Harga Tiket Pesawat Selangit, Biang Keroknya Jumlah Penumpang Turun?

Harga Tiket Pesawat Selangit, Biang Keroknya Jumlah Penumpang Turun?
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pesawat rute domestik sejak awal tahun turun. Data mereka menunjukkan, penumpang pesawat domestik pada Februari tercatat hanya 5,63 juta atau turun 15,46 persen secara bulanan (month-to-month) dibanding Januari yang masih 6,66 juta penumpang.
  • Namun, jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year), penumpang pesawat domestik turun 18,51 persen. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan penumpang domestik merupakan imbas dari jumlah hari pada Februari yang hanya sebanyak 28 atau lebih sedikit dibanding Januari yang 31. 

Harga Tiket Pesawat Selangit, Biang Keroknya Jumlah Penumpang Turun?-Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti menerangkan, penurunan jumlah penumpang itu terjadi secara rata-rata. Menurutnya masih ada beberapa bandara yang jumlah penumpangnya lebih tinggi.

Baca juga   Esemka Kini Menjadi Mahesa, Transportasi Massal Masyarakat Perdesaan
harga tiket pesawat untuk tanggal keberangkatan 5 Juni 2019

Ketika ditanya apakah kenaikan harga tiket jadi penyebab dari penurunan penumpang itu, Polana mengaku tak bisa menjawabnya. Sebab menurut informasi yang didapatkannya, seluruh jenis armada mudik Lebaran juga mengalami penurunan penumpang. 

“Kalau diduga harga tiket, saya tidak bisa jawab. Karena semuanya baik angkutan darat, laut juga terjadi penurunan. Jadi tidak bisa disalahkan harga tiket. Sampai kemarin semua mengalami penurunan penumpang 10-20%,” ujarnya 

Kementerian Perhubungan sendiri sebelum musim mudik Lebaran sudah menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) untuk tiket pesawat kelas ekonomi 12-16%. Sehingga Polana yakin untuk kelas ekonomi tarifnya lebih rendah dengan tahun lalu.

“Kan kalau akhir tahun atau Lebaran biasanya maskapai cari revenue tinggi karena permintaan tinggi. Tapi TBA turun, berarti harusnya kan lebih murah,” ujarnya.

Baca juga   63 Desa Jadi Target Rencana Aksi Peningkatan IDM Provinsi Kalbar

Pemerintah, kata Polana, akan berupaya mengakomodir kebutuhan baik dari maskapai maupun penumpang. Oleh karena itu, pemerintah memiliki pertimbangan yang dalam ketika menyesuaikan TBA.

“Indonesia ini negara kepulauan. Transportasi udara punya peran penting. Jangan sampai maskapainya gulung tikar. Jadi ada dua faktor utama dalam pengaturan TBA, masyarakat dan maskapai. Jangan lupa di dunia hanya Indonesia yang mengatur tarif batas harga tiket,” tutupnya.

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News