Mengenal Potensi Budaya Kota Khatulistiwa, Pontianak

Mengenal potensi budaya kota khatulistiwa, pontianak – Pernah berkunjung ke Kota Pontianak? Anda pasti akan terpesona oleh kebhinekaan dari Kota PontianaK. Kota yang lebih terkenal dengan sebutan kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa tepat diatasnya, mempunyai perpaduan budaya unik dikarenakan kota Pontianak didiami beberapa suku. Ada Suku Dayak, Melayu dan Tionghua, Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Sunda , Suku Batak, dan Suku Banjar

Suku Dayak di kota pontianak
Suku dayak di Pontianak (foto liputan6)

Suku Dayak mempunyai populasi sekitar 34,9 persen. Suku Melayu sekitar 33,84 persen. Untuk Suku Jawa sekitar 9 persen, suku Tionghoa 8 persen, dan Madura populasinya 6 persen. Jika melihat komposisi penduduknya, Pontianak mempunyai potensi budaya yang sangat unik. Masing masing penduduk asli di Pontianak memberikan corak ragam budaya yang menyebabkan Pontianak menjadi kota yang kaya akan nilai budaya. Ini menjadikan kota Pontianak mempunyai potensi budaya yang mampu menarik para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke kota Pontianak

Berikut ini adalah Potensi budaya Pontianak yang sangat kaya akan keanekaragaman:

  1. Bahasa
    Sebagian besar penduduk kota Pontianak menggunakan bahasa Indonesia, akan tetapi sebagai bahasa sehari-sehari digunakan bahasa Melayu. Ada beberapa bahasa induk juga yang menjadi ciri khas kota Pontianak, Bahasa Melayu, Bahasa Tiociu, Bahasa Khek, Bahasa Dayak, Bahasa Kanayath, Dayak Bukit, dayak Saloko, Dayak Kantu, Dayak Iban, Dayak Jangkang.
  2. Agama mayoritas di Pontianak adalah Islam. Selebihnya konghucu, kristen, budha.
  3. Senjata tradisional adalah Mandau, Keris, Tumbak, Sumpit, Duhut, Isoubacau, Parang, Lunjut atau sejenis Tumbak untuk berburu.
  4. Pakaian Adat di Pontianak adalah Pakaian adat Dayak dan Pakaian Adat Melayu. Pakaian adat Dayak yang disebut dengan King Baba untu lelaki dan King Bibige untuk perempuan, pakaian Adat Dayak ini terbuat dari kayu yang dilunakkan kemudian diproses menjadi kain. Untuk Pakaian Adat Melayu adalah Telok Belangak untuk Laki laki dan Kurong untuk Perempuan.
  5. Rumah adat di Pontianak adalah Rumah Adat Betang dan Rumah adat Radakng. Merupakan rumah panggung yang berdiri diatas panggung sekitar 3 sampai dengan 5 meter dan panjang 150 meter. Terdiri dari bilik bilik yang dihuni beberapa kepala keluarga.
  6. Tari Tradisionalnya yang dimiliki kota Pontianak sangat beragam dan banyak. Ini sangat mempengaruhi corak budaya Pontianak. Tari-tari tersebut diantaranya adalah:
  7. Tari Monang atau Tari penyembuhan. Sesuai dengan namanya Tari ini bertujuan untuk mememinta kesembuhan maupun menangkal penyakit.
  8. Tari Gantar adalah Tarian yang gerakannya seperti menanam Padi. Para penari menari sambil membawa tongkat yang merupakan lambang untuk menumbuk Padi. Tarian ini biasanya digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.
  9. Tari Kancet Ledo atau Tari Gong, tarian ini menceritakan kelembutan seorang wanita yang menari diatas gong dengan penuh kelembutan dan mampu menjaga keseimbangan.
  10. Tari Kancet Papatai/Tari Perang adalah tarian yang memperlihatan kegesitan dan kelincahan suku dayak berperang melawan musuhnya. Para penari menggunakan pakaian adat Dayak Kenya, dengan mebawa senjata khas mereka juga.
  11. Tari Kancet Lasan adalah tari yang menggambarkan kehidupan burung enggang, burung yang oleh Suku Dayak Kenyah sangat diagungkan karena melambangkan kepahlawanan.
  12. Tari Leleng merupakan Tari Adat Dayak menceritakan seorang Gadis yang dipaksa menikah kemudia melarikan diri ke Hutan.
Baca juga   Banleg Segera Bahas Raperda Kearifan Budaya Lokal

