Buah Zaitun Yang Memiliki Keunikan Untuk Daya Tahan Tubuh
Connect with us

Hidup Sehat

Buah Zaitun Yang Memiliki Keunikan Untuk Daya Tahan Tubuh

Published

on

Buah Zaitun Yang Memiliki Keunikan Untuk Daya Tahan Tubuh

GENCIL NEWS – Buah zaitun merupakan buah yang mengandung vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh untuk menjaga imunitas seperti zat besi, serat, dan vitamin E. Zat besi dan Vitamin E pada zaitun berguna agar sistem imun dalam tubuh dapat berjalan dengan baik.

Minyak dari buah zaitun juga mengandung antioksidan tinggi, yang berasal dari lemak tak jenuh tunggal yang dikategorikan sebagai lemak baik. Kandungan antioksidan tinggi itu pun dapat melindungi tubuh manusia dari kerusakan sel.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita. Mengungkapkan bahwa sel di dalam tubuh seseorang setiap harinya akan rusak akibat radikal bebas. Dengan kerusakan sel yang terjadi hal itu pun bisa menjadi pemicu perkembangan suatu penyakit di dalam tubuh.

“Kadar antioksidan dalam minyak zaitun dapat membantu melindungi tubuh dari peradangan, kerusakan oksidatif, resisten insulin, dan perubahan epigenetic serta meningkatkan imunitas tubuh,” ungkapnya.

Tidak hanya sebagai antioksidan, minyak buah zaitun juga mengandung banyak zat-zat yang berguna untuk tubuh seperti omega 3, omega 6, omega 9, vitamin E, vitamin K, Phenolic, dan Zat besi. Buah ini pun sangat baik untuk dikonsumsi oleh semua usia.

Omega kompleksnya dapat memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Mencegah terjadinya stroke dan membantu mengendalikan kadar kolesterol LDL serta meningkatkan kadar kolesterol HDL sehingga baik untuk jantung.

Mengonsumsi buah zaitun 100gram sehari dapat meningkatkan produksi sel darah merah di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena tingginya jumlah zat besi yang ada dalam buah zaitun. Buah zaitun juga dapat mengikat oksigen di dalam darah, sehingga membuat kamu menjadi lebih sehat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hidup Sehat

Manfaat Dari Olahraga Jalan Kaki Setiap Hari

Published

on

Manfaat Dari Olahraga Jalan Kaki Setiap Hari

GENCIL NEWS – Penelitian yang dicatat dalam British Journal of Sport Medicine menunjukkan ada kecepatan berjalan yang disarankan agar manfaat kesehatan bisa dicapai secara maksimal.

Para peneliti dalam riset tersebut berusaha mencari tahu kegiatan jalan kaki seperti apa yang bisa memiliki efek yang sama dengan olahraga. Penelitian tersebut diikuti 76 orang peserta mulai dari usia 21 hingga 40 tahun. Tujuannya, untuk mengukur irama dan jumlah langkah per menit dari para peserta.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan irama atau kecepatan 100 langkah per menit dianggap setara dengan aktifitas fisik sedang. Kecepatan berjalan ini juga sama dengan ketika Anda berjalan sejauh 4 kilometer dalam 1 jam.

Setiap menit saat berjalan kaki, tubuh akan membakar 5-6 kalori. Ketika kamu terus berjalan kaki, tubuh akan mulai menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai bahan bakar.

Selain kalori yang terbakar, suhu tubuh juga akan meningkat. Hormon seperti glukagon dan epinefrin juga akan diproduksi sehingga daya otot bertambah. Jika kamu meningkatkan kecepatanmu, maka tubuh bisa membakar 7 kalori setiap menitnya.

Berjalan kaki dengan intensitas tertentu pun bisa dianggap sebagai olahraga kardiovaskular yang membawa manfaat membantu menguatkan jantung dan membuat kerja jantung menjadi lebih efisien, membakar kalori, meningkatkan fungsi alat pernafasan, dan meningkatkan mood melalui pelepasan endorfin

Continue Reading

Hidup Sehat

Hobi Memiliki Binatang Peliharaan di Masa Pandemi

Published

on

Hobi Memiliki Binatang Peliharaan di Masa Pandemi
Kiko, bersama Josephine Johannes dan Bradley Johannes. (foto: courtesy).

Gencil News – VOA – Pada masa pandemi ini, banyak kegemaran, hobi, atau keinginan baru yang muncul. Salah satu di antaranya adalah memiliki binatang peliharaan.

Bagaimana tren serta lika-liku mendapatkan hewan tersebut, dan apa yang wajib dimiliki sang pemilik untuk memeliharanya? Utami Hussin berbincang dengan beberapa diaspora Indonesia di Amerika Serikat dan seorang dokter hewan yang praktik di Jawa Barat.

“Ia berasal dari Ohio, kami menemukannya dengan mencarinya online. Perlu waktu enam jam ke Ohio dan juga untuk kembali. Ini seperti hadiah Thanksgiving kami,” ungkap Josephine.

Suara Kiko melatarbelakangi kata-kata Josephine Johannes, seorang mahasiswi di Virginia. Kiko adalah seekor anak anjing golden retriever berusia 3 bulan yang diadopsi keluarga Josephine pada November lalu.

Setelah berbulan-bulan dan berliku-liku usaha mendapatkan anjing peliharaan, jarak enam jam sekali jalan dari Virginia untuk menjemput Kiko di breeder-nya di Ohio, bukan masalah besar.

Mengapa lama dan sampai perlu keluar kota?

Selama pandemi ini, ternyata semakin banyak keluarga yang ingin turut mengasuh (fostering) atau mengadopsi berbagai jenis hewan peliharaan. Tren ini terjadi di berbagai negara, termasuk di Amerika dan di Indonesia.

Drh. Rina Setyawati yang membuka praktik di pinggiran kota Bandung menjelaskan, “Maret akhir itu sudah mulai banyak yang WFH (working from home, bekerja dari rumah, red.), anak-anak sudah bersekolah di rumah. Nah karena mereka WFH, April itu mereka mulai care ke binatang, adopsi, karena banyak waktu di rumah, banyak waktu luang.”

Data yang dikeluarkan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA) yang berpusat di kota New York pada Agustus lalu menyatakan, dalam pekan-pekan pertama perintah tinggal di rumah, organisasi itu melihat ada peningkatan hampir 70 persen jumlah hewan yang masuk program fostering di New York dan Los Angeles dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Melonjaknya permintaan untuk mengadopsi atau mengasuh hewan ini membuat tempat-tempat penampungan kucing dan anjing di berbagai wilayah cepat kosong. Calon pemelihara kerap harus menunggu berbulan-bulan.

Nia Dhaniasih, ibu empat anak di Virginia merasakan penantian itu selama lima bulan ini. Bertahun-tahun anak-anaknya menginginkan hewan peliharaan, namun keluarga ini baru memutuskan untuk memiliki kucing setelah anak-anak mulai bersekolah secara daring, menghabiskan waktu mereka berjam-jam di depan layar komputer.

“Kebetulan pada masa pandemi itu, saya bilang ke suami, anak-anak tidak ada yang main keluar. Sekolah juga screen (secara daring) terus,” tukasnya.

Nia menjelaskan protokol kesehatan semasa pandemi membuat mereka tidak langsung mendatangi tempat penampungan hewan (shelter). Mereka memilih membuka sejumlah website seperti petfinder.com atau adoptapet.com mengenai hewan-hewan untuk diadopsi. Namun, kata Nia,

“Setiap kita bilang ‘mau yang ini’ ternyata policynya tidak boleh ada anak di bawah tujuh tahun. Mau ambil yang lain, tidak dibalas-balas. Setiap kali mengajukan aplikasi kan ada pertanyaan-pertanyaan yang harus kita isi, yang dari situ mungkin mereka melihat kita belum eligible,” ujar Nia.

Josephine juga merasakan hal tersebut. “Proses mendapatkan anjing ini cukup menantang karena begitu banyak tempat di mana kita bisa mendapatkan anjing. Yang pertama-tama kami lihat adalah animal shelter. Ini juga sulit karena kita harus mendaftar. Kita diberi kuesioner agar pihak shelter tahu seperti apa gaya hidup kami, apakah si anjing dapat menyesuaikan diri dengan gaya hidup tersebut. Juga, karena begitu banyak orang yang menginginkannya, sulit sekali untuk mendapatkan anjing. Opsi kedua adalah membeli dari penangkar (breeder).”

Kehati-hatian juga membuat proses memiliki hewan peliharaan berlangsung lama. Keluarga Josephine mendapati, banyak anak anjing yang ditawarkan secara online, tetapi untuk melihat atau mengunjunginya, peminat harus membayar 300 sampai 600 dolar ke pemilik anjing. Keluarga Josephine memilih untuk tidak mengirim uang ke orang yang tidak dikenal. Belum lagi belakangan juga sering terjadi penipuan dalam membeli hewan secara online. Uang telah dikirim, tetapi hewan yang dinanti tidak pernah tiba.

Kucing dan anjing memang merupakan dua jenis hewan peliharaan favorit. Kucing, jelas Rina yang mendapati jumlah pasiennya semasa pandemi meningkat hingga 60 persen, dianggap lebih tenang dan lebih manja sifatnya. Anjing disukai karena bisa dilatih dan menjadi lebih patuh. Menurut pengamatannya, di Indonesia orang banyak menyukai kucing.

Keluarga Josephine menganggap memelihara anjing di masa pandemi merupakan keputusan yang tepat. Karena keluarga lebih banyak waktu di rumah, lebih mudah pula untuk mengurus dan melatih anak anjing mereka.

Sementara itu Nia, yang baru saja menambah anggota keluarganya dengan dua ekor kucing ragdoll, mengatakan, anak-anaknya belajar memiliki rasa tanggung jawab selain bekerja sama dalam memelihara kedua kucing tersebut. kucing-kucing jenis ragdoll, mengatakan,

Selain dapat mengalihkan perhatian dari layar komputer, anak-anak Nia juga belajar memiliki rasa tanggung jawab selain bekerja sama dalam memelihara kedua kucing peliharaan mereka, mulai dari memberi makan hingga membersihkan kotoran.


Sementara itu Drh. Rina mengemukakan, memelihara hewan memang dapat membantu menghilangkan kejenuhan dan stress. Tetapi, ia mengingatkan, bahwa memiliki hewan peliharaan pada prinsipnya adalah melayaninya seumur hidup. Karena hewan peliharaan tidak mampu mengurus dirinya sendiri, maka pemiliklah yang harus melakukannya secara disiplin seumur hidup, sampai hewan tersebut mati.

“Itu komitmen!,” pungkasnya. 

Continue Reading

Hidup Sehat

Waspada Osteoporosis Pada Usia Muda

Published

on

Usia Muda dan Osteoporosis

Gencil News- Waspada Osteoporosis Pada Usia Muda. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang secara keseluruhan. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan tubuh mengatur kandungan mineral dalam tulang dan disertai rusaknya bagian dalam tulang.

Waspada Osteoporosis Pada Usia Muda. Tulang pun menjadi keropos dan rentan mengalami patah tulang atau bisa juga terjadi saat tulang kehilangan kepadatannya sehingga tulang mudah keropos dan rapuh. Masalah ini tentu dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, terlebih jika Anda masih muda yang merupakan usia produktif untuk bekerja.

Waspada Osteoporosis Pada Usia Muda:

1. Amenorea

Kondisi ini terjadi pada wanita, di mana wanita tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang lama. Amenorea menyebabkan kadar hormon estrogen wanita menurun sehingga menyebabkan osteoporosis.

Biasanya wanita yang mengalami amenorea adalah yang mempunyai tubuh kurus dan melakukan olahraga berlebihan, seperti atlet wanita pada cabang olahraga senam dan balet. Selain itu, wanita yang sangat membatasi asupan makannya juga berisiko mengalami amenorea.

2. Asupan kalsium rendah

Seperti yang telah anda ketahui, kalsium merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk pembentukan tulang. Mineral ini menyusun dan memperkuat tulang Anda. Sehingga, asupan kalsium yang rendah dapat membuat tulang mudah keropos dan rapuh.

Sayangnya, masih banyak orang yang kekurangan asupan kalsium karena pola makan yang buruk. Tidak suka konsumsi sayur dan ikan, serta tidak suka minum susu. Padahal, sayuran tertentu dan beberapa ikan juga merupakan sumber kalsium yang baik selain susu.

3. Penyakit yang berhubungan dengan hormon

banyak hormon dalam tubuh ternyata berpengaruh pada proses pembentukan dan penghancuran tulang. Sehingga, adanya gangguan pada hormon tertentu dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Beberapa kondisi yang berhubungan dengan hormon dapat memicu terjadinya osteoporosis adalah: Hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif), Hiperparatiroidisme (kelenjar paratiroid terlalu aktif), Gangguan pada kelenjar adrenal, seperti Cushing’s syndrome Menurunnya jumlah hormon seks (estrogen dan testosteron) dan gangguan pada kelenjar hipofisis (pituitari)

Continue Reading

Advertisement

TRENDING