Connect with us

Food & Travel

Yang Laris di Masa Pandemi: Anting Tisu Toilet Karya Warga Indonesia di AS

Published

on

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, jumlah warga yang mengklaim tunjangan pengangguran pekan lalu akibat pandemi virus corona bertambah 3,8 juta, menambah total pengangguran menjadi 30,3 juta orang. Hal ini mendorong mereka yang kehilangan pekerjaan beralih usaha demi bertahan hidup.

Warga Indonesia, Allesia Weintraub, adalah seorang barista yang bekerja di sebuah kafe di pusat kota Washington, D.C., yang terpaksa harus tutup karena kebijakan yang diberlakukan pihak berwenang untuk mencegah meluasnya perebakan virus corona.

“Secara otomatis memang aku kehilangan pekerjaan, karena sehari-hari biasanya aku kerja di kafe.”

Allesia Weintraub, warga Indonesia desainer anting berbentuk tisu toilet berbahan tanah liat sintetis (dok: Allesia Weintraub)
Allesia Weintraub, warga Indonesia desainer anting berbentuk tisu toilet berbahan tanah liat sintetis (dok: Allesia Weintraub)

Selain kini ditantang untuk pintar berhemat, Allesia pun banting setir dan mulai mencari kesibukan lain yang bisa menghasilkan. Dengan bertambahnya waktu luang di rumah, Allesia pun mengasah hobinya di dunia seni, salah satunya membuat asesoris berupa anting yang terbuat dari polymer clay, atau semacam tanah liat sintetis. Ia mempelajari hobinya ini secara otodidak, melalui berbagai tutorial di situs YouTube.

“Karena memang dulu sempat mulai tapi nggak seserius sekarang, karena pertama dulu belum punya banyak teman, belum punya banyak relasi jadi masih bingung bagaimana untuk memasarkan secara online gitu.”

Anting-antingnya ini dijual lewat situs online dengan harga sekitar $6-16 USD atau setara dengan 88-230 ribu rupiah, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.

Siapa yang menyangka jika anting-anting ini berhasil menarik perhatian pembeli, karena keunikan bentuknya. Mulai dari anting yang ia lukis dengan gambar ayam jago khas Indonesia, bentuk burung, hingga anting berbentuk tisu toilet.

“Coba satu kali posting gitu anting-anting toilet paper dan ternyata responnya positif. Nggak cuman dari teman-teman Indonesia saja, tapi juga dari buyer-buyer di Amerika. Rasanya senang aja gitu ada penghasilan sedikit, untuk membantu di masa-masa sulit sekarang gitu kan, karena COVID-19.”

Ide awal dari anting berbentuk tisu toilet ini datang dari kelangkaan tisu toilet di pasaran, di tengah pandemi virus corona. Salah satu penyebabnya adalah kepanikan warga dalam membeli tisu toilet ini yang dianggap sebagai barang esensial.

“Kayak apa ya, memberi pesan ke orang-orang yang lihat gitu kali mungkin, nggak tau juga kenapa gitu kan, memberi pesan udah setop, jangan panik beli toilet paper.”

Kelangkaan tisu toilet di Amerika juga meresahkan Diana Dunham, salah satu pembeli anting karya Allesia. Sebagai orang Indonesia, Diana mengaku tidak terlalu tergantung dengan tisu toilet.

“Tapi memang buat orang di sini itu sesuatu yang sangat essential, dan saya sempat sedih juga sih melihat bagaimana, kalau menurut saya yang paling sedih itu adalah orang-orang tua, karena mereka tidak mempunyai kesempatan untuk pergi setiap saat, ke grocery stores, tapi mereka juga mencari toilet paper.”

Diana Dunham mengenakan anting berbentuk tisu toilet karya Allesia Weintraub (dok: Diana Dunham)
Diana Dunham mengenakan anting berbentuk tisu toilet karya Allesia Weintraub (dok: Diana Dunham)

Menurut Diana, anting berbentuk tisu toilet ini memiliki pesan tersendiri.

“Aku melihatnya ini cara dia seperti nyeleneh ya, seperti sarkastik, oh ini loh, saking langkanya, aku bisa buat karya ini, sebagai asesoris. Jadi aku langsung tertarik. Aku langsung, wah ini nggak ada lagi yang kayak begini. Jadi langsung aku beli.”

Salah seorang pembeli lainnya adalah pekerja di sebuah kantor dokter, yang lalu mengirim pesan teks kepada Allesia mengenai tanggapan orang-orang mengenai anting tisu toilet ini.

“Dia sampai kayak teks langsung ke aku, dia kasih review juga, ‘aku kerja di kantor dokter, terus teman-teman perawat semua jadi ketawa gitu. Jadi hiburan buat mereka yang melihat, kok lucu sih toilet paper,’”

Setelah banyak mendapat respon positif, baik dari warga Indonesia maupun warga lokal Amerika Serikat, rencananya, Alle akan membuat anting-anting unik lainnya yang masih mengambil tema pandemi virus corona.

“Sebenarnya sempat kepikiran kepingin bikin anting-anting bentuk tangan gitu. Nah, itu pesan yang tersampaikan adalah jangan lupa cuci tangan yang sering.”

Allesia berharap agar pandemi virus corona ini segera berakhir, agar ia bisa segera kembali bekerja. Namun, secara pribadi ia mengambil hikmah dari semua ini, yang telah menjadikannya lebih aktif lagi dalam berkreasi dan menghasilkan hingga 10 pasang anting dalam sehari.

“Nanti kalau misalkan udah selesai, berarti kan stok anting-anting, asesoris sudah banyak. Harapan aku kayak ingin ikut semacam bazaar tapi (untuk) local artist.”

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Travel

Gordon Ramsay Blusukan di Sumbar

Published

on

Gordon Ramsay Blusukan di Sumbar
Gordon Ramsay Blusukan di Sumbar - foto kompas

GENCIL NEWS – VOA -Bagi masyarakat Indonesia adalah suatu kebanggaan tersendiri ketika melihat keindahan alam Sumatra Barat, yang kaya akan budaya, ditampilkan pada layar kaca oleh National Geographic.

Stasiun televisi internasional itu memilih provinsi tersebut untuk menjadi lokasi syuting “Uncharted,” acara yang mengulik kearifan lokal makanan suatu negara.

Dibawakan oleh koki selebritas asal Inggris, Gordon Ramsay, yang terkenal sebagai koki yang galak dalam acara televisi “Hell’s Kitchen,” “Uncharted” edisi Sumatra Barat dimulai dengan menyorot tradisi Makan Bajamba atau makan bersama ala Minangkabau, bersama masyarakat Tanah Datar.

Gordon yang hadir di acara tersebut terlihat mencari-cari sosok William Wongso, koki sekaligus pakar kuliner legendaris Indonesia, yang tengah berjalan memasuki Istana Pagaruyung.

William pun langsung menyambut Gordon dengan hangat. Ia bahkan membawa pakaian adat Minang lengkap khusus untuk Gordon. Ia lalu mengajak Gordon mencicipi beberapa jenis masakan yang berhasil membuatnya kepedasan, termasuk rendang yang menjadi fokus acara tersebut.

Gordon lalu diberi misi yang unik, yaitu belajar masak rendang secara tradisional. Ia juga menerima tantangan William untuk menyuguhkan masakan khas Minangkabau itu kepada Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan keluarga.

William kemudian menjadi mentor yang mengajarkan Gordon cara memasak satu dari sekitar 200 varian rendang yang terdapat di Indonesia. Dalam acara itu, Gordon memasak rendang versinya sendiri, menyuguhkannya kepada gubernur dan keluarga yang lalu menguji kelezatan hasil masakannya.

UsulkanSumatera Barat

Terwujudnya acara tersebut berawal pada September 2019, ketika National Geographic menghubungi William Wongso. Mereka memberitahu William mengenai rencana syuting di Indonesia, sebagai salah satu negara yang akan mereka kunjungi di antara Tasmania dan India.

“Tapi 17.000 kepulauan ini, kita harus pilih yang mana?” cerita William Wongso saat diwawancara VOA melalui Zoom.

Untuk acara sebesar itu, dengan yakin Wongso mengajukan Sumatera Barat. Menurutnya, Indonesia harus memberikan suatu kejutan kepada dunia internasional.

“Warnanya bagus banget. Cantik banget. Jadi, saya kirim semua data dan aktivitas budaya. Bajamba terutama. Saya mau (menekankan) mengenai tradisi Bajamba di Sumatera Barat,” jelas Wongso, pakar kuliner yang lahir di Malang pada1947.

Alasan lain mengapa William memilih Sumatera Barat adalah karena masakan Minang sudah terkenal hingga ke seluruh nusantara. Bahkan, rendang sudah dikenal masyarakat dunia.

Dalam waktu dua minggu, National Geographic langsung setuju dan menyampaikan keinginan mewawancarai William lebih dalam mengenai Sumatera Barat. Pada Oktober, tim dari National Geographic, termasuk produser eksekutif “Uncharted,” Jon Kroll, datang ke Sumatera Barat untuk mengecek lokasi dan bertemu William.

“Saya terbang ke Sumatera Barat, bertemu mereka, sekalian memperkenalkan kepada Gubernur (Irwan.red). Kebetulan Gubernur, teman lama,” kata pria berusia 73 tahun ini.

“Januari, persis Indonesia belum kedengaran Covid, mereka datang. Syuting tanggal 19 sampai 22 Januari, tapi production team-nya, kira-kira 20 orang, bertahap bersama tim saya sudah masuk ke Sumatera Barat dua minggu sebelumnya,” tambahnya.

Gunakan Tungku dan Arang

Ini memang bukan pertama kali Gordon Ramsay mencicipi dan memasak rendang. Menurut William, koki Inggris kelahiran 1966 itu pernah mempelajari cara memasak rendang khas Malaysia.

Dalam “Uncharted” edisi Sumatra Barat, Gordon blusukan ke pasar tradisional untuk mencari sekitar 12 rempah yang akan ia gunakan untuk memasak rendang. Ia pun rela mengulek sendiri rempah-rempah yang ia beli di pasar. Bahkan sampai meminjam kompor pedagang di pasar itu, untuk mulai memasak bumbu.

Ketika memasak untuk Gubernur Sumatera Barat dan keluarganya, Gordon menggunakan tungku dan arang, yang menurut William “sesuai dengan kaidah tempat masing-masing.” Inilah yang menjadi salah satu keunikan acara televisi “Uncharted.”

William mengapresiasi keseriusan Gordon Ramsay untuk mengetahui secara detil cara memasak rendang di tempat asalnya.

“Jadi memang dalam cerita, dia datang ke Indonesia mau bertemu dengan saya, untuk mengetahui salah satu (nya) terutama, seluk-beluk ‘bagaimana sih rendang itu sebagai makanan kebanggaan Sumatera Barat?’” kata pria yang mempelajari teknik kuliner hingga ke berbagai negara, termasuk Australia, Belanda, Italia, Jerman, dan Prancis.

“Siapa tahu dia akan menggunakan beberapa elemen rendang itu, mungkin rasa dan bumbu, diaplikasikan dalam masakan di restorannya di London,” lanjut William.

Keduanya lalu memasak beberapa jenis masakan berbeda, sesuai interpretasi masing-masing, termasuk rendang tradisional. Namun, untuk rendang, Gordon Ramsay “berusaha memasak secara otentik.”

“Nanti dibandingkan dengan (rendang buatan)saya, disajikan ke bapak Gubernur dan keluarga,” ujar William Wongso.

Nggak Takut Kotor’

Penggemar Gordon Ramsay tentu ingat sosoknya sebagai koki yang galak dan sangar dalam acara televisi “Hell’s Kitchen.” Namun, siapa yang menyangka, ternyata ia adalah sosok yang menurut William Wongso “senang bercanda.”

“Pokoknya aktif banget orangnya,” ujar William Wongso.

Satu hal yang paling berkesan bagi William Wongso adalah ketika ia dan Gordon Ramsay menghadiri acara Makan Bajamba di istana Pagaruyung.

“Ini lucu banget. Lucu banget,” kata William Wongso sambil tertawa.

“Istana Pagaruyung kan tinggi banget. Terus setelah kita berdua meninggalkan tempat itu, terus dia berbisik kepada saya, ‘William, are you 73?’ Saya diam sejenak. Saat itu saya merasa tua banget gitu, karena tahu-tahu tangan saya dipegang. ‘Let me hold your arm to walk down the steps’(red: ‘Mari saya pegang lengan Anda untuk turun tangga’) Jadi, saya dituntun, turun tangga, karena dia bilang saya 73.Human-nya itu, menurut saya, sayaappreciatebanget, bahwa bagaimana pun juga dia manusia,” lanjut William Wongso.

Menurut William, memang sosok koki galak dan sangar yang digambarkan dalam “Hell’s Kitchen” hanyalah tayangan, yang “membuat satuimageyang agak negatif.” Namun, sebagai pakar kuliner kelas internasional yang turun langsung ke berbagai daerah dan mempelajari kearifan lokal berbagai makanan, William mengatakan, Gordon “sangat menghormati kebudayaan makanan masing-masing tempat yang dia nggak pernah kenal sama sekali.”

William juga memuji Gordon karena “orangnya nggak takut kotor dan benar-benar meleburkan diri ke dalam kebudayaan masing-masing daerah yang ia kunjungi.

“Waktu dia harus memerah susu kerbau yang kerbau (nya) terlalu pendek buat ukurannya, dia jongkok aja susah. Akhirnya, itu kotoran kerbau semua terempas ke badannya. Dia nggak ada risihnya sama sekali dan dia biasa. Dia bisa guling-guling di rumput yang basah. Mungkin saya malah yang nggak terlalu bisa begitu,” jelas William.

Dalam episode ini juga diperlihatkan bagaimana Gordon rela masuk lumpur untuk mengikuti balap sapi tradisional, Pacu Jawi, di Tanah Datar, untuk mendapatkan daging sapi yang enak.

Tersiksa Makan Durian

Satu hal yang menjadi perbincangan hangat di media sosial dari “Uncharted”adalah adegan dimana Gordon Ramsay mencoba durian. Ade Putri Paramadita, pemandu Gordon di Indonesia, berupaya meyakinkan Gordon, yang awalnya tampak enggan, untuk mencoba buah khas Asia Tenggara tersebut.

“Dari awal dia sudah nampak ada penolakan. Aku bilang, ‘Kamu harus coba. Ini beda. Ini durian Sumatera’,” cerita Ade.

Menurut Ade, Gordon justru lebih tertarik pada Lemang dan Aia Kawa yang juga disajikan bersama durian.

Aia Kawa adalah minuman teh yang terbuat dari daun kopi khas Sumatera Barat, sedangkan Lemang adalah beras ketan yang dimasak dalam ruas bambu. Ade mengisahkan ia perlu berupaya lebih keras untuk meyakinkan Gordon supaya berani mencicipi durian.

“Cukup tersiksa kayaknya sih dia,” ungkap Ade sambil tertawa. Sudah terlihat “cukup tersiksa,” ternyata Gordon kembali disodorkan durian oleh William Wongso.

“Waktu kita masak bareng, saya dikirimi durian. Saya taruh satu durian di meja dia. Dia langsung bilang, ‘William, tolong just take it away,’cerita William Wongso sambil tertawa mengingatnya.

Nggak tahan banget dengan bau durian gitu. Aku nggak bisa kebayang lagi kalau dia (mencium) bau tempoyak,” lanjutnya sambil tertawa.

Tempoyak adalah daging buah durian yang difermentasi.

Ade Putri Belajar Budaya Baru

Ade mengaku semua proses rekaman tidak melibatkan arahan naskah sama sekali. Proses pengambilan gambar dilakukan secara natural dengan kamera yang terus merekam obrolan Ade dan Gordon.

Ade, yang memang hobi bertualang dan mencicipi berbagai penganan nusantara, mengaku awalnya agak khawatir Gordon akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tak terduga.

“Aku sebagai orang Indonesia harus jalan ke pelosok Sumatera Barat. Ternyata, aku sendiri baru tahu, ada beberapa budaya yang seperti ini di Sumatera Barat,” ujarnya.

Total, Ade menghabiskan waktu 12 hari di Sumatera Barat. Selama lima hari, Ade menjadi “supir pribadi” Gordon’ ke berbagai tempat di Bukit Tinggi, Sungai Jambu, hingga Istana Pagaruyung.

Selama belasan tahunAde Putri Paramaditamelakoni profesi sebagai Road Manager band-band, yang rutin melakukan tur dan konser di berbagai kota.

“Sebenarnya itu numpang aja, supaya (saya) bisa diajak jalan-jalan ke luar kota tanpa harus bayar tiket, dan bisa icip-icip makanan di manapun dan jalan-jalan ke pasar,” ujarnya.

Memperkenalkan Masakan Indonesia

Menjadi pemandu tokoh kuliner besar seperti Gordon Ramsay, bagi Ade, adalah kesempatan besar untuk memperkenalkan Indonesia, utamanya melalui kuliner. Dengan antusias Ade bercerita kepada VOA bahwa ia sangat berhasrat untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui program produksi National Geographic ini.

“Bahkan ketika ke hutan pun, aku kasih lihat dia bunga putri malu dan dia tercengang gitu. Meski ngga ditayangin, bisa pamer seperti itu rasanya bangga sekali,” tutur Ade.

Ade berharap, pertemuannya dengan Gordon Ramsay bisa menjadi pintu pembuka agar dunia bisa lebih menyorot Indonesia. Ia mengatakan ingin sekali mengajak Gordon blusukan ke kota dan desa di daerah Jawa yang bahkan belum banyak diketahui masyarakat pulau Jawa sendiri.

“Aku yakin orang-orang, utamanya di Jakarta, belum tahu masakan-masakanndesoyang menarik dan punya cerita panjang di belakangnya,” ucap Ade.

Perempuan yang mulai menulis soal kuliner nusantara sejak 2002 ini berpesan agar masyarakat Indonesia bisa turut menghargai dan mempromosikan makanan-makanan Indonesia. Menyaksikan koki kelas dunia terkesima akan makanan Indonesia yang kaya rasa, membuat Ade semakin semangat mengangkat kuliner nusantara agar bisa dikenal lebih luas.

“Kita harus ingat, kita tinggal di Indonesia dengan berbagai makanan ini. Berarti, harusnya, kita yang bisa mengangkat makanan ini ke luar. Bukan cuma rendang, tetapi juga berbagai makanan Indonesia lainnya,” papar Ade.

Seperti Ade, William Wongso yang sering melakukan diplomasi kuliner Indonesia ke berbagai negara, berharap agar kesempatan menampilkan kebudayaan dan kuliner Indonesia lewat tayangan seperti “Uncharted”, akan ada lagi di kemudian hari.

“Ini sebagai pancingan. Denganinterestini, moga-moga nanti ada lagi daerah-daerah lain yang dibuat program yang sama. Indonesia terlalu kaya untuk hal ini. Sayang kalau nggak di explore,” kata Wongso.

Continue Reading

Travel

5 Tempat Wisata Misteri Di Pulau Jawa Yang Terkenal Menantang

Published

on

5 Tempat Wisata Misteri Di Pulau Jawa Yang Terkenal Menantang
5 Tempat Wisata Misteri Di Pulau Jawa Yang Terkenal Menantang - foto Hipwee.com

GENCIL NEWS – Untuk anda pecinta horor dan penikmat kisah misteri belum sah rasa nya jika belum datang dan mengunjungi tempat lokasi wisata ini di pulau jawa.

Tidak sedikit orang yang memilih pergi ke tempat-tempat menantang dan menyeramkan. kamu termasuk salah satunya, berikut beberapa tempat wisata horor di Pulau Jawa ini yang bisa jadi referensi liburanmu.

Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur

Taman Nasional Alas Purwo terletak di Tegaldlimo, Purwoharjo, dan Banyuwangi, Jawa Timur. Taman ini memiliki empat zona antara lain Intensive Use Zone, Wilderness Zone, Sanctuary Zone, dan Buffer Zone. Terdapat pula Gunung Lingga Manis sebagai puncak tertinggi, sekitar 332 meter di atas permukaan laut.

Beberapa cerita mistis yang tersebar disebabkan banyaknya gua yang digunakan untuk tempat pesugihan, mencari kesaktian, dan sebagainya. Bahkan, kabarnya taman nasional ini dikatakan sebagai kerajaan jin yang cukup besar, Masyarakat sekitar mengklaim sering melihat sosok genderuwo.

Nusa Barong, Jember, Jawa Timur

Pulau yang terletak di bagian selatan Jember ini memiliki keindahan alam luar biasa. Terdapat banyak satwa di sini, seperti penyu hijau, biawak air, monyet, dan sebagainya. Tidak banyak yang mengunjungi pulau ini, kelestariannya masih terjaga baik.

Nusa Barong dikenal juga sebagai Pulau Ular, karena kabarnya banyak yang melihat ular besar. Saat ini Nusa Barong dijadikan cagar alam tanpa penduduk. Sehingga, ketika menjelang malam, suasana di pulau ini sangat mencekam. 

Museum Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat

Jauh dari kesan kuno dan membosankan, Museum Pos Indonesia di Bandung tampak cukup Instagramable, sehingga banyak anak muda yang mengunjunginya. Didirikan pada 1931, lokasinya berada di Jalan Cilaki Nomor 73. 

Beberapa pengunjung mengklaim pernah melihat penampakan sosok perempuan di dalam museum. Selain itu, di dekat pintu masuk biasanya ada sosok pria yang dilihat para pengunjung. 

Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu, Jawa Tengah

Air Terjun yang terletak di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, ini berada tepat di lereng Gunung Lawu. Grojogan sendiri berarti air terjun, sedangkan sewu berarti seribu. Tingginya sekitar 81 meter yang bisa diakses dengan menuruni anak tangga.

Tempat ini kabarnya menjadi pusat pertemuan para roh leluhur dan makhluk gaib yang hidup pada zaman dulu. Adanya jembatan di kawasan air terjun ini juga dianggap sebagai penyebab pisahnya sepasang kekasih ketika berfoto atau terjadi kecelakaan. 

Museum Fatahillah, Jakarta

Museum Fatahillah di Kota Tua ternyata tak hanya menarik untuk dijadikan lokasi wisata sejarah, tetapi juga untuk para pecinta wisata horor. Ada beberapa tempat yang kata banyak orang mencekam dan mistis.

Salah satunya adalah penjara bawah tanah yang terkenal sebagai tempat menghukum para pribumi. Konon, mereka ditawan dengan cara yang sadis dan banyak para tahanan yang mati di penjara bawah tanah. Museum ini juga memiliki ruangan-ruangan rahasia dan menambah misteri serta mistis yang tersembunyi.

Continue Reading

Wisata

Mi Kering Khas Singkawang Kalimantan Barat

Published

on

GENCIL NEWS – KOTA SINGKAWANG – Singkawang memiliki kuliner yang khas dan sangat nikmat dengan citra rasa bumbu yang khas. Salah satu kuliner Singkawang yang memiliki citra rasa berbeda dengan makanan pada daerah lainnya, yaitu mi kering Singkawang.

Secara umum mi kering Singkawang ini  memang bila dilihat hampir sama dengan mi ayam yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. Namun tentunya mi kering Singkawang ini berbeda dengan mi ayam pada umumnya, karena mi kering Singkawang ini disajikan dengan toping seperti daging ayam, bakso, lumpia dan telur dadar.

Apalagi meskipun namanya mi kering, namun mi ini disajikan dengan sedikit kuah dari kaldu daging sapi. Sehingga penyajian mi kering bersama toping yang lezat dan kuah kaldu yang nikmat ini menjadikan citra rasa dari mi kering berbeda dengan mi ayam pada umumnya, karena rasanya lebih enak dan lezat.

Sebenarnya, mi kering ini merupakan kuliner khas dari masyarakat Thinghoa yang ada di Kalimantan Barat, dengan toping utamanya daging babi. Namun karena semua masyarakat, terutama masyarakat muslim juga ingin menikmati mi kering khas Singkawang ini, maka banyak warung makan yang berlogo “halal” menyajikan mi kering khas Singkawang dengan mengganti toping daging babi menjadi daging ayam atau sapi.

Sehingga bila anda datang ke Kalimantan Barat, khususnya Singkawang anda tak perlu khawatir jika ingin mencicipi kuliner khas Singkawang mi kering ini, karena banyak warung makan yang berlogo “halal” yang telah menyajikan mi kering khas Singkawang ini.

Continue Reading

TRENDING