) Bank (Tanpa Biaya Provisi dan Administrasi)

Misalkan kita mengajukan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) ke Bank BUMN sebanyak Rp. 25 juta. Bunga pinjaman tersebut 0,3% per bulan selama 36 bulan.

Dari perhitungan Bank didapatlah cicilan tetap yang harus kita bayar sebesar Rp. 772 ribu/bulan. Tidak ada biaya provisi dan biaya administrasi. Jadi, biaya modal untuk contoh tersebut adalah sebagai berikut.1. Biaya bunga

Karena tidak ada biaya provisi dan biaya administrasi atau biaya lainnya, sehingga kita bisa langsung menghitung biaya bunga yang harus kita bayar. Kita terima utuh uang pinjaman kita tanpa adanya potongan biaya provisi ataupun biaya administrasi.

Uang yang diterima dari Bank = Rp. 25 juta

Biaya bunga yang kita bayarkan merupakan selisih dari total uang yang kita bayar ke Bank selama 3 tahun dikurangi jumlah bersih uang yang kita terima dan kita gunakan sebagai modal usaha. Total Bunga yang harus kita bayar selama 3 tahun (36 bulan):

= (Rp. 772 ribu x 36 bulan) – 25 juta = Rp. 2,792 juta

Biaya bunga ini juga bebannya kita bagi per tahun selama 3 tahun, jadi biaya bunga yang harus kita bayar per tahun:

= Rp. 2,792 juta / 3 tahun = Rp. 930 ribu per tahun

2. Biaya modal

Berikutnya, kita hitung persentase biaya modal per tahun. Persentase biaya modal untuk pinjaman ini adalah sebagai berikut:

Biaya Modal = Total biaya yang timbul / Total dana yang diterima x 100%

Biaya Modal = Rp. 930 ribu Rp. 25 juta x 100%=3,72% per tahun

Cukup jauh selisihnya dari pinjaman KTA. KUR memang merupakan program insentif dari pemerintah untuk membantu usaha mikro dan kecil di Indonesia. Jadi, manfaatkan fasilitas KUR ini dibandingkan harus mengajukan KTA.

Bagaimana cara menghitung biaya modal dari pinjaman selain Bank. Kita bahas dalam studi kasus berikut:

Studi kasus 3 – Pinjaman bukan Bank

Misalkan kita mendapatkan pinjaman dari pihak lain selain Bank sebanyak Rp. 25 juta. kita diharuskan melunasinya dengan cicilan tetap sebesar Rp. 1 juta/bulan selama 36 bulan. Tidak ada biaya provisi, hanya ada biaya administrasi Rp. 1 juta

1. Biaya administrasi

Beban biaya administrasi kita bagi per tahun selama 3 tahun.

= Rp. 1 juta / 3 tahun = Rp. 333 ribu per tahun

2. Biaya bunga

Untuk pinjaman ini, jumlah uang yang kita terima juga tidak utuh sebesar Rp. 25 juta. Kita terima bersih dari Bank setelah dikurangi biaya administrasi. Jadi, uang yang diterima adalah sebagai berikut.

= Rp. 25 juta – Rp. 1 juta = Rp. 24 juta

Biaya bunga yang kita bayarkan merupakan selisih dari total uang yang kita bayar selama 3 tahun dikurangi jumlah uang yang kita terima dan kita gunakan sebagai modal usaha. Total biaya bunga yang harus kita bayar selama 3 tahun (36 bulan):

= (Rp. 1 juta x 36 bulan) – 24 juta = Rp. 12 juta

Biaya bunga ini juga bebannya kita bagi per tahun selama 3 tahun, jadi biaya bunga yang harus kita bayar per tahun:

= Rp. 12 juta / 3 tahun = Rp. 4 juta per tahun

3. Biaya modal sebelum pajak

Berikutnya, kita hitung persentase biaya modal per tahun. Persentase biaya modal untuk pinjaman ini adalah sebagai berikut.

Biaya Modal = Total biaya yang timbul / Total dana yang diterima x 100%

Biaya modal sebelum pajak per tahun = (Rp. 333 ribu+ Rp. 4 juta) / Rp. 24 juta x 100%=18,05% per tahun

4. Biaya modal setelah pajak

Pinjaman yang berasal bukan dari Bank, maka akan dikenakan pajak sebesar 15%. Pajak akan mengurangi nilai biaya modal.

Biaya modal sesudah pajak = 18,05% x 100%- 15%= 15,35% per tahun

Pada prinsipnya semua biaya yang timbul termasuk ke dalam biaya modal. Semua biaya yang harus kita keluarkan untuk mendapatkan modal yang berasal dari pinjaman tersebut.

Studi kasus pertama, kita mendapatkan tambahan modal usaha berasal dari KTA. Semua biaya yang muncul yaitu: biaya provisi; biaya administrasi; dan biaya bunga, kita perhitungkan sebagai biaya modal.

Studi kasus kedua, kita mendapatkan tambahan modal usaha berasal dari KUR. Biaya yang muncul hanya ada biaya bunga. KUR biasanya tidak ada biaya provisi ataupun biaya administrasi.

Tapi jika ada biaya provisi dan biaya administrasi dalam KUR tersebut, maka perlakuannya sama dengan KTA tadi. Biaya provisi dan biaya administrasi dimasukkan dalam perhitungan biaya modal.

Studi kasus ketiga, kita mendapatkan tambahan modal usaha yang juga berupa pinjaman, tetapi berasal bukan dari Bank, maka ada perhitungan pajak yang mengurangi persentase biaya modal.


Menghitung Biaya Modal dari Investasi Kepemilikan Saham

Investasi yang berupa kepemilikan saham akan menimbulkan konsekuensi bagi perusahaan untuk pembayaran dividen.

Dividen adalah pembagian keuntungan untuk pemegang saham. Ada dua metode untuk menghitung biaya modal dari bentuk investasi ini. Pertama adalah Discounted Cash Flow (DCF) dan kedua adalah Capital Asset Pricing Model (CAPM). Kita akan bahas di sini hanya metode yang pertama, yaitu Discounted Cash Flow (DCF). Metode DCF ini yang cocok untuk usaha skala UMKM. Metode DCF ini yang juga kita gunakan untuk menghitung nilai perusahaan.

Metode DCF menggunakan asumsi pertumbuhan konstan pada usaha kita. Rumus perhitungannya sebagai berikut:

Ks =( D1P0 x 100%) + g

Dimana,

Ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan yang akan menjadi biaya modal

D1 = Dividen akhir periode

P0 = Harga saham di awal periode

g = tingkat pertumbuhan

Tingkat pertumbuhan bisa ditentukan melalui data historis atau data pada tahun-tahun sebelumnya. Penggunaan data historis menggunakan asumsi bahwa pola masa lalu akan sama dengan pola di masa yang akan datang (pola konstan).

Data historis yang akan kita gunakan adalah Earning Per Share (EPS). EPS merupakan besarnya profit per lembar saham. Data historis sebaiknya menggunakan data minimal 3-5 tahun terakhir. Untuk mendapatkan nilai EPS, menggunakan rumus berikut:

EPS= Profit / Jumlah lembar saham

Jika teman-teman bingung, yuk untuk lebih jelasnya kita lihat contoh kasus berikut ini.

Studi kasus 4 – Kepemilikan Saham

Misalkan kita mendapat pendanaan dari investor sebesar Rp. 50 juta. Investor mendapatkan 500 lembar saham. Di akhir periode Investor mendapatkan dividen sebesar Rp. 5 juta. Jadi, perhitungan biaya modal untuk contoh ini adalah sebagai berikut.

1. Harga saham per lembar

Kita hitung dulu harga saham per lembar

= Rp. 50 juta / 500 lembar saham = Rp. 100 ribu per lembar

2. Dividen per lembar

Selanjutnya kita hitung nilai dividen per lembar

= Rp. 5 juta / 500 lembar saham = Rp. 10 ribu per lembar

3. Menentukan tingkat pertumbuhan

Selanjutnya kita hitung tingkat pertumbuhan dari data historis EPS. Data historis yang akan kita gunakan adalah data historis 5 tahun terakhir.

TahunProfitJumlah Lembar SahamEPS*Pertumbuhan per tahun
(1)(2)(3)4= (2)(3)5= (4)n- (4)n-1(4)n-1
1Rp. 50 juta1.000Rp. 50 ribu/lembar0%
2Rp. 40 juta1.000Rp. 40 ribu/lembar-20%
3Rp. 55 juta1.000Rp. 55 ribu/lembar37,5%
4Rp. 55 juta1.000Rp.55 ribu/lembar0%
5Rp. 65 juta1.000Rp. 65 ribu/lembar18,18%
**Rata-rata8,92%

* Nilai pertumbuhan per tahun didapat dari :

Tahun pertama akan menjadi dasar perhitungan, sehingga nilai pertumbuhannya dimulai dari 0% di tahun pertama.

Tahun kedua = (Rp. 40 ribu – Rp. 50 ribu)Rp. 50 ribu x 100% = -20%

Tahun ketiga = (Rp. 55 ribu – Rp. 40 ribu)Rp. 40 ribu x 100% = 37,5%

Tahun keempat = (Rp. 55 ribu – Rp. 55 ribu)Rp. 55 ribu x 100% = 0%

Tahun kelima = (Rp. 65 ribu – Rp. 55 ribu)Rp. 55 ribu x 100% = 18,18%

** Rata-rata pertumbuhan didapat dari:

= (-20% + 37.5% + 0% + 18,18%)4 = 8,92%

Jadi tingkat pertumbuhannya sebesar 8,92%

4. Biaya modal sebelum pajak

Berikutnya, kita hitung persentase biaya modal per tahun.

Biaya modal sebelum pajak per tahun:

Ks = ( D1 / P0 x 100%) + g

Biaya Modal = ( Rp. 10 ribu / Rp. 100 ribu x 100%)+ 8,92% = 18,92% per tahun

5. Biaya modal setelah pajak

Penerimaan dividen juga dikenakan pajak sebesar 15%. Pajak akan mengurangi nilai biaya modal.

