Connect with us

Wisata

Mi Kering Khas Singkawang Kalimantan Barat

Published

on

GENCIL NEWS – KOTA SINGKAWANG – Singkawang memiliki kuliner yang khas dan sangat nikmat dengan citra rasa bumbu yang khas. Salah satu kuliner Singkawang yang memiliki citra rasa berbeda dengan makanan pada daerah lainnya, yaitu mi kering Singkawang.

Secara umum mi kering Singkawang ini  memang bila dilihat hampir sama dengan mi ayam yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. Namun tentunya mi kering Singkawang ini berbeda dengan mi ayam pada umumnya, karena mi kering Singkawang ini disajikan dengan toping seperti daging ayam, bakso, lumpia dan telur dadar.

Apalagi meskipun namanya mi kering, namun mi ini disajikan dengan sedikit kuah dari kaldu daging sapi. Sehingga penyajian mi kering bersama toping yang lezat dan kuah kaldu yang nikmat ini menjadikan citra rasa dari mi kering berbeda dengan mi ayam pada umumnya, karena rasanya lebih enak dan lezat.

Sebenarnya, mi kering ini merupakan kuliner khas dari masyarakat Thinghoa yang ada di Kalimantan Barat, dengan toping utamanya daging babi. Namun karena semua masyarakat, terutama masyarakat muslim juga ingin menikmati mi kering khas Singkawang ini, maka banyak warung makan yang berlogo “halal” menyajikan mi kering khas Singkawang dengan mengganti toping daging babi menjadi daging ayam atau sapi.

Sehingga bila anda datang ke Kalimantan Barat, khususnya Singkawang anda tak perlu khawatir jika ingin mencicipi kuliner khas Singkawang mi kering ini, karena banyak warung makan yang berlogo “halal” yang telah menyajikan mi kering khas Singkawang ini.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Wisata

Arab Saudi Menjaga Tradisi Kontes Kecantikan Unta

Published

on

GENCIL.NEWS – Unta-unta berpunuk satu berparade di jalur balap berdebu, di bawah tatapan para juri yang menilai ukuran bibir, pipi, kepala dan lutut. Sekelompok laki-laki memperhatikan dari bangku penonton. Sesekali mereka melontarkan seruan ketika unta yang mewakili suku mereka berjalan di lapangan.

Lusinan unta-unta didiskualifikasi dari ‘kontes kecantikan unta’ tahun ini yang diadakan di Arab Saudi karena pawang mereka menggunakan Botox untuk mempercantik ternak peliharaan mereka.

“Unta-unta,” itu kata ketua juri peragaan, Fawzan al-Madi “adalah simbol Arab Saudi. Kami sebelumnya menjaga tradisi ini karena keharusan, sekarang kami melestarikannya sebagai warisan masa lalu.”

Berbagai perubahan berlangsung di Arab Saudi: Negara itu sedang membuka bioskop film pertamanya. Tak lama lagi kaum perempuan Arab Saudi diizinkan mengemudi. Para pihak berwenang berharap meragamkan kegiatan ekonomi tidak hanya bertumpu pada perdagangan minyak yang sudah menjadi sumber penghidupan berpuluh tahun.

Meski Arab Saudi sedang mencoba mengubah kerajaan konservatif itu, pemerintah berusaha memuluskan jalan reformasi dengan menekankan aspek tradisional dalam kebudayaan mereka. Dan untuk Suku Arab Bedouin, tidak ada yang lebih penting dibandingkan unta. Ternak ini sudah digunakan berabad-abad untuk makanan, transportasi, mesin perang dan rekanan.

Seorang laki-laki bersorak sambil mengendarai unta dalam Festival Unta Raja Abdulaziz di Wilayah Rimah, timur laut Riyadh, Arab Saudi, 19 Januari 2018.

Pemerintah telah membuat beragai perubahan untuk festival tahunan kecantikan unta yang berlangsung selama sebulan itu. Lokasi festival dipindah ke daerah pinggiran ibu kota, dari sebelumnya tahun lalu diselenggarakan di padang pasir terpencil. Di lapangan padang pasir datar, pemerintah Arab Saudi sudah membangun lokasi penyelenggaraan permanen, dengan tajuk acara: balapan unta dan kompetisi dengan total dana 213 juta riyal (57 juta dolar).

Paviliun menjadi tempat lelang unta-unta terbaik yang bisa terjual jutaan riyal.

Ada kios-kios makanan dan suvenir, kebun binatang untuk anak-anak berinteraksi dengan unta-unta tertinggi dan terpendek di dunia, museum dengan patung unta dengan ukuran sebenarnya, tenda-tenda untuk mencicipi susu unta dan kain dari rambut unta, serta sebuah planetarium untuk memperlihatkan bagaimana orang-orang Arab mengendarai unta melintasi padang pasir dengan berpedoman pada bintang-bintang.

Penyelenggara mengatakan “Desa Warisan” ini akan diperluas di tahun-tahun mendatang karena Putra Mahkota Mohammed bin Salman, ahli waris tahta kerajaan, merangkap menteri pertahanan dan kepala kebijakan minyak dan ekonomi, akan memimpin melalui Klub Unta, yang secara resmi didirikan dengan keputusan kerajaan.

Meski festival baru separuh jalan, jumlah pengunjung naik sepertiga dari tahun lalu. Sekitar 300 ribu orang berkendara 1,5 jam dari Riyadh untuk menyaksikan festival itu, kata Fahd al-Semmari, anggota Klub Unta.

“Visinya adalah agar (festival) itu menjadi acara global, merintis forum untuk semua golongan masyarakat untuk datang menikmati hiburan, pengetahuan dan kompetisi.” [fw]

Continue Reading

Wisata

Yuk Jelajahi Perjalanan Nan Romantis di Turki

Published

on

Emre melamar pacarnya, Mine Nur, di gerbong kereta “Eastern Express yang diterangi nyala lilin. Lamaran romantis itu berlangsung dalam perjalanan kereta yang menempuh jarak ribuan kilometer menyusuri bagian timur Turki, yang menurut Emre adalah awal sempurna untuk perjalanan kehidupan mereka.

GENCILNEWS –  “Kami senang jalan-jalan. Jadi, ini cocok untuk kami. Perjalanan ini semacam demo pendek dari kehidupan kami bersama untuk sepanjang masa,” kata Emre, yang memutuskan melamar Mine setelah berpacaran selama dua tahun.Mine Nur menerima lamaran Emre.

Hingga beberapa tahun lalu, memilih naik kereta selama 24 jam untuk menempuh perjalanan sejauh 1.365 kilometer (850 mil) daripada naik pesawat yang hanya membutuhkan waktu satu jam, dianggap tidak masuk akal. Meski harga kereta sangat murah, yaitu hanya 45 lira ($11).

Sinan Usta, mahasiswa berusia 24 tahun, menghias kamar tidurnya dengan lilin-lilin dan lampu-lampu pada saat Eastern Express melintas Provinsi Kayseri dari Ankara menuju Kars, Turki, 9 April 2018.

Namun keadaan berubah ketika sekelompok turis muda Turki memutuskan untuk tidak mengindahkan kecepatan dalam bepergian dan memilih untuk memesan tiket kereta dengan gerbong tempat tidur atau “sleeper.” Tentunya, mereka juga tidak lupa membagikan pengalaman di media sosial.

Sejak saat itu, kereta menjadi tempat untuk bersenang-senang, berpetualang, bersosialisasi dan mendapatkan pengalaman baru.

“Tentu saja tren ini menarik perhatian kami di Instagram. Beberapa unggahan mendorong kami untuk melakukan perjalanan ini,” kata Nurcan Guner, yang naik kereta itu bersama seorang teman baiknya. Guner mengenakan piyama dan kaus kaki seragam yang dipilih khusus untuk perjalanan kereta itu.

Permintaan Tinggi

Kereta Eastern Express berangkat dari Ibu Kota Ankara setiap hari menuju Kars, dekat perbatasan Armenia. Dalam perjalanannya, Eastern Express melewati provinsi-provinsi seperti Kayseri, Sivas, Erzincan dan Erzurum. Kereta akan tiba di Kars setelah menempuh perjalanan 24 jam dan 30 menit.

Busra Korkmaz (kiri), 20 tahun, Ozlem Ozderya (kanan), 20 tahun dan Berfin Abadan (kanan atas), 21 tahun, berbincang dalam perjalanan kereta Eastern Express melewati Provinsi Kayseri dalam rute dari Ankara ke Kars, Turki, 9 April 2018.

Selama perjalanan para penumpang kereta bisa menikmati pemandangan ladang-ladang pertanian, bukit-bukit dan hutan-hutan. Kereta juga melewati sungai-sungai yang meluap karena salju yang mencair di tengah matahari musim semi, serta melewati terowongan-terowongan panjang dan gelap menembus pegunungan.

Dengan pengalaman seperti ini, tak heran bila tiket cepat habis terjual hanya dalam sehari setelah reservasi dibuka, meski jumlah gerbong sudah ditambah dari 5 menjadi 11.

Selama 2017 saja, jumlah penumpang Eastern Express naik sebanyak 40 persen dari tahun 2016, menjadi 300 ribu orang.

Kereta Eastern Express dilengkapi dengan gerbong tempat duduk dan gerbong tempat tidur, toilet, kulkas mini dan meja.

Burcu Yilmaz, seorang teknisi medis berusia 37 tahun, memutuskan untuk naik kereta Eastern Express setelah melihat foto-foto di media sosial. Yilmaz sempat kesulitan mendapatkan tiket, tapi akhirnya bisa berangkat bersama ketiga temannya.

“Pengalaman paling mengesankan,” kata dia. “Perjalanan ini kesempatan berharga untuk bertemu orang-orang baru, untuk mengadakan pesta di gerbong-gerbong. Anda tidak bisa melakukan hal-hal ini bila melakukan perjalanan dengan cara lainnya.” [ft/au]

Continue Reading

Wisata

Toko Es Krim Hong Kong Tawarkan Rasa Gas Air Mata

Published

on

Toko Es Krim Hong Kong Tawarkan Rasa Gas Air Mata -Gas air mata adalah salah satu rasa baru yang ditawarkan sebuah toko es krim di Hong Kong. Bahan utamanya adalah lada hitam, yang mengingatkan para demonstran di Hong Kong akan sensasi pedas dan menyengat yang membuat mata mereka perih dan berurai air mata, seperti sewaktu disemprot gas air mata oleh polisi anti huru-hara.

“Rasanya seperti gas air mata. Membuat kita sulit bernafas pada awalnya, dan ini benar-benar menyengat. Membuat saya ingin buru-buru minum banyak air,” kata Anita Wong, seorang pelanggan, yang pernah menghadapi semprotan gas air mata sewaktu ikut berdemo. “Saya kira ini mengingatkan saya mengenai betapa perihnya perjuangan prodemokrasi, sesuatu yang tidak boleh saya lupakan.”

Rasa baru ini merupakan isyarat dukungan bagi gerakan prodemokrasi, kata pemilik toko yang meminta namanya dirahasiakan untuk menghindari kemungkinan aksi pembalasan dari pemerintah pro-Beijing. “Kami ingin rasa es krim itu mengingatkan orang-orang untuk terus menggelar protes dan tidak kehilangan semangat,” katanya.

Ia sebelumnya mencoba beberapa rempah lainnya termasuk wasabi dan mustard untuk meniru sensasi gas air mata. Lada hitam, katanya, ternyata yang paling mirip karena memiliki efek yang mengganggu tenggorokan.

“Kami memanggang dan menumbuk halus lada hitam, dan mencampurkannya dengan bahan-bahan lain sehingga menjadi gelato, atau es krim ala Italia. Sedikit pedas, tapi yang penting sensasi yang ditimbulkan setelahnya pada tenggorokan. Rasanya seperti bernafas dalam gas air mata,” katanya.

Lebih dari 16.000 selongsong gas air mata ditembakkan selama protes tahun lalu, kata pihak berwenang Hong Kong. Gas air mata itu banyak ditembakkan di distrik-distrik padat penduduk, yang jalan-jalan sempitnya dipenuhi restoran-restoran kecil dan gedung-gedung apartemen.

Continue Reading

TRENDING