Dengan kekayaan budaya Kota Pontianak. Membuat Pontianak mempunyai potensi budaya yang mampu menarik para wisatawan untuk berkunjung. Akan tetapi potensi budaya ini tidak akan berkembang dan menarik bila tidak dikemas dalam suatu kemasan yang menarik. Untuk itudibuat beberapa Event budaya di Kota Khatulistiwa yang dibuat untuk menarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing berkunjung ke kota Pontianak.

Event Event tersebut diantaranya adalah :
1. Gawai Dayak atau Naik Bango
Gawai Dayak adalah pesta adat yang sudah dilakukan sejak tahun 1986. Merupakan salah satu upacara adat yang dilakukan di Pontianak oleh suku Dayak dan suku Iban. Upacara yang dilakukan di Rumah Betang, rumah adat suku Dayak, dilakukan biasanya setiap tanggal 25 mei, sejak diresmikannya rumah adat Radakng, pesta adat ini dipindahkan ke Rumah Adat Radakng dengan alasan lebih luas, upacara ini dilakukan dengan tujuan mengucapkan syukur dan terima kasih kepada dewa atas kesehatan dan panen yang melimpah. Ditandai dengan seorang penyairmembacakan mantra untuk persembahan. Kemudianpenyair akan melumuri semua persembahan dengan darah merah ayam jantan. Persembahan itu sendiri biasanya terdiri beraneka makanan yang dipersembahkan untuk dewa padi sebagai ucapan terima kasih atas hasil panen yang melimpah. Bila ritual ini selesai maka upacara Gawai Dayak secara resmi dibuka.
Ritual selanjutnya adalah dengan memasang sebatang pokok atau yang biasa dikenal dengan sebutan Ranyai ditengah rumah panjang dan dan dihias dengan aneka makanan. Selanjutnya ada tradisi ngabang yaitu tradisi mengunjungi sanak keluarga dan para tetangga. Pada saat itu orang akan memakai pakaian adat dan perhiasan manik- manik. Para perawan Iban juga akan menggunakan perhiasan perak. Pesta adat ini akan ditutup dengan diturunkannya Pokok Ranyai.
Biasanya sebelum pesta adat ini untuk mengemasnya menjadi salah satu potensi budaya di Pontianak. Pemerintah kotanya mengadakan berbagai macam pertunjukan. Ada parade karnaval mengelilingi kota Pontianak dengan aneka kendaraan hias. Ada juga kegiatan seni budaya seperti perlombaan permainan tradisional Dayak seperti lomba menyumpit, pangkak gasing, lomba tangkap babi dan ada juga lomba lukis tato. Selain itu ada juga pameran kerajinan dan kuliner khas Pontianak. Acara yang dikemas secara menarik mampu membuat para wisatawan berkunjung ke Pontianak

meriam karbit
festival meriam karbit (foto youtube)

2. Festival Meriam Karbit atau Keriang Bandong
Jika Anda berkunjung ke Pontianak menjelang Hari Raya Idul Fitri, ada festival unik di Pontianak yang sayang untuk dilewatkan. Festival Meriam Karbit. Diadakan di Pinggiran sungai Kapuas dari dua sisi saling berhadapan dan saling membunyikan meriam karbit saling bersahutan. Tradisi ini mempunyai sejarah tersendiri. Pada waktu itu Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri, beliau adalah pendiri Kota Pontianak dan merupakan Sultan pertama Kesultanan Pontianak berusaha mengusir para kuntilanak yang mengganggu saat pembangunan kota Pontianak. Selain itu juga untuk mengusir para perompak yang mengganggu. Sultan memerintahkan untuk menembakkan meriam ke arah daratan. Festival meriam karbit dibuat untuk memperingati peristiwa tersebut. Atraksi ini sangat menarik untuk dinikmati jika berkunjung ke Pontianak.

Baca juga   Festival Danau Sentarum Siap Digelar

3. Festival Budaya Bumi Khatulistiwa
Salah satu daya tarik dari kota Pontianak adalah dilewati garis khatulistiwa. Sehingga ada peristiwa saat dimana matahari berada tepat diatas kepala kita sehingga semua benda yang berada di bawahnya tidak mempunyai bayangan. Ini disebut titik Kulminasi. Untuk menarik wisatawan berkunjung ke Pontianak pemerintah membuat Festival Budaya Bumi Khatulistiwa. Festival ini digelar di berbagai lokasi yaitu Taman Alun Alun Sungai Kapuas, Istana Kadriah, Museum Pontianak. Diikuti sekitar 10 kabupaten di Kalimantan Barat dengan 3 etnis terbesar yaitu Dayak, Melayu, Tionghoa. Masing-masing menampilkan seni budaya khas yang sangat menarik. Festival dilakukan biasanya selama 10 hari.

4. Carnaval Arakan Pengantin
Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Pontianak. Untuk memeriahkannnya Pemerintah Kota Pontianak mengadakan Festival Arakan Pengantin. Ini merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan Melayu. Pada dasarnya festival arakan Pengantin ini adalah tujuan untuk mengantar mempelai pria ke mempelai perempuan. Biasanya mempelai laki laki menggunakan Pakaian Adat Telok Belanga sedangkan mempelai Perempuan menggunakan Baju Kurung. Arakan arakan ini juga diikutio oleh orang tua kedua mempelai. Juga para pengiring pengantin sambil membawa barang barang hantaran berupa antara lain, jebah berisi sirih, pinang, kapur, tembakau, gambir dan bunga rampai.Selain itu hantarannya juga dihiasi dengan Pokok Telok yaitu pohon pohon kecil yang dihiasi dengan telor dan hiasan warna warni. Ada Juga Pokok Manggar yang tangkainya terbuat dari lidi dan dibungkus dengan kertas warna warni yang ditancapkan pada buah buahan yang sudah ditancap dengan kayu. Pokok Manggar ini nantinya akan ditancapkan di halaman mempelai perempuan. Festival Arakan Pengantin ini menjadi meriah karena diiringi oleh musik Tar dan Tanjidor. Festival Arakan Pengantin ini merupakan salah satu festival yang menarik dan sayang untuk dilewatkan.

5. Festival Cap Go Meh atau Barongsai
Diselenggarakan oleh masyarakat Tionghua 15 hari setelah hari raya Imlek. Serangkain acara digelar untuk memeriahkan festival ini. Ada Pesta rakyat, Lomba Karoke Mandarin, Prosesi Ritual Naga Buka Mata, Karnaval Kostum Cap Gomeh, Pawai Lampion, Pawai Kendaraan Hias, ada marching band menambah kemeriahan Pesta cap Go meh. Pesta ini menjadi meriah karena hampir semua warga keturunan Tionghua yang di perantauan pulang untuk merayakannya. Hal ini menjadi tontonan menarik bagi wisatawan.

Event event Budaya tersebut diatas merupakan event budaya yang sangat menarik untuk ditonton. Kita bisa melihat kekayaan budaya Kota Pontianak yang terdiri dari berbagai etnis tapi mampu hidup berdampingan sehingga melahirkan budaya yang memperkaya Budaya Nusantara. Nah yuuk kita tinggal memilih festival mana yang ingin kita tonton. Kita tinggal menyesuaikan waktunya saja.

Penulis yang suka nulis