Biaya modal sesudah pajak:

= 18,92% x 100%- 15%= 16,08% per tahun

Biaya modal pada kepemilikan saham akan terus kita bayarkan selama pemilik saham tidak menjual sahamnya. Status modal dari investasi berupa kepemilikan saham tidak menjadi hutang perusahaan, sehingga tidak menjadi beban bagi perusahaan.

Berbeda dengan modal yang berasal dari pinjaman. Status modal yang kita dapatkan dari pinjaman adalah hutang yang harus dibayar sesuai jatuh tempo selama periode yang telah disepakati. Akan ada denda jika kita tidak bisa membayar hutang tersebut saat jatuh tempo.

Denda ini akan menambah biaya modal dari pinjaman tersebut. Biaya modal akan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Keuntungan dari biaya modal yang berasal dari pinjaman, biaya modal tersebut akan hilang saat pinjaman sudah kita lunasi.


Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang

Jika kita mendapatkan dana lebih dari satu sumber atau dari berbagai sumber, maka kita perlu menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (WACC atau Weight Average Cost Capital).

WACC merupakan biaya modal yang memperhitungkan seluruh biaya atas modal yang digunakan oleh perusahaan.

Karena biaya modal dari masing-masing sumber dana berbeda-beda, maka untuk menetapkan biaya modal dari perusahaan secara keseluruhan perlu dihitung biaya modal rata-rata tertimbangnya.

WACC ini juga bisa digunakan sebagai tingkat keuntungan yang diharapkan bagi calon investor. WACC juga digunakan dalam menghitung nilai perusahaan menggunakan metode DCF.

Jadi, WACC ini kaitannya dengan konsep tingkat keuntungan yang disyaratkan yang dapat dilihat dari dua sisi yaitu investor & perusahaan.

Dari sisi investor, WACC merupakan tingkat keuntungan yang mencerminkan tingkat pengembalian dari dana yang sudah diinvestasikan. Dari sisi perusahaan, WACC merupakan biaya modal yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan dana investasi.

Studi kasus 5 – Biaya Rata Rata Tertimbang

Misalkan kita mendapat pendanaan dari 4 sumber yang berbeda berdasarkan 4 studi kasus sebelumnya yang sudah kita hitung biaya modalnya masing-masing:

  1. Pinjaman KTA Bank Rp. 25 juta, dengan biaya modal 14,88%
  2. Pinjaman KUR Bank Rp. 25 juta, dengan biaya modal 3,72%
  3. Pinjaman bukan Bank Rp. 25 juta, dengan biaya modal 15,35%
  4. Saham Rp. 50 juta, dengan biaya modal 16,08%

Berapa biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) untuk 4 sumber dana tersebut?

Sumber DanaJumlah Modal*ProporsiBiaya Modal**WACC
(1)(2)3= (2)∑(2) x 100%(4)5=3 x (4)
Pinjaman KTA BankRp. 25 juta20%14,88%2,98%
Pinjaman KUR BankRp. 25 juta20%3,72%0,74%
Pinjaman Bukan BankRp. 25 juta20%15,35%3,07%
SahamRp. 50 juta40%16,08%6,43%
Total (∑)Rp. 125 juta100%Total (∑)13,22%

* Proporsi didapat dari :

Pinjaman KTA Bank = Rp. 25 jutaRp. 125 juta x 100% = 20%

Pinjaman KUR Bank = Rp. 25 jutaRp. 125 juta x 100% = 20%

Pinjaman Bukan Bank = Rp. 25 jutaRp. 125 juta x 100% =20%

Saham = Rp. 50 jutaRp. 125 juta x 100% = 40%

** WACC didapat dari :

Pinjaman KTA Bank = 20% x 14,88% = 2,98%

Pinjaman KUR Bank = 20% x 3,72% = 0,74%

Pinjaman Bukan Bank = 20% x 15,35% = 3,07%

Saham = 40% x 16,08% = 6,43%

Jadi biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) untuk contoh modal tersebut sebesar 13,22%

Angka 13,22% ini yang akan menjadi panduan perusahaan dan investor dalam rencana anggaran modal berikutnya. Bagi calon investor yang tertarik pada usaha kita, tingkat keuntungan yang akan kita janjikan sebesar 13,22%. Bagi perusahaan, biaya modal yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan dana investasi sebesar 13,22%.

Kebutuhan dana investasi suatu perusahaan dapat dipenuhi dari modal sendiri (internal) atau dari pihak luar (eksternal).

Biaya yang timbul akibat investasi dari pihak eksternal merupakan biaya modal dan perlu diperhitungkan dalam keputusan investasi.

Biaya Modal merupakan semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka mendapatkan sumber dana. Jadi, sebisa mungkin meminimalkan biaya modal kita supaya tidak menjadi beban yang memberatkan usaha. Salam Sukses.


