Artis Pelangi Records Rilis Cry For Palu

Banyak cara untuk membantu sesama. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh para artis Pelangi Records ini.

Dua Biduan, Oza Duo Serigala, Ghea Youbi, Rayvelin, Bian dan Margareth bersatu dan menyumbangkan suaranya demi masyarakat Palu, Sigi dan Donggala. Seperti diketahui, Palu, Sigi dan Donggala baru saja berduka.

Ketiga wilayah di Sulawesi Tengah tersebut porak poranda akibat musibah gempa bumi dan tsunami. Walau tak berkunjung langsung ke wilayah tersebut, namun para artis Pelangi Records ini tetap berusaha untuk membantu para korban bencana.

Mereka merilis sebuah single yang berjudul Cry For Palu. Lagu yang diciptakan oleh Don Kinol ini memang terinpirasi mengenai musibah yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala.

Liriknya pun cukup menyentuh dan dikemas dengan aransmen yang cukup matang. Nuansa kesedihan telah terasa sejak intro lagu ini diputar. Bagaimana tidak, Don Kinol sengaja memasukan suara ombak dan kepanikan dari masyarakat di sana dengan mengambil deskirpsi dari video-video YouTube yang banyak beredar.

Baca juga   Aktor Ben Stiller Rilis Single Punk Yang Tertunda 36 Tahun

”Lagu ini memang benar-benar terinspirasi dari musibah tsunami Palu, Sigi dan Donggala,” ujar Don Kinol.

Namun menyatukan beberapa penyanyi untuk menyanyikan lagu ini ternyata tak semudah yang dibayangkan. Apalagi para artis Pelangi Records ini memiliki jadwal yang cukup padat.

”Kesulitannya itu dalam hal kehadiran artis secara bersamaan. Dan kesulitan dalam memilih karakter vocal yang pas pada bagian-bagian tertentu dalam lagu ini,” ungkap Don Kinol.

Awalnya, Don Kinol telah mengantongi beberapa nama penyanyi untuk menyanyikan lagu ini. Namun karena masalah jadwal, terpilihlah Dua Biduan, Oza Duo Serigala, Ghea Youbi, Rayvelin, Bian dan Margareth.

”Berhubung sebagian artis sudah punya jadwal masing-masing, jadi akhirnya artis yang bisa dalam waktu bersamaan,” terang Don Kinol.

Baca juga   “Terbitlah Terang” Album Perdana Wai Rejected Menyuarakan Isu Hoax

Prosesnya pun memakan waktu selama dua minggu. Mulai dari penggarapan musik hingga pembuatan video klipnya. ”Aransemen musik dan vokalnya yang lebih menguras tenaga dan kesabaran. Karena harus menggabungkan jenis suara dan karakter beberapa orang dalam satu lagu,” tutur Don Kinol.

Dan seperti tujuan awal, lagu ini memang dibuat untuk meringankan beban para korban bencana di sana.

”Lagu ini untuk charity Palu, Sigi dan Donggala. Jadi berapapun hasil seluruh penjualan digital dari lagu ini akan didonasikan untuk Palu, Sigi dan Donggala,” terang Don Kinol.

 

 

 

 

 

 

 

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.