Connect with us

oleh-oleh

Kain Maduaro Selendang Penutup Kepala Masyarakat Menggala Lampung

Published

on

Maduaro merupakan jenis kain sulam dari Provinsi Lampung berupa selendang penutup kepala masyarakat Menggala. Pengaruh kain Maduaro di Lampung pada mulanya dibawa oleh nenek moyang masyarakat Menggala yang menunaikan ibadah haji di Mekkah pada abad ke-18. Selain itu para pedangang Gujarat India juga menjual kain sejenis kepada masyarakat Menggala, sehingga moti-motif yang berkembang di Menggala dipengaruhi motif dari Hindustan. Selanjutnya masyarakat Menggala mengembangkan kain Maduaro. Selain sebagai tutup kepala dikembangkan juga sebagai Kawai Rajo (Pakaian kebesaran para Penyimbang) pada upacara adat.

Pada tahun 1830, Muslimah Nahdatul Ulama di daerah Menggala mendirikan organisasi khusus untuk wanita bernama Fatimi’ah yang bergerak dibidang pembuatan kain khas Lampung seperti Tapis, Songket, Mantok (tenun) termasuk Tuguk Maduaro, Baju Sadariyah dan Tarkidah serta Ngerenda dan Sulam Bubut yang berpusat di Al Hidayah Strat III Kampung Menggala.

Para wanita Menggala membuat kain sebagai Sesan untuk dibawa pada saat pernikahan mereka, salah satunya berupa Maduaro yang dibuat dari Benang Selingkang yang didatangkan dari India. Pada periode berikutnya kegiatan menyulam kain Maduaro menjadi kebiasaan para gadis di daerah Menggala untuk mempersiapkan sebagai Sesan.

Dalam perkembangannya kain Maduaro mulai dibawa keluar oleh orang Menggala untuk membina para gadis dalam mengembangkan kerajinan menyulam di Way Lima dan Talang Padang.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

oleh-oleh

Pria AS ‘Hadiri’ Pernikahan Putrinya lewat Robot

Published

on

Seorang ayah dikarantina di sebuah pangkalan Angkatan Laut AS di California dan tidak bisa menghadiri langsung pernikahan putrinya ratusan kilometer jauhnya di Arizona.

Tapi ia hadir melalui ‘telepresence robot,’ dengan mengarahkan gerakan robot itu, menyapa para tamu dan menyaksikan putrinya berdansa pada pesta pernikahan tersebut.

Karena semakin banyak orang di seluruh dunia membatasi diri keluar rumah karena virus corona, mereka juga menjadi kreatif untuk tetap ambil bagian dalam momen besar hidup mereka.

Di antara ribuan orang yang terperangkap dalam kapal pesiar Grand Princess, Joel Young, seorang kontraktor teknisi bagian lampu kapal, adalah salah seorang yang menjalani karantina karena wabah virus corona.

Joel tadinya menghabiskan waktu karantina di kabin kapal yang sempit bermain video game. Ia berharap bisa berada di rumahnya di Arizona untuk satu hal, yaitu menghadiri pernikahan putrinya.

Namun, ia sedang dikarantina di San Diego.

“Ketika saya menelepon dan berbicara dengannya dan memberitahu bahwa saya tidak akan dapat menghadiri pernikahannya, banyak air mata yang bercucuran,” ujar Joel.

Sebuat robot manusia digunakan untuk menyambut pengunjung dan menghibur pasien di sebuah rumah sakit di Arizona (foto: ilustrasi).
Sebuat robot manusia digunakan untuk menyambut pengunjung dan menghibur pasien di sebuah rumah sakit di Arizona (foto: ilustrasi).

Sejumlah teman dan kolega berupaya dan mencari jalan keluar bagi Joel Young untuk bisa berada di pernikahan putrinya dengan menggunakan ‘robot telepresence’ yang dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya.

Robot yang diberi nama ‘Papabot’ itu dikirim ke rumah ibunya di Phoenix, Arizona. Robot Papabot bertelinga kelinci itu pun mengenakan dasi.

“Dengan perangkat ini, memungkinkan saya untuk mengontrol apa yang saya lihat, ke mana saya pergi,” tambah Joel.

Acara pernikahan itu berjalan dengan indah. Joel Young tidak bisa mengantarkan putrinya berjalan menuju altar seperti yang direncanakan, tapi dia berada di sana melalui kehadiran Papabot, berbaur dan bercengkrama dengan para tamu yang hadir, menyaksikan kebahagiaan putrinya berdansa dari tempat para hadirin.

“Saat menghadapi sebuah tantangan, upayakan solusi terbaik sebisa mungkin. Terimalah apa adanya dan hidup terus berlanjut,” tukasnya.

Ketika dunia berjuang menghadapi kenyataan hidup yang baru terkait pandemi COVID-19, kehadiran teknologi dapat membantu. Sebagaimana kehadiran seorang ayah untuk berada di tempat di mana ia dibutuhkan. 

Continue Reading

HEADLINE

Kopi Termahal di Dunia Dijual di California

Published

on

Kopi Termahal di Dunia

Kopi Termahal di Dunia Dijual di California – Sebuah perusahaan di California membuat kopi termahal di dunia. Bo Thiara adalah salah seorang pemilik perusahaan dan kedai Klatch Coffee.

“Setiap tahun ada kompetisi kopi Panama terbaik di dunia dan ada sekitar 50 lot yang dilelang. Kopi terbaik di ajang itu bisa melelang 45 kilogram dan ada harga tertinggi untuk kopi terbaik. Tahun lalu dihargai hampir Rp 8.250.000 per pon. Tahun ini dihargai Rp 11.410.000 per pon,” ujarnya.

Kedai Klatch Coffee menawarkan kopi terbaik Panama Elida Geisha 803 untuk waktu yang terbatas di Los Angeles dan San Francisco.

“Kami mendistribusikan 10 pon (4,5 kilogram) untuk seluruh Amerika Utara. Kami mengolah dan menyeduh 2,25 kilogram di LA. Ini setara dengan sekitar 40 hingga 50 cangkir dan kami total menyuguhkan 40 hingga 50 cangkir di sini,” tambah Bo Thiara.

803 adalah nama yang mengacu pada harga rekor dalam dolar per pon untuk kopi butiran yang dilelang baru-baru ini, setelah memenangkan kompetisi kopi terbaik Best of Panama.

Perusahaan Klatch mampu membeli 10 dari 100 pon yang tersedia di seluruh dunia. Yang menghasilkan hanya sekitar 80 porsi eksklusif di AS dengan harga sekitar satu juta rupiah per cangkir.

Bijih-bijih kopi itu dikemas terpisah dalam paket masing-masing seberat 18 gram dan hanya dibuka oleh barista (penyeduh kopi) yang memenuhi syarat setelah dipesan terlebih dulu oleh pelanggan. Bijih kopi itu juga bisa dikirim ke pelanggan disertai instruksi penyeduhannya secara rinci.

Pemilik kedai Klatch mengatakan rasa kopi berubah ketika diminum dari rasa menyerupai teh menjadi rasa buah berry ketika dingin.

Lauren Svensson adalah seorang pelanggan yang berkesempatan menikmati kopi mahal ini. “Saya agak kaget mengetahui ada kopi seharga satu juta rupiah per cangkir tetapi ternyata sangat enak. Rasanya sangat berbeda dari kopi apa saja yang pernah saya rasakan,” katanya.

Porsi kopi yang kecil dan mahal itu tersedia di kedai Klatch di San Francisco.

Charlie Sinhaseni pelanggan lainnya menyebut kopi termahal di dunia ini adalah kopi terbaik yang pernah dicicipinya.

“Sangat menarik. Ketika pertama kali melihatnya saya kira hanya sekedar gengsi dan mengira akan memberi penilaian lain namun saya justru sangat menikmatinya,” tutur Charlie.

Pemilik Kedai kopi Bo Thiara mengatakan tren ini serupa dengan minuman anggur, di mana 40 tahun yang lalu orang minum Gallo atau Almaden. Sekarang orang terbiasa dengan berbagai macam pembuat minuman dan kebun anggur. Mungkin hal yang sama dirasakan oleh pencinta kopi, tapi siapa saja akan menikmati kopi yang berkualitas. (my)

Continue Reading

oleh-oleh

Manisnya Lek Tau Suan, Sajian Kuliner Khas Tionghoa Kalbar

Published

on

GENCIL NEWS – PONTIANAK – Salah satu suku yang ada di Kalimantan Barat yaitu etis Tionghoa. Seperti halnya suku lain, etnis Tionghoa Kalimantan Barat juga memiliki sajian kuliner khas yang lezat dan nikmat. Salah satu sajian kuliner khas Kalbar dari masyarakat Tionghoa yaitu Lek Tau Suan.

Nama Lek Tau Suan sendiri berasal dari bahasa Tionghoa yang memiliki arti butiran mutiara kacang hijau, hal ini memang Lek Tau Suan merupakan kuliner khas masyarakat Tionghoa Kalbar yang terbuat dai kacang hijau yang telah dikupas.

Seperti dengan arti namanya yaitu butiran mutiara kacang hijau, Lek Tau Suan memiliki tampilan yang berkilau layaknya mutiara ketika terkena sinar yang terang. Sehingga selain memiliki rasa yang manis dan lezat, Lek Tau Suan juga memiliki tampilan yang unik, maka tak jarang banyak masyarakat Kalimantan Barat maupun luar, menyukai sajian kuliner khas masyarakat Tionghoa Kalbar ini.

Kelezatan lain dari Lek Tau Suan ini dihasilkan dari campurnya kuah kental dan bening, dimana kuah tersebut terbuat dari tepung tapioka. Dan untuk rasa manisnya, Lek Tau Suan ini juga terbuat dari bahan dasar gula pasir. Sedangkan untuk aromanya memiliki aroma khas dari daun pandan.

Cara menyajikan Lek Tau Suan ini, disajikan bersama dengan gorengan ca kwee yang memiliki rasa gurih dan renyah. Sehingga ketika anda mencicipi kuliner khas masyarakat Tionghoa Kalbar ini anda akan merasakan sensasi perpaduan antara rasa manis, gurih renyah dan nikmat.

Continue Reading

TRENDING