Connect with us

Film

Doll House Film Horor Garapan Selena Gomez dan Shawn Levy

Published

on

Doll House Film Horor Garapan Selena Gomez dan Shawn Levy

Gencil News- Doll House Film Horor Garapan Selena Gomez dan Shawn Levy. Prestasi Selena Gomez di industri hiburan tak perlu diragukan. Albumnya sukses meledak di pasaran. kiprah nya juga diringi dengan berbagai kesibukan. seperti diketahui bahwa sebelumnya Selena juga pernah menjadi produser eksekutif dari film drama misteri 13 Reasons Why, yang juga dibintanginya.

Dilansir dari CNN Indonesia– Kali ini Musisi Selena Gomez bekerja sama dengan produser serial Stranger Things, Shawn Levy, untuk menggarap film horor bertajuk Dollhouse.

Sebagaimana dilansir NME, Gomez akan memproduseri Dollhouse sebagai perwakilan dari rumah produksi miliknya, July Moon Productions. Ia akan didampingi rumah produksi STX Films dan 21 Laps.

Selain menjadi produser, perempuan asal Amerika Serikat ini juga akan tampil dalam Dollhouse. Namun, belum diketahui karakter yang akan ia perankan dan seberapa besar porsinya.

Bos STX Films, Adam Fogelson, menyatakan bahwa keterlibatan Selena dalam Dollhouse akan membuat proyek ini menarik. Ia juga menilai Selena berbakat sebagai aktris mau pun produser.

“Bekerja sama dengan Selena, Shawn, dan keahlian Dan dalam film genre horor-thriller akan mengangkat Dollhouse dan kami sangat senang dengan pengembangan film ini,” kata Fogelson.

Dollhouse sendiri dideskripsikan sebagai film bergenre horor psikologis sekaligus thriller. Film ini akan dibuat seperti film Black Swan yang dirilis tahun 2010 silam.

Secara garis besar, kisah Dollhouse berlatar pada belantika fesyen kelas atas di Kota New York. Namun, informasi lebih rinci mengenai cerita masih dirahasiakan.

Naskah film Dollhouse akan ditulis oleh Michael Paisley. Ini akan menjadi kesempatan pertama Paisley menulis naskah film.

Sementara itu, kursi sutradara masih kosong lantaran pihak studio masih mencari orang yang cocok untuk mengarahkan film ini.

Sebelumnya, Gomez sudah pernah membintangi sejumlah film sepanjang 2008-2019. Ia juga pernah menjadi produser eksekutif serial 13 Reasons Why (2017-2020) dan Living Undocumented (2019).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Film

Rekomendasi 5 Film Bertema Jurnalistik Untuk Liburan Akhir Pekan

Published

on

Habiskan Liburan Akhir Pekan Dengan 5 film Bertema Jurnalistik

Gencil News- Rekomendasi 5 Film Bertema Jurnalistik Untuk Liburan Akhir Pekan. Film dengan genre romance, thriller, serta action memang selalu menghadirkan kisah menarik untuk ditonton. Film bergenre ini pun selalu memasukan unsur jurnalis di dalamnya.

Rekomendasi 5 Film Bertema Jurnalistik Untuk Liburan Akhir Pekan. Hadirnya unsur jurnalis di sebuah film, menambah keseruan alur cerita dari film tersebut. Film itu pun, sukses menunjukan kerja keras seorang jurnalis dalam menghasilkan sebuah berita yang layak ditonton masyarakat.

Anda bisa menonton deretan film bertema jurnalistik ini untuk mengintip bagaimana kehidupan para wartawan saat bertugas.

Rekomendasi 5 Film Bertema Jurnalistik Untuk Liburan Akhir Pekan

1. Film All the President’s Men (1976)

Mengisahkan perjuangan dua jurnalis Washington Post, Bob Woodward dan Carl Bernstein dalam mengungkap skandal Watergate. Richard Nixon dengan tim suksesnya melakukan spionase terhadap saingannya, Partai Demokrat, agar ia bisa memenangkan Pilpres AS 1972.

Film ini menggambarkan bagaimana jurnalis membuktikan skandal politik yang melibatkan banyak orang dengan kepentingan dan kekuasaan. Woodward dan Bernstein mendapatkan ancaman pembunuhan dan penyadapan karena menyelidiki skandal ini. Namun semua resiko itu tidak membuat Woodward dan Bernstein menyerah untuk membela kebenaran. Tidak heran jika keduanya mendapatkan penghargaan Pulitzer 1974 atas karya dan kerja keras mereka. 

2. Film Kill The Messenger (2014)

Dibintangi aktor Jeremy Renner, film jurnalisme yang diadaptasi dari kisah nyata ini berdurasi hingga 119 menit.

Film yang disutradarai oleh Michael Cuesta ini diangkat dari buku Kill the Messenger: How the CIA’s Crack-Cocaine Controversy Destroyed Journalist Gary Webb, karya Nick Schou. Film ini bisa menjadi gambaran bentuk ?kekerasan? yang bisa saja dialami oleh wartawan ketika berusaha mengungkap kasus besar.

3. Film True Story (2015)

Film ini mengangkat tema misteri pembunuhan, jurnalisme dan satu kesalahan yang dapat menghancurkan karir seorang jurnalis.

4. Film The Post (2017)

Film The Post menjadi refleksi bagi pemerintah dan media dalam penyelenggaraan demokrasi dan kebebasan pers. Pers harus menjadi lembaga yang independen dan berintegritas, bukan sebagai alat politik pemerintah. 

5. Film Private War (2018)

Film ini menceritakan kisah perjuangan seorang jurnalis perang Sunday Times, Marie Colvin. Colvin adalah seorang humanis yang meliput konflik dan perang dari sisi korban perang. Tulisan-tulisannya membeberkan fakta bahwa perang telah merenggut banyak nyawa, kebebasan hidup, dan keamanan warga sipil.