Sahroni Syarif, Konsultan Manajemen dan Dosen Universitas Pamulang

Artikel Ini Sudah Dipublikasikan di UKMD.ID

Continue Reading

UMKM

Cara Cek Bantuan UMKM PNM Mekaar Melalui Bank BNI

Published

on

By

Cara Cek Bantuan UMKM PNM Mekaar Melalui Bank BNI

Gencil News – BNI membuka link resmi untuk mengecek bantuan UMKM PNM Mekaar melalui banpresbpum.id. Penerima banpres BPUM maupun PNM Mekaar bisa mengecek status melalui link tersebut.

“Alamat link http://banpresbpum.id benar link dari BNI untuk pengecekan penerimaan bantuan UMKM PNM Mekaar,” tulis BNI melalui akun Twitter.

Menurut BNI, BPUM dan PNM Mekaar merupakan dana bantuan yang sama, oleh karena itu, pengecekan bisa anda lakukan dengan cara yang sama, begitu pula proses pencairannya.

Berikut cara cek bantuan UMKM PNM Mekaar ;

1. Buka link banpresbpum.id

2. Masukkan nomor e-KTP atau NIK (16 digit);

3. Pilih “Cari”;

Jika Anda terdaftar sebagai penerima PNM Mekaar 2021, akan muncul pesan “Anda terdaftar sebagai penerima bantuan” beserta dengan NIK, Nama, Nominal, cabang BNI tempat mencairkan BPUM, dan PNM.

Jika Anda bukan merupakan penerima PNM Mekaar, pesan yang muncul adalah “Maaf, data tidak ditemukan. Silakan Saudara Menghubungi dan Mendaftarkan Diri di Dinas Koperasi dan UKM Setempat serta Untuk Informasi Lebih Lanjut.”

Syarat Pencairan BPUM PNM Mekaar dBNI Bagi penerima BPUM PNM Mekaar 2021, proses pencairan dananya setelah penerima BPUM menandatangani dan menyampaikan SPTJM (surat pernyataan tanggung jawab mutlak) dari cabang BNI sesuai ketentuan Kemenkop UKM.

Syarat lainnya adalah menunjukkan eKTP, Kartu ATM, dan buku tabungan pada saat datang ke cabang BNI Setelah memenuhi seluruh persyaratan, penerima dapat mencairkan dana BPUM melalui ATM BNI, ATM Link, ATM Bank Lain atau Agen46 atau kantor cabang BNI terdekat.

Himbauan

Penarikan di ATM bank lain dan di Agen46 dikenakan biaya. BNI juga mengimbau seluruh nasabah BNI dapat menggunakan fasilitas e-channel BNI (mobile banking, BNI Direct, SMS banking, internet banking).

Sehingga dapat melakukan transaksi dari mana pun berada. Untuk informasi lebih lanjut, nasabah dapat menghubungi BNI Call 1500046. Dalam masa pandemi COVID-19 ini, BNI tetap menjalankan protokol kesehatan selama memberikan layanan di cabang BNI dan melakukan pengaturan antrean agar seluruh nasabah mendapatkan kenyamanan selama berkunjung ke kantor cabang.

Continue Reading

UMKM

Pasar Juadah, Pasar Rakyat Yang Bikin Kangen, Muncul Setahun Sekali

Published

on

Pasar Juadah, Pasar Rakyat Yang Bikin Kangen, Muncul Setahun Sekali

Gencil News – Pasar Juadah adalah sebuah pasar rakyat yang selalu dipenuhi menjelang waktu berbuka puasa. Pasar Juadah, hadir pada setiap bulan suci ramadhan. Yang menghadirkan berbagai macam menu untuk berbuka puasa.

Berbagai macam rupa kue sampai ke lauk pauk. Semua tersaji diatas meja sembari menanti pengunjung yang memilih.

Untuk di Kota Pontianak, pasar ini tersebar merata hampir di seluruh wilayah Kota Pontianak. Ada pula pasar yang buka di halaman parkir pasar umum.

pasar juadah di halaman masjid mujahidin Pontianak

Ada pula yang dadakan. Dimana para pedagang menggelar lapaknya dipinggir jalan. Biasanya tempat yang strategis.

Pemerintah Kota Pontianak mendukung adanya pasar juadah. Kegiatan ini sama dengan memperkuat ekonomi bagi rakyat, yang remuk dihantam pandemi corona.

 Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Pontianak mempersilahkan kepada masyarakat yang ingin membuka pasar juadah selama bulan Ramadan 1442 Hijriyah. 

“Kami juga minta penjual mengatur jarak antrian pembeli supaya tidak berdesak-desakan,” ujarnya

Pasar yang dibuka bulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 ini, kata Edi, menjadi kesempatan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi.

Dengan demikian ekonomi tetap bergerak. Sementara untuk buka puasa bersama yang biasa digelar di bulan Ramadan, baik di rumah maupun ruang publik seperti restoran dan hotel, ia menekankan agar ada pembatasan jumlah yang ikut serta.

“Pembatasan jumlah itu yang paling penting sehingga tidak terjadi gerombolan,” tegasnya.

