Connect with us

Travel

Tim Arkeolog Mesir Temukan 30 Peti Mati dari Dinasti ke-22

Published

on

Tim Arkeolog Mesir Temukan 30 Peti Mati dari Dinasti ke-22
Tim Arkeolog Mesir Temukan 30 Peti Mati dari Dinasti ke-22
Tim Arkeolog Mesir Temukan 30 Peti Mati dari Dinasti ke-22

Tim Arkeolog Mesir Temukan 30 Peti Mati dari Dinasti ke-22 – Satu misi arkeologi Mesir, yang bekerja di tepi barat Sungai Nil, menemukan 30 peti mati yang masih utuh dan tersegel.

Benda-benda itu milik pemuka agama dari Dinasti ke 22, berupa dewa-dewa Mesir Amun dan Khonsu.

Dalam abad ke-10 Sebelum Masehi, hampir 3.000 tahun lalu, perampok makam meraja lela di Mesir. Mereka mencuri koleksi yang ditemukan dalam kuburan dan merusak peti mati dan mumi.

Para pendeta Firaun seringkali menyembunyikan peti mati untuk melindungi mereka.

Sebagian peti mati itu sepenuhnya dilukisi adegan-adegan dari buku orang mati itu dan judul-judul dari orang yang mati, sedangkan lainnya sebagian dicat, dan beberapa lainnya polos.

Peti-peti mati itu akan diperbaiki sebelum diangkut ke Grand Egyptian Museum untuk dipajang dalam ruang khusus

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel

Bandara Taipei Buka Tur ‘Pura-pura ke Luar Negeri’

Published

on

Bandara Taipei Buka Tur ‘Pura-pura ke Luar Negeri’

GENCIL NEWS – Kangen jalan-jalan naik pesawat, tapi nggak bisa karena corona? Kamis lalu (2/7), Bandara Songshan di Taipei, Taiwan menawarkan pengalaman naik pesawat namun tanpa tujuan.

Continue Reading

Travel

Suku Baduy Minta Ke Pemerintah Untuk Dihapuskan Dari Daftar Wisata

Published

on

Suku Baduy Minta Ke Pemerintah Untuk Dihapuskan Dari Daftar Wisata
Perwakilan dari Lembaga Adat Suku Baduy berphoto bersama dengan masyarakat yang diberi mandat untuk menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo ( Fajar Yugaswara).

GENCIL NEWS – Suku Baduy meminta kepada pemerintah untuk dihapuskan dari daftar wisata Indonesia untuk melindungi kawasan adat dari dampak negatif kunjungan para wisatawan. Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta kepada Presiden Joko Widodo agar dihapuskan dari daftar destinasi wisata Tanah Air karena kunjungan para wisatawan ke kawasan mereka berdampak negatif.

Heru Nugroho, salah seorang yang diberi mandat oleh lembaga adat suku Baduy mengatakan, permintaan tersebut diajukan karena arus wisatawan yang tidak terkendali.

Selain itu pencemaran lingkungan, pencemaran tatanan adat lembaga suku Baduy serta pengaruh teknologi kepada generasi muda suku Baduy yang dipandangnya tidak baik.

Heru mengatakan masalah-masalah tersebut sudah lama terjadi. Namun ide untuk meminta dihapus dari daftar destinasi wisata muncul ketika kunjungan turis ke Kampung Wisata Suku Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mereda akibat merebaknya pandemi Covid-19. Bukannya bersedi, kondisi sepinya wisatawan malah menyenangkan bagi suku Baduy

“Mereka itu kan merasa enak banget gak ada orang ke sini, meskipun tetap ada orang yang datang. Tapi jadi nyaman buat mereka, sehingga mereka berpikiran sudah wisatawan dihapus saja,” ujar Heru.

Beberapa contoh perilaku wisatawan yang dianggap sudah mengganggu, imbuh Heru, seperti mengambil foto sembarangan dan mencorat-coret tempat-tempat di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, suku Baduy pun meminta kepada pemerintah untuk bisa menghapus semua gambar-gambar suku Baduy dari Google, dan juga berharap satelit Google nanti tidak bisa menyorot terutama wilayah Baduy Dalam. Hal ini , kata Heru, karena menurut keyakinan suku Baduy, mengambil garmbar-gambar di desa Suku Baduy dapat mencemari kesakralan budaya mereka.

“Nah sekarang ini banyak gambar-gambar, bahkan di Baduy dalam yang disakralkan terus beredar di mana-mana. Nah, google dengan Google Map-nya juga bisa lihat dari atas. Ini yang mereka minta tolong ke pemerintah bagaimana caranya menghapus dan bagaimana Google Satellite tidak bisa melihat Baduy dalam,” paparnya

Secara pribadi, Heru melihat bahwa permasalahan ini terjadi karena kurangnya koordinasi antara Dinas Pariwisata, pemerintah daerah setempat, dan masyarakat Baduy itu sendiri.

“Pemda kurang konsisten melaksanakan aturan-aturan yang sudah disepakati dengan masyarakat Baduy, dengan lembaga adat. Jadi orang asal masuk, yang akhirnya bawa sampah, merusak lingkungan, kasih pengaruh ke generasi muda Baduy, diajarin FB, IG,” imbuhnya.

Surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo ini disertai dengan cap jempol dari beberapa perwakilan dari lembaga adat suku Baduy, dan telah dikirimkan pada Senin (6/7) dan dikabarkan telah sampai pada Selasa (7/7) kemarin.

Heru beserta tiga anggota lainnya, yaitu Henri Nurcahyo, Anton Nugroho, dan Fajar Yugaswara dipercaya oleh Lembaga Adat Baduy untuk bisa menyampaikan aspirasi dan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden, beberapa Kementerian dan perangkat daerah wilayah Banten.

Mandat tersebut disampaikan secara lisan oleh orang-orang di lembaga adat, yaitu Jaro Tangtu Cikeusik, atau Jaro Alim, yang turut disaksikan oleh Puun Cikeusik dan Jaro Saidi.

Ia pun mengaku siap mendampingi perwakilan dari lembaga adat Baduy, apabila memang akan dilakukan diskusi dengan pemerintah nantinya.

Pemerintah Siap Audiensi

Sementara itu Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral mengaku belum membaca surat terbuka itu. Meski begitu, ia mengatakan bahwa siapapun itu, termasuk komunitas boleh berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasinya.

Heru beserta tiga anggota lainnya, yaitu Henri Nurcahyo, Anton Nugroho, dan Fajar Yugaswara dipercaya oleh Lembaga Adat Baduy untuk bisa menyampaikan aspirasi dan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden, beberapa Kementerian dan perangkat daerah wilayah Banten.

Mandat tersebut disampaikan secara lisan oleh orang-orang di lembaga adat Baduy, yaitu Jaro Tangtu Cikeusik, atau Jaro Alim, yang turut disaksikan oleh Puun Cikeusik dan Jaro Saidi.

Ia pun mengaku siap mendampingi perwakilan dari lembaga adat Baduy, apabila memang akan dilakukan diskusi dengan pemerintah nantinya.

Pemerintah Siap Audiensi

Sementara itu Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral mengaku belum membaca surat terbuka itu. Meski begitu, ia mengatakan bahwa siapapun itu, termasuk komunitas boleh berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasinya.

Continue Reading

Travel

Makanan Khas Korea di Musim Panas Yang Menjadi Favorite

Published

on

Makanan Khas Korea di Musim Panas Yang Menjadi Favorite

Bagi para penyuka kuliner dan travelling beberapa negara asia terdekat akan menjadi tujuan wisata destinasi yang tidak terlupakan. Bahkan ada beberapa alasan menarik untuk kembali ke tempat tersebut dengan alasan ke khasan menu makanannya salah satu nya korea selatan.

Sekitar awal Juli sampai pertengahan Agustus di korea selatan akan memasuki musim panas, atau biasa dikenal dengan sebutan sambok deowi.

Sebagai salah satu Negara di asia yang mempunyai pembagian kategori 4 musim korea selatan pun juga memiliki makanan atau hidangan khas ketika memasuki musim ini.

Bahkan sebelum pandemik, banyak wisatawan lokal dan luar yang senang berlibur pada musim panas  di korea selatan hanya untuk turut menikmati kenikmatan berbagai menu hidangan yang biasa nya ditemukan saat musim panas di korea selatan.

Jenis makanan nya pun ada yang menyegarkan, ada juga yang berfungsi memberikan energi tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh seperti :

  • Bingsu

Di musim panas, masyarakat Korea Selatan juga sering  mengonsumsi  dessert,  yaitu bingsu. Bingsu terbuat dar es serut yang diberi topping kacang merah, buah-buahan, kue beras, susu manis, es krim, dan sirup buah.

Menu tradisional bingsu disajikan dengan kacang merah yang manis, namanya pat bingsu. tapi sekarang ada juga banyak menu dan varian bingsu dari buah, biskuit, hingga kopi dan green tea. 

  • Samgyetang

Samgyetang adalah sup ayam ginseng, sup ini dibuat dengan mennggunakan ayam muda yang diisi dengan nasi, jujube, jahe, bawang putih, ginseng, dan bumbu-bumbu lainnya.

Kemudian, ayam itu direbus dan disajikan dengan kaldu.sup ayam ginseng ini dipercaya memberikan nutrisi untuk energi.

  • Jjimdak

Selain samgyetang, ada juga jjimdak yang jadi makanan favorit orang Korea saat musim panas. Jjimdak juga dibuat dari ayam, namun bukan sup

Jjimdak dibuat dari ayam, cabai, jamur, wortel dan sayuran lainnya, juga kaldu dari saus yang manis pedas. Makanan ini rasanya pedas dan biasanya dimakan bersama dongchimi atau kimchi lobak

  • Naengmyeon

Selain makanan yang hangat, ada juga makanan berupa mi dingin, salah satunya naengmyeon. Mi dingin naengmyeon terbuat dari gandum dan disajikan dengan kuah kaldu sapi.

Uniknya, makanan ini awalnya dari Korea Utara, dan di sana naengmyeon dinikmati saat musim dingin.

  • Naeng kongguksu

Naeng kongguksu juga merupakan hidangan mi dingin, bedanya dengan naengmyeon, naeng kongguksu merupakan hidangan mi yang dihidangan dengan kaldu kacang kedelai dingin. mie ini biasanya disajian dengan telur rebus, mentimun, dan tomat

Continue Reading

TRENDING