Laporan-laporan jurnalistiknya berpihak pada kemanusiaan dan masyarakat sipil, bukan pihak-pihak yang berkuasa dan memiliki beragam kepentingan politik maupun ekonomi. Atas dedikasi dan komitmennya ini ia mendapat penghargaan Foreign Reporter of The Year sebanyak tiga kali dari British Press Awards.

Continue Reading

Film

Film Raya and the Last Dragon Terinspirasi dari Budaya Asia Tenggara

Published

on

Film Raya and the Last Dragon Terinspirasi dari Budaya Asia Tenggara

Gencil News-Film Raya and the Last Dragon Terinspirasi dari Budaya Asia Tenggara. Film animasi terbarunya yakni Raya and the Last Dragon ialah film yang menceritakan tentang perjalanan seorang gadis bernama Raya untuk mencari sebuah naga dan mempersatukan 5 bagian wilayah menjadi satu. film animasi ini terinspirasi oleh budaya negara-negara di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.

Melansir The Verge, Raya and the Last Dragon menceritakan dunia fantasi bernama Kumandra. Kumandra dihuni oleh manusia dan naga yang hidup berdampingan.

Namun muncul kekuatan jahat yang mengancam sehingga para naga mengorbankan diri untuk menyelamatkan manusia. Lima ratus tahun kemudian, kejahatan yang sama kembali. Kelima bagian wilayah Kumandra yang terpecah belah berusaha mengalahkan kekuatan jahat itu.

Raya, seorang gadis pemberani bertanggung jawab untuk melacak naga terakhir bernama Sisu untuk memulihkan keadaan. Namun di sepanjang perjalanan, dia belajar dibutuhkan lebih dari sekedar naga untuk menyelamatkan dunia.

Raya and the Last Dragon menggunakan Kumandra sebagai latar tempat mereka. Kumandra sendiri diceritkan sebagai sebuah kerajaan fantasi yang berada di Asia Tenggara.

Sementara itu dikutip dari Comingsoon, Disney mengkonfirmasi jika Raya and the Last Dragon terinspirasi dari negara Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Indonesia, hingga Laos. Pihak produksi Raya and the Last Dragon bahkan rela jalan-jalan ke Laos, Kamboja, Thailand, Vietnam, hingga Indonesia untuk meneliti lebih dalam.

Namun produksi Raya and the Last Dragon tidak berjalan dengan mulus. Awalnya Disney menunjuk Paul Briggs dan Dean Wellins sebagai sutradara. Namun pada Agustus 2020, Don Hall dan Carlos Lopez Estrada sebagai sutradara utama menggantikan Paul Briggs dan Dean Wellins.

Melansir Cartoon Brew, pasangan sutradara baru itu cenderung aneh. Don Hall merupakan salah satu produser Big Hero 6 hingga Winnie the Pooh, dan pernah menjabat sebagai wakil sutradara Moana. Sedangkan Carlos adalah sutradara Blindspotting, film aksi.

Tak hanya itu, penggantian pengisi suara juga terjadi. Awalnya karakter Raya diisi oleh Cassie Steele. Namun pada 27 Agustus 2020, Kelly Marie Tan menggantikannya sebagai Raya. Kemudian The Verge menduga jika penggantian itu merupakan salah satu akibat kekacauan yang terjadi di Disney. Namun Disney bungkam terkait spekulasi itu.

Continue Reading

Film

Korea Indonesia Film Festival Diselenggarakan Dengan Konsep Virtual

Published

on

Korea Indonesia Film Festival Diselenggarakan Dengan Konsep Virtual

Gencil News- Korea Indonesia Film Festival Diselenggarakan Dengan Konsep Virtual. Korea Indonesia Film Festival (KIFF) tahun ini akan diselenggarakan mulai tangal 28 hingga 31 Oktober 2020 selama 4 hari di kanal online.

Dan beberapa film terpilih akan ditayangkan di bioskop CGV Grand Indonesia Jakarta. dengan menggandeng GoPlay, platform video-on-demand dan live streaming interaktif dari Gojek Group .

Korea Indonesia Film Festival Diselenggarakan Dengan Konsep Virtual. Dalam kolaborasi ini, GoPlay akan bertindak sebagai partner streaming eksklusif KIFF.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan acara ke-10, Kegiatan rutin ini kerjasama Pusat Kebudayaan Korea atau Korean Cultural Center Indonesia (KCCI).

Dengan tujuan memperkenalkan kehidupan sosial, kebudayaan dan warga Korea Selatan serta Indonesia melalui film. Sejak awal penyelenggaraan KIFF pada tahun 2013, festival film ini telah menampilkan sejumlah film terbaik oleh pembuat film berbakat dari Korea dan Indonesia.

Untuk daftar film KIFF 2020 Online Screening On GoPlay  adalah sebagai berikut:

● The Beauty Inside

● On Your Wedding Day

● Architecture101

● Juror 8

● A Taxi Driver

● The Odd Family Zombie On Sale

● The Witch: Part 1 Subversion

● Parasite

● Beasts Clawing at Straw

● Kim Ji Young 1982

Untuk daftar film Offline Screening CGV PVJ & KSC adalah sebagai berikut:

● The Swordsman

● Ashfall

● Beasts Clawing at Straw

● Train to Busan: Peninsula

● Deliver us From Evil

● Gundala

● Habibie & Ainun 3

● Perempuan Tanah Jahanam

Untuk mengecek jadwalnya dapat merujuk pada website CGV dengan event KIFF : CGV KIFF

Continue Reading

TRENDING