Connect with us

Kesehatan

Ditengah Wabah Corona, Dunia Alami Krisis Kondom

Published

on

Dunia mengalami kekurangan pasokan kondom setelah adanya kebijakan lockdown di Malaysia untuk menghambat penyebaran virus corona.

Akibatnya salah satu produsen kondom terbesar di dunia terpaksa menghentikan produksinya.

Produsen tersebut, Karex Bhd Malaysia, memproduksi satu dari lima kondom secara global.

Perusahaan itu belum menghasilkan satu kondom pun dari tiga pabriknya di Malaysia selama lebih dari seminggu akibat kebijakan lockdown.

Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kekurangan 100 juta kondom yang biasanya dipasarkan secara internasional oleh sejumlah merek, seperti Durex.

Alat kontrasepsi tersebut juga dipasok ke sistem perawatan kesehatan berbagai negara, seperti Layanan Kesehatan National (National Heath System/NHS) Inggris atau didistribusikan oleh program bantuan, seperti Dana Populasi PBB (UN Population Fund).

Pada akhirnya pemerintah Malaysia memberi izin kepada Karex Bhd untuk memulai kembali produksi pada hari Jumat (27/3). Namun hanya dengan 50% dari tenaga kerjanya. Izin diberikan sebagai dispensasi karena dianggap sebagai industri kritis.

“Akan dibutuhkan waktu untuk memulai pabrik, dan kami akan berjuang untuk memenuhi permintaan dengan kapasitas setengahnya,” kata Kepala Eksekutif Karex Bhd, Goh Miah Kiat, kepada Reuters.

“Kita akan melihat kekurangan kondom di mana-mana, yang akan menakutkan,” katanya.

“Kekhawatiran saya adalah untuk banyak program kemanusiaan di Afrika, kekurangannya bukan hanya dua minggu atau sebulan. Kekurangan itu bisa berlangsung berbulan-bulan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Gaya Hidup

Miliki Daya Ingat Tajam di Usia Tua

Published

on

GENCILNEWS – Cukup luar biasa bagi orang yang berada di rentan usia 80an dan 90an untuk tetap memiliki ingatan yang tajam sama dengan mereka yang berusia puluhan tahun lebih muda, dan sekarang para ilmuwan berusaha untuk meneliti otak dari para “superlansia” untuk menemukan rahasianya.

Pekerjaan ini adalah sisi kebalikan dari perburuhan untuk obat-obatan baru yang mengecewakan untuk melawan atau mencegah penyakit Alzheimer.

Sebaliknya, “mengapa kita tidak berusaha memikirkan apa yang mungkin kita perlukan untuk memaksimalkan daya ingat kita?” ujar seorang ilmuwan ahli syaraf Emily Rogalsky, yang memimping studi SuperAging di Chicago Northwestern University.

Sebagian otak kita menyusut dengan bertambahnya usia, satu dari beberapa alasan mengapa kebanyakan orang mengalami perlambatan berangsur-angsur dari paling tidak beberapa tipe daya ingat di usia lanjut, bahkan apabila mereka berhasil terhindar dari penyakit seperti Alzheimer.

Namun ternyata otak para superlansia ini tidak menyusut secepat rekan-rekan sebayanya. Dan autopsi dari superlansia pertama yang meninggal selama pelaksanaan studi menunjukkan mereka memiliki jenis sel syaraf khusus jauh di dalam bagian otaknya yang penting untuk memusatkan perhatian. Rogalski menyatakannya di depan rapat the American Association for the Advancement of Science.

Para lansia elit ini “lebih dari sekedar keanehan atau kelangkaan,” ujar ilmuwan ahli syaraf Molly Wagster dari the National Institute on Aging, yang membantu pendanaan penelitian.

“Ada potensi untuk belajar dalam jumlah banyak dan mengaplikasikannya ke kita semua, dan bahkan pada mereka yang mungkin sedang mengalami semacam penyakit syaraf degeneratif.”

Apakah yang dibutuhkan untuk menjadi superlansia? Kondisi otak yang tetap muda dalam tubuh seorang yang berusia 80 tahun atau lebih. Tim Rogalski teleh memberikan serangkaian tes ke lebih dari 1.000 orang yang berpendapat bila mereka memenuhi syarat, dan hanya sekita 5 persen di antaranya yang lulus. Tantangan daya ingat yang penting:

Dengarkan 15 kata yang tidak berhubungan satu sama lain, dan setengah jam kemudian sebutkan paling tidak sembilan di antaranya. Itu adalah standar untuk mereka yang berusia 50 tahun-an, namun rata-rata mereka yang berusia 80-an dapat mengingat lima di antaranya. Beberapa superlansia dapat mengingat keseluruhan kata tersebut.

“Bukan berarti anda lebih cerdas,” tegas superlansia William “Bill” Gurolnick, yang memasuki usia 87 bulan depan dan bergabung dengan studi ini dua tahun yang lalu.

Bukan juga berkat adanya gen protektif: ayah Gurolnick menderita Alzheimer di usia 50-an. Menurutnya daya ingatnyayang hebat didukung dengan gaya hidupnya yang membuat ia tetap sibuk. Ia bersepeda, main tenis, dan bola voli air.

Ia tetap bersosialisasi dengan makan sian bersama-sama secara reguler dan mengikuti rapat-rapat kelompok pria yang mana ia adalah salah satu pendirinya.

“Secara absolut ini adalah faktor penting yang membuat anda tetap dapat memilik daya ingat yang tajam,” tegas Gurolnick, yang baru saja menyelesaikan pertandingan gin bulanannya.

Kelompok superlansia yang diteliti Rogalski cenderung orang-orang yang bersifat periang dan menyatakan bahwa mereka memiliki aktivitas jaringan sosial yang kuat, namun demikian mereka berasal dari berbagai profesi, yang membuatnya sulit untuk menemukan kesamaan sifat untuk kesehatan otak.

Ada beberapa yang belajar di perguruan tinggi, ada pula yang tidak. Beberapa di antaranya memiliki IQ yang tinggi dan yang lainnya ber IQ rata-rata.

Ia telah mempelajari mereka yang telah mengalami trauma mendalam, termasuk penyintas Holocaust, penggemar aktivitas kebugaran, dan perokok; mereka yang sama sekali tidak minum alkohol dan mereka yang minum martini sehari-hari.

Namun jauh di dalam otaknya dimana ia menemukan berbagai petunjuk yang meyakinkan, entah bagaimana superlansia ini lebih tahan terhadap pengaruh waktu.

Di bagian awal, pemindaian otak menunjukkan cortex – lapisan luar otak yang penting untuk daya ingat dan fungsi-fungsi penting lainnya – dari superlansia ini lebih tebal dibandingkan orang lain sebayanya. Lapisan ini tampak seperti lapisan milik orang sehat berusia 50-an dan 60-an.

Masih belum jelas apakah mereka lahir dengan kondisi demikian. Namun tim Rogalski menemukan satu kemungkinan penjelasan: cortex dari para superlansia ini tidak menyusut secepat rekan sebayanya. Dalam jangka waktu lebih dari 18 bulan, rata-rata mereka yang berusia 80-an mengalami tingkat kehilangan dua kali lebih besar.

Petunjuk lainnya: Jauh di dalam otak, bagian yang diperlukan untuk memusatkan perhatian ukurannya lebih besar pada para superlansia ini. Dan di bagian dalam, autopsi menunjukkan bagian otaknya dipenuhi dengan neuron panjang – jenis khusus dan jarang dipahami yang disebut neuron von Economo yang dianggap memainkan peran penting dalam pemrosesan dan kesadaran sosial.

Superlansia ini memiliki neuron jenis ini empat hingga lima kali lebih banyak ketimbang orang yang berusia 80-an ujar Rogalski – bahkan lebih banyak ketimbang rata-rata orang dewasa yang berusia muda.

Studi yang dilaksanakan oleh Northwestern ini bukan satu-satunya upaya untuk mengurai kemampuan daya ingat yang bertahan lama. Di the University of California, Irvine, Dr. Claudia Kawas mempelajari mereka yang berusia paling tua, orang yang berusia 90 tahun atau lebih. Beberapa di antaranya menderita Alzheimer. Yang lainnya telah berhasil untuk memelihara daya ingat tajam dan ada juga yang berada di antaranya.

Sekitar 40 persen dari mereka yang berusia paling tua yang tidak menunjukkan gejala-gejala kepikunan dalam hidup ini bagaimanapun juga telah menunjukkan gejala-gejala penyakit Alzheimer saat kematiannya, ujar Kawas pada rapat AAAS.

Rogalski juga menemukan jumlayh amyloid dan tau, simbol dari protein Alzheimer, di dalam otak dari superlansia ini.

Saat ini para ilmuwan sedang menjajaki bagaiman orang-orang ini mampu menghindar dari kerusakan. Mungkin superlansia ini memiliki jalur berbeda untuk menuju ke kesehatan otak.

“Mereka berumur panjang dan hidup dengan baik,” ujar Rogalski. “Apakah ada hal-hal yang dapat diubah yang dapat kita pikirkan sekarang, dalam kehidupan kita sehari-hari” untuk melakukan hal yang sama? [ww]

Continue Reading

HEADLINE

Pentingnya Vitamin dan Mineral Dalam Tubuh

Published

on

Setiap hari tubuh Anda menghasilkan kulit, otot, dan tulang. Ini menghasilkan darah merah yang kaya yang membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh dan mengirimkan sinyal saraf melompati ribuan mil jalur otak dan tubuh.

Ini juga merumuskan pembawa pesan kimia yang berpindah dari satu organ ke organ lainnya, mengeluarkan instruksi yang membantu mempertahankan hidup Anda.

Salah satu cara mempertahankan sistem imun tubuh adalah dengan memenuhi asupan mineral dan vitamin untuk daya tahan tubuh. Namun, tentunya Anda perlu mengonsumsi mineral dan vitamin lainnya yang juga dibutuhkan oleh tubuh.

Konsumsilah berbagai variasi makanan sehat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, daging, dan biji-bijian. Terapkan pola makan dengan nutrisi dan gizi yang imbang. Apabila Anda memiliki masalah dalam pola makan atau kekurangan vitamin atau mineral tertentu, konsultasikan dengan dokter.

Tetapi untuk melakukan semua ini, tubuh Anda memerlukan beberapa bahan mentah. Ini termasuk setidaknya 30 vitamin, mineral, dan komponen makanan yang dibutuhkan tubuh Anda tetapi tidak dapat diproduksi sendiri dalam jumlah yang cukup.

Vitamin dan mineral dianggap nutrisi penting — karena bertindak bersama, mereka melakukan ratusan peran dalam tubuh. Mereka membantu menopang tulang, menyembuhkan luka, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Mereka juga mengubah makanan menjadi energi, dan memperbaiki kerusakan sel.

Vitamin dan mineral adalah nutrisi penting karena mereka melakukan ratusan peran dalam tubuh. Ada garis tipis antara cukup mendapatkan nutrisi ini (yang sehat) dan terlalu banyak (yang akhirnya dapat membahayakan Anda). Makan makanan yang sehat tetap merupakan cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup yang Anda butuhkan.

Vitamin membantu tubuh Anda tumbuh dan bekerja sebagaimana mestinya. Vitamin memiliki pekerjaan yang berbeda dengan mineral, vitamin membantu Anda melawan infeksi, menjaga kesehatan saraf Anda, dan membantu tubuh Anda mendapatkan energi dari makanan atau darah Anda agar membeku dengan baik.

Sedangkan Mineral membantu menjaga fungsi tubuh Anda. Beberapa mineral, seperti yodium dan fluorida, yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil. sedangkan seperti kalsium, magnesium, dan kalium, dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar. Seperti halnya vitamin, jika Anda makan makanan yang bervariasi, Anda mungkin akan mendapatkan cukup banyak mineral.

Continue Reading

Kesehatan

Model Komputasi ala “The Sims” untuk Memprediksi Pandemi

Published

on

Model Komputasi ala The Sims untuk Memprediksi Pandemi

GENCIL NEWS – Laboratorium di bawah Departemen Energi AS, Argonne National Laboratory ikut dalam upaya penanggulangan COVID-19.

Laboratorium ini dikenal sebagai pusat riset nuklir. Lalu bagaimana peneliti di sana bisa berkontribusi mengatasi pandemi? Ternyata dengan komputasi mirip permainan “The Sims”.

Continue Reading

TRENDING

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x