Warga New York Semakin Banyak yang Beternak Lebah
Connect with us

Bisnis

Warga New York Semakin Banyak yang Beternak Lebah

Published

on

Warga New York Semakin Banyak yang Beternak Lebah

Gencil News – VOA – Kota New York yang bising kelihatannya mungkin bukan tempat yang ramah lebah. Tetapi teras di atap gedung-gedung tinggi serta taman-taman mungil di kota tersebut kini banyak dipenuhi hewan-hewan penghasil madu itu yang terancam oleh pestisida di kawasan pedesaan.

Sekitar 2,4 juta ekor lebah madu Italia diangkut dalam sebuah mobil van, siap dibawa ke rumah mereka baru-baru ini. Van itu diparkir di dekat Apartemen the Dakota di kawasan Central Park, di mana istri mendiang John Lennon, Yoko Ono, tinggal sejak 1973.

“Ini adalah tahun pertama kami melakukannya di luar The Dakota,” kata Andrew Coté, ketua Asosiasi Peternak Lebah Kota New York. “Kami dengar Yoko menyukai madu,” lanjutnya.

“Ini hobi yang menyenangkan. Ini cara yang baik untuk terhubung dengan alam di kota seperti ini. Ini menyenangkan, menyenangkan bekerja dengan lebah, kita dapat terhubung ke alam. Mengurusi lebah ini terapeutik, hampir seperti bermeditasi,” kata Cote lebih jauh mengenai beternak lebah.

Peternak lebah Andrew Cote membuang kawanan besar lebah yang dia pindahkan dari sebuah gedung di Times Square ke sarang baru di Bryant Park di New York, AS, 27 Juni 2017. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)
Peternak lebah Andrew Cote membuang kawanan besar lebah yang dia pindahkan dari sebuah gedung di Times Square ke sarang baru di Bryant Park di New York, AS, 27 Juni 2017. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)

Coté, yang mendirikan Andrew’s Honey, mengemudi dari Georgia untuk mengirimkan lebah-lebah itu. Van tersebut membawa 200 paket kayu dan kasa, masing-masing berisi sekitar 12 ribu ekor lebah. Sejumlah peternak lebah antre untuk mengambil paket seberat 3 pound (sekitar 1,3 kilogram) yang harganya $159 atau $205, tergantung pada kapan mereka memesannya. Menurut Coté, lebah dijual berdasarkan berat, seperti halnya keju.

Sebagian pembeli memasukkan paket-paket itu ke dalam tas, sementara Ray Sage mengikatkan dua peti lebah ke sepedanya, untuk dibawa ke sarang lebah miliknya di kawasan Lower East Side.

“Saya harus mengayuh sepeda dengan benar-benar lambat dan hati-hati,” ujar Sage.

Jumlah peternak di perkotaan telah tumbuh pesat. Banyak sarang lebah kini ditemukan di teras-teras di atap gedung pencakar langit gedung-gedung perkantoran, kata Coté. New York melegalisasi peternakan lebah pada tahun 2010 dan memiliki ratusan sarang lebah terdaftar, menurut Departemen Kesehatan.

Populasi lebah mengalami penurunan tajam di berbagai penjuru dunia, antara lain karena penggunaan pestisida dan bahan-bahan kimia yang berlebihan di pedesaan, serta kurang bervariasinya jenis tanaman.

New York tidak memiliki masalah ini, membuatnya menjadi habitat yang sehat bagi lebah, kata Alan Markowitz, warga Bronx yang beternak di Taman Komunitas La Finca del Sur, yang dikelola kaum perempuan kulit berwarna.

Peternak lebah Hannah Baek dan Gus Iodise menyiapkan sarang untuk mengambil segerombolan besar lebah yang telah mereka singkirkan dari sebuah gedung di distrik Times Square di New York, AS, 27 Juni 2017. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)
Peternak lebah Hannah Baek dan Gus Iodise menyiapkan sarang untuk mengambil segerombolan besar lebah yang telah mereka singkirkan dari sebuah gedung di distrik Times Square di New York, AS, 27 Juni 2017. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)

“Sepertiga dari apa yang Anda makan memerlukan jasa pollinator atau hewan penyerbuk. Jadi penting sekali untuk mempertahankan keberadaan pollinator di lingkungan. Dan di kota, percaya atau tidak, lebah hidup dengan baik karena secara umum lebih sedikit pestisida,” kata Markowitz.

“Jadi akan lebih baik jika kita tinggal di daerah atau di pertanian, tempat di mana saya berasal, saya pernah menjadi petani, kita harus berjuang melawan pestisida dan monokultur. Memiliki banyak variasi jenis tanaman merupakan hal yang sangat baik bagi lebah. Itulah yang mereka sukai, mereka suka makanan yang beragam,” tambahnya.

Coté memiliki lebih dari 60 sarang lebah di atap gedung dan taman-taman komunitas di New York. Ia biasanya memanen madu pada bulan Juli dan September. Menurut Coté, ia menjelaskan betapa berbedanya madu yang dihasilkan lebah-lebahnya.

“Di Kota New York, lebah-lebah itu akan mengumpulkan nektar dari berbagai sumber yang berbeda-beda, dan benar-benar banyak sekali kesempatan untuk itu bagi mereka.”

Di Manhattan, misalnya, sedikit saja pepohonan di sana yang merupakan tumbuhan asli lokal, sehingga ada begitu banyak sumber nektar dari bunga-bunga yang bermekaran bagi lebah-lebah itu di sana. Karena itu pula, lebah tersebut menghasilkan madu yang tidak dapat ditemukan di tempat lainnya di dunia, jelas Coté.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bisnis

Maksimalkan Penggunaan Uang THR, Jangan Sampai Kantong Jebol

Published

on

Maksimalkan Penggunaan THR, Jangan Sampai Kantong Jebol

Gencil News– Uang THR menjadi penambah semangat saat momen menjelang hari raya seperti ini, Jadi jangan sampai kantong jebol karena belanja yang berlebihan.

Maksimalkan penggunaan uang THR untuk keperluan produktif. Salah satu hal terbaik yang dapat Anda pilih adalah menyisihkan sedikit dalam tabungan.

Hindari membelanjakan terlalu banyak uang untuk kebutuhan lebaran nanti, agar bisa menyimpan lebih banyak uang ke pos tabungan. Hal ini bisa menekan berbagai pengeluaran dengan baik.

Bagi Anda yang bekerja, sudah jelas Anda akan mendapatkan sejumlah THR dari perusahaan. Jangan terburu-buru untuk membelanjakan THR.

Atur berbagai kebutuhan yang tidak penting, meskipun ada pengeluaran lebaran yang tidak terkendali dalam keuangan Anda.

Manfaatkan THR dengan cara yang tepat, lihatlah apa saja yang perlu dalam keuangan Anda, misalnya membayar hutang dan cicilan lainnya.

Alokasikan dana THR ini untuk berbagai kebutuhan penting lainnya, seperti: uang muka rumah, pelunasan kredit kendaraan, tabungan pensiun, investasi, dan yang lainnya.

Batasi pengeluaran hari raya dengan membuat daftar belanja agar pengeluaran tidak melebihi budget untuk membeli sesuatu.

Idealnya, alokasikan uang THR Anda sebesar 30 persen sampai 50 persen untuk melunasi hutang. Kurangi hutang konsumtif, tahanlah diri untuk memuaskan kesenangan sesaat dan aturlah keuangan dengan bijak.

Continue Reading

Bisnis

Tinggal Klik Bisa Bayar Apa Saja dengan Mobile Banking Bank Kalbar

Published

on

Tinggal Klik Bisa Bayar Apa Saja dengan Mobile Banking Bank Kalbar

Gencil News – Tinggal klik bisa bayar apa saja dengan mobile banking dari Bank Kalbar, gak pakai ribet dan masalah teratasi dengan cepat.

Mau bayar tagihan bulanan, tapi sibuk dan ribet? jangan bingung! Pakai Mobile banking dari Bank Kalbar aja! semua urusan anti ribet.

Mobile banking dari bank kalbar adalah sebuah inovasi layanan transaksi Dengan berbagai fitur pembayaran telah tersedia.

Selain itu, Tagihan bulanan dan segala transaksi apa saja akan membuat hidup tanpa ribet.

Aplikasi ini menggunakan ponsel cerdas berbasis android dan ios. Kemudian bagi pengguna android anda tinggal mengunduh melalui google playstore. Selanjutnya pengguna iphone dapat mengunduh melalui app store.

Selanjutnya, Berbagai kemudahan pembayaran yang bisa anda dapatkan. tinggal Klik!, semua pembayaran beres. Tak perlu harus ke ATM, semua urusan pembayaran teratasi.

Ribet? enggak dong, urusan beres Kapan saja dan dimana saja.

Tinggal Klik Bisa Bayar

  • Tagihan pembayaran PDAM.
  • Pembayaran Listrik PLN, tersedia Prabayar, Pasca Bayar dan tagihan non listrik.
  • PBB Pajak Bumi dan Bangunan.
  • Pajak Kendaraan Bermotor (E-Samsat)
  • Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
  • Dan Sembilan Pajak Penerimaan Daerah

✔ Sementara tersedia pada wilayah Kabupaten / Kota

Tunggu apa lagi, nikmati kemudahan pembayaran hanya dari Bank Kalbar.

Continue Reading

Bisnis

Buket Bunga Jadi Bisnis Menguntungkan Bagi Mahasiswa

Published

on

By

Gencil News – Buket Bunga Jadi Bisnis rumahan yang cukup menguntungkan. Terutama bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan pendidikannya akhir-akhir ini buket menjadi pilihan kado perayaan kelulusan. Dari pada harus mahal-mahal membeli lebih baik anda membuatnya sendiri dari rumah.

Peluangn bisnis ini santer dilakukan oleh mahasiswa yang punya waktu senggang pada masa pandemi. Belajar dari rumah membuat kita semakin produktif dan kreatif. Nampaknya bisnis Buket Bunga ini cukup menambah isi tabungan anda ya !

Bagi anda yang baru ingin mencoba bisnis ini berikut cara membuat Buket Bunga  ;

Siapkan bahan-bahan berikut ;

  • 1 Ikat bunga segar
  • Selotip/karet gelang
  • 1 Lembar kertas tisu/kertas minyak yang dipotong persegi
  • 1 Lembar kertas pembungkus warna coklat yang dipotong persegi (ukuran harus lebih kecil dari kertas tisu)
  • Pita atau tali berwarna
Cara Membuat Buket Bunga:
  • Siapkan beberapa batang bunga dan potong batang yang terlalu panjang.
  • Ikat bunga dengan selotip atau karet.
  • Letakkan kertas tisu/kertas minyak membentuk belah ketupat, kemudian letakkan bunga di atasnya. Pastikan bagian ujungnya tepat berada di tengah.
  • Selimutkan sisi kiri belah ketupat hingga menutupi batang bunga.
  • Lipat bagian bawah kertas ke atas. Setelah itu selimutkan sisi kanan hingga menutupi sisi kiri yang sudah dilipat.
  • Letakkan buket bunga di atas kertas cokelat, kemudian ulangi langkah-langkah yang sudah dilakukan sebelumnya dengan kertas tisu/kertas minyak.
  • Terakhir ikat buket bunga yang sudah jadi dengan pita atau tali sebagai pemanis.

Selain bunga anda dapat menggantinya dengan Boneka, Snack, Alat Make Up atau yang lainnya yang masih dalam kategori benda ringan ya. Karena bentuk buket akan tidak teratur jika di isi dengan benda yang berat.

Jangan lupa tetap perhatikan warna dan varian bunga serta aksesoris lainnya agar terlihat lebih menarik. Kini banyak pebisnis online yang menjual produk ini. Bahkan Buket Bunga selain bervariasi bentuk dan isinya pedagang juga berbondong-bondong menawarkan harga terbaik sesuai keinginan pembeli. Jadi tak heran jika kini Buket Bunga banyak digeluti oleh pembisnis pemula seperti Mahasiswa.

Continue Reading

Bisnis

Larangan Mudik Mendukung Geliat Transaksi Ekonomi Digital

Published

on

Larangan Mudik Mendukung Geliat Transaksi Ekonomi Digital

Gencil News– Larangan mudik yang berlaku sejak 6 -17 Mei 2021 akan mempengaruhi tren transaksi ekonomi digital dengan meningkatnya pembeli pasar konvensional yang beralih ke platform digital.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2020 pertumbuhan negatif sektor transportasi, adalah yang paling terdampak kebijakan pembatasan sosial maupun larangan mudik.

Akan tetapi sebaliknya, kegiatan transaksi ekonomi e-commerce melonjak 54 present menjadi USD32 miliar dengan beralih  transaksi dari luring ke daring.

Selanjutnya, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan program Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang mendorong kementerian terkait untuk memfasilitasi kemudahan transformasi ekonomi digital guna menggerakkan perekonomian nasional.

Namun, program ini hanya akan dinikmati masyarakat dengan akses internet dan layanan e-commerce yang umumnya berada di perkotaan.

Sedangkan perekonomian daerah dengan penetrasi internet rendah tidak akan terdampak.

“Untuk itu perlu ada kebijakan di daerah-daerah, utamanya terkait dengan jam operasional pembukaan pasar tradisional, kapasitas pengunjung dan juga protokol kesehatan,” ungkapnya.

“Jika berkaca pada pengalaman pada tahun lalu ada beberapa kebijakan seperti pembukaan toko di pasar tradisional,” kata Pingkan dalam keterangan resmi, Kamis, 6 Mei 2021.


 

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING