Connect with us

Bisnis

Warkop Aming, Dari Usaha Tepung Kopi Sampai Ribuan Cangkir Sehari

Published

on

Warkop Aming, Dari Usaha Tepung Kopi Sampai Ribuan Cangkir Sehari

GENCIL NEWS – Usaha Warung Kopi Aming yang terletak di Jalan H Abbas Pontianak Selatan, bukan usaha instan. Semua berawal dari tahun 1970-an. Saat itu ayah Limin Wong (38) atau yang diakrab disapa Aming berdagang tepung kopi. Usaha ini terbilang lancar kala itu Aming masih berusia belasan.

“Saya waktu kecil kadang-kadang bantu-bantulah. Pas umur saya 15 tahun, bapak saya meninggal. Jadi saya melanjutkan usaha tepung kopi itu,” ceritanya.

Lantaran belum begitu paham dia hanya sekadar melanjutkan. Pemasaran tepung kopi pun sebagian besar hanya ke langganan-langganan ayahnya.

Tahun 2002 jadi awal berdirinya Warung Kopi Aming. Berbekal kenekatan, dia yang masih kuliah sambil kerja kantoran mencoba peruntungan.

“Tapi masih kecil, tempatnya memang di sini tapi di emperan depan. Mejanya cuma enam atau delapan gitu. Sambil jual tepung juga air kopi,” katanya.

Setelah beberapa tahun antara tahun 2005-2006 usahanya kian berkembang. Tempat pun dia perbesar . Mula-mula hanya sayap kanan dari luas sekarang, yang memang ruko milik ayahnya. Baru kemudian menambah bagian tengah dan kiri yang jadi tempat penyajian kopi saat ini.

Perkembangan warung kopinya tak lepas dari budaya ngopi yang meluas. Sebelumnya ngopi identik dengan orang tua atau pekerja kantoran. Namun sejak 2005 gaya hidup itu juga mewabah para remaja. Anak muda tak hanya lelaki perempuan pun kini sudah jadi pelanggan warung kopi.

“Sebelumnya cuma buka siang. Setelah beberapa tahun saya buka malam juga. Pertama memang masih sepi, tapi seiring berkembang budaya ngopi, makin lama makin ramai,” tutur alumnus Universitas Widya Dharma, Pontianak itu.

Warung kopi berlogo cangkir ini sendiri buka sejak pukul 05.30 sampai 23.00 setiap harinya. Tak jarang terlihat orang sudah menunggu walau belum waktu buka.

“Tapi yang langganan sekarang pasti datang setelah buka, karena sudah tahu,” katanya.

Tidak hanya di Jalan H Abbas, Aming buka cabang di Jalan Ilham, Danau Sentarum dan yang terbaru di Podomoro. Dalam satu bulan berton-ton tepung kopi dihabiskan. Sebagian untuk kebutuhan harian di warung sebagian lainnya dijual dalam kemasan.

Tepung kopi produksinya kerap jadi buah tangan warga luar yang berkunjung ke Pontianak. Bukan cuma dijual di kedai. Tepung kopi kemasan sudah didistribusikan pula ke toko oleh-oleh dan dipasarkan secara online. Selain itu produk ini pun sudah masuk ke supermarket.

Dengan pemasaran yang demikian masif dan warung kopi yang tak pernah sepi, maka tak heran jika kebutuhan tepung kopi bisa mencapai hitungan ton tiap bulannya.

Produksi pun meningkat, tapi bahan baku berkurang. Kopi-kopi lokal yang sebelumnya mengisi gelas-gelas pengunjung kian habis. Tidak banyak lagi kebun kopi di Pontianak dan Kubu Raya.

Aming pun memutar otak. Pelanggannya harus tetap dipuaskan. Warung kopinya harus tetap ngebul.

Kopi robusta dari Sumatera didatangkan. Tapi tak boleh sembarang, harus yang sama rasanya dengan cita rasa lokal. Kopi-kopi asal sekitar Kota Pontianak yang selama ini jadi bahan baku Kopi Aming bikinannya.

“Kita juga campur dengan kopi dari Sumatera. Tapi kita cari yang benar-benar sama dengan kopi dari Pontianak, jadi ibaratnya kopi bisa dari Sumatera tapi ciri khas tetap Pontianak.”

Hasilnya seperti rencana. Produktivitas dan cita rasa kopi tetap terjaga. Sebelum marak invasi kelapa sawit, satu-satunya tanaman yang bikin petani pindah haluan hanyalah langsat. Bahan baku kopi yang dulunya dipasok dari daerah Kubu Raya yaitu Punggur dan Ambawang masih melimpah. Namun lama kelamaan semuanya berkurang.

Salah satu keunikan kopi Aming adalah penyajian dengan biji kopi yang berenang di dalam cangkir. Biasanya satu hingga tiga buah biji kopi akan dibiarkan mengambang. Biji kopi itu sengaja diberi sebagai tambahan kudapan.

“Biji kopi itu jadi waktu minum sambil kuyah biji kopinya, rasanya jadi lebih nikmat. Juga wanginya menyengat itu ciri khas kita di sini.”

Ciri khas ini memang tidak ada sejak awal berdiri Warung Kopi Aming tahun 2002. Penyertaan biji kopi dalam sajian baru dilakukan sekitar tahun 2005. Idenya muncul begitu saja. Gara-gara pelanggan suka iseng mencoba biji kopi ketika dibawa ke depan setelah selesai digoreng.

“Awalnya pengalaman pribadi biasa ngetes biji kopi waktu habis digoreng. Enak juga ternyata. Pengunjung biasa juga ikut ingin coba, eh enak katanya,” jelasnya.

Aming memang memiliki penggorengan kopi berukuran sedang di belakang warungnya. Biji kopi yang digoreng  tidak terlalu banyak. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan harian saja.

Tapi tiap membawa hasil gorengan ke depan untuk disajikan, ada saja pengunjung yang mencicipi. Sebagian suka dan memuji enak. Tanggapan positif itu lantas dipakai untuk ciri khas Kopi Aming.

Hingga saat ini Warung Kopi Aming sudah jadi salah satu destinasi tujuan penggemar kopi. Baik dari dalam maupun luar kota. Ketenaran ini tentu bukan barang instan. Kurang lebih 15 tahun Aming berjibaku dengan nasib. Dia tak ingin sekadar numpang lewat di industri kopi Pontianak.

Perkara jatuh bangun tak usah ditanya. Semangat mengembangkan bisnis keluarga agaknya jadi asa yang tak putus. Walau pernah mencoba sejumlah bisnis lain, dia akhirnya tetap kembali pada warung kopi.

Lantas apa yang bisa menjadikan warung kopi miliknya seperti sekarang? Aming pun tak pelit berbagi ilmu usahanya. Kunci semua menurutnya satu; konsistensi.

“Harus konsisten, soal rasa harus dijaga, terus memang usaha ini banyak kerjanya,” katanya.

berbagai macam menu kopi ditawarkan di sini. Mulai kopi susu, atau es kopi, juga teh tarik dan minuman olahan lain. Tapi sesuai jualan awal, yang paling dicari tetap kopi hitam.

Kopi hitam Aming memiliki ciri khas yang beda dari kopi lain. Jika pun ada yang sama, coba dicek, jangan-jangan warung kopi itu justru langganan tepung kopi Aming. Beberapa warung kopi Pontianak memang menjadikan kopinya sebagai bahan baku utama.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bisnis

Ayam Bakar Menu Andalan Sugeban, Terkenal Sejak Tahun 1992

Published

on

Ayam Bakar Menu Andalan Sugeban, Terkenal Sejak Tahun 1992
Randy Tirtana Pengelola Kafe dan Resto Sugeban Pontianak

GENCIL NEWS – Berdiri sejak tahun 1992, Ayam Bakar Sugeban  telah menjadi Brand Restoran terkenal di Kota Pontianak. Berbagai aneka menu pilihan terbaik dapat anda nikmati di sini bersama keluarga, rekan, atau orang tersayang.

Menu unggulan di sini yang musti Anda coba adalah Ayam Bakar yang dibuat bumbu rempah pilihan, kemudian diolah dengan proses pembakaran (arang). Ditambah rempah-rempah terbaik khas keluarga yang menjadikan Ayam Bakar Sugeban sangat terkenal dan banyak dinikmati oleh pelanggan.

Nama Sugeban terdiri dari dua suku kata. Suku kata pertama berasal dari Bahasa Jawa ‘sugih’ yang artinya kaya. Suku kata kedua yaitu ‘ban’, yang sifatnya berputar.

“Jadi kalau digabungkan kira-kira kekayaan atau kemakmuran yang terus menerus, Insya Allah,” ungkap Randy Tirtana Pengelola Kafe dan Resto Sugeban.

Kafe dan restoran yang dirintis pada tahun 1992 ini awalnya adalah bisnis rumahan yang menyajikan makanan rumahan. Salah satu menu yang terkenal di sini adalah Ayam Bakar Sugeban.

“Awalnya Sugeban ini adalah bisnis rumahan. Bumbu diracik sendiri oleh Ibu. Saya waktu itu masih SD. Jualnya juga door to door kepada keluarga yang kerja di Bank, tetangga-tetangga,”jelasnya.

Berjalan enam bulan Sugeban dibanjiri permintaan hingga akhirnya tercetus ide untuk membuka restoran demi melayani permintaan konsumen secara langsung.

“Dulu tidak semua orang punya telpon, kami jadi agak keteteran. Ketika ada permintaan banyak yang mendadak (datang langsung-red), karena kami pada saat itu tidak banyak menyiapkan pesanan. Lalu dari situ bapak dan ibu harus mencari tempat. Nah ini yang menjadi cikal bakal dari Sugeban. Awalnya tempat jualan kami ini seperti kantin, beratapkan daun dan tiang dari kayu, Alhamdulillah akhirnya sampai sekarang, Kami telah memiliki tempat yang layak untuk dikunjungi ” Kenang Randhy Tirtana.

Mampu eksis hingga dua puluh delapan tahun menjadi prestasi tersendiri bagi Sugeban. Terutama ketika bisnis kuliner menjamur di Pontianak. Kafe dan Resto Sugeban menyiapkan strategi untuk menjaga pelanggan setianya.

Menargetkan semua kalangan


Selain menu makanan yang ‘rumahan’ banget, keunikan Sugeban terletak pada konsep yang diusungnya yaitu Cafe Resto and celebration. Sugeban berharap kafe dan restorannya menjadi tempat perayaan bagi setiap orang.

Celebration ini ya memang segala macam keinginan orang mau ngerayain apa aja di sini, mau ulang tahun, pesta pernikahan, atau apapun itu acaranya, di Sugeban tempatnya,” ungkap Randhy Tirtana.


Jika anda berkunjung ke Sugeban di Jalan Alianyang. Pengunjung akan disuguhi tiga konsep dekorasi yang berbeda dalam satu kafe dan restoran.

“Kami menyediakan lounge. Ada sofa untuk mereka yang ingin bersantai, biasanya diisi oleh eksekutif muda. Ada pula lesehan untuk keluarga. Sedangkan yang garden cocok untuk remaja, karena Sugeban juga ada pertunjukan live music,” paparnya.

Sugeban tak hanya menargetkan pasar yang spesifik untuk bisnisnya. Semua segmen usia dibidik Sugeban.

Jemput bola


Promosi menjadi aktivitas terpenting dalam sebuah bisnis, termasuk kuliner. Sugeban awalnya gencar berpromosi melalui brosur, kini kehadiran internet dan media sosial juga dimanfaatkannya.

Komentar dari tamu yang langsung hadir di restoran maupun dari pengunjung di media sosial. Ini menjadi masukan berarti bagi Restoran Sugeban. Restoran dan Kafe Sugeban juga menginformasikan promo-promo kepada pengunjung lewat pesan singkat di hape dan media sosial.


“Misalnya ada menu-menu promo dari Sugeban, kita akan menginformasikan kepada pengunjung yang pernah datang, dan dari media sosial kami pun, anda bisa mengetahui promo dari kami” jelas Randhy.

Sugeban juga menyediakan kartu member yang persyaratannya yaitu mencantumkan tempat tanggal lahir. Melalui kartu member inilah Sugeban menarik konsumennya jadi pelanggan setia.

“Kita jemput bola. Sebelum hari H ulang tahun, sebulan atau dua minggu sebelumnya, sudah kami hubungi. Sugeban menyediakan makan gratis dan diskon khusus bagi yang berulang tahun. Biasanya kalau orang ulang tahun kan bingung mau makan apa dan di mana. Nah, dengan adanya pelanggan yang telah menuliskan informasi yang bisa dihubungi, maka kami akan menghubungi mereka,” jelas Randhy.

Ia mengakui strategi promosi tersebut sangat berpengaruh terhadap kenaikan jumlah tamu, meskipun tak dipungkiri setiap bisnis ada kalanya pasang surut.

Buat standardisasi


Selain dengan promosi jemput bola, hal yang tak kalah penting lagi yaitu kesiapan restoran untuk menerima tamu. Dalam sehari Sugeban menerima tamu dengan berbagai macam karakter. Tentunya kesiapan layanan dari para staf sangat penting.

“Ketika tamu datang kita harus siap. Dalam artian karyawan kami siap melayani para tamu yang datang dengan berbagai karakter. Jadi, kita harus punya satu standar. Seperti apapun tamu yang datang, kami selalu maksimal melayani,” paparnya.

Tak hanya kesiapan staf, kualitas dan ketersediaan makanan juga perlu diperhatikan. Randhy mengakui terkadang tak mudah bagi sebuah bisnis kuliner untuk mempertahankan kualitas makanan yang konsisten. Namun Sugeban selalu berusaha menjaga kualitas makanan dengan membuat standardisasi pengelolaan dapur.

“Di dapur juga kita punya standardisasi. Untuk menciptakan makanan yang baik, hal-hal dasar seperti cara memotong, memerlakukan bahan makanan ada standarnya. Contoh, ikan jika sudah dalam keadaan beku lalu kita rendam sebelum diolah, itu cara yang salah. Rasa ikan sudah beda. Ada cara untuk mempertahankan rasa ikan, tapi enggak dengan cara seperti itu,” ujarnya.

Tantangan masa kini


Setiap bisnis pasti punya tantangannya masing-masing. Diakui Randhy tantangan yang kerap dihadapi bisnisnya adalah persoalan SDM dari segi kualitas yang sangat berbeda dibanding dulu. Tantangan lainnya adalah ketika harga bahan pangan naik.

“Ketika harga naik, kita harus ambil karena butuh. Ketika harga turun, kita juga harus ambil karena tukang ayam minta dibantu menghabiskan stok,” jelasnya.

Soal persaingan dengan bisnis kuliner lainnya yang tengah menjamur di Pontianak, Randhy menganggap hal yang lumrah jika berbagi konsumen dengan yang lainnya. Baginya yang terpenting adalah mempertahankan kualitas.

Menutup sesi wawancara, Randhy mengatakan jika ingin berbisnis tak perlu takut. “Yang pertama kita harus tahu, apa yang jadi kelebihan kita. Fokus saja disitu. Dengan kita tahu apa kelebihan kita, itu kita sudah dua langkah di depan orang lain. Dan kita diciptakan dengan kelebihan, cuma kitanya yang kadang-kadang belum tahu,” tutupnya.

So, jangan lupa untuk berkunjung ke kafe dan Resto Sugeban. Jalan Alianyang nomor 36 Pontianak. Telpon (0561) 767-128 buka setiap hari dari jam sembilan pagi. Sugeban juga melayani pembelian “take away” di outlet jalan Teuku Umar dan Jalan Purnama, Pontianak. (cus)

Continue Reading

Bisnis

Elon Musk Dinobatkan Sebagai CEO Dengan Pendapatan Tertinggi

Published

on

Elon Musk Dinobatkan Sebagai CEO Dengan Pendapatan Tertinggi

Elon Musk dinobatkan sebagai pemimpin perusahaan dengan pendapatan tertinggi di Negeri Paman Sam. CEO Tesla itu dilaporkan menerima total pendapatan sebedar USD595,3 juta atau sekitar Rp8,63 triliun pada 2019.

Seperti diketahui, Musk merupakan CEO SpaceX dan Tesla, dua perusahaan ternama di bidang teknologi dan otomotif.  pria berusia 49 tahun itu justru meraup pendapatannya dari saham Tesla.

Baru-baru ini, saham perusahaan mobil listrik ini menembus angka USD 1.400 per lembar dan Musk memiliki 20,8% dari saham perusahaannya tersebut. Kekasih Grimes ini juga menjadi pemegang saham utama di SpaceX serta The Boring Company yang didirikannya.

Berdasarkan laporan Blooomberg dalam 2019 Pay Index, yang dikutip gencil news, banyak nama pemimpin perusahaan teknologi terbukti masuk ke dalam daftar CEO dengan pendapatan dan kompensasi tertinggi di Amerika Serikat.

Pundi-pundi dolar yang didapatkan Musk empat kali lipat lebih besar dibandingkan yang didapat Tim Cook, CEO Apple. Sepanjang 2019, Cook mengantongi total penghasilan sebanyak USD133,7 atau sekitar Rp1,94 triliun.

Di bawah Cook ada nama Tom Rutledge, CEO Charter Communication, perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan telekonomunikasi kabel di AS. Pendapatannya di 2019 sebesar USD116,9 atau sekitar Rp1,69 triliun.

Kemudian ada juga nama Robert Swan, CEO Intel. Pemimpin perusahaan yang bergerak pada perakitan prosesor itu, berpenghasilan sebesar USD99 juta atau sekitar Rp1,44 triliun pada 2019.

Sementara CEO Alphabet (induk perusahaan Google), Sundar Pichai, memiliki pendapatan USD86,1 juta atau Rp1,25 triliun. Dan CEO Microsoft, Satya Nadella, pendapatannya USD77,2 juta atau Rp1,12 triliun.

Continue Reading

Bisnis

Ji kaiting Miliarder Misterius Yang Gemar Mengoleksi Mobil Mahal

Published

on

Ji kaiting Miliarder Misterius Yang Gemar Mengoleksi Mobil Mahal

Ji Kaiting dinobatkan sebagai miliarder wanita termuda dan terkaya di dunia oleh majalah Forbes pada tahun 2014. Saat itu usia Ji Kaiting baru menginjak 24 tahun. Lima tahun setelahnya yaitu di tahun 2019. Ji Kaiting dilaporkan memiliki kekayaan bersih sekitar 1,3 miliar dollar atau senilai Rp18,3 triliun.

Dia adalah putri konglomerat China bernama Ji Haipeng yang merupakan CEO perusahaan real estate Logan Property Holdings.

Ayah Kaiting kabarnya telah mewariskan 85 persen saham perusahaan kepadanya. hal tersebut menjadikan Ji Kaiting sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan bergengsi tersebut.

Lulusan Singapore Institute of Management ini juga meraih gelar sarjana di bidang keuangan dan ekonomi dari University of London. Ji Kaiting juga dikenal sebagai sosok yang cerdas dan pekerja keras.

Sayangnya, sosok Ji Kaiting sulit diakses di media sosial. Ia sangat misterius dan menggunakan beberapa nama samaran untuk menutup akses informasi tentang kehidupannya.

Kaiting memang dilaporkan sebagai salah satu miliuner termuda yang memiliki mobil mewah edisi terbatas yang tentu harganya mahal.

Punya harta miliaran, Ji Kaiting memilih deretan supercar sebagai koleksi pribadinya. Mulai Lamborghini, Pagani, McLaren hingga Ferarri memenuhi kediamannya. Ia bahkan memarkir satu dari 499 edisi terbatas LaFerarri di garasinya.

Selain informasi tentang kekayaan dan hubungan keluarga, foto dirinya hampir tak bisa ditemukan. Bahkan karyawan di perusahaannya mengaku tak pernah melihat wajahnya secara langsung.

Sosoknya yang misterius membuat banyak pria tergila-gila pada Ji Kaiting

Continue Reading

TRENDING