Continue Reading

UMKM

Sukses Ekspor dengan Penggunaan Platform Digital

Published

on

Sukses Ekspor dengan Penggunaan Platform Digital

Gencil News – Ekspor memang pada dasarnya membutuhkan modal dan koneksi pasar. Tapi, perkembangan dunia digital telah membantu banyak pelaku UKM dalam menghadapi segala keterbatasan tersebut, termasuk dalam melakukan ekspor.

Banyak jalan menuju Roma. Itulah peribahasa yang tepat mengenai penggunaan platform digital bagi pelaku UKM untuk bisa ekspor. Di artikel ini, kita akan membahas berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan sahabat UKM untuk dapat mulai mengepakkan sayap di dunia ekspor. Yuk kita bahas satu per satu.


Buatlah Website Usaha Ekspor

Website sangat dibutuhkan oleh sahabat UKM untuk dapat menarik calon pembeli/importir di seluruh dunia.

Dengan adanya website, calon pembeli/importir dapat menemukan produk ekspor kita melalui pencarian google, tanpa adanya pertemuan di suatu pameran dagang.

Ini jelas sangat efisien dalam meningkatkan akses pasar ekspor. Lalu, dengan adanya informasi profil perusahaan di website, jelas dapat meningkatkan kepercayaan calon pembeli/importir yang berminat dengan produk kita.

Disini, kita harus menyajikan secara detil mengenai informasi produk ekspor yang kita tawarkan ke pasar ekspor.

Hal yang lebih penting untuk disajikan di website adalah informasi mengenai aktivitas atau proses produksi, dikarenakan banyak calon pembeli/importir yang menginginkan transparansi dalam proses.. Disini, sebaiknya sahabat UKM menampilkan berbagai visual foto dan video untuk dapat membuktikan kebenaran atas segala informasi yang ditulis. Cantumkanlah juga berbagai dokumen dan sertifikasi yang menunjukkan pemenuhan persyaratan dan standar ekspor.

Sangat penting bagi suatu website yang menargetkan pasar ekspor untuk menyajikan informasi dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang paling umum.

Dapat juga ditambahkan dengan pilihan bahasa negara lain yang menjadi target ekspor, seperti Arab dan Mandarin.

Berikut adalah beberapa halaman penting yang harus dibuat dalam website beserta tips kontennya untuk dapat menarik calon pembeli//importir di pasar ekspor:

Home (Halaman Muka)

Halaman ini adalah yang paling krusial karena merupakan bagian terdepan ketika calon pembeli/importir masuk ke website kita. Penting untuk kita dapat memberikan informasi nilai keunggulan kita. Sehingga bisa menjawab pertanyaan “Mengapa harus memilih produk kita untuk diimpor?”. Disini direkomendasikan untuk diisi materi visual mengenai produk andalan, sertifikasi pendukung, keunggulan proses produksi, serta pengalaman dalam ekspor. Buatlah yakin para calon pembeli/importir untuk tertarik mempelajari website usaha kita lebih dalam.

About Us (Tentang Kita)

Halaman ini berisikan tentang informasi terkait profil perusahaan eksportir yang kita jalankan..Disini sebaiknya ditambahkan informasi mengenai cerita sejarah usaha, visi-misi usaha, kegiatan usaha yang dijalankan, profil pemilik usaha, struktur organisasi, legalitas usaha, testimoni konsumen, serta prestasi terkait yang pernah diraih. Bisa juga ditambahkan foto dan/atau video terkait seperti anggota tim usaha, kegiatan produksi, kunjungan pembeli, dan beragam fasilitas yang dimiliki. Dari informasi ini, yakinkanlah calon pembeli/importir bahwa usaha kita memiliki reputasi yang jelas dalam ekspor.

Products (Produk)

Halaman ini berisikan mengenai informasi untuk menjelaskan produk-produk yang ditawarkan ke pasar ekspor. Sebaiknya informasi tersebut mencakup spesifikasi detil produk, kapasitas produksi, minimal kuantitas pemesanan (minimum order quantity), cara pengemasan, dan cara pengiriman. Sebaiknya disini tonjolkan bagaimana produk kita memiliki nilai keunggulan daripada produk eksportir pesaing. Pergunakan materi foto dan/atau video agar calon pembeli/importir lebih yakin terhadap produk yang kita tawarkan.

Ingat, jangan tampilkan harga produk di website. Sebaiknya, daftar harga produk diberikan jika calon pembeli/importir menghubungi langsung dan meminta penawaran. Tentukan harga yang berbeda-beda sesuai dengan profil pembeli/importir, lokasi negara tujuan, kebutuhan spesifik, serta jumlah permintaan.

Contact Us (Hubungi Kami)

Halaman ini penting agar calon pembeli/importir segera menghubungi kita ketika tertarik untuk mengimpor produk yang ditawarkan. Masukkan berbagai informasi kontak yang meliputi alamat,+ telepon, emailwhatsapp, dan platform komunikasi lainnya yang dimiliki yang dapat dihubungi oleh calon pembeli/importir. Jangan lupa untuk mencantumkan kode negara dan kode area dalam kontak telepon (seperti +6221 bukan 021).

Bisa juga disini ditambahkan akun media sosial (Facebook, Instagram, Youtube, Linkedin, dll), agar calon pembeli/importir dapat terus mengikuti perkembangan usaha kita melalui postingan di media sosial. Untuk memudahkan calon pembeli/importir menanyakan segala sesuatu mengenai usaha atau produk kita, sebaiknya juga ditambah formulir (form) pertanyaan, yang juga mengumpulkan nama dan kontak email dari para calon pembeli yang tertarik.

Halaman Lainnya

Buat dan modifikasi website usaha ekspor kita sesuai dengan yang dibutuhkan oleh target pembeli/importir kita. Ada beberapa halaman yang bisa ditambahkan untuk mengoptimalkan website kita bagi pasar ekspor, diantaranya:

  • Halaman FAQ (Frequently Asked Questions), dimana terdapat jawaban terhadap beberapa pertanyaan mendasar yang sering ditanyakan oleh calon pembeli/importir, seperti bahan baku produk, cara pembayaran, pemesanan, dan lainnya.
  • Blog, dimana dibuat beragam artikel terkait produk dan bidang usaha kita, yang dapat membantu meningkatkan penemuan website kita.
  • Jasa-jasa lainnya, yang dapat ditawarkan kepada calon pembeli/importir

Selain dari kualitas informasi dalam website kita, hal terpenting yang kita harus perhatikan untuk mendapatkan banyak kunjungan dari calon pembeli/importir di seluruh dunia adalah kinerja Search Engine Optimization (SEO). SEO adalah teknik untuk meningkatkan peringkat website dalam penelusuran di google. Terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan kinerja SEO seperti struktur informasi. Kita akan membahasnya lebih dalam tentang SEO ini di artikel lain. Tapi sebaiknya konsultasikan dengan pakar SEO untuk mengoptimalkan website kita di pasar ekspor.


Manfaatkan Media Sosial dalam Promosi

Terdapat banyak platform media sosial yang dapat digunakan untuk dapat mempromosikan produk kita ke pasar ekspor. Kita mengetahui bersama bahwa penggunaan media sosial saat ini meningkat pesat, termasuk oleh target pembeli/importir kita. Ini jelas akan membantu dalam mereka menemukan profil usaha kita. Disini kita akan membahas penggunaan dua media sosial yang paling banyak penggunanya yaitu Youtube dan Facebook.

15 Media Sosial Terpopuler, 2019 (Sumber: Digital Information World)

Saat ini video merupakan materi promosi yang paling diminati untuk dikunjungi oleh konsumen di seluruh dunia. Youtube merupakan platform yang mendominasi dalam sharing video. Apalagi, Youtube saat ini sudah terintegrasi dengan pencarian google, sehingga lebih mudah bagi konsumen untuk menemukan video kita di Youtube. Berikut beberapa tips bagi para sahabat UKM dalam memanfaatkan Youtube untuk promosi ekspor:

  • Fokuskan konten video pada nilai keunggulan produk dan proses produksi.
  • Tampilkan elemen-elemen yang tidak tertangkap di produk, seperti keramahan lingkungan dan kepedulian sosial.
  • Durasi video tidak usah terlalu panjang, sekitar 2-5 menit, agar lebih efisien dalam mengkomunikasikan ke calon pembeli/importir.
  • Tuliskan judul video dan kata kunci yang sekiranya sering dicari oleh target pembeli kita.
  • Selalu cantumkan kontak dan website usaha kita pada setiap video, sehingga dapat selalu dihubungi langsung jika pemirsa tertarik.

Di sisi lain, Facebook saat ini tetap menjadi media sosial dengan member dan aktivitas terbanyak. Terkait dengan ekspor, penting untuk kita selalu posting eksistensi kita dalam melakukan ekspor sehingga calon pembeli dapat mengetahui perkembangan kegiatan ekspor kita. Lalu, kita juga sebaiknya memanfaatkan berbagai grup eksportir-importir di negara-negara target ekspor kita. Dengan adanya grup ini, kita bisa mendapatkan koneksi dengan para eksportir dan importir di negara lain. Sehingga, kedepannya kita bisa saja mendapatkan kesempatan kerjasama bisnis ekspor-impor.


Manfaatkan Marketplace atau Business Portal

Sama seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, ekspor pun juga memiliki berbagai platform marketplace yang dapat dimanfaatkan untuk menjual produk ekspor. Akan tetapi, dalam ekspor, berbagai marketplace ini kebanyakan lebih bersifat B2B (Bisnis ke Bisnis) daripada B2C (Bisnis ke Konsumen). Dengan adanya ini, sahabat UKM jadi lebih mudah untuk menemukan calon pembeli/importir.

Prinsipnya sama dengan marketplace di pasar lokal, sahabat UKM hanya perlu mendaftarkan diri dan melakukan posting untuk produk-produk ekspor yang ditawarkan. Namun, marketplace ini ada yang berbayar dan ada juga yang gratis.

Saat ini Alibaba tetap menjadi marketplace ekspor-impor yang paling besar pasarnya sehingga paling efektif.

Meskipun platform ini berbayar dengan biaya tahunan sekitar 24 juta Rupiah, portal ini diakses oleh sekitar lima juta orang per hari sehingga ini merupakan investasi yang cukup efektif. Salah satu contoh sukses adalah President Furniture.

Sejak bergabung di Alibaba, usaha ini mampu meningkatkan ekspor dengan pesat. Di tahun pertamanya, mereka berhasil mendapatkan penjualan ekspor USD 345,000.

Bahkan pada 2015, penjualan ekspornya naik signifikan mencapai USD 2,360,000 yang didapatkan dari pembeli/importir tersebar di Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan UAE. Rata-rata mereka mampu mendapatkan tiga permintaan ekspor (inquiry) per hari dari Alibaba.

Contoh lainnya adalah Sumber Jaya, dengan produknya gula kelapa (coconut sugar). Sejak bergabung di Alibaba pada 2013, setiap bulannya rata-rata mereka mendapatkan lebih dari 100 permintaan (inquiry) yang menghasilkan 15 pesanan (order) dari pembeli di seluruh dunia (sumber: Alibaba Research Institute).

Selain Alibaba, terdapat banyak marketplace atau business portal internasional yang bisa dicoba oleh sahabat UKM untuk meningkatkan ekspor.

Berikut beberapa diantaranya: AspenkuIndonesia-ExportTradeBossEcplaza. Sahabat UKM juga bisa untuk mencari berbagai platform marketplace lainnya, khususnya di masing-masing target negara tujuan.

Selain itu, Kementerian Perdagangan RI juga menyediakan business portal bagi pelaku UKM untuk bisa menampilkan profil usaha dan produk ekspor di website Kemendag yaitu http://djpen.kemendag.go.id/. Caranya mudah, cukup dengan mendaftar menjadi anggota untuk bisa ditampilkan profilnya di listing perusahan eksportir Indonesia.

Tidak hanya itu, anggota bisa juga mendapatkan informasi tentang importir-importir dari berbagai negara. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca artikelnya di Program Pemerintah dalam Akses Pasar Ekspor.

Kabar gembira juga datang dari salah satu perusahaan marketplace buatan anak negeri Indonesia, Bukalapak. Sejak akhir 2019, Bukalapak membuka fitur baru yang bernama BukaGlobal.

Fitur ini memungkinkan pembeli/importir dari luar Indonesia untuk belanja produk-produk UMKM di Bukalapak. Saat ini, fitur tersebut menyediakan jasa pengiriman ke negara-negara berikut: Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Hong Kong, dan Taiwan.

Namun, untuk sekarang fitur BukaGlobal hanya dapat diaktifkan oleh pelapak terpilih di area DKI Jakarta dan Kota Tangerang. Kita akan membahasnya lebih detil terkait ini di artikel sendiri kedepannya.


Manfaatkan Berbagai Situs Riset Pasar Ekspor

Sebelum menargetkan negara tujuan ekspor, kita semua sudah tahu bahwa sangat krusial untuk melakukan riset pasar terlebih dahulu.

Di era ini, sahabat UKM tidak perlu bingung untuk mencari informasi pasar ini. Berbagai platform digital telah tersedia yang disediakan oleh berbagai lembaga asing untuk membantu para pelaku UKM dalam mempersiapkan strategi ekspor. Dua situs yang paling membantu dalam riset pasar ekspor adalah CBI dan ITC Market Analysis Tools.

Pasar Eropa selalu menjadi pasar potensial untuk melakukan ekspor bagi pelaku UKM. Hal ini dikarenakan banyak produk Indonesia yang diapresiasi dengan sangat tinggi oleh konsumen Eropa.

CBI mampu memberikan segala informasi riset pasar yang dibutuhkan tentang analisis pasar Eropa bagi para eksportir negara berkembang. Berbagai laporan riset pasar Eropa disini tersedia untuk masing-masing kategori produk yang dibutuhkan.

Tujuan riset pasar ini selain agar pelaku UKM dapat menembus pasar Eropa, tapi juga agar pelaku UKM dapat lebih memahami dalam fokus ke kualitas bukan kuantitas, khususnya untuk pasar sustainable yang begitu besar di Eropa.

International Trade Center (ITC) juga menyediakan beberapa platform untuk melakukan riset pasar, yang dinamakan ITC Market Analysis Tools. Terdapat tiga platform disini:

  • Trade Map: Disini kita bisa mendapatkan segala informasi statistik perdagangan dunia, baik itu berupa tabel, graphic, atau map untuk 220 negara dan 5,300 kode produk HS (Harmonization System). Informasi ini berguna untuk mengetahui pola perdagangan sebelumnya, sehingga bisa mengetahui potensi dan daya saing produk ekspor kita.
  • Market Access Map: Disini kita bisa mendapatkan segala informasi mengenai berbagai tariff ekspor-impor, persyaratan regulasi, serta skema preferensi berlaku yang dapat dilihat pada setiap negara eksportir, negara tujuan ekspor, dan kode produk HS.
  • Export Potential Map: Disini kita bisa mengidentifikasi potensi ekspor pada setiap kategori produk dan negara tujuan, dan negara eksportir. Potensi ekspor ini dihasilkan dari model ekonomi yang mengkombinasikan data supply dari negara eksportir, data demand dari negara tujuan, serta kondisi akses pasar. Nilai potensi ekspor ini lalu dibandingkan dengan nilai ekspor yang sudah terealisasi (dari data transaksi sebelumnya) sehingga mengetahui nilai potensi yang belum terealisasi.

Sahabat UKM bisa juga membaca artikel Melihat Potensi berdasarkan Pola Perdagangan serta beberapa artikel potensi produk seperti Kopi, Kelapa, dan Tekstil Kreatif untuk dapat memahami lebih jelas tentang penggunaan ITC Market Analysis Tools ini.

Tidak hanya itu, informasi riset pasar juga tersedia secara gratis dari berbagai lembaga promosi perdagangan (Trade Promotion Agency) dari masing-masing negara, seperti contohnya IPD (Jerman), TFO Canada (Kanada), dan Export.gov (Amerika Serikat).


Jemput Bola ke Calon Pembeli/Importir di Internet

Hal terakhir yang sebaiknya dilakukan oleh sahabat UKM di dunia digital ini adalah menjemput bola sebanyak-banyaknya. Beruntungnya, melalui internet, kita dapat menjelajahi dan menemukan calon pembeli/importir sebanyak-banyaknya tanpa ada batasan. Caranya adalah mudah, yaitu dengan googling.

Contoh sederhananya, ketika seorang pelaku UKM dengan produk gula kelapa ingin mengekspor produknya ke Jerman. Maka, kita bisa mencari list importirnya dengan mengetikkan kata kunci pencarian seperti “coconut sugar importer in Germany” di Google.

Alternatifnya, kita bisa langsung mencari industri yang membutuhkan produk ekspor kita. Misalnya, pelaku UKM tersebut mengetahui bahwa gula kelapa dibutuhkan oleh industri manufaktur coklat. Maka, kita bisa mencari list perusahaan industrinya dengan memasukkan kata kunci pencarian seperti “chocolate factory in Germany” di Google.

Sahabat UKM juga dapat menemukan list calon pembeli/importir untuk produk tertentu melalui website masing-masing ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) dan website atase perdagangan di masing-masing negara.

Setelah mendapatkan list calon pembeli/importir, maka hal berikutnya untuk dilakukan adalah menemukan alamat emailnya. Selanjutnya, kita kirimkan surat perkenalan (introduction letter) ke satu per satu calon pembeli/importir yang ditemukan di internet. Berikut beberapa tips yang sebaiknya dilakukan ketika mengirimkan surat perkenalan melalui email:

  • Buat subject (judul) email yang menarik perhatian. Misalnya, “Best Coconut Sugar from Indonesia”.
  • Buat draft body email secara ringkas yang menjelaskan nilai keunggulan usaha dan produk yang kita tawarkan. Agar lebih menarik, bisa dilampirkan satu video yang mampu menggambarkan hal tersebut.
  • Lampirkan company profile dan website kita agar calon pembeli bisa mengetahui lebih dalam. Jangan lupa untuk cantumkan kontak untuk menghubungi.
  • Hindari untuk mengirimkan langsung surat penawaran di awal komunikasi. Berikan penawaran ketika calon pembeli tertarik dan sudah memintanya.

Gampang bukan teknik menjemput bola di internet ini?

Tapi ingat, proses ini akan mengalami banyak penolakan. Jika kita mengirimkan 100 email surat perkenalan, maka kemungkinan 10-20 membalas dan meminta penawaran. Setelah kita kirim surat penawaran (quotation letter), maka kemungkinan 3-5 akan bertahan untuk melakukan negosiasi. Lalu, kita bisa mengharapkan satu akan melakukan order atau pesanan.

Namun bisa saja dari 100 email surat perkenalan tersebut, kita tidak mendapatkan balasan apapun. Seorang eksportir harus memiliki gigih dan tidak mudah menyerah. Konsistensi untuk melakukan upaya-upaya ini diperlukan untuk sukses ekspor. Tapi, yang paling penting kita harus persiapkan dulu nilai keunggulan produk ekspor kita. Terus lakukan evaluasi untuk mendapatkan pembeli/importir.

Sekian pembahasan kita kali ini. Semoga sahabat UKM sudah memahami bahwa keterbatasan modal tidak menutup kemungkinan dalam melakukan ekspor. Dunia digital sudah memberikan jalan yang lebar untuk para pelaku UKM bisa terus meningkatkan kontribusi ekspor. Tapi ingat, kemudahan keterbukaan dunia digital ini juga secara tidak langsung juga meningkatkan persaingan di pasar ekspor. Satu-satunya cara adalah pastikan dan yakinkan bahwa standar kualitas produk ekspor kita unggul dari para pesaing. Lalu, teruslah belajar untuk memanfaatkan platform digital ini sehingga bisa meningkatkan daya saing dan akses pasar.


Banu Rinaldi, Content & Research Officer ukmindonesia.id, MBA in SME Development Leipzig University – Germany

ARTIKEL INI SUDAH DIPUBLIKASIKAN PADA UMKM.ID

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING