Siapkan 8 Macam Buah Ini Untuk Turunkan Kolesterol
Connect with us

Kesehatan

Siapkan 8 Macam Buah Ini Untuk Turunkan Kolesterol

Published

on

Siapkan 8 Macam Buah Ini Untuk Turunkan Kolesterol
Foto sumber dari Recipes dot net artikel healthy recipes for low cholesterol diet

Kolesterol merupakan salah satu penyakit tertinggi dunia yang banyak diderita akibat gaya atau pola hidup. cara mudah agar tetap menjaga kadar cholesterol dalam lifestyle anda selalu pertahankan konsumsi buah dengan rutin.

Penyakit yang satu ini dapat membuat peredaran darah menjadi tidak lancar dan risiko kamu terkena penyakit jantung dan stroke menjadi meningkat.

Agar kamu tercegah atau terobati dari penyakit ini, salah satu solusi cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjaga pola makan sehat dan memakan buah-buahan penurun kolesterol.

Salah satu caranya dengan mengonsumsi beberapa buah penurun cholesterol paling ampuh ini!Selanjutnya Siapkan 8 Macam Buah Ini untuk mencegah dan melindungi metabolisme tubuh anda.

Wajib 8 Buah Penurun Cholesterol

1. Pisang

Pisang adalah salah satu buah yang dapat menurunkan tingkat kolesterol pada tubuhmu.

Baca juga   Bisakah Pusat Kebugaran Bertahan dengan Kelas Online Saja?

Mengonsumsi pisang dapat melancarkan dan membersihkan saluran pencernaan pada tubuh, sehingga kolesterol tidak akan menyumbat arteri dan pembuluh darah.

Agar pembuluh darah dan jantungmu terhindar dari cholesterol, kamu dapat memakan pisang setiap pagi secara rutin.

2. Stroberi

Stroberi adalah buah yang kaya akan kandungan polifenol.

Polifenol merupakan kandungan yang berfungsi untuk membantu dan mengatur sistem pembuluh darah.

Sebuah studi juga mengklaim bahwa memakan stroberi secara rutin dapat menurunkan kolesterol dan menurunkan risiko tubuh terkena penyakit jantung.

3. Tomat

Tomat memiliki kandungan potasium, vitamin A, dan vitamin C yang baik untuk tubuh.

Selain itu, tomat juga mengandung antioksidan likopan yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) secara signifikan dalam darah.

Baca juga   Pakar: Minyak Kelapa Murni Bantu Kesembuhan Pasien COVID-19
4. Apel

Sebuah penelitian telah membuktikan mengonsumsi buah apel secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Agar manfaat ini dapat kamu nikmati secara maksimal, kamu dapat memakan apel langsung dengan kulitnya karena pada kulit apel terkandung antioksidan felonik yang mampu melancarkan peredaran darah.

5. Alpukat

Alpukat adalah buah yang kaya akan lemak dan serat tak jenuh yang mampu menyehatkan jantung.

Mengonsumsi alpukat secara rutin juga diklaim dapat membantu mengurangi risiko tubuh terkena penyakit jantung dan stroke.

Sebuah uji klinis juga menemukan bahwa alpukat dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

6. Anggur

Buah anggur kaya akan kandungan polifenol yang dapat mencegah dan mengurangi kerusakan sel.

Buah anggur juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam tubuh sekaligus mengurangi kadar kolesterol jahat atau LDL.

Baca juga   Instagram, Snapchat Media Sosial ‘Terburuk’ untuk Anak Muda
7. Lemon

Lemon mengandung beragam zat yang bermanfaat untuk tubuh, seperti pektin, bioflavonoid, asam sitrat, vitamin A, B1, B2, C, dan serat.

Nutrisi-nutrisi tersebut dapat menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh, meredakan flu, sariawan, demam, dan juga mampu mengatasi radang tenggorokan.

8. Pir

Pir adalah salah satu buah kaya serat yang dapat kamu temukan dengan mudah di Indonesia.

Memakan satu buah pir berukuran sedang juga ternyata dapat mencukupi 16% kebutuhan serat harian tubuhmu.

Kandungan serat pada pir, yaitu pektin, merupakan obat penurun kolesterol alami karena dapat mengikat dan mengangkut kolesterol keluar dari tubuh.

Hal ini membuat tingkat kolesterol jahat pada tubuhmu menjadi berkurang.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kesehatan

Hati-Hati Dengan Manisnya Buah Secara Alami Pengunggah Selera

Published

on

By

Hati-Hati Dengan Manisnya Buah Secara Alami Pengunggah Selera

Gencil News- Memakan atau meminum manis memanglah enak sekali. Apalagi makanan manis alami seperti buah. Namun apakah tahu bahwa makanan yang memiliki rasa manis alami ini boleh dimakan oleh penderita diabetes ?

Melansir dari thehealthsite yang menjelaskan bahwa ada beberapa jenis buah yang memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga dapat menaikkan kadar gula darah bagi penderita diabetes

Berikut ini jenis buah yang harus penderita diabetes hindari :

Baca juga   Peringatan Untuk Anda yang Senang Berbagi/Pinjam Earphone

1. Ceri

Ada baiknya bagi penderita diabetes untuk menghindari buah ceri. Sebab buah ini bisa berpotensi dalam menaikkan kadar gula darah

Akan tetapi jika ingin memakan buah ceri boleh saja bila hanya memakan 1 butir saja. Sebab dalam satu buah ceri sendiri mengandung hingga satu gram karbohidrat yang dapat menaikkan kadar gula darah

2. Anggur

Buah anggur merupakan buah yang sangat mengungga selera. namun apakah anda tau, bahwa dalam buah anggur sendiri kaya akan karbohidrat yang nantinya bisa menjadi gula, lemak serta serat.

Namun jika anda ingin mengonsumsi buah anggur saja diperbolehkan, asal dengan catatan harus bisa mengendalikan dan tidak boleh berlebihan dalam mengkonsumsinya

Baca juga   Instagram, Snapchat Media Sosial ‘Terburuk’ untuk Anak Muda

3. Mangga

Buah sejuta umat ini merupakan buah yang dikenal dengan banyaknya manfaat yang terkandung. Namun tak elok jika penderita diabetes ingin mengkonsumsinya secara berlebihan

Sebab dalam buah ini mengandung 30 gram karbohidrat serta 26 gram gula pada setiap buahnya

Namun jika tetap mengkonsumsi mangga harus dperhatikan serta dikendalikan agar tidak berlebihan

Continue Reading

Kesehatan

Karena COVID-19, Rakyat Korut Semakin Banyak Makan Daging Kelinci

Korea Utara meminta rakyatnya untuk makan lebih banyak daging kelinci sewaktu negara itu menghadapi tahun kedua lockdown internasional terkait COVID-19. Lockdown tersebut membuat negara yang biasanya mengisolasikan diri ini menjadi semakin terkucil dari dunia.

Published

on

By

Karena COVID-19, Rakyat Korut Semakin Banyak Makan Daging Kelinci
Pelanggan memilih potongan daging kelinci. Korea Utara meminta rakyatnya untuk makan lebih banyak daging kelinci sewaktu negara itu menghadapi tahun kedua lockdown internasional terkait COVID-19. (Foto: REUTERS/Terril Yue Jones)

Gencil News – VOA – Koperasi Pertanian Sosin terletak di pinggiran ibu kota Korea Utara, Pyongyang, Sok Sun Ae memelihara sekitar 300 ekor kelinci. Ia memberi ternaknya itu pakan berupa sayuran yang berasal dari ladang-ladang di sekitarnya.

Kelinci-kelinci tersebut dapat menggemuk hingga berbobot lima kilogram dalam enam bulan, katanya. Keluarga-keluarga yang tinggal di daerah tersebut akan berbagi hasilnya.

Berbagai organisasi PBB seperti Program Pangan Dunia, dan sebagian besar kedutaan besar negara-negara asing telah menarik staf mereka keluar dari Pyongyang. Karena itu, sulit sekali mengetahui kondisi di Korea Utara sekarang ini.

Ayam dan kelinci dipajang di toko daging. (Foto: REUTERS/Eric Gaillard)
Ayam dan kelinci dipajang di toko daging. (Foto: REUTERS/Eric Gaillard)

Media pemerintah telah berulang kali melaporkan tentang beternak kelinci tahun ini. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyoroti prakarsa tersebut pada pidato pentingnya bulan September lalu.

Baca juga   Manfaat Asam Folat, Nutrisi Penting Untuk Perkembangan Otak Anak

Kantor berita resmi KCNA melaporkan bahwa Kim “menyerukan untuk meningkatkan kambing dan ternak lainnya dalam jumlah meyakinkan, dan agar melaksanakan gerakan memelihara kelinci secara besar-besaran oleh seluruh rakyat sebagaimana yang disebut dalam kebijakan Partai untuk mendapatkan ‘daging dari rumput’ di sektor peternakan, serta memberi perhatian untuk mengurangi unit konsumsi pakan secara maksimal dan meningkatkan kegiatan antiepizootik.”

Yang dimaksud kegiatan antiepizootik adalah upaya-upaya untuk mencegah penyebaran penyakit di kalangan hewan.

Sementara itu ‘daging dari rumput’ adalah istilah yang digunakan Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara untuk mendorong rakyat, dan tentara pada masa-masa sulit, agar memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang mereka miliki.

An Hong Hwa, seorang ibu rumah tangga, memelihara banyak kelinci di halaman apartemennya.

Baca juga   Peringatan Untuk Anda yang Senang Berbagi/Pinjam Earphone

“Di rumah kami, kami memelihara sekitar 30 ekor kelinci yang dalam satu bulan bisa beranak 150 ekor. Jadi, kami biasanya memelihara lebih dari 1.000 ekor kelinci setiap tahun, dan rata-rata berat satu ekor kelinci adalah 3-4 kilogram. Kami memproduksi lebih dari 3 ton daging setiap tahun. Pencapaian ini, mengembangbiakkan kelinci, membuat saya merasa bahwa tak ada apapun yang tidak dapat kita lakukan, kalau kita memiliki tekad kuat,” katanya.

An Hong Hwa membagikan kelinci-kelinci itu kepada tentara dan pekerja konstruksi.

Seekor kelinci sedang melompat. (Foto: AP)
Seekor kelinci sedang melompat. (Foto: AP)

Korea Utara telah lama kekurangan protein dalam menu makanan mereka.

Bagian utara Semenanjung Korea ini merupakan daerah bergunung-gunung dan kekurangan lahan pertanian.

Korea Utara mengandalkan bantuan dari sekutu-sekutu sosialisnya. Tetapi setelah runtuhnya Uni Soviet, Korea Utara mengalami bencana kelaparan pada tahun 1990-an, dan sejak itu belum mampu memenuhi kebutuhan makanan rakyatnya.

Para koki di restoran Potonggang Manbang di tengah kota Pyongyang sekarang juga memanfaatkan daging kelinci. Salah seorang koki, Sung Myong Sil, mengatakan, “Kami dapat memasak semua jenis hidangan, apapun yang pelanggan kami inginkan. Tetapi sekarang ini, pada musim ini, ada banyak orang yang memesan hidangan kelinci.”

Baca juga   Bisakah Pusat Kebugaran Bertahan dengan Kelas Online Saja?

Sementara itu, salah seorang pelanggan restoran itu, Jo Kwang Nam, mengatakan, “Daging kelinci rasanya enak, dan sangat bergizi. Ini bagus untuk orang-orang yang pulih dari sakit, jadi saya suka makan kelinci.”

Bagi mereka yang memiliki uang, daging babi dan daging sapi adalah pilihan yang paling populer. Di negara itu juga tidak ada tradisi untuk menjadi seorang vegetarian.

Orang luar sedikit sekali mengetahui kondisi di Korea Utara sekarang ini. Namun promosi mengenai pengembangbiakan dan makan daging kelinci di media pemerintah mungkin dapat menunjukkan bahwa apa yang tersaji di meja makanan sekarang ini lebih sedikit daripada biasanya. 

Continue Reading

Kesehatan

5 Manfaat Oncom Untuk kesehatan

Published

on

5 Manfaat Oncom Untuk kesehatan

GENCIL NEWS – Oncom adalah salah satu makanan dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Dengan makan oncom, Anda akan mendapatkan protein, serat, karbohidrat, lemak, air, zat besi, kalium, serta natrium.

Namun, kadar gizi tersebut tergantung dari jenis oncom yang Anda makan. Penelitian menunjukkan oncom hitam mengandung protein lebih besar sekitar 8,6 persen di setiap sajiannya, sedangkan oncom merah mengandung protein sekitar 4,9 persen saja.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa dalam 100 gram oncom terdapat nutrisi, seperti:

Air 87,46 persen, Protein 13 gram, Energi 187 kkal, Lemak 6 gram, Karbohidrat 22,6 gram, Kalsium 96 mg,Fosfor 115 mg,Zat besi 27 mg dan Vitamin B1 0,09 mg.

Baca juga   Pakar: Minyak Kelapa Murni Bantu Kesembuhan Pasien COVID-19

Berdasarkan kandungan gizi tersebut, beberapa manfaat kesehatan pada oncom adalah:

  • Melancarkan peredaran darah

oncom mengandung retinol dan asam resinoat yang merupakan senyawa yang bekerja untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh.

  • Membantu metabolisme tubuh

Selain melancarkan peredaran darah dan mengurangi racun aflatoksin oncom pun jika dikonsumsi membantu metabolisme. Tubuh karena oncom mengandung karbohidrat dan protein cukup tinggi, jadi sangat baik bagi metabolisme tubuh.

  • Bermanfaat untuk kesehatan tulang

Dalam 100 gram oncom mengandung fosfor 115 mg dan kalsium 96 mg. Dari kandungan gizi fosfor dan kalsium tersebutlah oncom dikategorikan makanan yang bermanfaat bagi kesehatan tulang.

  • Sebagai sumber energi

mengonsumsi oncom pun bermanfaat sebagai sumber energi. Dalam 100 gram oncom saja mengandung karbohidrat sebesar 22,6 gram serta mengandung vitamin A, B1 dan C.

  • Mencegah perut kembung
Baca juga   Kasus Sarden Bercacing, Disperindag Segera 'Geledah' Pusat Perbelanjaan

tidak perlu khawatir perut Anda akan terasa kembung setelah makan oncom. Pasalnya, proses fermentasi oleh Neurospora sitophila dan kapang Rhizopus oligosporus. Dapat mencegah perut menghasilkan gas berlebih sehingga tidak mengakibatkan munculnya rasa kembung.

Meski oncom memiliki banyak manfaat dan dapat menjadi sumber protein alternatif. Tetap ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika memakannya. Salah satu hal penting dalam konsumsi oncom adalah memastikan kebersihan dalam proses pembuatannya.

Sanitasi yang baik dalam pembuatan oncom bertujuan mencegah berkembangnya jenis mikroba seperti Aspergillus flavus yang menghasilkan racun aflatoksin sehingga berpotensi memicu risiko kanker. Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah memastikan konsumsi oncom dalam keadaan segar, yakni maksimal 1-2 hari setelah disimpan pada suhu ruang.

Continue Reading

Kesehatan

Jumlah Pengguna Tembakau di Seluruh Dunia Menurun

Published

on

By

Jumlah Pengguna Tembakau di Seluruh Dunia Menurun
Para pekerja sibuk melinting tembakau di area kerjanya masing-amsing yang hanya dibatasi oleh plastik sebagai bagian dari pencegahan COVID-19 di Pabrik Rokok Gudang Baru di Malang, Jaw Timu, pada 11 Juli 2020. (Photo by AFP/Aman Rochman)

Gencil News – VOA – Jumlah pengguna tembakau secara global pada tahun ini mengalami penurunan dibanding jumlah total pengguna yang tercatat pada 2015.

Laporan trend tembakau dunia yang dirilis Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada Selasa (16/11), menunjukkan bahwa saat ini terdapat 1,30 miliar pengguna tembakau di seluruh dunia. Jumlah tersebut menurundibandingkan data tahun 2015 yang mencatat1,32 miliar pengguna. Jumlah ini diharapkan akan turun menjadi 1,27 miliar orang pada tahun 2025 mendatang.

WHO menyatakan bahwa sebanyak 60 negara saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pengurangan penggunaan tembakau secara sukarela hingga 30 persen pada periode 2010-2025. Laporan itu menunjukkan dua tahun lalu hanya terdapat 32 negara yang berada pada jalur tersebut.

Baca juga   Perlukah Mengoleskan Minyak Kayu Putih Kelapisan Masker

Pencapaian ini berhasil diraih berkat adanya kebijakan pengendalian tembakau yang efektif dan komprehensif di bawah Konvensi Kerangka Kerja WHO tentang Pengendalian Tembakau (WHO FCTC) dan MPOWER dalam mengatasi epidemi tembakau.

“Sangat menggembirakan melihat lebih sedikit orang yang menggunakan tembakau setiap tahun, dan semakin banyak negara yang berada di jalur yang tepat untuk mencapai target global,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Ia menambahkan bahwa “perjalanan kita masih panjang dan perusahaan tembakau akan terus menggunakan setiap strategi yang mereka punya untuk mempertahankan profit besar yang mereka raih lewat menjajakan produk yang mematikan itu. Kami mendorong semua negara untuk memanfaatkan dengan lebih baik berbagai piranti yang tersedia untuk membantu agar orang berhenti merokok, dan menyelamatkan nyawa.”

Baca juga   Korsel Temukan 116 Kasus “Kambuh” Virus Corona

Laporan itu juga mendesak negara-negara untuk mempercepat penerapan langkah-langkah yang disarankan dalam WHO FCTC guna semakin mengurangi jumlah orang yang berisiko jatuh sakit dan meninggal karena penyakit yang diakibatkan konsumsi tembakau.

“Jelas bahwa pengendalian tembakau terbukti efektif, dan kami memiliki kewajiban moral untuk bergerak agresif guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ujar Dr. Ruediger Krech, Direktur Promosi Kesehatan WHO.

“Kami melihat kemajuan besar di banyak negara ini merupakan hasil dari penerapan langkah-langkah pengendalian tembakau yang sejalan dengan WHO FCTC, tetapi keberhasilan ini masih rentan. Kita masih perlu mendorong kebijakan ini ke depan,” tambahnya.

WHO Global Investment Case for Tobacco Cessation yang baru menunjukkan bahwa dengan menanamkan investasi sebesar 1,68 dolar per kapita setiap tahun dalam intervensi penghentian berbasis bukti, seperti pemberian saran-saran singkat, jalur telpon bebas pulsa nasional dan dukungan penghentian penggunaan tembakau lewat SMS, dapat membantu 152 juta pengguna tembakau benar-benar berhenti menggunakan tembakau pada tahun 2030.

Baca juga   Pakar: Minyak Kelapa Murni Bantu Kesembuhan Pasien COVID-19

Hal ini akan menyelamatkan jutaan nyawa dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang negara-negara yang bersangkutan.

Untuk memfasilitasi proses ini WHO telah membentuk konsorsium penghentian tembakau, yang akan menyatukan mitra-mitra untuk mendukung negara-negara meningkatkan penghentian tembakau.

Temuan utama dalam laporan WHO tentang trend prevalansi penggunaan tembakau pada tahun 2000-2025 menunjukkan bahwa pada2000 terdapat 22,3 persen dari populasi global yang menggunakan tembakau. Dari jumlah itu 36,7 persen adalah laki-laki, sementara 7,8 persen adalah perempuan. 

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING