Alya Lawindo Guru Ngaji, Promosikan Budaya Minang di AS
Connect with us

Budaya

Alya Lawindo Guru Ngaji, Promosikan Budaya Minang di AS

Published

on

Terinspirasi ibunya, Alya Lawindo habiskan sebagian dari hari Minggunya mengajar ngaji ke anak-anak di komunitas muslim Indonesia di AS. Selain itu, Alya juga menyibukkan diri dengan aktif mempromosikan budaya Minang di Amerika Serikat bersama orang tuanya – bahkan sejak usia 6 tahun.

“we have license from copy right owner because we are voa’s ( Voice of America) affiliates under official contract”

Baca juga   Tradisi Meruncingkan Gigi Bagi Kaum Perempuan pada Suku Mentawai
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Budaya

Ini 5 Tradisi Pernikahan Yang dianggap Mahal di Indonesia

Published

on

Ini 5 Tradisi Pernikahan Yang dianggap Mahal di Indonesia

Indonesia terkenal dengan keberagaman suku, adat dan tradisi yang berbeda-beda. Dengan begitu segala tradisi tersebut patut dilestarikan,

Dengan terdapat upacara adat atau tradisi yang berbeda pada masing-masing daerah dan memiliki ciri khas tersendiri, ada banyak hal yang menarik.

Sebut saja salah satunya adalah upacara adat pernikahan. Sebagai negeri yang memiliki keberagaman budaya dan suku, wajar jika tatanannya tetap abadi.

Selanjutnya, tradisi adat dalam pernikahan setiap suku juga memberikan nilai dan warisan kepada generasi berikutnya.

Dari sekian banyak keragaman budaya yang ada, beberapa daerah terkenal memiliki tradisi dan mahar yang paling mahal di Indonesia.

Pernikahan Adat Bali

Bali menjadi salah satu daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Setiap proses pernikahan yang berlangsung dalam tatanan adat masyarakat Bali sangatlah sakral mulai dari proses pengenalan kedua keluarga sampai ke proses lamaran.

Baca juga   Usia SDN Ini Capai 116 Tahun

Pernikahan adat Bali umumnya menghabiskan cukup banyak uang, di mana biasanya akan mencapai ratusan juta rupiah.

Hal ini karena adat budaya yang turun termurun mewajibkan pengantin untuk melalui prosesi tertentu. misalnya saja pakaian khusus beserta segala aksesorinya.

Pernikahan Adat Batak

Suku Batak juga terkenal sebagai suku yang memiliki proses panjang untuk menuju hari pernikahan.

Mengutip dari laman cermati, umumnya, proses tersebut ialah pertemuan antar keluarga yang rutin mulai dari proses perkenalan keluarga kedua belah pihak hingga ke acara pertunangan dari serangkaian acara tersebut hampir seluruhnya melibatkan keluarga besar.

Ada tiga hal yang menjadi syarat menuju ke sepakatan acara pernikaha, seperti Sinamot atau mahar, ulos, dan biaya pernikahan.

Jika pengantin perempuan bukan dari suku Batak, maka akan ada upacara tambahan untuk pemberian marga atau boru.

Baca juga   Resep Sambal Teri kering Petai Untuk Topping Lontong Sayur
Pernikahan Adat Bugis

Ini dia pernikahan termahal di Indonesia yang nyatanya juga cukup menguras dompet. Pernikahan adat suku Bugis memiliki persiapan dengan proses yang tebilang panjang.

Mahar pun berbeda tergantung tingkat pendidikan yang telah mempelai wanita tempuh. dan harus dalam bentuk emas, dengan rangkaian acara pernikahan yang terbilang panjang.

Pernikahan Adat Minangkabau

Biaya upacara pernikahan dengan adat Minangkabau dapat mencapai angka lebih dari Rp150 juta yang juga termasuk dalam salah satu pernikahan adat termahal di Indonesia.

Belum lagi biaya saat Malam Bainai oleh mempelai perempuan, yaitu ritual unjuk kasih sayang pada para sesepuh sebelum pernikahan dengan menghias tangan perempuan dengan inai (pacar).

Kemudian ritual dengan Manjapuik Marapulai, yaitu parade atau arak-arakan penjemputan pengantin pria ke tempat pernikahannya.

Pernikahan Adat Suku Sasak

Pernikahan khas adat Sasak tergolong unik jika merujuk dari urutan prosesinya. Hal ini karena sebelum acara pernikahan calon pengantin laki-laki akan menculik calon pengantin perempuan dan dibawa ke rumah keluarganya. Tradisi ini disebut sebagai memari.

Baca juga   Lukisan Kardus dan Es Teh Jadi Juara Lomba Dua Dekade Demokrat

Adapun perhitungan jumlah mahar pada masyarakat Sasak disesuaikan dengan jarak dari rumah keluarga perempuan ke keluarga laki-laki. Misalnya, berapa jembatan atau berapa masjid yang dilewati.

Sehingga bagi pasangan pengantin yang berdomisili di kampung yang sama biaya maharnya lebih murah, yaitu Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Sedangkan pasangan yang berbeda kampung atau kota biaya maharnya bisa mencapai puluhan juta, tergantung jarak. Proses tawar menawar mahar ini pun melibatkan banyak pihak seperti pejabat desa atau kepala desa.

Selain jarak, perbedaan kasta atau status keturunan juga menentukan besarnya mahar. Jika pasangan berasal dari kasta berbeda, maka lebih mahal lagi maharnya.

Continue Reading

Budaya

Karya “Sambal” Seniman Indonesia Dipamerkan di Austria

Published

on

Karya “Sambal” Seniman Indonesia Dipamerkan di Austria

Gencil News – VOA – Sambal selalu menjadi teman hidangan yang disajikan. Terdapat sekitar 322 jenis sambal di Indonesia. Sekitar 10 jenis sambal ditampilkan oleh seniman asal Magelang, Utami Atashi Ishii dalam Media Art Global (MAG) 2021 di Austria.

Lahir di Magelang tahun 1996 dari seorang ibu Jepang dan ayah Indonesia, seniman Utami Atashi Ishii mulai aktif berkarya sejak 2014.

Utami yang beraliran abstrak, menekuni karya lukisnya dengan mikroskop seperti di laboratoium. Ia mencermati jamur dengan mikroskop dan kemudian apa yang dilihatnya melalui mikroskop itu, ia lukis di atas kanvas.

“Sambal kan biasanya merah warnanya. Tetapi setelah saya teliti melalui mikroskop, ternyata ada warna biru sedikit, hijau dan hitam sedikit, ada bintik-bintik putihnya. Jadi saya capture juga dari hasil mikroskop itu. Terus ada karya terbaru saya yang ukurannya dua kali dua meter itu, hasil dari representasi sambel itu. Saya ambil beberapa bagian seperti tektur, warnanya dan saya padukan di kanvas.” papar Utami.

Baca juga   Selandia Baru Pernah di Huni oleh Penguin Purba Raksasa

Namun dalam pameran kali ini, Utami menampilkan karya “Sambal”-nya dengan teknologi, yang dipamerkan dalam Media Art Global (MAG) di Austria.

Mengapa ia mengambil tema “Sambal”? Utami yang baru saja lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengatakan kepada VOA: “Karena sambal itu dari Sabang sampai Merauke, ada di Indonesia dan menurut saya sangat menarik untuk diperkenalkan ke dunia”.

Warisan 300 Jenis Sambal

Dari 322 jenis sambal yang terdapat di Indonesia, sepuluh di antaranya ia tampilkan dalam pameran itu.

“Dari karya saya itu, ada preparat kaca yang isinya sambel trasi, sambel colo-colo, sambel bawang, sambel ijo, sambal tomat, terong, sambal teri, sambal udang, sambah mentah dan sambal matah,” katanya.

“Saya bikin konsep dan hubungi beberapa seniman yang menurut saya menarik dan sesuai tema. Seniman new media art karena mereka bergerak tidak dengan lukisan, tetapi melukis dengan teknologi. Saya ngobrol dengan Utami sesuatu yang berkaitan dengan warisan budaya Indonesia. Akhirnya saya memilih rempah-rempah untuk dipadukan dengan sains dan teknologi. Dan Utami waktu itu mengusulkan sambal sebagai ciri khas Indonesia,” ujar Kurator pameran, Mona Liem, tamatan Zurich University of Arts yang kini tinggal di Swiss.

Baca juga   Göbeklitepe Turki ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO

Maka jadilah sebuah karya dari Utami yang dipamerkan dengan seni yang menghasilkan suara atau sound art. Suara lombok, terung, tomat, bawang, dll yang menjadi bahan utama sambal, dihasilkan dengan peralatan elektronk. Kemudian suara-suara itu ia padukan dengan video cara membuat sambal.

Rendang dan Nasi goreng

Pameran diikuti puluhan negara, di antaranya Polandia, AS, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, dan China. Karya seni yang bermuatan teknologi dijital itu menarik bagi penonton pameran yang diadakan pertengahan September lalu secara virtual di Austria.

“Jadi menariknya acara kami itu, kami bekerja sama dengan banyak pihak yang masih prototip, yang masih bereksperimen. Nah proyek kami berkelanjutan, kalau seni lukis kan sudah jadi, selesai. Kami terus mengembangkannya, mungkin dalam tahap-tahap finalnya, nanti suara yang dihasilkan bisa beragam.”

Baca juga   Tradisi Pōwhiri Upacara Penyambutan Suku Māori

Menurut Mona Liem dan Utami, para pemerhati seni sangat terkesan dan tertarik dengan makanan tradisional sambal, karena sebelumnya mereka hanya tahu tentang nasi goreng dan rendang. Maka dengan adanya karya “sambal” ini mereka ingin tahu lebih lanjut tentang Indonesia, terutama makanannya.

Seorang pelukis senior yang juga tamatan ISI Yogyakarta, Untung Yuli Prastiawan menanggapi karya “Sambal” Utami.

“Menurut saya itu karya yang sangat menarik karena fenomenal, mengungkap tentang kebudayaan, teknologi, seni, dan tradisi menjadi satu. Yang kedua, karya itu bisa sepanjang masa, modern,” katanya.

Selain melalui virtual yang telah berlangsung September lalu, penyelenggara pameran, Ars Electronica Austria juga akan menggelar pameran langsung di Jakarta dan di Yogyakarta National Museum pada November depan.

Continue Reading

Budaya

Makna Mendalam dari Tradisi Wor dalam Budaya Suku Biak

Published

on

Makna Mendalam dari Tradisi Wor dalam Budaya Suku Biak

Gencil News– Makna mendalam dari sebuah kebudayaan adalah sebuah tradisi atau hubungan kekerabatan dan ke-eratan yang mendalam.

Suku Biak merupakan salah satu suku dari ratusan suku adat yang tersebar dari berbagai daerah yang ada di Papua.

Salah satu tradisi dan budaya yang masih melekat pada kepercayaan tradisional orang Biak adalah Wor.

Wor memiliki arti harfiah sebagai upacara adat yang berhubungan dengan segala aspek kehidupan sosial dan kehidupan religi Suku Biak.

Baca juga   Saprahan di Pontianak Ada Sejak Abad 18

Wor adalah sebuah upacara untuk memohon, mengundang, atau meminta perlindungan dari penguasa alam semesta dalam kepercayaan masyarakat Biak.

Hal ini berhubungan dengan falsafah hidup orang Biak, “Nggo wor baindo na nggo mar,” yang artinya “Tanpa upacara adat, kami akan mati”.

Maka dari itu, upacara adat begitu pentingnya bagi masyarakat Suku Biak.

Tradisi Wor dilakukan dalam lingkaran hidup orang Biak, yaitu untuk mengiringi pertumbuhan anak mulai dari dalam kandungan, lahir, hingga masa tua sampa kematian.

Baca juga   Rizky Febian Hadir Dalam Project Trilogy Garis Cinta

Mengutip dari Wikipedia, Tradisi Wor dapat juga disebut sebagai agama. Wor memiliki dua definisi. Pertama, sebagai upacara adat.

Kedua, sebagai nyanyian adat. Secara simbolis, Wor mengandung makna yang di dalamnya terkandung nilai-nilai budaya dan berfungsi mengatur hubungan mereka dengan Sang Pencipta, antar sesama dan lingkungan alam tempat di mana mereka berada.

Tradisi Wor merupakan bagian dari pemujaan terhadap penguasa tertinggi. Suku Biak percaya adanya penguasa tertinggi di dunia ini yakni:

  1. Nanggi, penguasa langit atau sorga.
  2. Mansren Manggundi, penguasa tunggal.
  3. Karwar, roh orang mati atau roh leluhur.
  4. Dabyor, roh halus yang menguasai gunung, batu besar, sungai, tanjung dan lainnya.
  5. Arbur, roh halus yang mendiami pepohonan.
  6. Faknik, roh halus yang mendiami lautan.
Baca juga   Ascada Musik Persembahkan [ALL ARTIS] Rilis "AYAH"

Dalam bentuk upacara, tradisi ini merupakan upacara sakral karena dianggap berfungsi melindungi seseorang dalam siklus hidupnya.

Continue Reading

Budaya

Panjat Pinang, Perlombaan yang Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial

Published

on

Panjat Pinang, Perlombaan yang Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial

Gencil News- Panjat pinang adalah perlombaan yang sudah ada sejak zaman kolonial Perlombaan ini dulunya terkenal dengan sebutan de Klimmast, yang memiliki arti ‘memanjat tiang’.

Dahulu, Panjat pinang selalu terselenggara pada tanggal 31 Agustus untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Belanda, Wihelmina.

Namun kala itu, Masyarakat Belanda juga mengadakan lomba ini ketika mengadakan acara seperti pernikahan, hajatan, dan lain-lain.

Bahkan, tradisi melumeri batang pohon pinang dengan pelicin pun sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Selain itu, Hadiah yang tersedia tentunya berbeda dari masa kini. Barang-barang pokok merupakan suatu kemewahan tersendiri.

Baca juga   Tradisi Meruncingkan Gigi Bagi Kaum Perempuan pada Suku Mentawai

Barang pokok yang masuk dalam hadiahnya ialah berupa barang pokok, seperti makanan, gula, tepung, dan pakaian.

Seiring perkembangan jaman, lomba ini telah mengalami perubahan jika dulu memperebutkan bahan-bahan pokok. Saat ini memperebutkan barang elektonik dan lainnya.

Dalam buku ‘Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal’ karya Fandy Hutari, menyebutkan bahwa sekitar 1930-an panjat pinang merupakan hiburan bagi orang Belanda. Biasanya panjat pinang diadakan bersamaan dengan hajatan besar orang-orang Belanda.

Kendati acara ini bertujuan sebagai hiburan orang Belanda, yang ikut serta dalam lomba panjat pinang lazimnya adalah orang pribumi.

Banyak yang menilai permainan ini negatif karena mengingatkan pada warisan kolonial Belanda, karena hanya membangkitkan memorial-memorial pahit tentang penjajahan.

Baca juga   Saprahan di Pontianak Ada Sejak Abad 18

Meski memiliki akar atau asal usul yang buruk, namun tidak sedikit juga yang menganggap perlombaan ini adalah simbol untuk mengenang sejarah dan semangat melawan masa penjajahan.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING