Bisa Jadi Sarang Bakteri Berikut 5 Tips Membersihkan Mesin Cuci
Connect with us

Kesehatan

Bisa Jadi Sarang Bakteri Berikut 5 Tips Membersihkan Mesin Cuci

Published

on

Bisa Jadi Sarang Bakteri Berikut 5 Tips Membersihkan Mesin Cuci

Salah satu barang di rumah yang kerap terlewat untuk dibersihkan adalah mesin cuci. Menjaga kebersihan mesin cuci bukan hanya berdampak pada kenyamanan saat penggunaan.

Tapi juga mencegah dari timbulnya bakteri berbahaya seperti E.Coli dan Salmonela yang dapat muncul jika perangkat tidak terjaga higenitasnya. 

Kepedulian pada kebersihan di tengah masyarakat masih sebatas pada menjaga higenitas diri. Padahal penting juga untuk kita menjaga kebersihan barang-barang yang ada di sekitar rumah. 

Selain itu, merawat mesin cuci dengan baik, juga berpengaruh pada daya tahan dan kinerja perangkat secara keseluruhan. Tentunya, kita ingin meminimalisir berbagai kerusakan yang mungkin terjadi, apalagi di tengah pembatasan sosial yang membuat kita perlu lebih berhati-hati agar mengurangi kontak dengan orang dari luar.

Karena penting diingat, jika mesin cuci yang digunakan dirawat dengan baik, pakaian yang dicuci pun pastinya akan lebih terjaga kebersihannya, mesin cuci sebaiknya dilakukan minimal 2x dalam sebulan setelah mesin cuci digunakan dengan kapasitas maksimum.

Baca juga   Apa itu Pneumonia? Berikut Penjelasannya

Berikut tips bagaimana cara merawat mesin cuci secara mandiri dirumah :

  • Bersihkan karet pada bagian pintu mesin cuci

Karet pada bagian pintu mesin cuci juga harus rutin dilap atau dikeringkan setelah pemakaian. Jika tidak dibersihkan, area ini sangat rentan muncul jamur dan menyebabkan bau tidak sedap. Selain itu bersihkan juga bagian luar mesin cuci. Bagian luar mesin cuci pun harus rajin dibersihkan agar tidak kotor dan berdebu. Perhatikan juga kain yang digunakan. Hindari penggunaan kain basah karena dapat membuat mesin cuci korslet.

  • Cuci tabung bagian dalam mesin cuci

Setelah mencuci berbagai jenis pakaian kotor, tak jarang virus dan bakteri justru tertinggal di tabung mesin cuci. Karenanya, kebersihan bagian tabung mesin cuci perlu diperhatikan dengan seksama. Umumnya mesin cuci memiliki fitur membersihkan tabung yang bisa Anda pilih. Jalankan fitur ini dalam keadaan mesin cuci kosong tanpa pakaian kotor. Tambahkan sabun khusus pencuci tabung mesin cuci yang ada di pasaran. Lakukan secara teratur. 

  • Bersihkan laci detergen dan filter mesin cuci secara teratur
Baca juga   Zimbabwe Darurat Kolera

Sisa-sisa detergen kerap tertinggal di laci penyimpanan. Sedangkan bagian filter, acap kali tersumbat oleh serat kain yang menempel. Jika dibiarkan, bakteri dapat berkembang biak dan kinerja mesin cuci juga ikut terhambat. Untuk membersihkan bagian ini, lepaskan laci tempat penyimpanan detergen dan filter mesin cuci, kemudian sikat dengan menggunakan sikat gigi bekas untuk menghilangkan sisa detergen dan serat kain, lalu bilas dan keringkan.

  • Pastikan pembuangan air tidak tersumbat

Menjaga pembuangan air tidak tersumbat berarti membantu mesin cuci agar dapat bekerja secara optimal. Bagi pemilik hewan peliharaan, kadang bulu bulu hewan menempel pada pakaian dan tertinggal di tabung mesin cuci. Bulu hewan peliharaan dapat membuat saluran pembuangan mesin cuci tersumbat dan dapat menghambat kinerja mesin cuci.

  • Pastikan pembuangan air tidak tersumbat
Baca juga   Para Ahli WHO Akui Covid-19 Dapat Menyebar Lewat Udara

Menjaga pembuangan air tidak tersumbat, berarti membantu mesin cuci agar dapat bekerja secara optimal. Bagi pemilik hewan peliharaan, kadang bulu bulu hewan menempel pada pakaian dan tertinggal di tabung mesin cuci. Bulu hewan peliharaan dapat membuat saluran pembuangan mesin cuci tersumbat dan dapat menghambat kinerja mesin cuci. Bersihkan bagian mesin cuci ini setidaknya tiga bulan sekali. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kesehatan

Mengenal Bipolar yang Menjadi Masalah Kesehatan Mental

Published

on

Mengenal Bipolar yang Menjadi Masalah Kesehatan Mental

Gencil News– Bipolar adalah kondisi gangguan kesehatan mental yang bisa menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem dalam satu waktu.

Keadaan ini biasanya meliputi perasaan sangat bahagia (mania atau juga hipomania) menjadi sangat sedih daam waktu yang bersamaan juga.

Selanjutnya, masalah kesehatan mental yang terjadi pada penderita gangguan bipolar biasanya terjadi dalam siklus yang secara tiba-tiba.

Sehingga bisa membuat kehilangan minat bgi penderita dalam sebagian besar aktivitasnya. 

Perubahan suasana hati ini dapat memengaruhi tidur, aktivitas, perilaku, dan kemampuan untuk dapat berpikir jernih.

Perubahan suasana hati dapat terjadi jarang atau beberapa kali dalam setahun. Seringkali di antara perubahan keduanya, penderita bipolar tetap mengalami kondisi suasana hati yang normal.

Baca juga   Zimbabwe Darurat Kolera

Dalam kebanyakan kasus, gangguan bipolar diobati dengan obat-obatan dan konseling psikologis (psikoterapi).

Tanda-tanda Bipolar

Bicara Cepat

Penderita akan berbicara dengan cepat meluapkan isi pikirannya secara tiba-tiba dengan episode yang berlanjut.

Depresi

Depresi merupakan gejala yang paling umum terjadi pada penderita bipolar. Saat masa gembira penderita telah berakhir, biasanya dirinya akan mudah merasa depresi hingga stres kronis bahkan tidak mampu melakukan kegiatannya.

Mudah Tersinggung

Lebih mudah merasa tersinggung pada beberapa hal yang sebenarnya tak memiliki hubungan dengannya. Biasanya penderita akan mudah marah.

Baca juga   BPJS Kesehatan Minta Faskes Optimalkan Pelayanan Pasien Kanker

Impulsif

Tanda-tanda selanjutnya adalah perilaku impulsif atau sembrono. Penderita dapat melakukan berbagai hal yang tidak konsisten dengan apa yang biasanya dilakukan seperti menghabiskan uang secara berlebihan dan sebagainya.

Irasional

Tanda-tanda bipolar berikutnya adalah muncul pikiran dan tindakan irasional. Biasanya, gejala ini terjadi pada saat masa gembira.

Hypomania

Tanda-tanda ini merupakan yang sering terjadi pada penderita bipolar. Hypomania merupakan sebuah kondisi penderita yang memiliki energi luar biasa. Ia akan lebih mudah untuk tertawa dan merasa gembira

Cara mengatasi terapi bipolar sampai saat ini ialah dengan cara melakukan konseling secara terkontrol dengan psikiater dan juga melakukan perawatan therapi obat.

Continue Reading

Kesehatan

Siapkan 8 Macam Buah Ini Untuk Turunkan Kolesterol

Published

on

Siapkan 8 Macam Buah Ini Untuk Turunkan Kolesterol
Foto sumber dari Recipes dot net artikel healthy recipes for low cholesterol diet

Kolesterol merupakan salah satu penyakit tertinggi dunia yang banyak diderita akibat gaya atau pola hidup. cara mudah agar tetap menjaga kadar cholesterol dalam lifestyle anda selalu pertahankan konsumsi buah dengan rutin.

Penyakit yang satu ini dapat membuat peredaran darah menjadi tidak lancar dan risiko kamu terkena penyakit jantung dan stroke menjadi meningkat.

Agar kamu tercegah atau terobati dari penyakit ini, salah satu solusi cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjaga pola makan sehat dan memakan buah-buahan penurun kolesterol.

Salah satu caranya dengan mengonsumsi beberapa buah penurun cholesterol paling ampuh ini!Selanjutnya Siapkan 8 Macam Buah Ini untuk mencegah dan melindungi metabolisme tubuh anda.

Wajib 8 Buah Penurun Cholesterol

1. Pisang

Pisang adalah salah satu buah yang dapat menurunkan tingkat kolesterol pada tubuhmu.

Baca juga   Taliban Sita $12,4 Juta Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Mengonsumsi pisang dapat melancarkan dan membersihkan saluran pencernaan pada tubuh, sehingga kolesterol tidak akan menyumbat arteri dan pembuluh darah.

Agar pembuluh darah dan jantungmu terhindar dari cholesterol, kamu dapat memakan pisang setiap pagi secara rutin.

2. Stroberi

Stroberi adalah buah yang kaya akan kandungan polifenol.

Polifenol merupakan kandungan yang berfungsi untuk membantu dan mengatur sistem pembuluh darah.

Sebuah studi juga mengklaim bahwa memakan stroberi secara rutin dapat menurunkan kolesterol dan menurunkan risiko tubuh terkena penyakit jantung.

3. Tomat

Tomat memiliki kandungan potasium, vitamin A, dan vitamin C yang baik untuk tubuh.

Selain itu, tomat juga mengandung antioksidan likopan yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) secara signifikan dalam darah.

Baca juga   Banyak Petugas Damkar Tewas akibat Serangan Jantung
4. Apel

Sebuah penelitian telah membuktikan mengonsumsi buah apel secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Agar manfaat ini dapat kamu nikmati secara maksimal, kamu dapat memakan apel langsung dengan kulitnya karena pada kulit apel terkandung antioksidan felonik yang mampu melancarkan peredaran darah.

5. Alpukat

Alpukat adalah buah yang kaya akan lemak dan serat tak jenuh yang mampu menyehatkan jantung.

Mengonsumsi alpukat secara rutin juga diklaim dapat membantu mengurangi risiko tubuh terkena penyakit jantung dan stroke.

Sebuah uji klinis juga menemukan bahwa alpukat dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

6. Anggur

Buah anggur kaya akan kandungan polifenol yang dapat mencegah dan mengurangi kerusakan sel.

Buah anggur juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam tubuh sekaligus mengurangi kadar kolesterol jahat atau LDL.

Baca juga   Apa Pencapaian Kesehatan Dasar di Pontianak. Berikut Penjelasannya!
7. Lemon

Lemon mengandung beragam zat yang bermanfaat untuk tubuh, seperti pektin, bioflavonoid, asam sitrat, vitamin A, B1, B2, C, dan serat.

Nutrisi-nutrisi tersebut dapat menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh, meredakan flu, sariawan, demam, dan juga mampu mengatasi radang tenggorokan.

8. Pir

Pir adalah salah satu buah kaya serat yang dapat kamu temukan dengan mudah di Indonesia.

Memakan satu buah pir berukuran sedang juga ternyata dapat mencukupi 16% kebutuhan serat harian tubuhmu.

Kandungan serat pada pir, yaitu pektin, merupakan obat penurun kolesterol alami karena dapat mengikat dan mengangkut kolesterol keluar dari tubuh.

Hal ini membuat tingkat kolesterol jahat pada tubuhmu menjadi berkurang.

Continue Reading

Kesehatan

Dukungan Keluarga, Komunitas Paling Dibutuhkan Orang dengan HIV/AIDS

1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia. Sementara obat antiretroviral mengalami kemajuan, stigma dan diskriminasi masih melekat pada orang-orang dengan HIV/AIDS (ODHA). VOA melaporkan tentang dua orang dengan HIV di Bali mengenai tantangan yang dihadapi, cara mereka bangkit, dan membantu sesama ODHA.

Published

on

By

Dukungan Keluarga dan Komunitas Paling Dibutuhkan ODHA
Seniman India menghias pantai Puri dengan hiasan pita merah pada Peringatan Hari AIDS Sedunia dekat Bhubaneswar, India timur (foto: ilustrasi).

Gencil News – VOA – Bagi banyak orang dengan HIV/AIDS (ODHA), salah satu titik terberat dalam hidup adalah saat pertama kali mengetahui status HIV positif mereka.

“Menjadi down, menjadi depresi, kayanya tuh kaya ngga bisa dibikin happy,” ujar Amahl S. Azwar, laki-laki 34 tahun yang mengetahui statusnya pada 2013. Karena stres, ia mengaku “menjadi bengal” hingga kehilangan pekerjaan. Sebagian lain bahkan mengaku tak punya harapan hidup.

“Saya pikir HIV itu tinggal menunggu mati,” kenang Ketut Rediten yang akrab disapa Ibu Desi. Ia mengetahui statusnya pada 2010, setelah suaminya sakit dan diketahui terjangkit HIV/AIDS. Suaminya meninggal tiga bulan kemudian.

Dalam kekalutan semacam itu, yang paling dibutuhkan oleh orang-orang seperti mereka adalah dukungan dari keluarga dan masyarakat, sesuatu yang tak selalu didapat karena stigma dan diskriminasi yang melekat.

“Saya diusir oleh keluarga suami saya dan keluarga saya, semua orang menolak. Saya mikir apa salah saya? Saya hanya ibu rumah tangga yang melayani suami dan anak,” cerita ibu empat anak ini kepada VOA.

Baca juga   Perhatikan Peredaran Udara di Ruang Berpendingin pada Masa Pandemi

Perlu proses dan waktu yang panjang bagi Amahl dan Ibu Desi untuk bisa berdamai dengan diri sendiri dan keadaan.

Amahl S. Azwar, ODHIV dan penulis buku "The Poz Says Ok." (foto: courtesy Amahl).
Amahl S. Azwar, ODHIV dan penulis buku “The Poz Says Ok.” (foto: courtesy Amahl).

Amahl menemukan gairah dalam menulis. Setahun setelah diagnosisnya, ia menulis esai personal perdana sebagai ODHIV berjudul “Guy, Interrupted: How Being HIV Positive Opens My Eyes.”

Sejak itu ia tak berhenti menulis. Ia mengaku keterbukaan dan kejujuran merupakan sesuatu yang “healing” atau menyembuhkan batinnya.

Bagi Ibu Desi, proses menerima jati diri dimulai dengan menjadi sukarelawan selama beberapa bulan di Klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) RSUP Sanglah. Disitu ia mengaku “jiwa menolongnya bangkit” dan sejak 2011 membantu memberikan pendampingan kepada ODHA yang datang ke klinik itu.

Sebagai pendamping, ia berperan memberikan dukungan kepada ODHA, karena “Orang dengan HIV tidak bisa menyampaikan apa yang ia rasakan.”

“Tidak gampang menyampaikan status kepada sembarang orang. Banyak loh pasien yang keluarganya sendiri tidak tahu kalau mereka positif. Mereka tidak berani ambil risiko, karena takut diperlakukan seperti saya,” tambah Ibu Desi yang tercatat sebagai pendamping penuh waktu.

Baca juga   Indonesia Sentuh Angka Positivity Rate COVID-19 Terendah Selama Pandemi

Sebagai ODHIV, Amahl tahu betul perasaan tersebut. Itu pula salah satu tujuannya menerbitkan buku berjudul “The Poz Says Ok” yang berisi pengalamannya selama delapan tahun positif HIV. Amahl berharap dengan berbagi pengalaman, ia bisa membantu orang lain.

“Mungkin ada yang pernah kena HIV, lalu down, lalu jatuh, kemudian baca buku ini bisa lebih tersemangati. Bagi yang tidak HIV bisa cari tahu biar ngga terkena. Atau mungkin ada teman, ada keluarga yang kena, lalu bingung mau berbuat apa, supaya jadi tahu.”

Dalam bukunya, ia mengimbau siapapun untuk menjalani tes HIV dan mencari tahu status mereka.

“Yang penting tahu (statusnya). Kalau poz (positif) bisa segera minum obat dan mengambil tindakan preventif supaya tidak parah,” imbuhnya Amahl yang berprofesi sebagai jurnalis lepas untuk beberapa media besar.

Baca juga   Kunci Jawaban Kelas 5 SD, Komponen Ekosistem

HIV/AIDS pertama kali ditemukan 40 tahun lalu. Virus itu bisa menular lewat kontak seksual, jarum suntik, transfusi darah, dari ibu ke bayi dalam kandungan dan lewat ASI. HIV tidak menular lewat sentuhan atau berbagi alat makan.

HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, tapi kadar virusnya bisa ditekan dengan mengonsumsi obat-obatan antiretroviral (ARV) setiap hari. Kecanggihan ARV membuat banyak ODHA bisa hidup dengan fisik yang sehat dan tetap berkarya dan berdaya.

“Orang dengan HIV itu baik-baik saja, apalagi kalau di-support keluarga, di-support dengan nutrisi yang bagus. Kamu dan saya ngga beda. Bedanya hanya saya harus minum obat seumur hidup,” ujar Ibu Desi, yang ikut menggagas sebuah rumah kreatif yang bertujuan untuk memberdayakan para pengidap HIV.

Diperkirakan ada lebih dari 540.000 orang pengidap HIV/AIDS dan 24.000 kematian akibat penyakit terkait AIDS di seluruh Indonesia, menurut data UNAIDS. Sekitar 25% dari total pengidap HIV/AIDS di Indonesia telah memiliki akses ke obat-obatan ARV. 

Continue Reading

Kesehatan

Kenali GERD, Penyakit Asam Lambung yang Mengganggu Pencernaan

Published

on

Kenali GERD, Penyakit Asam Lambung yang Mengganggu Pencernaan

Gencil News- Penyakit asam lambung atau GERD adalah masalah pada pencernaan karena melemahnya katup yang terletak pada kerongkongan bagian bawah.

Sensasi awalnya adalah rasa asam atau pahit pada mulut dan sensasi perih, panas terbakar pada dada dan ulu hati atau ada yang mengistilahkan heartburn

Kedua gejala ini biasanya akan semakin memburuk saat penderita membungkuk, berbaring, atau setelah makan.

Setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung naik, pemicunya adalah:

Makan dalam porsi yang banyak, makan pada larut malam, atau mengonsumsi makanan yang memicu produksi asam lambung.

Gejala sering terjadinya Asam lambung naik baru dikatakan sebagai penyakit jika gejala tersebut muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu.

Baca juga   Perhatikan Peredaran Udara di Ruang Berpendingin pada Masa Pandemi

Agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah, penting untuk mengenali gejala GERD dan lakukan langkah penanganan sejak dini untuk mengatasinya.

Namun Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter jika gejala GERD terjadi secara terus menerus dan tidak kunjung membaik.

Dan jangan lupa untuk melakukan perubahan gaya hidup, supaya gejala GERD tidak selalu timbul. berikut beberapa pola yang harus diubah.

  • Menurunkan berat badan, jika memiliki berat badan yang berlebih.
  • Tidak merokok.
  • Meninggikan kepala saat tidur.
  • Tidak berbaring atau tidur setidaknya dalam waktu 2 hingga 3 jam setelah makan.
  • Menghindari makanan atau minuman yang memicu asam lambung naik, seperti alkohol, susu, makanan yang pedas dan berlemak, cokelat, mint, dan kopi.
  • Tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat.
Baca juga   Mantan Presiden Bolivia Dikabarkan Berupaya Bunuh Diri di Penjara

Para peneliti memperkirakan dengan merubah gaya dan hidup maka bisa mengurangi gejala GERD secara keseluruhan sebesar 37 persen.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING