Connect with us

Hidup Sehat

Perhatikan Mental & Keterampilan Sosial Saat Jaga Jarak, Isolasi Selama Pandemi

Published

on

Perhatikan Mental & Keterampilan Sosial Saat Jaga Jarak, Isolasi Selama Pandemi

Para psikiater mengatakan, pandemi COVID dan fokus pada jarak sosial, telah membuat kita merasa lebih kesepian dan kadang kala canggung, saat berada di sekitar orang lain.

Psikiater, Dennis Ougrin, dari King’s College London, Inggris menekankan adanya konsekuensi dari isolasi dan kesepian yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

“Orang-orang yang menghabiskan waktu lama dalam isolasi, seperti di penjara, atau rumah sakit, atau Antartika,pasti kehilangan keterampilan sosial tertentu. Dan mereka akan semakin banyak kehilangan keterampilan tersebut, kalau semakin lama berada dalam isolasi,” ujar Dennis Ougrin kepada VOA.

Markiyan Prokhasko menghabiskan waktu hampir dua bulan di Antartika. Dia pergi ke sana di awal tahun 2019, untuk menulis buku tentang pengalaman tinggal di stasiun Kutub Selatan. Belakangan ini, saat karantina, Markiyan melihat banyak kesamaan, seperti waktu tinggal di Kutub Selatan dulu.

“Saat Anda tinggal di rumah, terkadang Anda bahkan tidak mau melihat siapa pun, padahal Anda selalu bisa melakukannya. Tapi, ketika keadaan memaksa Anda untuk tinggal di rumah, Anda bisa secara tiba-tiba merasakan adanya kendala tertentu. Anda tidak bisa pergi kemana-mana, walau Anda menginginkannya. Sama halnya saat di Antartika,” ceritanya.

Setelah kembali dari ekspedisinya, Markiyan memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan yang normal.

“Waktu saya kembali, di satu sisi, saya ingin bersenyembunyi dulu selama beberapa minggu, tidak berkomunikasi dengan siapa-siapa. Mungkin hanya dengan orang-orang terdekat saja. Bagaimana ya, cara menjelaskannya? Di lain sisi, selama sementara waktu, terasa kalau hal-hal yang biasa dilakukan, tidak ada gunanya. Saya pergi keluar, orang-orang pergi ke suatu tempat, apa sih yang mereka lakukan?” kata Markiyan.

Para ahli mengatakan, ada sedikit keraguan bahwa orang akan kehilangan keterampilan sosial tertentu selama pandemi. Seperti halnya kondisi atrofi otot atau melemahnya kekuatan otot kita akibat tidak berolahraga, keterampilan dalam berkomunikasi juga terpengaruh akibat isolasi. Karena itu, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan mental Anda.

“Komunikasi, sosialisasi dengan sesama manusia tidak kalah penting dibandingkan dengan pekerjaan, olahraga, diet, tidur, dan sebagainya. Ini adalah elemen yang sangat penting. Jika orang-orang berpendapat bahwa perlu berolahraga selama setengah jam dalam masa karantina, mereka juga harus memikirkan pentingnya komunikasi atau interaksi sosial,” jelas Dennis Ougrin.

Beberapa pakar juga menambahkan, hal-hal kecil pun dapat membantu.

“Jika pendengar kami ingin meningkatkan kesehatan mental mereka hari ini, saya akan menyarankan mereka untuk menelpon dan bertemu dengan teman baik, yang sudah lama tidak berkomunikasi, dan ngobrol saja sebentar,” tambah Dennis Ougrin.

Cepat atau lambat, pandemi akan berakhir. Harapannya adalah dunia bisa lepas dari segala jarak dan segera kembali bersosialisasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Hidup Sehat

Manfaat Kulit Pisang Untuk Kecantikan

Published

on

Manfaat Kulit Pisang Untuk Kecantikan

GENCIL NEWS – Pisang adalah buah yang digemari oleh banyak orang karena rasanya dan mudah ditemui di berbagai tempat. Rasanya yang cenderung manis membuat pisang banyak yang menyukainya.

Selain rasa pisang yang enak. Kandungan nutrisi dalam buah pisang juga cukup banyak dan baik untuk tubuh kita.

Buah pisang sangat tinggi kandungan nutrisinya. Pisang mengandung provitamin A, vitamin B, tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6. Kandungan-kandungan yang terdapat dalam pisang ini sangat bagus untuk memberikan energi pada tubuh.

Terkadang pisang juga digunakan sebagai makanan atau buah-buahan untuk melakukan program diet, dan bahkan sering di konsumsi oleh para atlet sebelum melakukan olahraga karena kandungannya yang banyak dan memberikan energi yang cukup baik.

Kita sering kali membuang kulit pisang setelah memakan buah pisang tanpa mengetahui bahwa ternyata menfaat kulit pisang itu sangat beragam. Kulit pisang bisa diolah atau digunakan secara langsung untuk dimanfaatkan bagi tubuh kita.

Berikut manfaat yang dapat diambil saat kamu mengonsumsi kulit pisang!

1. Memutihkan gigi

Manfaat kulit pisang yang pertama adalah kemampuannya untuk memutihkan gigi. Banyak orang tidak sangka bahwa kulit pisang mampu memutihkan gigi. Caranya cukup mudah, gosokan kulit pisang pada gigi selama satu menit setiap harinya selama satu minggu. Setelah itu Anda bisa menggosok gigi tanpa odol. Cara ini dipercaya mampu memberikan warna putih alami gigi.

2. Membersihkan jerawat

Manfaat kulit pisang berikutnya adalah dipercaya mampu membersihkan jerawat. Caranya, Anda hanya perlu memijatkannya pada wajah atau bagian tubuh lainnya yang berjerawat dengan kulit pisang setiap hari selama lima menit. Pada umumnya, jerawat akan hilang dalam waktu satu minggu.

3. Mengurangi keriput

Kulit pisang juga akan membantu kulit tetap terhidrasi sehingga membantu mengurangi keriput. Anda bisa membuat masker kulit pisang dengan menambahkan kuning telur pada kulit pisang yang ditumbuk. Oleskan pada wajah dan diamkan selama 5 menit sebelum kemudian membilasnya dengan air. Diamkan selama 15 menit setelah itu bilas hingga bersih. Agar mendapatkan hasil yang maksimal lakukan secara teratur selama tiga kali seminggu.

4. Membuat tidur lebih nyenyak

Bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak, sebaiknya Anda harus mendapatkan manfaat kulit pisang. Kulit pisang mengandung tryptophan. Tryptophan sendiri adalah obat yang digunakan sebagai obat alternatif untuk mengobati insomnia, kecemasan, depresi, hingga sindroma premenstruasi.

5. Menjaga kesehatan mata

Memiliki kadar lutien yang tinggi, manfaat kulit pisang yang bisa didapatkan adalah mengoptimalkan kesehatan mata. Lutien adalah senyawa yang membantu kemampuan penglihatan pada malam hari dan membantu mencegah katarak dan degenerasi makula.

6. Meningkatkan sistem kekebalan

Kulit pisang memiliki kandungan yang kaya akan serat. Tingginya kandungan serat dalam kulit pisang membantu menciptakan bakteri probiotik di usus besar. Dengan begitu maka proses detoksifikasi tubuh akan berjalan dan sistem kekebalan menjadi lebih baik.

7. Membantu menyembuhkan luka

Jika Anda memiliki luka ringan, tak ada salahnya mendapatkan manfaat kulit pisang. Kulit pisang dipercaya mampu mengobati luka terutama luka akibat cedera. Caranya cukup dengan menggosok kulit pisang ke area luka.

Continue Reading

Hidup Sehat

Soda dan Minuman Berenergi Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Published

on

Soda dan Minuman Berenergi

Soda dan Minuman Berenergi Tingkatkan Risiko Kematian Dini – Orang yang mengonsumsi banyak soda dan minuman berenergi yang manis setiap hari memiliki risiko kematian lebih awal karena penyakit jantung dan kanker daripada orang yang jarang meminum jenis minuman tersebut, menurut sebuah studi di AS, yang dilansir Reuters.

Soda dan Minuman Berenergi
Soda dan Minuman Berenergi

Para peneliti menemukan bahwa peminum berat soda dan minuman berenergi memiliki risiko kematian dini 28 persen lebih tinggi dengan sebab apapun, risiko kematian karena penyakit jantung 31 persen lebih tinggi, dan risiko kematian akibat kanker meningkat sebanyak 16 persen.

“Di AS, sekitar setengah dari populasi mengonsumsi setidaknya satu minuman dengan pemanis gula per harinya,” kata pemimpin penulis studi dan peneliti nutrisi di Harvard T.H Chan School of Public Health di Boston Vasanti Malik, melalui email. “Mengganti minuman pemanis dengan minuman lain, terutama air, adalah salah satu strategi untuk meningkatkan kesehatan dan umur panjang.”

Soda, minuman berenergi dan minuman manis lainnya adalah sumber gula tambahan terbesar dalam industri makanan Amerika, kata para peneliti dalam Circulation. Meskipun konsumsi telah menurun dalam beberapa 10 tahun terakhir, namun angka itu kembali naik pada tahun-tahun ini – dan orang dewasa mendapat setidaknya 145 kalori sehari karena meminum minuman ini.

Penelitian ini bukanlah eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah atau bagaimana minuman manis dapat secara langsung menyebabkan masalah kesehatan atau menyebabkan kematian dini. Tetapi kemungkinannya adalah bahwa gula tambahan dan kalori yang ada dalam minuman sejenis ini turut berperan, kata Malik.

Itu karena hubungan antara minuman manis dan risiko kematian dini tidak sekuat dulu ketika para peneliti memperhitungkan faktor makanan dan gaya hidup, termasuk berapa banyak kalori yang dikonsumsi seseorang.

Ketika seseorang meminum soda dan minuman manis lainnya, mereka lebih mungkin mengembangkan faktor risiko diabetes, penyakit jantung dan masalah kesehatan kronis lainnya, kata Malik. Mereka juga mengonsumsi lebih banyak kalori dari jumlah total yang seharusnya dikonsumsi, yang berkontribusi terhadap risiko obesitas serta peningkatan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung dan stroke.

Peningkatan risiko kanker yang terlihat karena konsumsi minuman manis adalah “kebanyakan didorong oleh makanan yang dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker payudara dan pada tingkat yang lebih rendah, kanker usus besar,” kata Malik.

Dalam studi saat ini, risiko terkait minuman dengan kadar gula tinggi mengalami kenaikan dengan konsumsi yang lebih banyak oleh laki-laki dan perempuan.

Minuman manis buatan dapat digunakan untuk mengganti minuman dengan kadar gula tinggi, tetapi konsumsi minuman manis buatan yang tinggi juga harus dicegah. Karena di antara konsumen berat minuman manis, mengganti satu minuman manis buatan per hari dianggap sama dengan mengurangi risiko kematian dini. Padahal, perempuan yang minum empat atau lebih minuman manis buatan per hari, memiliki risiko kematian yang lebih tinggi daripada wanita lainnya dalam penelitian ini.

Data untuk analisis berasal dari 37.716 laki-laki dalam studi tindak lanjut profesional kesehatan dan 80.647 perempuan dalam studi kesehatan perawat. Para peneliti memperhitungkan faktor makanan lain, aktivitas fisik dan obesitas, sehingga efek apapun yang diukur dapat dikaitkan secara independen dengan minuman yang dimaniskan dengan gula.

Selama 34 tahun masa tindak lanjut dalam studi keperawatan, 23.432 perempuan meninggal, termasuk 4.139 yang meinggal akibat masalah jantung dan 8.318 karena kanker.

Selama 28 tahun dalam studi profesional kesehatan, 13.004 laki-laki meninggal: 3.757 karena masalah jantung dan 4.062 karena kanker.

Butuh lebih banyak penelitian untuk memastikan hubungan antara minuman dengan pemanis buatan dan risiko kematian, menurut penulis penelitian. Ada kemungkinan juga bahwa hasil untuk peserta studi ini mungkin tidak mewakili apa yang akan terjadi untuk orang dewasa AS lainnya.

Meski begitu, hasil ini menambah bukti bahwa minuman manis seperti soda dan minuman berenergi lainnya berbahaya, kata Nicola McKeown, seorang peneliti di Sekolah Ilmu Gizi dan Kebijakan Friedman di Universitas Tufts yang tak terlibat dalam penelitian ini.

Orang yang mengonsumsi soda, minuman berenergi dan minuman manis lainnya setiap hari harus “menguranginya secara substansial”, kata McKeown. “Minuman ini tidak memberikan manfaat kesehatan.” [er/ft]

Continue Reading

Hidup Sehat

Penggunaan Air Purifier di Lingkungan Rumah, Efektifkah ?

Published

on

Penggunaan Air Purifier di Lingkungan Rumah, Efektifkah ?
the indian express

GENCIL NEWS – Penggunaan air purifier menjadi sebuah jaminan bahwa udara yang Anda hirup sehat dan bebas dari kontaminan berbahaya. Penggunaan Air purifier sekarang ini banyak diminati masyarakat untuk kebersihan udara di rumah. Mengingat pandemi covid-19 adalah ancaman bagi manusia.

Air purifier atau Pembersih udara berkerja untuk menekan udara memasuki kain penyaring yang sangat halus yang membuat polutan terperangkap. Air Purifier akan mengeluarkan udara yang sudah bersih. Sehingga penggunaan alat ini dapat mengurangi risiko terjadi gangguan alergi.

Polusi udara atau polutan dapat berasal dari debu, jamur, serbuk sari, asap rokok, atau bulu-bulu hewan peliharaan.

Polutan ini yang kemudian dapat memicu gangguan kesehatan, terutama memperburuk kondisi penderita asma dan memicu reaksi alergi.

Tak jarang, polutan dapat mempermudah penyebaran kuman penyebab penyakit seperti infeksi saluran pernapasan. Sehingga timbul keluhan batuk, bersin-bersin. Hingga gangguan bernapas seperti hidung mampat dan sesak.

Dilansir dari WashingtonPost, air purifier dikenal efektif untuk menyaring partikel debu seperti bulu dan serbuk sari. Alat ini khusus nya bekerja sangat baik bagi orang yang memiliki alergi hewan yang tidak sengaja masuk rumah saat pintu terbuka,” kata Manav Singla, ahli Alergi dan Imunologi.

Air purifier menjernihkan udara yang berfungsi untuk menjaga agar udara dalam ruangan tetap bersih. Penjernih udara atau air purifier yang bagus bekerja dengan cara menghisap udara yang ada di sekitar lalu menyalurkan kembali udara tersebut melalui filter yang berfungsi untuk menangkap virus dan bakteri di udara. Sehingga udara yang keluar dari air purifier akan menjadi lebih bersih dan juga sehat.

Pembersih udara umumnya memiliki sistem penyaring udara yang dianggap efektif membersihkan debu dan polutan lain, salah satunya yaitu menggunakan penyaring dengan teknologi high efficiency particulate air (HEPA).

Selain itu, terdapat pula pembersih udara yang memiliki kemampuan menghasilkan ion-ion yang dialirkan ke udara di sekitar ruangan.

Ion-ion ini ditujukan untuk membantu mengurangi penyebaran virus melalui udara yang kerap menimbulkan penyakit dan juga jamur serta aroma lembap yang sering ditimbulkannya, sehingga dapat memperbaiki kondisi udara dalam ruangan.

Kebanyakan pembersih udara memiliki indikator yang menunjukkan seberapa cepat mampu menyaring polusi udara di dalam ruangan.

Sebaiknya sesuaikan ukuran ruangan dengan kemampuan alat, sehingga penyaringan udara dapat dilakukan secara maksimal.

Akan tetapi, air purifier ternyata tidak efektif bagi orang yang sensitif terhadap tungau debu, karena tungau debu hidup di karpet dan tempat tidur. Sehingga dalam hal ini menjaga kebersihan rumah menjadi lebih utama untuk dilakukan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Allergy, Asthma and Immunology menemukan, dari delapan pembersih udara yang diyakini dapat membantu pasien asma.

Ditemukan kalau pembersih udara ternyata cukup efektif untuk mengurangi paparan alergen lingkungan.

Continue Reading

TRENDING