Connect with us

HEADLINE

Sejarah Panjang Muslim dan Islam di Amerika

Published

on

Sejarah Panjang Muslim dan Islam di Amerika
Sejarah Panjang Muslim dan Islam di Amerika
Sejarah Panjang Muslim dan Islam di Amerika

Sejarah Panjang Muslim dan Islam di Amerika – Muslim dan Islam memiliki sejarah panjang di Amerika. Barangkali Anda akan terkejut mengetahui sejumlah fakta di Amerika yang ada kaitannya dengan Islam dan Muslim.

Jumlah warga Muslim di Amerika Serikat hanya satu persen dari total populasinya. Tapi, tahukah Anda bahwa Muslim memiliki sejarah panjang di negeri Paman Sam, bahkan sejak benua Amerika ditemukan.

Hussein Rashid, pakar Kajian Timur Tengah dari Columbia University, menceritakan, Muslim tiba di benua Amerika bersama Christopher Columbus.

“Ada Muslim dalam kapal-kapal Columbus. Mereka berlayar menjelajah dunia baru. Sepertiga budak yang diperkerjakan pada kapal-kapal itu adalah Muslim. Gedung Putih sendiri dibangun oleh para budak, termasuk Muslim,“ paparnya.

Columbus menemukan benua Amerika pada 1492. Menurut sejarah, dalam kapal-kapal yang diberi nama Nina, Pinta dan Santa Maria, ada banyak budak kulit hitam yang beragama Islam. Kapal-kapal yang tadinya diarahkan ke Asia untuk mengumpulkan emas, permata dan rempah-rempah di sana itu akhirnya menjelajah dunia baru yang kini disebut Benua Amerika.

Sejak awal berdirinya, Amerika juga menjalin hubungan dengan negara-negara Muslim, termasuk Libya. Lagu Korps Marinir AS bahkan menyebut-nyebut Tripoli, ibukota Libya dalam liriknya. Dan sebagai ungkapan terimakasih terhadap Amerika karena membantu Libya mengatasi perompakan di laut, Libya memberi hadiah simbolik berupa pedang yang belakangan menjadi ornamen penting seragam marinir.

Foto Omar bin Said, tahun 1850, seorang budak Muslim yang menulskan kisah hidupnya dengan tulisan tangan selama menjadi budak. (Foto: Yale University)
Foto Omar bin Said, tahun 1850, seorang budak Muslim yang menulskan kisah hidupnya dengan tulisan tangan selama menjadi budak. (Foto: Yale University)

Thomas Jefferson, presiden Amerika ketiga dari tahun 1801 hingga 1809, juga dikenal sebagai pemimpin negara yang ramah terhadap Muslim. Ia pernah mengadakan jamuan makan malam pada akhir bulan Ramadan untuk para diplomat asing di Gedung Putih.

Yang tak kalah mengejutkan patung Liberty di New York yang menjadi landmark Amerika dan terkenal sebagai simbol kebebasan juga ada kaitannya dengan Muslim. Konon perancangnya mendasarkan desainnya pada perempuan Muslim Mesir.

Di Amerika juga ada kota yang namanya akrab dengan dunia Muslim

“Di Amerika ada kota bernama Allah (baca: allah) di Arizona dan Mahomet, di Illinois. Mahomet itu diberikan meniru nama Nabi Muhammad. Mayoritas penduduk kota itu bukan Muslim. Mereka memberi nama itu sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Muslim dan peradaban Muslim,” tambah Rashid.

Bicara mengenai peradaban dan kebudayaan Muslim, tempat peribadatan bagi Muslim juga sudah sejak lama eksis di Amerika. Setidaknya ada dua masjid yang tercatat sebagai masjid tertua di Amerika, yang pertama di Ross, North Dakota, yang didirikan pada 1929, dan yang kedua di Cedar Rapids, Ohio, yang didirikan pad 1934. Masid-masjid atau pusat-pusat kegiatan Islam belakangan juga mengilhami banyak arsitektur gedung-gedung mewah dan terkenal di banyak kota besar di Amerika.

Merebaknya pengaruh Islam di Amerika tak lepas dari pengaruh orang-orang besar seperti pejuang hak-hak sipil Malcolm X dan petinju legendaris Muhammad Ali. Mereka memeluk Islam sewaktu nama mereka masih menjadi sorotan besar di Amerika dan bahkan dunia.

Pejuang hak-hak sipil AS dan seorang Muslim, Malcolm X (kiri) dan petinju Muhammad Ali dalam foto di New York tahun 1964.
Pejuang hak-hak sipil AS dan seorang Muslim, Malcolm X (kiri) dan petinju Muhammad Ali dalam foto di New York tahun 1964.

Kebesaran nama Islam belakangan juga digaungkan Muslim-muslim berpengaruh. Dari dunia politik, ada Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, dua politikus vokal yang belakangan ini sering mengguncang iklim politik Amerika. Kedua perempuan anggota DPR AS itu berani mengungkapkan pendapat mereka mengenai masalah Muslim meski menghadapi banyak ancaman pembunuhan.

Dari dunia hiburan, ada Ice Cube, DJ Khaled, French Montana, sementara dari dunia olahraga ada Saquille O’Neal, Ibtihaj Muhammad, dan Dalilah Muhammad.

Yang juga perlu dicatat, keliru bila menduga studio besar televisi di Amerika anti-Muslim. Saturday Night Live, salah satu acara televisi populer yang ditayangkan jaringan televisi NBC, pernah menghadirkan tuan rumah dan bintang musik tamu yang sama-sama Muslim pada satu edisi mereka. Pelawak Dave Chappele — yang dikenal sebagai Muslim berpengaruh di media sosial – membawakan acara itu pada edisi November 2016 yang menghadirkan bintang musik tamu A Tribe Called Quest, sebuah kelompok musik hip hop yang personil utamanya adalah seorang Muslim. A Tribe Called Quest sendiri saat ini sudah bubar.

Terakhir, namun tak kalah penting, film seri kartun yang populer di jaringan televisi Fox, The Simpson, juga berusaha merangkul Muslim. Bart – salah satu tokoh utamanya – memiliki teman yang Muslim. Hussein Rashid mengatakan:

“Kalau Bart bisa punya teman Muslim. Kita semua bisa. Belajarlah dari Bart Simpson,” ujar Rashid.

Di industri makanan Amerika, Muslim juga membuat terobosan besar. Pemilik merek yogurt terkenal Chobani, Hamdi Ulukuya, dan pemilik usaha rangkai buah Edible Arrangement, Tariq Farid, ternyata adalah Muslim. (ab)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Gaya Hidup

Sensasi Bagi Penyelam dan Ilmuwan, Kuda Laut Yunani

Published

on

Penyelam lokal terpesona oleh makhluk laut yang anggun itu dan akan berusaha keras mendokumentasikan keberadaan mereka dan menghimbau perlindungan bagi kuda laut itu.

Pada 2007, penyelam komersial Vasilis Mentogiannis sedang mengerjakan proyek bawah air di teluk terpencil di Semenanjung Chalkidiki di Yunani Timur Laut ketika ia melihat kuda laut.

“Saya berkata sendiri, ‘Wow, kuda laut, luar biasa’. Tidak lama kemudian lewat yang lainnya, lalu yang lainnya, dan saya melihat banyak sekali , dan saya heran ‘ada apa disini? Saya kira ini sangat luar biasa,” kata Vasilis.

Penyelam berpengalaman itu mengatakan sangat langka melihat sekelompok kuda laut berkumpul bersama seperti itu. Didorong oleh rasa ingin tahu, ia memutuskan membentuk tim penyelam untuk melakukan survei dan mengumpulkan data mengenai kuda laut itu.

Para penyelam terpesona oleh kuda laut, kata anggota tim, Kostas Katsioulis.

“Ini adalah fenomena yang unik. Mereka yang menyelam bersama kami menjadi sangat antusias setelah melihat kuda laut, karena tidak ada perasaan lain seperti itu ketika Anda menyelam,” kata Kostas.

“Kami telah menghabiskan berjam-jam dengan kuda laut. Kuda Laut adalah makhluk pemalu, selalu membelakangi kamera,” kata Vasilis menyambung pernyataan Kostas.

Atas saran para ilmuwan, Mentogiannis yang punya latar belakang teknik mesin dan ahli dalam survei geofisika dan bawah laut menciptakan habitat buatan untuk kuda laut pada 2015.

“Kuda laut menyesuaikan diri dengan baik. Habitat buatan itu sangat berguna bagi kuda laut karena bisa mengaitkan ekornya, berbaring dan menyamarkan diri pada tali,” papar Vasilis.

Meskipun kuda laut hidup di perairan di sekitar Yunani, para ilmuwan mengatakan tidak lazim menyaksikan keberadaannya yang stabil dan berkelanjutan di daerah ini. [my]

Continue Reading

HEADLINE

Fransisco Sabalo Tutup Usia, Tinggalkan 42 Istri,156 Anak dan 250 Cucu

Published

on

Sebelum dimakamkan hari Minggu (19/4/2020), seorang laki-laki Angola yang dikenal sebagai “Pai Grande” –atau “Big Dad”– menarik perhatian.

Sedikitnya seribu orang, yang datang untuk menyampaikan penghormatan terakhir. Fransisco Tchikuteny Sabalo atau “Big Dad” meninggalkan 42 istri, 156 anak dan 250 cucu.

Para pelayat Sabalo saling berpelukan, menangis, bernyanyi dan berdiri berdekatan, meskipun ada seruan untuk menjaga jarak atau social distancing dan larangan yang dikeluarkan presiden untuk melakukan pertemuan lebih dari 50 orang pada masa pandemi virus corona ini.

Sabalo, yang berusia sekitar 70 tahun, meninggal dunia Selasa lalu (14/4) karena kanker prostat, demikian ujar keluarganya

Selama lebih dari satu tahun ia mengupayakan pengobatan di Luanda dan beberapa tempat lain, ujar salah seorang putranya, Lumbaneny Sabalo. Namun ia memutuskan kembali ke kediamannya sehingga “jika Tuhan memanggilnya, setidaknya ia meninggal didampingi istri dan anak-anaknya.”

Ia seorang “manusia yang komplit” yang mengutamakan keluarga dan pendidikan, ujar salah seorang pelayat dalam upacara pemakaman di Giraul do Meio, atau oleh warga lokal dikenal sebagai Pulau Mungongo, yang terletak di selatan kota pelabuhan Namibe.

Sabalo adalah jemaat gereja New Ecclesiastic Order of Angola, ujar salah seorang anggota keluarga lainnya. Ia dimakamkan di sebuah pemakaman yang diperuntukkan bagi keluarganya.

Angola melarang poligami, tetapi masih dipraktikkan secara luas di negara yang mayoritas beragama Kristen itu

Continue Reading

Gaya Hidup

Pertama di Amerika, Kafe Dengan Menu Utama Ganja

Published

on

Kafe Dengan Menu Utama Ganja

Pertama di Amerika, Kafe Dengan Menu Utama Ganja – Kafe ganja pertama di Amerika baru saja dibuka di Los Angeles, California. Bahan utama dalam hampir semua makanan dalam menu adalah ganja.

Menu yang disajikan antara lain: roti bakar alpukat atau jus seledri, yang disajikan dengan makanan camilan ganja. Para pegawai di kafe itu mengatakan sama seperti menu yang disajikan, para pelanggan kafe itu juga beragam.

Stephanie D’Ollion pegawai di Lowell Farms mengatakan, “Pelanggan berasal dari seluruh lapisan masyarakat. Sungguh! Kami melihat orang-orang dari segala usia. Bahkan tidak ada orang yang suka mabuk-mabukan dengan ganja.”

Meskipun masih menjadi kontroversi di banyak negara bagian, dan bahkan dinilai ilegal menurut hukum pemerintah federal; sejak akhir tahun 2016 negara bagian California telah melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi.

Tetapi sejauh ini kafe yang menyajikan menu dengan ganja ini adalah yang pertama di Amerika. Kafe ini mudah ditemukan dengan hanya melihat antrian panjang orang-orang yang menunggu untuk masuk ke dalam kafe.

Kafe ini tidak akan melayani pelanggan di bawah usia 21 tahun.

Dan seperti juga bartender, pegawai dan penjaga keamanan di kafe ini mengawasi para tamu untuk memastikan tidak ada yang mengkonsumsi ganja secara berlebihan, karena polisi bisa menangkap pengemudi yang diduga mengemudi di bawah pengaruh ganja.

Stephanie menambahkan, “Kami menyarankan mereka menggunakan taksi Uber dan Lyft, dan kalau ada orang yang menggunakan ganja secara berlebihan, kami akan akan memastikan bahwa mereka menggunakan transportasi umum.”

Kafe ini secara hukum tidak boleh membuat makanan apapun yang mengandung ganja Para pelanggan memesan makanan dan ganja, yang disajikan terpisah sebagai pendamping makanan utama mereka.

Para pelayan diharuskan mencoba menu sebelum hidangan disajikan kepada pelanggan sehingga dapat memberikan nasehat atau rekomendasi berdasarkan konsentrasi ganja tersebut.

“Lihatlah sekeliling Anda! Semua orang sangat senang, sangat lapar dan bersenang-senang,” imbuhnya.

Pejabat kota mengharuskan restoran memasang penyaring udara untuk menghilangkan bau ganja.

“Banyak orang keren di sini. Kami bertemu teman-teman dan mengkonsumsi ganja berkualitas baik,” kata seorang pelanggan.

“Bertemu teman-teman dan bersantai. Tidak ada bedanya dengan minum segelas anggur,” timpal lainnya.

“Ada ganja berkualitas baik dan makanannya juga enak!”

Pejabat lokal mengatakan telah menerima lebih dari 300 permintaan dari para pebisnis untuk membuka kafe semacam itu.

Continue Reading

TRENDING