Podcast, ketika seolah stasiun radio ada digenggamanmu sendiri


´╗┐Podcast, ketika seolah stasiun radio ada digenggamanmu sendiri

Podcast, ketika seolah stasiun radio ada digenggamanmu sendiri

Di era berbagi seperti ini hampir tidak ada lagi sumberdaya sosial yang di miliki oleh korporat tertentu, segala sesuatu bisa dilakukan sendiri lewat media Smartphone.

Pernah berfikir nggak kalau radio yang sering anda dengar lewat smartphone, hp, atau perangkat radio, isi nya adalah suara kita semua dan
anda bisa bahas apapun yang kita inginkan untuk di sebarkan ke orang lain.

Nah mungkin anda semua hari ini sudah tidak asing dengan sebuah media audio bernama “Podcast”

Saat anda mendengar sebuah podcast pertama kali, mungkin muncul di pikiran adalah lho ini mirip radio! Memang betul mirip, tapi beda he..he..

Podcast itu memang mungkin mirip dengan radio, tapi sebenarnya beda . Kesamaannya ya podcast umumnya berupa audio (walaupun sekarang juga ada podcast video) yang didengarkan seperti Anda mendengar radio.

Kesamaan lain adalah seperti radio dimana anda harus memilih mau mendengarkan stasiun radio A atau stasiun radio B dan seterusnya.Di Podcast juga sama, anda juga perlu memilih mau mendengarkan podcastnya siapa di topik apa.

Anda mau dengar apa saja juga ada. Saat ini ada lebih dari 200.000 podcast saya rasa di  semua kategori tersebut dan terus bertambah. Tentu Anda tidak perlu mendengarkan semuanya he..he..  Cukup yang menarik minat Anda saja.

Saya memang lebih banyak mendengar podcast di kategori literasi dan diskusi terkini. Tapi ada banyak orang di Amerika yang dengar podcast tentang TV Series yang populer seperti Lost, Walking Dead dll atau dengar podcast tentang games seperti Clash of Clan, Minecraft dan game populer lainnya.

Terus terang sulit bagi saya membayangkan mendengarkan podcast tentang games he..he.. 

Saat ini membuat podcast jauh lebih mudah dan tidak butuh investasi besar seperti buat stasiun radio sehingga akhirnya industri podcast berkembang pesat.

Industri radio sendiri di Amerika mengalami penurunan karena semakin banyak orang memilih untuk mendengar podcast daripada radio.

Baca juga   Pacitan Salah Satu Kota Tujuan Wisata Populer Pasca Badai Cempaka

Memang kebanyakan podcast yang ada memang masih dalam Bahasa Inggris. Hampir tidak ada yang Bahasa Indonesia, paling dari Radio BBC Indonesia. Mungkin itu sebabnya mengapa di Indonesia, podcast masih jarang diketahui oleh banyak orang.

Jadi melalui artikel ini, saya ingin memperkenalkan Podcast agar semakin banyak dikenal dan banyak yang mendengarkan sehingga akhirnya banyak yang memproduksinya.

Saya yakin podcast akan berkembang di Indonesia karena di kota-kota besar, kita terbiasa menghabiskan banyak waktu di perjalanan karena jalanan macet sehingga bisa mendengarkan podcast di banyak topik adalah sesuatu yang menarik untuk dilakukan.

Bedanya podcast dengan radio adalah podcast merupakan rekaman. Biasanya tidak ada atau jarang ada iklan, tidak ada selingan lagu yang berkepanjangan dan kita bisa pilih mau dengar topik apa, gak usah ngikuti jadwal atau maunya radio 

Biasanya podcast terbagi atas episode-episode dimana tiap episode biasanya ada judul tertentu, jadi biasanya tahu bahas apa. Panjang tiap episode biasanya antara 10 menit s/d 90 menit lebih (tergantung maunya si pembuat podcast).

Jadi apa sebenarnya kelebihan podcast dibanding radio atau dengarin rekaman audio MP3? Kelebihan utama podcast menurut saya adalah:

  • Ada banyak pilihan podcast yang bisa Anda dengar. Ada ratusan kategori dan puluhan atau bahkan ratusan ribu podcast yang bisa Anda pilih sesuai dengan minat dan hobi Anda. Bandingkan dengan radio, ada berapa banyak stasiun radio di kota Anda? Ada radio untuk orang bisnis, radio untuk wanita dan sebagainya, tapi ada berapa banyak? Paling juga 15-an.
  • Tidak ada iklan berlebihan seperti radio, yang rasanya tiap 10 menit ada iklan atau selingan lagu.
  • Anda bisa mendengarkan podcast sesuai dengan waktu yang Anda miliki. Jadi misal Anda jogging jam 5 pagi, Anda bisa mendengarkan podcast yang bermanfaat atau yang Anda sukai. Kalau radio jam 5 pagi ya cuma lagi instrumen doang he..he.. karena penyiar radio masih tidur 
  • Anda otomatis menerima episode baru di smartphone (sudah di download dan siap didengarkan) dari podcast yang Anda langganan. Jadi tidak perlu repot-repot lagi harus download di komputer, lalu pindahkan filenya ke smartphone (itu juga kalau Anda ngerti caranya he..he..).
  • Podcast yang sudah didengar, bisa otomatis dihapus sehingga tidak menghabiskan space memori di smartphone Anda.
Baca juga   Dari Bir ke Roti: Daur Ulang Biji Barley Jadi Tepung

Sejarah Singkat Podcast

Podcast sudah ada sejak tahun 2005, tetapi memang baru hits sejak tahun 2007 di luar negeri mulai banyak digunakan dan momentumnya berkembang cepat sejak 2011 hingga sekarang.

Podcast itu sebenarnya berasal dari kata iPod + Broadcasting. Oooh, begitu mendengar kata iPod, Anda pasti langsung ingat Apple 

Ya memang betul, walaupun rekaman audio sebenarnya merupakan hal yang dari jaman dulu juga sudah ada, tetapi cara untuk mendapatkan audio podcast, cara berlangganan, cara mendownload dan mendengarkannya adalah sesuatu konsep yang diciptakan oleh Apple (saat mulai launch iPod lalu iPhone dll) sehingga jauh lebih mudah dan menyenangkan prosesnya bagi konsumen.

Ya Apple memang jago dalam urusan merubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih sederhana sehingga lebih mudah digunakan. Saya akan ceritakan di bawah soal mekanismenya dan cara menggunakannya.

Tetapi jangan khawatir, Podcast sekarang bisa diakses dan digunakan dengan smartphone apapun, tidak harus iPhone atau iPod dari Apple.

Anda juga bisa pakai Android, Blackberry (walaupun tidak disarankan, sorry) atau Windows Phone tidak ada masalah karena memang di semua OS tersebut sudah ada aplikasi untuk mendengarkan podcast.

Untuk aplikasi yang sering saya gunakan untuk mendengar podcast adalah Spotify, kategori podcastnya bisa anda pilih sendiri sesuai selera dan suara

Ok saya rasa Anda sudah cukup jelas dengan gambaran apa itu podcast, yang penting langsung coba. Jangan salahkan saya kalau Anda terus jadi kecantol 

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News