FDA Sebut Penggunaaan Rokok Elektronik pada Remaja adalah ‘Epidemi’

Penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja Amerika telah mencapai “proporsi epidemi,” kata Badan Makanan dan Obat-obatan AS/FDA dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu.

Dalam apa yang dikatakan “upaya penegakan terkoordinasi terbesar dalam sejarah FDA,” badan itu mengeluarkan peringatan tertulis dan denda kepada 1.300 pengecer atas peran mereka dalam menjual peralatan itu kepada anak-anak.

Dalam pidato di markas besar FDA, komisaris Scott Gottlieb mengatakan, “peningkatan penggunaan pada remaja yang bisa mengarah pada kecanduan harus diakhiri.”

Sampai saat ini, FDA menganggap rokok elektronik sebagai alat yang ampuh untuk membantu orang dewasa menghentikan kebiasaan mereka menggunakan produk tembakau konvensional.

Tetapi penelitian tidak banyak menemukan bukti demikian. Namun Gottlieb mengakui badan itu telah lalai memperhitungkan daya tarik rasa produk itu terhadap remaja.

Baca juga   Apakah Penanganan Bencana di Indonesia Sudah Terstruktur dan Terlembaga?

Pejabat FDA itu mengatakan FDA akan terus mempelajari rokok elektronik sebagai alternatif yang tidak terlampau berbahaya bagi perokok dewasa “namun proses itu tidak bisa mengorbankan anak-anak.

” FDA memberi Juul, Vuse, MarkTen XL, Blu dan Logic, lima merek terlaris rokok elektronik , 60 hari untuk memaparkan rencana yang layak kepada FDA untuk mencegah vaping pada anak-anak.

Jika mereka gagal, FDA bisa menarik produk-produk itu dari pasar. Menurut FDA, kelima merek ini menguasai lebih dari 97 persen penjualan AS.

Para pengecam sejak lama berpendapat produsen rokok elektronik sengaja menargetkan anak-anak dengan menawarkan rasa seperti permen dan permen karet.

Baca juga   Berikan Sufor Usai Melahirkan Melanggar Kode Etik

Menurut data yang dikutip oleh FDA, tahun lalu lebih dari 2 juta siswa sekolah menengah dan SMU menggunakan perangkat, yang berisi nikotin dengan menghirupnya.

Gottlieb mengecam pendekatan pembuat rokok elektronik atas masalah penggunaan oleh anak-anak di bawah umur sebagai “masalah hubungan masyarakat.”

“Saya di sini untuk memberi tahu mereka sekarang bahwa pendekatan tersebut sudah berakhir,” kata Gottlieb. [my]

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.