Connect with us

Travel

Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara

Published

on

Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara
Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara
Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara

Kepulauan Karimata, Pesona Indah Dari Bumi Kayong Utara – Kepulauan Karimata adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pusat pemerintahnnya di Desa Pelapis. Kecamatan ini merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Pulau Maya sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kayong Utara Nomor 3 Tahun 2011.

Kecamatan Kepulauan Karimata secara geografis berada di paling barat wilayah Kabupaten Kayong Utara yang terdiri dari gugusan pulau di Selat Karimata.

Terdapat 83 pulau di kecamatan ini namun hanya 11 pulau yang berpenghuni, diantaranya Pulau Karimata, Pulau Pelapis Tengah, Pulau Panebangan dan Pulau Serutu.

Keadaan topografi pulau-pulaunya bervariasi dari pulau berpasir hingga bergunung dengan ketinggian mencapai 1.030 meter diatas permukaan air laut, yakni Gunung Cabang di Pulau Karimata.

Kepulauan Karimata memang punya puluhan pulau indah. Beberapa yang paling populer adalah Pulau Kayang, Betok, Pelapis, Buluh dan lainnya. Selain punya keunikan masing-masing, setiap pulau juga indah dan menarik untuk dikunjungi. Baik pulau yang sudah berpenghuni maupun yang tak berpenghuni.

Karimata mempunyai ekosistem yang menakjubkan seperti mangrove dan hutan tropis. Populasi burung walet yang cukup banyak menjadikan kepulauan ini salah satu sumber pencarian sarang burung walet. Namun populasi burung itu telah berkurang drastis karena penangkapan berlebihan oleh orang-orang di luar Kepulauan Karimata.

Untuk sampai menuju Pulau Karimata, anda harus menggunakan transportasi air yang dapat ditempuh melalui dua rute yang berbeda, yaitu:

Melalui Pelabuhan Kakap dengan menggunakan kapal motor barang (carter) yang memasok sembako ke Kepulauan Karimata dengan waktu tempuh 8 jam. Jika memilih melalui rute ini, selama perjalanan anda akan beberapa kali singgah pada gugusan pulau di Kepulauan Karimata untuk memasok barang dagangan yang dibawa.

Melalui Pelabuhan Senghie dengan menggunakan speed boat selama 4 jam menuju Sukadana, kemudian dilanjutkan dengan naik perahu kelotok selama 12 jam menuju Pulau Karimata. Atau dapat menggunakan Kapal Express selama 7 jam dengan tujuan Ketapang, dan kemudian menyeberangi lautan menuju Pulau Karimata dengan waktu tempuh 12 jam.

Kondisi topografi pulau seluas 77.000 hektare ini terdiri dari dataran rendah sampai dengan dataran tinggi, yakni dari 0 – 1030 m di atas permukaan laut dengan keindahan panorama taman laut yang menakjubkan.

Secara geografis, kepulauan ini berada di selat perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, kurang lebih 100 kilometer sebelah Barat kota Ketapang, yang berada pada 1°25¢ – 1°50¢ Lintang Selatan dan 108°40¢ – 109°10¢ Bujur Timur.

Pulau Karimata memiliki beberapa tipe ekosistem di kawasan SALnya, mulai dari tipe ekosistem terumbu karang, hutan pantai, hutan mangrove, sampai dengan tipe ekosistem perbukitan tinggi dengan potensi flora yang terdiri dari ragam jenis tanaman laut dan tumbuhan tingkat tinggi yang tumbuh di bukit Pulau Karimata (data: Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang).

Begitu pula untuk jenis faunanya, mulai dari fauna perairan laut, sampai dengan fauna perairan air tawar, darat, dan udara. Melihat dari letaknya yang terpisah dari Pulau Kalimantan Besar (Borneo).

Diperkirakan jenis fauna yang terdapat pada kawasan ini banyak yang tergolong endemik (spesial karena hanya ada pada suatu wilayah atau daerah tertentu saja dan tidak ditemukan wilayah lain), diantaranya yang baru terdata antara lain Duyung (Dugongdugong), Tuntong (Batagurbaska), dan Kura-kura Gading (Olitia borneensis).

Pulau Karimata memiliki luas sekitar 77.000 hektare yang berstatus Suaka Alam Laut (SAL) ini memang menjanjikan keindahan bawah laut yang belum banyak dikenal para pehobi kegiatan bawah laut di Indonesia.

Di samping eksotisme taman lautnya, potensi “landscape” kepulauan yang dihuni oleh lebih dari 1.400 jiwa ini pun menawarkan pesona yang tidak kalah menawan. Pulau Karimata berada di selat perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Gugusannya terdiri dari dua pulau besar, yaitu Pulau Karimata dan Pulau Serutu, serta beberapa pulau kecil nan memesona, di antaranya Pulau Kelumpang, Pulau Buluh, Pulau Belian, Pulau Busung, Pulau Segunung, Pulau Genting, Pulau Serungganing dan Pulau Kera.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel

4 Spot Wisata di Jawa Timur Mirip Luar Negeri

Published

on

Salah satu provinsi yang layak untuk dieksplor tempat wisatanya adalah Jawa Timur. Beragam wisata alam yang tersedia meliputi pantai, pegunungan, air terjun, hingga gua.  Tak ketinggalan, berbagai pagelaran festival budaya turut meramaikan wisata seninya.

Anda pasti tidak mengira, ada beberapa destinasi wisata yang mirip dengan wisata luar negeri. Penasaran? Yuk, cek saja rangkuman di bawah ini:

Hutan Bambu di Surabaya Rasa Sagano Jepang

Jika Anda mengunjungi Hutan Bambu Keputih, Surabaya, pasti Anda teringat dengan keindahan Hutan Bambu Sagano Jepang. Hutan di Surabaya ini terletak di atas tanah seluas 8,5 hektar. Ada empat jalur penjelajahan yang menarik untuk dijadikan spot hunting foto.

Tapi, sebenarnya hutan ini dulunya adalah tempat pembuangan akhir sampah atau TPA. Akhirnya disulap jadi hutan bambu serta taman bermain yang cantik untuk berekreasi.

Atlantis Land, DisneyLand ala Kota Surabaya

Atlantis Land letaknya ada di kawasan KenPark Surabaya. Inspirasinya memanglah dari konsep Universal Studio Singapura dan Disneyland. Luas taman hiburan ini adalah 15 hektar. Desainernya didatangkan langsung dari Australia.

Bagian Indoor dan outdoor dilapisi gemerlap lampu indah pada sudut-sudut bangunannya. Aneka ragam wahana bermain yang asyik dengan latar belakang negeri dongeng nan apik akan membuat pengunjungnya merasa betah.

Sungai Maron serasa Amazon

Pacitan lebih terkenal dengan pantainya yang indah, tapi, sebenarnya ada sungai yang layak untuk dieksplor. Yaitu Sungai Maron yang dikelilingi pepohonan rimbun. Berkat suasana hijau yang mendamaikan, spot ini sangat mirip dengan Sungai Amazon.

Kedalaman sungainya mencapai 20 meter dan panjangnya 4,5 kilometer. Air yang jernih membuat Anda ingin menceburkan diri di dalamnya.

Little Africa di Taman Nasional Baluran

Padang savana juga ada di Indonesia lho! tepatnya di Taman Nasional Baluran atau TNB. Lokasi pastinya ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Di tempat ini terdapat hamparan rumput yang luas dengan banyak satwa liar di dalamnya.

Julukan Little Africa untuk tempat ini sangat sesuai. Sebab, terdapat berbagai hewan yang menjadi penghuninya. Seperti rusa, banteng, ular, monyet, dan masih banyak lagi. Luas taman ini mencapai 25 ribu hektar dengan 40% bagiannya adalah vegetasi savana.

Menarik sekali kan, destinasi wisata di atas? Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri jika di Jawa Timur saja wisatanya sudah sedemikian komplit.

Continue Reading

Kabupaten Sambas

Lontong Sayur Mi Sanggol Kuliner Lezat Khas Sambas

Published

on

GENCIL NEWS – Jika berkunjung ke Kota Sambas, Kalimantan Barat jangan lupa untuk mencicipi kuliner lezat lontong sayur mi sanggol. Apalagi jika momentum Idul Fitri, sebagian masyarakat Melayu Kabupaten Sambas akan menjamu tamu pada hari pertama dengan makanan khas lontong sayur mi sanggol.

Disebut dengan lontong sayur mi sanggol, karena penyajian lontong sayur ini ditambahkan dengan mi yang berbentuk bulat seperti sanggul (tatanan rambut wanita)

“Khusus untuk lebaran pertama, kami selalu menyajikan lontong sayur yang ditambah dengan mi sanggol, yaitu mi bulat yang menyerupai sanggol wanita kebaya,” ujar salah satu warga

Lontong sayur mi sanggol khas Sambas berbeda dengan lontong sayur lainnya, karena masakan khas sambas ini terdiri dari banyak jenis sayur seperti, sawi, kol, kacang, wortel, nangka, dan ditambah dengan daging sapi atau daging ayam agar rasanya lebih lezat. Dan yang membuat unik adalah ditambah dengan mi sanggol.

“Dengan ditambah mi sanggol rasanya semakin nikmat atau ketika dimakan sedikit lembut karena ada nuansa mi sanggol dalam lontong sayur. Kalau lebaran tanpa lontong sayur, maka nuansa lebarannya tak akan terasa,” ungkapnya.

Namun sayangnya, menurut A Muin Ikram selaku Pengamat Budaya Sambas menyatakan, pada saat ini lontong sayur dan kue lapis khas Sambas mulai ditinggalkan generasi sekarang, karena mereka lebih menyukai kue kering yang tidak dikenal oleh masyarakat Sambas.

Continue Reading

Gaya Hidup

Menikmati Pemandangan Lalu Lintas Pesawat di Gravelly Point

Published

on

 

GENCIL.NEWS  Butuh istirahat dan relaksasi setelah berjalan dan berendam di D.C.? Pergilah ke Gravelly Point, terletak  di antara Sungai Potomac dan George Washington Parkway.

Meskipun menyediakan pemandangan cakrawala dan jalan setapak D.C yang indah, daya tarik utamanya adalah pemandangan dan suara booming pesawat terbang yang berangkat atau mendarat di landasan pacu Reagan National Airport.

Taman Gravelly Point adalah salah satu bagian George Washington Memorial Park. Para pengunjung, terutama penggemar dirgantara, bisa piknik sambil menikmati lalu lintas pesawat dari taman ini karena terletak tidak jauh dari Bandara Nasional Ronald Reagan di Arlington, Virginia.

Gravelly Point Park adalah sebuah bukit besar yang berumput  yang berada tepat di utara Bandara Nasional Reagan. Penduduk setempat berduyun-duyun ke sini untuk melihat  pandangan jarak dekat pesawat lepas landas dan mendarat sambil menikmati jalur sepeda, bangku piknik, dan pemandangan langit-langit DC yang paling menakjubkan.

 

Continue Reading

TRENDING