FFI 2020 Semangat Industri Perfilman di Tengah Pandemi
Connect with us

Film

FFI 2020 Semangat Industri Perfilman di Tengah Pandemi

Published

on

FFI 2020 Semangat Industri Perfilman di Tengah Pandemi
Aktor Lukman Sardi, Ketua FFI 2020 (Courtesy: FFI).

Gencil News – VOA – Festival Film Indonesia, FFI, 2020 akan tetap digelar di tengah pandemi. Ajang penghargaan film ini ingin membuktikan ketahanan dan kegigihan industri perfilman Indonesia menghadapi tantangan pandemi, teknologi digital, sementara pemutaran film-film Indonesia di bioskop-bioskop masih tertunda.

Penyelenggaraan FFI telah berlangsung sejak tahun 1955 meskipun sempat berkali-kali mengalami jeda, sebelum akhirnya rutin terlaksana setiap tahun mulai 2004. Tahun ini penyelenggaraan FFI tidak semegah tahun-tahun sebelumnya karena pandemi.

Lukman Sardi, Ketua FFI 2020, mengatakan pandemi justru menunjukkan pentingnya hiburan-hiburan melalui layanan streaming.

“Inikan membuktikan bahwa karya-karya film menjadi sebuah hal yang penting buat masyarakat,” kata Lukman Sardi sambil menambahkan industri perfilman Indonesia telah mengikuti tren ini meskipun produksi film yang beranggaran besar, masih tetap mengharapkan pulihnya bioskop, yang sebelum pandemi menarik lebih dari 52 juta penonton selama setahun.

Meskipun perhelatan perfilman ini dilakukan secara terbatas, FFI tetap menggelar Malam Penganugerahan Piala Citra pada 5 Desember 2020. Ini menunjukkan kelangsungan industri perfilman Indonesia.

“Festival Film Indonesia berbicara tentang kualitas film Indonesia dan akan selalu menjadi bench mark untuk FFI selanjutnya, tentunya harapan kita masyarakat melihat bahwa industri film itu tidak mati dan industri film itu tetap berkarya dan juga menghibur masyarakat,” ujar Lukman Sardi.

Tahun ini FFI ini juga menggunakan sistem voting untuk menentukan pemenang masing-masing kategori Piala Citra menyusul pengumuman nominasi 7 November lalu.

‘’Proses nominasi, dan pada akhirnya para anggota FFI akan memvoting dari nominasi-nominasi itu, ini penting menjelang malam anugerah, karena ini yang akan menjadi acara utama yaitu apresiasi tersebut,” ujar Lukman Sardi.

Dwi Sujanti Nugraheni (Heni) adalah sutradara film “Between the Devil and the Deep Blue Sea.” Film itu dinominasikan mendapat penghargaan Film Dokumenter Panjang Terbaik bersama film “You and I.”

Mengomentari sistem ini, ia mengatakan, “Kedua film berbicara mengenai perempuan. Yang satu mengenai eks 1965, sementara film saya mengenai Ona, kekerasan. Buat saya kedua film ini penting dan saya tidak begitu peduli siapa yang akan menang,” ujar Heni.

Berbicara mengenai perempuan dalam industri film Indonesia, Heni mengatakan, banyak tantangan yang harus dihadapi untuk membuktikan kesetaraan perempuan dan rekan sutradara laki-laki, terutama pada film fiksi.

“Sebenarnya kalau di dokumenter itu saya merasa perempuan justru mendapat tempat, karena di dunia film fiksi setahu saya itu dunia yang sangat laki-laki.”

Salah satu film yang dinominasikan mendapat penghargaan film terbaik FFI 2020, Perempuan Tanah Jahanam, juga akan diikutsertakan untuk bersaing meraih nominasi kategori film berbahasa asing terbaik OSCAR.

Lukman Sardi mengatakan banyaknya film-film Indonesia yang sudah menembus ajang perfilman Internasional, termasuk yang melibatkan pemeran. Ia yakin kurasi yang dilakukan FFI akan bisa merangkul dan menghasilkan film, kru dan pemeran yang berkualitas.

Seperti tahun lalu, jumlah penghargaan tetap 21 kategori, di antaranya untuk kategori:

Film Cerita Panjang Terbaik: The Science of Fictions, Humba Dreams, Imperfect, Mudik, Perempuan Tanah Jahanam dan Susi Susanti: Love All.

Sutradara Terbaik: Faozan Rizal – Abracadabra, Joko Anwar – Perempuan Tanah Jahanam, Riri Riza – Humba Dreams, Sim F – Susi Susanti: Love All, Yosep Anggi Noen – The Science of Fictions

Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Faradina Mufti – Guru-guru Gokil, Jessica Mila – Imperfect, Laura Basuki – Susi Susanti: Love All, Putri Ayudya – Mudik, Tara Basro – Perempuan Tanah Jahanam dan Ully Triani – Humba Dreams

Pemeran Utama Pria Terbaik, Alqusyairi Radjamuda – Mountain Song, Ario Bayu – Perempuan Tanah Jahanam, Dion Wiyoko – Susi Susanti: Love All, Gunawan Maryanto – The Science of Fictions, Ibnu Jamil – Mudik, Reza Rahadian – Abracadabra, Reza Rahadian – Imperfect.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Film

Film Terkenal yang Ng Man Tat Perankan Sepanjang Karir

Published

on

Film Terkenal yang Ng Man Tat Perankan Sepanjang Karir
Sumber Foto : Ng Man Tat/ Istimewa

Gencil News– Ng Man Tat aktor kelahiran Tiongkok 2 Januari 1951 tutup usia pada umur 70 tahun, sangat terkenal dengan perannya yang lucu.

Ng Man Tat termasuk salah satu aktor kawakan dalam dunia industri film Hong Kong. namanya tercatat sebagai pemain film yang masuk perhitungan.

Nama nama besar seperti Stephen chow, boboho, Zhao Wei serta banyak lagi sudah sering bermain peran dengan nya.

Kenangan tersebut rupanya meninggalkan jejak tersendiri bagi para pemain peran tersebut saat mengenang kepergian Ng Man Tat

Kabar duka menyelimuti keluarga dan teman terdekat, Ng Man Tat tutup usia pada hari Sabtu, 27 Februari 2021.

Sepanjang karir dalam dunia perfilman Aktor tambun Hong Kong ini ternyata sudah memainkan sebanyak 125 film layar lebar.

Sebut saja salah satunya ialah film Shaolin Soccer yang termasuk salah satu film berpenghasilan terbesar keempat di Hong Kong.

Selain itu, Peran yang Ia mainkan kerap kali seperti menambah bumbu dalam dunia peran sehingga terasa berwarna dan kocak.

Selanjutnya, Berikut adalah beberapa filmnya yang masuk Indonesia dan layak untuk ditonton ulang adalah;

Shaolin Soccer, Trouble Maker, Shaolin Popey, God of Gamblers, The God of Cookery , Fight Back To School dan Hail the Judge.

Deretan film tersebut hampir semua pernah tayang di Indonesia dan Ia mainkan bersama sahabat dekatnya aktor sekaligus Sutradara Stephen Cow.

Selamat Jalan Ng Man Tat, Terimakasih sudah menghibur melalui peran peran mu.

Continue Reading

Film

Intip Bocoran Sinetron Televisi Ikatan Cinta 4 Maret 2021

Published

on

Intip Bocoran Sinetron Ikatan Cinta 4 Maret 2021

Gencil News- Intip bocoran Sinetron Televisi Ikatan Cinta yang akan kembali tayang Kamis, 4 Maret 2021 pukul 19.30 WIB di RCTI.

Sinetron televisi Ikatan Cinta masih dalam puncak rating sinetron televisi.

Tak heran jika banyak penonton yang penasaran dengan alur cerita sinetron Ikatan Cinta selanjutnya.

Melansir dari PikiranRakyat. Bocoran sinetron Ikatan Cinta Kamis, 4 Maret 2021 masih berlanjut soal rencana Andin yang diam-diam ingin memberi kejutan untuk Aldebaran.

Aldebaran meminta agar membatalkan bookingan liburan, namun asistennya mengungkapkan jika Andin memintanya agar tak d ibatalkan.

Ia pun bingung padahal Andin ada seminar di Bandung 3 hari, namun tak meminta Aldebaran membatalkan pesanan untuk liburan.

Mama Rosa pun menelepon Aldebaran dan Reyna ingin bicara kepada Al agar tak lama-lama liburan takut rindu papa dan mamanya. Ternyata Mama Rosa tahu jika semua ini adalah rencana Andin.

Andin pun mengirim pesan whatsapp ke Aldebaran dan mengabarkan soal rencana liburannya. Soal liburannya, Andin pun mengabarkan Papa Surya dan Mama Rosa jika keduanya akan ke Bromo dan Malang.

Sementara itu, Elsa mendadak meminta Papa Surya untuk menemaninya ke rumah Nino untuk bertemu orang tuanya meminta maaf.

Papa Surya, Elsa dan Mama Sarah pun datang ke rumah Nino dan bertemu dengan Mama Chandra untuk meminta maaf atas kesalahan yang d ilakukan oleh Elsa selama ini.

Bu Chandra pun mengungkapkan jika sejujurnya ia dan suaminya sangat kecewa dengan yang dilakukan oleh Elsa karena dirinya adalah menantu kesayangannya.

Sambil berlutut, Elsa menjelaskan dan minta maaf ke Mama Chandra jika yang Ia lakukan adalah hanya untuk Nino.

Namun, meski Mama Rosa memaafkan, ia tak bisa ikut campur dan terlibat dalam proses perceraiannya dengan Nino.

Lalu bagaimana kelanjutannya? ikuti terus kisah Andin, Al, Nino, dan Elsa di sinetron Ikatan Cinta RCTI, malam ini pukul 19.30 WIB.

Continue Reading

Film

Habiskan Akhir Pekan Keluarga Dengan 5 Film Menarik

Published

on

Habiskan Akhir Pekan Keluarga Dengan 5 Film Menarik

Gencil News- Sebuah studi dari jurnal Family Relations menyebutkan, keluarga yang sering menghabiskan akhir pekan bersama keluarga memiliki ikatan emosional yang kuat dan dapat beradaptasi dengan baik.

Dengan menghabiskan akhir pekan bersama keluarga anda bisa Melakukan hobi bersama.

Namun, selain itu anda bisa menciptakan kegiatan lain yang lebih mudah bersama keluarga saat berada dirumah dengan menonton film.

Melihat pentingnya manfaat menghabiskan waktu bersama keluarga, Anda perlu merancang beberapa kegiatan yang dapat anda lakukan dengan anak-anak.

Misalnya, agendakan menonton film bersama keluarga pada akhir pekan. Berikut Daftar 5 Film Menarik Dengan Tema Keluarga yang bisa anda tonton bersama.

1. Lion King (live action)

Film Lion King (live action) juga menjadi box office di tahun 2019. Selain menyuguhkan pemandangan indah sepanjang animasi film, kisah hubungan keluarga dengan sangat menyentuh.

Film besutan Jon Favreau ini menceritakan tentang perjalanan seorang singa kecil bernama Simba yang lahir sebagai raja selanjutnya menggantikan Mufasa, ayahnya. Simba sangat mengidolakan ayahnya.

2. UP (2009)

Kisah ini berawal dari 2 orang sahabat Carl dan Ellie yang menjalin hubungan ikatan sedari anak-anak. Mereka merupakan orang yang menyukai petualangan. Setelah menikah, mereka mengumpulkan uang untuk bisa berpetualang bersama.

Walaupun akhirnya uang itu sering habis untuk keperluan lain. Usia pernikahan yang cukup lama ternyata tidak membuat mereka memiliki anak. Sepertinya ada sebuah penyakit yang menimpa Ellie.Film yang rilis pada 29 Mei 2009 merupakan Animasi Terbaik Oscar tahun 2010.

3. Coco (2017)

Film Animasi yang merupakan Animasi Terbaik Oscar tahun 2018 ini berada dalam arahan sutradara Lee Unkrich dan Adrian.

Dia selalu bermain musik dengan sembunyi-sembunyi dan meniru idolanya yang telah meninggal, Ernesto de la Cruz. Pernah suatu ketika dia ketahuan memainkan gitar dan keluarganya marah besar.

Miquel kabur menuju pemakaman Cruz dan mengambil gitar idolanya. Namun ternyata pencurian gitar itu membawanya ke dimensi lain dan berkemungkinan bertemu dengan arwah Cruz secara langsung.

4. Big Daddy (1999)

Salah satu film yang membuat nama Adam Sandler lekat dengan genre komedi keluarga, di sini ia berperan sebagai Sonny Koufax, seorang bujangan yang tinggal di New York City sebisa mungkin menghindari apapun bentuk tanggung jawab selayaknya orang dewasa pada umumnya.

5. The Pursuit of Happyness (2006)

film ini merupakan film drama penuh emosional perjuangan seorang ayah yang mencintai dan harus membesarkan anaknya yang masih kecil dalam kondisi tidak punya uang, tidak punya rumah dan tidak punya pekerjaan.

Dengan latar belakang seorang sales dan penjual, dia memberanikan diri untuk mengambil sebuah tawaran untuk menjadi distributor sebuah alat kedokteran yang baru dan canggih.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING