Connect with us

Travel

Ini Toko Roti Yang Menjadi Simbol Keharmonisan Antar Agama di AS

Published

on

Sebuah toko roti yang terletak di pinggiran Long Island, New York, dianggap sebagai simbol keharmonisan antar-agama oleh penduduk dan media setempat. Pemiliknya adalah seorang warga Amerika keturunan Pakistan.

Ketika pemilik Beach Bakery Grand Café sebelumnya memutuskan menjual toko roti itu beberapa tahun lalu, berita itu mengkhawatirkan warga Westhampton Beach yang sebagian besar dihuni oleh warga Yahudi. Ini dikarenakan toko roti itu telah melayani kebutuhan makanan mereka selama hampir tiga puluh tahun. Salah seorang pelanggan, Eva Lubeck, mengatakan.

“Keluarga saya hanya makan makanan kosher (makanan yang disiapkan dengan mengikuti tata cara/adat istiadat Yahudi.red). Kami menyukai toko roti ini karena tidak ada lagi toko makanan kosher di daerah ini,” kata Eva.

Komunitas Yahudi itu khawatir jika pemilik baru akan tetap mempertahankan atau mematuhi tata cara menyediakan makanan ala Yahudi itu atau tidak. Tetapi Rashid Sulehri yang membeli Beach Bakery and Grand Café itu pada tahun 2018 menepis keraguan itu dengan melangsungkan pertemuan bersama warga komunitas Yahudi dan memastikan bahwa ia tetap mempertahankan tata cara itu.

“Saya menyampaikan pidato di sinagog lokal di sana.Sekitar 800 anggota komunitas itu datang dan mendengarkan apa yang saya sampaikan. Pidato itu juga disiarkan secara langsung pada hampir 4,1 juta penonton. Kami memiliki sertifikat kosher dan siapa pun dapat datang, melihat langsung apakah kami kosher atau tidak,” kata Rashid.

Sementara Rashid mempertahankan kosher di toko roti itu dengan mematuhi Kashrut (aturan hukum Yahudi tentang kesesuaian makanan, penggunaan benda-benda ritual dan lainnya.red), ia juga memastikan agar persiapan makanan memenuhi standar halal sesuai keyakinan agama Islam yang dianutnya.

“Perbedaan utama antara makanan kosher dan halal adalah pada cara menangani dan mempersiapkan daging. Jadi kami memutuskan untuk menghilangkan penggunaan daging dari daftar menu kami. Jadi jika kita tidak menyajikan daging, produk susu dan produk vegetarian, selama memenuhi persyaratan kosher maka makanan itu secara otomatis halal. Hal menantang lainnya adalah soal minuman beralkohol. Jadi kami juga memutuskan tidak menyajikan alkohol,” kata Rashid.

Setelah perubahan ini, bersamaan dengan basis pelanggan Yahudi yang besar, komunitas Muslim di daerah itu pun mulai berduyun-duyun mengunjungi toko roti itu.

“Ketika anak-anak saya mendengar tentang tempat ini, kami merasa seharusnya kami juga datang berkunjung,” kata Tahira.

Hal senada juga dikatakan pengunjung lainnya, Kevin. “Sebagian besar makanan atau barang disini tidak dapat ditemukan di tempat lain,” katanya.

“Para pelanggan saling bertemu dan berbicara. Mereka berusaha memahami satu sama lain. Dan itulah yang membuat toko roti ini begitu dihargai di komunitas ini,” kata Rashid.

Dengan makanan kosher dan halal ini, Beach Bakery and Grand Café telah menjadi contoh integrasi agama di kawasan Westhampton Beach. Tetapi bagi pemilik toko roti itu, sebagaimana juga restoran atau toko populer lainnya, makanan lezat adalah alasan terbaik mengunjungi toko roti itu.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel

Gordon Ramsay Blusukan di Sumbar

Published

on

Gordon Ramsay Blusukan di Sumbar
Gordon Ramsay Blusukan di Sumbar - foto kompas

GENCIL NEWS – VOA -Bagi masyarakat Indonesia adalah suatu kebanggaan tersendiri ketika melihat keindahan alam Sumatra Barat, yang kaya akan budaya, ditampilkan pada layar kaca oleh National Geographic.

Stasiun televisi internasional itu memilih provinsi tersebut untuk menjadi lokasi syuting “Uncharted,” acara yang mengulik kearifan lokal makanan suatu negara.

Dibawakan oleh koki selebritas asal Inggris, Gordon Ramsay, yang terkenal sebagai koki yang galak dalam acara televisi “Hell’s Kitchen,” “Uncharted” edisi Sumatra Barat dimulai dengan menyorot tradisi Makan Bajamba atau makan bersama ala Minangkabau, bersama masyarakat Tanah Datar.

Gordon yang hadir di acara tersebut terlihat mencari-cari sosok William Wongso, koki sekaligus pakar kuliner legendaris Indonesia, yang tengah berjalan memasuki Istana Pagaruyung.

William pun langsung menyambut Gordon dengan hangat. Ia bahkan membawa pakaian adat Minang lengkap khusus untuk Gordon. Ia lalu mengajak Gordon mencicipi beberapa jenis masakan yang berhasil membuatnya kepedasan, termasuk rendang yang menjadi fokus acara tersebut.

Gordon lalu diberi misi yang unik, yaitu belajar masak rendang secara tradisional. Ia juga menerima tantangan William untuk menyuguhkan masakan khas Minangkabau itu kepada Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan keluarga.

William kemudian menjadi mentor yang mengajarkan Gordon cara memasak satu dari sekitar 200 varian rendang yang terdapat di Indonesia. Dalam acara itu, Gordon memasak rendang versinya sendiri, menyuguhkannya kepada gubernur dan keluarga yang lalu menguji kelezatan hasil masakannya.

UsulkanSumatera Barat

Terwujudnya acara tersebut berawal pada September 2019, ketika National Geographic menghubungi William Wongso. Mereka memberitahu William mengenai rencana syuting di Indonesia, sebagai salah satu negara yang akan mereka kunjungi di antara Tasmania dan India.

“Tapi 17.000 kepulauan ini, kita harus pilih yang mana?” cerita William Wongso saat diwawancara VOA melalui Zoom.

Untuk acara sebesar itu, dengan yakin Wongso mengajukan Sumatera Barat. Menurutnya, Indonesia harus memberikan suatu kejutan kepada dunia internasional.

“Warnanya bagus banget. Cantik banget. Jadi, saya kirim semua data dan aktivitas budaya. Bajamba terutama. Saya mau (menekankan) mengenai tradisi Bajamba di Sumatera Barat,” jelas Wongso, pakar kuliner yang lahir di Malang pada1947.

Alasan lain mengapa William memilih Sumatera Barat adalah karena masakan Minang sudah terkenal hingga ke seluruh nusantara. Bahkan, rendang sudah dikenal masyarakat dunia.

Dalam waktu dua minggu, National Geographic langsung setuju dan menyampaikan keinginan mewawancarai William lebih dalam mengenai Sumatera Barat. Pada Oktober, tim dari National Geographic, termasuk produser eksekutif “Uncharted,” Jon Kroll, datang ke Sumatera Barat untuk mengecek lokasi dan bertemu William.

“Saya terbang ke Sumatera Barat, bertemu mereka, sekalian memperkenalkan kepada Gubernur (Irwan.red). Kebetulan Gubernur, teman lama,” kata pria berusia 73 tahun ini.

“Januari, persis Indonesia belum kedengaran Covid, mereka datang. Syuting tanggal 19 sampai 22 Januari, tapi production team-nya, kira-kira 20 orang, bertahap bersama tim saya sudah masuk ke Sumatera Barat dua minggu sebelumnya,” tambahnya.

Gunakan Tungku dan Arang

Ini memang bukan pertama kali Gordon Ramsay mencicipi dan memasak rendang. Menurut William, koki Inggris kelahiran 1966 itu pernah mempelajari cara memasak rendang khas Malaysia.

Dalam “Uncharted” edisi Sumatra Barat, Gordon blusukan ke pasar tradisional untuk mencari sekitar 12 rempah yang akan ia gunakan untuk memasak rendang. Ia pun rela mengulek sendiri rempah-rempah yang ia beli di pasar. Bahkan sampai meminjam kompor pedagang di pasar itu, untuk mulai memasak bumbu.

Ketika memasak untuk Gubernur Sumatera Barat dan keluarganya, Gordon menggunakan tungku dan arang, yang menurut William “sesuai dengan kaidah tempat masing-masing.” Inilah yang menjadi salah satu keunikan acara televisi “Uncharted.”

William mengapresiasi keseriusan Gordon Ramsay untuk mengetahui secara detil cara memasak rendang di tempat asalnya.

“Jadi memang dalam cerita, dia datang ke Indonesia mau bertemu dengan saya, untuk mengetahui salah satu (nya) terutama, seluk-beluk ‘bagaimana sih rendang itu sebagai makanan kebanggaan Sumatera Barat?’” kata pria yang mempelajari teknik kuliner hingga ke berbagai negara, termasuk Australia, Belanda, Italia, Jerman, dan Prancis.

“Siapa tahu dia akan menggunakan beberapa elemen rendang itu, mungkin rasa dan bumbu, diaplikasikan dalam masakan di restorannya di London,” lanjut William.

Keduanya lalu memasak beberapa jenis masakan berbeda, sesuai interpretasi masing-masing, termasuk rendang tradisional. Namun, untuk rendang, Gordon Ramsay “berusaha memasak secara otentik.”

“Nanti dibandingkan dengan (rendang buatan)saya, disajikan ke bapak Gubernur dan keluarga,” ujar William Wongso.

Nggak Takut Kotor’

Penggemar Gordon Ramsay tentu ingat sosoknya sebagai koki yang galak dan sangar dalam acara televisi “Hell’s Kitchen.” Namun, siapa yang menyangka, ternyata ia adalah sosok yang menurut William Wongso “senang bercanda.”

“Pokoknya aktif banget orangnya,” ujar William Wongso.

Satu hal yang paling berkesan bagi William Wongso adalah ketika ia dan Gordon Ramsay menghadiri acara Makan Bajamba di istana Pagaruyung.

“Ini lucu banget. Lucu banget,” kata William Wongso sambil tertawa.

“Istana Pagaruyung kan tinggi banget. Terus setelah kita berdua meninggalkan tempat itu, terus dia berbisik kepada saya, ‘William, are you 73?’ Saya diam sejenak. Saat itu saya merasa tua banget gitu, karena tahu-tahu tangan saya dipegang. ‘Let me hold your arm to walk down the steps’(red: ‘Mari saya pegang lengan Anda untuk turun tangga’) Jadi, saya dituntun, turun tangga, karena dia bilang saya 73.Human-nya itu, menurut saya, sayaappreciatebanget, bahwa bagaimana pun juga dia manusia,” lanjut William Wongso.

Menurut William, memang sosok koki galak dan sangar yang digambarkan dalam “Hell’s Kitchen” hanyalah tayangan, yang “membuat satuimageyang agak negatif.” Namun, sebagai pakar kuliner kelas internasional yang turun langsung ke berbagai daerah dan mempelajari kearifan lokal berbagai makanan, William mengatakan, Gordon “sangat menghormati kebudayaan makanan masing-masing tempat yang dia nggak pernah kenal sama sekali.”

William juga memuji Gordon karena “orangnya nggak takut kotor dan benar-benar meleburkan diri ke dalam kebudayaan masing-masing daerah yang ia kunjungi.

“Waktu dia harus memerah susu kerbau yang kerbau (nya) terlalu pendek buat ukurannya, dia jongkok aja susah. Akhirnya, itu kotoran kerbau semua terempas ke badannya. Dia nggak ada risihnya sama sekali dan dia biasa. Dia bisa guling-guling di rumput yang basah. Mungkin saya malah yang nggak terlalu bisa begitu,” jelas William.

Dalam episode ini juga diperlihatkan bagaimana Gordon rela masuk lumpur untuk mengikuti balap sapi tradisional, Pacu Jawi, di Tanah Datar, untuk mendapatkan daging sapi yang enak.

Tersiksa Makan Durian

Satu hal yang menjadi perbincangan hangat di media sosial dari “Uncharted”adalah adegan dimana Gordon Ramsay mencoba durian. Ade Putri Paramadita, pemandu Gordon di Indonesia, berupaya meyakinkan Gordon, yang awalnya tampak enggan, untuk mencoba buah khas Asia Tenggara tersebut.

“Dari awal dia sudah nampak ada penolakan. Aku bilang, ‘Kamu harus coba. Ini beda. Ini durian Sumatera’,” cerita Ade.

Menurut Ade, Gordon justru lebih tertarik pada Lemang dan Aia Kawa yang juga disajikan bersama durian.

Aia Kawa adalah minuman teh yang terbuat dari daun kopi khas Sumatera Barat, sedangkan Lemang adalah beras ketan yang dimasak dalam ruas bambu. Ade mengisahkan ia perlu berupaya lebih keras untuk meyakinkan Gordon supaya berani mencicipi durian.

