Dianggap Rasis Gucci Tarik Sweater Wol dengan Kerah Besar

Dianggap Rasis Gucci Tarik Sweater Wol dengan Kerah Besar
Dianggap Rasis Gucci Tarik Sweater Wol dengan Kerah Besar

Gucci meminta maaf setelah muncul banyak keluhan bahwa sweater wol dengan kerah besar yang dirancang untuk menutupi wajah menyerupai rias wajah hitam, dan mengatakan pakaian itu telah ditarik dari toko online dan toko retail.

Ini adalah kasus terbaru dimana rumah mode harus meminta maaf karena tidak peka budaya atau ras dan menjadi bukti lebih lanjut bahwa Italia khususnya memiliki catatan buruk terkait ketidakpekaan rasial yang menodai segala sesuatu mulai dari mode hingga sepak bola hingga politik.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter pada hari Rabu (6/2), Gucci mengatakan berkomitmen untuk keberagaman dan menganggapnya sebagai “nilai mendasar untuk ditegakkan sepenuhnya, dihormati dan berada di garis depan dalam setiap keputusan yang kami buat.”

Baca juga   Cari Tau Fakta-Fakta Tentang Emoji

Sweater wol hitam yang kerahnya bisa ditarik untuk menutupi hidung dan termasuk potongan kain merah untuk mulut ini dijual seharga $890. Sweater ini diejek di media sosial karena dipandang tidak sensitif dan rasis, pada saat AS sedang bergulat dengan kasus-kasus foto-foto lama politisi dengan wajah mereka yang buat hitam.

Gucci, milik konglomerat Perancis Kering dengan tim perancang Italia, tidak sendirian.

Pada bulan Desember, desainer Italia Prada mengatakan tidak lagi menjual sederetan aksesoris yang menampilkan karakter dengan kulit cokelat dan bibir merah yang berlebihan setelah muncul keluhan mereka menyerupai wajah orang kulit hitam.

Dan tahun lalu, Dolce & Gabbana membatalkan pertunjukan mode di Shanghai dan meminta maaf setelah video promosi yang dianggap rasis dan pesan Instagram yang menghina setelah itu memicu kehebohan di salah satu pasar terbesar dunia untuk barang-barang mewah. Kampanye iklan menampilkan model Tionghoa yang mencoba makan pizza, spaghetti, dan cannoli dengan sumpit. [as]

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News