Peneliti LAPAN: “Pontianak Itu Unik”

GENCIL.NEWS Peneliti Lapan Lembaga Antariksa Nasional (Lapan) Bandung saat menghadiri titik kulminasi di Pontianak, Rabu (21/3), Dr Rhorom Priyatikanto, mengungkapkan bahwa Pontianak memiliki pesona unik dibanding daerah lainnya di Indonesia.

“Karena Pontianak dilewati garis khatulistiwa maka ini fenomena yang langka dan ini menjadikan Kota Pontianak unik,” katanya.

Ia menjelaskan terkait fenomena kulminasi dan pengaruhnya bagi bumi yakni terjadi perubahan musim seperti dari musim hujan ke panas atau dari musim semi ke musim gugur.

“Saat terjadi kulminasi matahari di antariksa ionosfer akan lebih banyak dari biasanya. Hal itu bisa saja sejenak mengganggu sinyal GPS atau radio,” kata dia.

Lanjutnya, untuk fenomena telur bisa berdiri menurutnya bukan hanya saja bisa terjadi di saat kulminasi matahari namun di hari – hari biasa juga bisa terjadi selama di area garis khatulistiwa.

Baca juga   500 GenRe Getarkan Harganas XXV di Manado

“Begitu juga arah perputaran air yang kebalikan arah jarum jam. Itu hanya pengaruh keberadaannya dari belahan bumi utara atau selatan,” jelasnya.

Adanya inisiasi mini planetarium saat Pesona Titik Kulminasi 2018 diharapkan bisa memberi pengetahuan tentang antariksa.

“Sambutannya luar biasa mendapat perhatian dari pengunjung. Hal itu terlihat dari antrean yang pajang dari pengunjung untuk menyaksikan penjelasan antariksa melalui video,” katanya lagi.

LapanĀ  memberikan edukasi tentang fenomena matahari kepada Pengunjung Pesona Kulminasi 2018 melalui mini planetarium di Tugu Khatulistiwa Pontianak.

“Melalui mini planetarium kita menjelaskan kepada pengunjung tentang antariksa termasuk tentang kulminasi matahari,” ujarnya. (all)