Hubungan China-Korsel Mulai Mencair, Bintang K-pop Bisa Tampil Lagi di Cina

Hubungan China-Korsel Mulai Mencair, Bintang K-pop bisa tampil lagi di Cina - Promotor konser di china lagi gencar-gencarnya untuk meminta band-band korea untuk tampil di negera itu.
Hubungan China-Korsel Mulai Mencair, Bintang K-pop bisa tampil lagi di Cina – Promotor konser di china lagi gencar-gencarnya untuk meminta band-band korea untuk tampil di negara itu.

Hubungan China-Korsel Mulai Mencair, Bintang K-pop bisa tampil lagi di Cina – Promotor konser di china lagi gencar-gencarnya untuk meminta band-band korea untuk tampil di negara itu. Menurut orang-orang yang menggeluti bisnis promotor musik. Ini adalah tanda optimisme bahwa hubungan antara kedua negara sedang baik-baiknya.

Hubungan antara Beijing dan Seoul menjadi tegang sejak Korea Selatan sepakat pada tahun 2016 untuk menjadi tuan rumah sistem pertahanan rudal AS yang sangat ditentang oleh Cina.

Dengan keadaan ini tidak ada musisi besar Korea Selatan yang pernah tampil di China daratan. Dan promotor tidak repot-repot mengundang artis Korea Selatan selama beberapa tahun. Karena adanya persepsi bahwa pemerintah akan menolak aplikasi visa artis korea selatan untuk masuk ke china.

Belum lama ini para promotor mulai mengajukan permintaan untuk mendatangkan artis korea. Dan Sumber ini minta dirahasiakan namanya karena hal ini dianggap sensitif secara politis. Dan belum jelas Kementrian Kebudayaan dan Pariswisata China apakah mau menyetujui aplikasi mereka. Ungkap seorang promotor musik.

Terlepas dari pertunjukkan di wilayah administrasi khusus Cina Hong Kong dan Makau. Band papan atas K-pop seperti BTS – yang tahun lalu menjadi band Korea Selatan pertama yang berada di puncak tangga lagu Billboard AS.

Baca juga   8 November 2018 Guns N' Roses Menghentak Indonesia

Belum bisa mendapatkan izin untuk tampil di daratan Tiongkok untuk tahun ini.

Keretakan itu mendorong Cina untuk meluncurkan serangkaian tindakan hukuman yang merugikan bagi ekonomi Korea Selatan. Yang diperkirakan miliaran dolar karena kehilangan peluang bisnis.

“Orang-orang bersiap-siap,” kata Archie Hamilton, direktur pelaksana perusahaan promosi musik yang berbasis di China, Split Works. “Ada banyak uang di sana.”

Big Hit Entertainment yang mengelola BTS menolak berkomentar. Kementerian kebudayaan Tiongkok sejauh ini tidak menanggapi hal ini.

Kemarahan Cina atas keputusan Korea Selatan pada tahun 2016 karena korsel menerapkan sistem Pertahanan Area yang dikenal sebagai Thaad.

Agen-agen Cina berhenti menjual tur kelompok ke negara itu. Toko raksasa ritel Korea Lotte Group yang berbasis di China tiba-tiba mulai ditangguhkan karena pelanggaran keselamatan kebakaran. Acara TV Korea mulai menghilang dari layanan streaming China. Bank Korea memperkirakan bahwa reaksi Cina menekan pertumbuhan ekonomi negaranya sebesar 0,4 persen.

Tetapi ada tanda-tanda bahwa kemarahan China memudar. Larangan tur kelompok sebagian dicabut pada tahun 2018, drama Korea Selatan kembali di TV dan lagu-lagu K-pop sedang dipromosikan pada layanan streaming Cina.

Virus K-pop relatif tangguh meskipun ada larangan. Permintaan akan musik dari BTS, Girls ‘Generation dan Blackpink telah melonjak di China. Menurut Bernie Cho, presiden di DFSB Kollective yang menyediakan layanan label untuk ratusan “aksi” dari Korea Selatan.

Baca juga   Aktor Ben Stiller Rilis Single Punk Yang Tertunda 36 Tahun

Ketegangan politik tidak membuat raksasa internet China Tencent dan Alibaba menurun karena mereka memang tidak memiliki hubungan dengan tiga perusahaan musik terbesar di Korea Selatan.

Industri musik Korea Selatan menghasilkan penjualan US $ 98 juta di China pada tahun 2016, pasar nomor 2 di luar negeri setelah Jepang, menurut Layanan Informasi Statistik Korea.

“K-pop adalah pop internasional di Asia,” kata Cho. “Perusahaan-perusahaan Cina secara aktif menandatangani kesepakatan eksklusif dan berinvestasi di perusahaan-perusahaan musik, yang merupakan bukti meningkatnya kepercayaan terhadap pasar.”

Musisi menghasilkan uang lebih banyak dari tur daripada dari rekaman musik. BTS, misalnya, menghasilkan US $ 40 juta dari tur dunia sebelumnya.

“Banyak seniman Korea ingin melakukan tur [di Cina],” kata Jordan Corso, agen pemesanan di promotor Modern Sky Entertainment yang berbasis di Beijing. “Ini pasar yang besar untuk digarap.”

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : scmp