“Cukup tersiksa kayaknya sih dia,” ungkap Ade sambil tertawa. Sudah terlihat “cukup tersiksa,” ternyata Gordon kembali disodorkan durian oleh William Wongso.

“Waktu kita masak bareng, saya dikirimi durian. Saya taruh satu durian di meja dia. Dia langsung bilang, ‘William, tolong just take it away,’cerita William Wongso sambil tertawa mengingatnya.

Nggak tahan banget dengan bau durian gitu. Aku nggak bisa kebayang lagi kalau dia (mencium) bau tempoyak,” lanjutnya sambil tertawa.

Tempoyak adalah daging buah durian yang difermentasi.

Ade Putri Belajar Budaya Baru

Ade mengaku semua proses rekaman tidak melibatkan arahan naskah sama sekali. Proses pengambilan gambar dilakukan secara natural dengan kamera yang terus merekam obrolan Ade dan Gordon.

Ade, yang memang hobi bertualang dan mencicipi berbagai penganan nusantara, mengaku awalnya agak khawatir Gordon akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tak terduga.

“Aku sebagai orang Indonesia harus jalan ke pelosok Sumatera Barat. Ternyata, aku sendiri baru tahu, ada beberapa budaya yang seperti ini di Sumatera Barat,” ujarnya.

Total, Ade menghabiskan waktu 12 hari di Sumatera Barat. Selama lima hari, Ade menjadi “supir pribadi” Gordon’ ke berbagai tempat di Bukit Tinggi, Sungai Jambu, hingga Istana Pagaruyung.

Selama belasan tahunAde Putri Paramaditamelakoni profesi sebagai Road Manager band-band, yang rutin melakukan tur dan konser di berbagai kota.

“Sebenarnya itu numpang aja, supaya (saya) bisa diajak jalan-jalan ke luar kota tanpa harus bayar tiket, dan bisa icip-icip makanan di manapun dan jalan-jalan ke pasar,” ujarnya.

Memperkenalkan Masakan Indonesia

Menjadi pemandu tokoh kuliner besar seperti Gordon Ramsay, bagi Ade, adalah kesempatan besar untuk memperkenalkan Indonesia, utamanya melalui kuliner. Dengan antusias Ade bercerita kepada VOA bahwa ia sangat berhasrat untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui program produksi National Geographic ini.

“Bahkan ketika ke hutan pun, aku kasih lihat dia bunga putri malu dan dia tercengang gitu. Meski ngga ditayangin, bisa pamer seperti itu rasanya bangga sekali,” tutur Ade.

Ade berharap, pertemuannya dengan Gordon Ramsay bisa menjadi pintu pembuka agar dunia bisa lebih menyorot Indonesia. Ia mengatakan ingin sekali mengajak Gordon blusukan ke kota dan desa di daerah Jawa yang bahkan belum banyak diketahui masyarakat pulau Jawa sendiri.

“Aku yakin orang-orang, utamanya di Jakarta, belum tahu masakan-masakanndesoyang menarik dan punya cerita panjang di belakangnya,” ucap Ade.

Perempuan yang mulai menulis soal kuliner nusantara sejak 2002 ini berpesan agar masyarakat Indonesia bisa turut menghargai dan mempromosikan makanan-makanan Indonesia. Menyaksikan koki kelas dunia terkesima akan makanan Indonesia yang kaya rasa, membuat Ade semakin semangat mengangkat kuliner nusantara agar bisa dikenal lebih luas.

“Kita harus ingat, kita tinggal di Indonesia dengan berbagai makanan ini. Berarti, harusnya, kita yang bisa mengangkat makanan ini ke luar. Bukan cuma rendang, tetapi juga berbagai makanan Indonesia lainnya,” papar Ade.

Seperti Ade, William Wongso yang sering melakukan diplomasi kuliner Indonesia ke berbagai negara, berharap agar kesempatan menampilkan kebudayaan dan kuliner Indonesia lewat tayangan seperti “Uncharted”, akan ada lagi di kemudian hari.

“Ini sebagai pancingan. Denganinterestini, moga-moga nanti ada lagi daerah-daerah lain yang dibuat program yang sama. Indonesia terlalu kaya untuk hal ini. Sayang kalau nggak di explore,” kata Wongso.

Continue Reading

Travel

5 Tempat Wisata Misteri Di Pulau Jawa Yang Terkenal Menantang

Published

on

5 Tempat Wisata Misteri Di Pulau Jawa Yang Terkenal Menantang
5 Tempat Wisata Misteri Di Pulau Jawa Yang Terkenal Menantang - foto Hipwee.com

GENCIL NEWS – Untuk anda pecinta horor dan penikmat kisah misteri belum sah rasa nya jika belum datang dan mengunjungi tempat lokasi wisata ini di pulau jawa.

Tidak sedikit orang yang memilih pergi ke tempat-tempat menantang dan menyeramkan. kamu termasuk salah satunya, berikut beberapa tempat wisata horor di Pulau Jawa ini yang bisa jadi referensi liburanmu.

Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur

Taman Nasional Alas Purwo terletak di Tegaldlimo, Purwoharjo, dan Banyuwangi, Jawa Timur. Taman ini memiliki empat zona antara lain Intensive Use Zone, Wilderness Zone, Sanctuary Zone, dan Buffer Zone. Terdapat pula Gunung Lingga Manis sebagai puncak tertinggi, sekitar 332 meter di atas permukaan laut.

Beberapa cerita mistis yang tersebar disebabkan banyaknya gua yang digunakan untuk tempat pesugihan, mencari kesaktian, dan sebagainya. Bahkan, kabarnya taman nasional ini dikatakan sebagai kerajaan jin yang cukup besar, Masyarakat sekitar mengklaim sering melihat sosok genderuwo.

Nusa Barong, Jember, Jawa Timur

Pulau yang terletak di bagian selatan Jember ini memiliki keindahan alam luar biasa. Terdapat banyak satwa di sini, seperti penyu hijau, biawak air, monyet, dan sebagainya. Tidak banyak yang mengunjungi pulau ini, kelestariannya masih terjaga baik.

Nusa Barong dikenal juga sebagai Pulau Ular, karena kabarnya banyak yang melihat ular besar. Saat ini Nusa Barong dijadikan cagar alam tanpa penduduk. Sehingga, ketika menjelang malam, suasana di pulau ini sangat mencekam. 

Museum Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat

Jauh dari kesan kuno dan membosankan, Museum Pos Indonesia di Bandung tampak cukup Instagramable, sehingga banyak anak muda yang mengunjunginya. Didirikan pada 1931, lokasinya berada di Jalan Cilaki Nomor 73. 

Beberapa pengunjung mengklaim pernah melihat penampakan sosok perempuan di dalam museum. Selain itu, di dekat pintu masuk biasanya ada sosok pria yang dilihat para pengunjung. 

Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu, Jawa Tengah

Air Terjun yang terletak di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, ini berada tepat di lereng Gunung Lawu. Grojogan sendiri berarti air terjun, sedangkan sewu berarti seribu. Tingginya sekitar 81 meter yang bisa diakses dengan menuruni anak tangga.

Tempat ini kabarnya menjadi pusat pertemuan para roh leluhur dan makhluk gaib yang hidup pada zaman dulu. Adanya jembatan di kawasan air terjun ini juga dianggap sebagai penyebab pisahnya sepasang kekasih ketika berfoto atau terjadi kecelakaan. 

Museum Fatahillah, Jakarta

Museum Fatahillah di Kota Tua ternyata tak hanya menarik untuk dijadikan lokasi wisata sejarah, tetapi juga untuk para pecinta wisata horor. Ada beberapa tempat yang kata banyak orang mencekam dan mistis.

Salah satunya adalah penjara bawah tanah yang terkenal sebagai tempat menghukum para pribumi. Konon, mereka ditawan dengan cara yang sadis dan banyak para tahanan yang mati di penjara bawah tanah. Museum ini juga memiliki ruangan-ruangan rahasia dan menambah misteri serta mistis yang tersembunyi.

Continue Reading

Travel

Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara

Published

on

Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara
Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara
Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara

Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara – Kepulauan Karimata adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pusat pemerintahnnya di Desa Pelapis. Kecamatan ini merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Pulau Maya sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kayong Utara Nomor 3 Tahun 2011.

Kecamatan Kepulauan Karimata secara geografis berada di paling barat wilayah Kabupaten Kayong Utara yang terdiri dari gugusan pulau di Selat Karimata.

Terdapat 83 pulau di kecamatan ini namun hanya 11 pulau yang berpenghuni, diantaranya Pulau Karimata, Pulau Pelapis Tengah, Pulau Panebangan dan Pulau Serutu.

Keadaan topografi pulau-pulaunya bervariasi dari pulau berpasir hingga bergunung dengan ketinggian mencapai 1.030 meter diatas permukaan air laut, yakni Gunung Cabang di Pulau Karimata.

Kepulauan Karimata memang punya puluhan pulau indah. Beberapa yang paling populer adalah Pulau Kayang, Betok, Pelapis, Buluh dan lainnya. Selain punya keunikan masing-masing, setiap pulau juga indah dan menarik untuk dikunjungi. Baik pulau yang sudah berpenghuni maupun yang tak berpenghuni.

Karimata mempunyai ekosistem yang menakjubkan seperti mangrove dan hutan tropis. Populasi burung walet yang cukup banyak menjadikan kepulauan ini salah satu sumber pencarian sarang burung walet. Namun populasi burung itu telah berkurang drastis karena penangkapan berlebihan oleh orang-orang di luar Kepulauan Karimata.

Untuk sampai menuju Pulau Karimata, anda harus menggunakan transportasi air yang dapat ditempuh melalui dua rute yang berbeda, yaitu:

Melalui Pelabuhan Kakap dengan menggunakan kapal motor barang (carter) yang memasok sembako ke Kepulauan Karimata dengan waktu tempuh 8 jam. Jika memilih melalui rute ini, selama perjalanan anda akan beberapa kali singgah pada gugusan pulau di Kepulauan Karimata untuk memasok barang dagangan yang dibawa.

Melalui Pelabuhan Senghie dengan menggunakan speed boat selama 4 jam menuju Sukadana, kemudian dilanjutkan dengan naik perahu kelotok selama 12 jam menuju Pulau Karimata. Atau dapat menggunakan Kapal Express selama 7 jam dengan tujuan Ketapang, dan kemudian menyeberangi lautan menuju Pulau Karimata dengan waktu tempuh 12 jam.

Kondisi topografi pulau seluas 77.000 hektare ini terdiri dari dataran rendah sampai dengan dataran tinggi, yakni dari 0 – 1030 m di atas permukaan laut dengan keindahan panorama taman laut yang menakjubkan.

Secara geografis, kepulauan ini berada di selat perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, kurang lebih 100 kilometer sebelah Barat kota Ketapang, yang berada pada 1°25¢ – 1°50¢ Lintang Selatan dan 108°40¢ – 109°10¢ Bujur Timur.

Pulau Karimata memiliki beberapa tipe ekosistem di kawasan SALnya, mulai dari tipe ekosistem terumbu karang, hutan pantai, hutan mangrove, sampai dengan tipe ekosistem perbukitan tinggi dengan potensi flora yang terdiri dari ragam jenis tanaman laut dan tumbuhan tingkat tinggi yang tumbuh di bukit Pulau Karimata (data: Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang).

Begitu pula untuk jenis faunanya, mulai dari fauna perairan laut, sampai dengan fauna perairan air tawar, darat, dan udara. Melihat dari letaknya yang terpisah dari Pulau Kalimantan Besar (Borneo).

Diperkirakan jenis fauna yang terdapat pada kawasan ini banyak yang tergolong endemik (spesial karena hanya ada pada suatu wilayah atau daerah tertentu saja dan tidak ditemukan wilayah lain), diantaranya yang baru terdata antara lain Duyung (Dugongdugong), Tuntong (Batagurbaska), dan Kura-kura Gading (Olitia borneensis).

Pulau Karimata memiliki luas sekitar 77.000 hektare yang berstatus Suaka Alam Laut (SAL) ini memang menjanjikan keindahan bawah laut yang belum banyak dikenal para pehobi kegiatan bawah laut di Indonesia.

Di samping eksotisme taman lautnya, potensi “landscape” kepulauan yang dihuni oleh lebih dari 1.400 jiwa ini pun menawarkan pesona yang tidak kalah menawan. Pulau Karimata berada di selat perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Gugusannya terdiri dari dua pulau besar, yaitu Pulau Karimata dan Pulau Serutu, serta beberapa pulau kecil nan memesona, di antaranya Pulau Kelumpang, Pulau Buluh, Pulau Belian, Pulau Busung, Pulau Segunung, Pulau Genting, Pulau Serungganing dan Pulau Kera.

Continue Reading

TRENDING