Perhatikan 4 Makanan yang Bisa Menyebabkan Gigi Berlubang
Connect with us

Kesehatan

Perhatikan 5 Makanan yang Bisa Menyebabkan Gigi Berlubang

Published

on

Perhatikan 4 Makanan yang Bisa Menyebabkan Gigi Berlubang

Salah satu bagian tubuh yang paling terpengaruh dengan makanan adalah gigi bahkan beberapa jenis makanan bisa menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu, makanan yang anda konsumsi sehari-hari bisa juga menentukan kesehatan tubuhmu baik dalam jangka panjang maupun pendek.

Hal ini lah yang bisa sangat mempengaruhi makanan dan minuman yang kamu konsumsi terhadap kondisi kesehatan gigi.

Faktanya, Plak merupakan lapisan yang menempel pada gigi dan ini sangat mempengaruhi munculnya masalah gusi serta gigi berlubang.

Melansir dari Medical Daily, berikut sejumlah makanan yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan masalah gigi lainnya.

1. Makanan mengandung tepung dan olahan

Ketika anda mengonsumsi makanan karbohidrat olahan, jenis makanan tersebut akan berubah menjadi gula di dalam mulut. Saat itu pula produksi asam akan masuk.

Tepung mulai berkonversi menjadi gula dengan segera melalui proses pra-pencernaan yang masuk melalui mulut melalui enzim dalam air liur.

2. Mengonsumsi Minuman Bersoda

Selain mengandung gula yang sangat tinggi, soda juga dapat membuat mulut menjadi kering. Kondisi ini menjadi tempat bagi bakteri jahat untuk berkembang biak.

3. Makanan Mengandung Tinggi Gula

Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman terlalu manis bukan hanya buruk untuk kesehatan tubuh, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan mulut.

Belum lagi bakteri dalam mulut memakan gula untuk menciptakan asam. Di samping itu, infeksi dalam rongga mulut berkaitan erat dengan kadar asam.

4. Makanan Mengandung asam yang tinggi

Makanan yang terasa sangat asam akan sangat berbahaya untuk gigi, karena dapat mengikis email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Pelemahan email gigi ini juga dapat menyebabkan masalah sensitivitas hingga perubahan warna gigi.

5. Mengunyah Es Batu berlebihan

Meskipun terlihat sepele, nyatanya kebiasaan mengunyah es batu dapat merusak gigi.

Selain itu, Mengunyah zat keras seperti es batu dapat merusak email gigi dan membuat gigi lebih sensitif.

Dampak lainnya adalah mengunyah es batu berisiko membuat gigi menjadi longgar dan rentan tanggal.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kesehatan

Menurut Ahli Ini Perbedaan Batuk Kering Biasa Dengan Covid-19

Published

on

By

Menurut Ahli Ini Perbedaan Batuk Kering Biasa Dengan Covid-19

Gencil News- Adanya wabah Covid-19 kita harus bisa melihat perbedaan batuk kering biasa dengan batuk dari gejala Covid-19.

Menurut laporan WHO dan pemerintah China, sekitar 68 persen penderita COVID-19 mengalami gejala batuk kering. Bahkan, bisa menjadi gejala umum kedua dalam 55.000 kasus yang terkonfirmasi.

Berikut penjelasan para pakar kesehatan soal gejala batuk kering yang jadi penanda wabah infeksi virus Corona.

“Secara umum, batuk kering tidak mengeluarkan dahak atau lendir,” jelas ahli alergi Purvi Parikh.

Banyak hal yang dapat menyebabkan batuk ini. Menurut Profesor Aline M. Holmes dari Rutgers University School of Nursing, penyebabnya termasuk alergi dan berada pada area wilayah dalam ruangan dengan udara kering sepanjang hari.

Pemicu lainnya adalah penyakit GERD, asma, dan kebiasaan merokok.

Dr. Holmes mengatakan, dalam hal ini bisa terasa seperti tanpa dahak. “Pada akhirnya, rasanya seperti paru-paru Anda teriritasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Perbedaan batuk kering yang penderita virus Corona alami adalah batuk yang sangat dalam dan rendah dari dasar paru-paru.

Kapan batuk kering menandai gejala virus Corona?

“Batuk dalam kondisi apapun yang juga ditandai demam di atas 100,4 Fahrenheit (38 derajat Celcius) harus anda waspadai,” kata Dr. Parikh melansir dari Prevention.

Melansir dari Science Alert, virus Corona mengiritasi jaringan paru-paru. Karena itu penderita akan mengalaminya dalam waktu berkepanjangan. Gejala ini juga disertai dengan sesak napas dan nyeri otot.

Selain itu, gejala menonjol yang kerap menyertai batuk corona adalah demam dan kelelahan.

Jika dirasa sudah terlalu mengganggu, sebaiknya anda menghubungi dokter rumah sakit atau klinik terdekat. Pastikan Anda tetap menerapkan protokol kesehatan saat berkonsultasi langsung dengan dokter.

Continue Reading

Kesehatan

4 Manfaat Konsumsi Vitamin D untuk Ibu Hamil dan Janin

Published

on

5 Manfaat Konsumsi Vitamin D untuk Ibu Hamil dan Janin

Ibu Hamil dan Janin harus memiliki asupan nutrisi dan vitamin yang cukup untuk kesehatannya juga tumbuh kembang janin yang optimal.

Karena selain supan nutrisi yang lengkap, menambahkan Vitamin sebagai penunjang juga sama pentingnya untuk kondisi bumil dan janin.

Vitamin D salah satu asupan untuk menunjang kondisi kehamilan yang sehat untuk kekuatan tulang dan gigi.

Ibu hamil juga sebaiknya mengonsumsi vitamin D yang bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tulang bayi dalam kandungan.

Kekurangan vitamin D bisa memberikan dampak negatif janin sehingga tidak tumbuh secara maksimal.

Mengutip melalui Alodokter, berikut 5 Manfaat Konsumsi vitamin D untuk ibu hamil dan janin.

1. Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi bayi

Vitamin D bermanfaat untuk mengatur jumlah kalsium dan fosfat dalam tubuh. Kalsium dan fosfat merupakan mineral penting untuk membentuk jaringan tulang dan gigi.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, ibu hamil harus rutin berjemur sebelum pukul 9 pagi selama 10–15 menit, sebanyak 2–3 kali seminggu.

Saat berjemur, gunakan selalu tabir surya yang aman untuk ibu hamil guna mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

Ibu hamil juga perlu menggunakan topi yang lebar dan kacamata hitam untuk melindungi wajah dan mata dari terik sinar matahari.

2. Menurunkan risiko diabetes gestasional

Diabetes gestasional merupakan kondisi ketika kadar gula darah dalam tubuh ibu hamil meningkat terlalu tinggi.

kondisi ini menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan pada bumil dan janin, seperti kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan berlebih, hingga preeklampsia.

Beberapa studi mengungkapkan bahwa asupan vitamin D yang tercukupi selama hamil dapat mengurangi risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat diabetes gestasional.

3. Mengurangi risiko preeklamsia

Preeklamsia merupakan masalah kesehatan pada ibu hamil dengan adanya tekanan darah tinggi, pembengkakan tubuh akibat penumpukan cairan, dan peningkatan kadar protein dalam urine.

Preeklampsia cukup sering terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan atau sekitar trimester kedua, namun bisa juga terjadi pada trimester akhir.

Menurut beberapa penelitian, kondisi preeklamsia lebih berisiko terjadi pada ibu hamil yang mengalami kekurangan vitamin D.

Oleh karena itu, Bumil harus mencukupi kebutuhan vitamin D agar dapat terhindar dari risiko preeklamsia.

4. Mencegah bayi terlahir dengan berat badan rendah

Asupan vitamin D yang tercukupi saat hamil juga dapat mengurangi risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah.

Bayi yang terlahir dengan berat badan rendah lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti hipotermia dan gangguan pernapasan.

Berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019, jumlah asupan vitamin D yang direkomendasikan bagi ibu hamil adalah sekitar 15 mikrogram (mcg) atau 600 IU per harinya.

Jika jumlah asupan vitamin D dari makanan tersebut masih tidak cukup, Bumil bisa mengonsumsi suplemen vitamin D.

Namun, konsultasikan terlebih dulu kepada dokter kandungan mengenai jenis dan dosis suplemennya.

Continue Reading

Headline

Suplemen Minyak Ikan Dapat Tingkatkan Kesuburan Pria

Published

on

Pil Echinacea, kiri, minyak ikan, tengah, dan glukosamin ditunjukkan di San Francisco, Kamis, 30 Juli 2009. (Foto: AP)

Gencil News – Sebuah studi dari Denmark menunjukkan pria yang mengkonsumsi suplemen minyak ikan, yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 tinggi, mungkin dapat meningkatkan kesuburannya.

Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open, setelah meneliti data dari hampir 1.700 pria muda, para peneliti yakin bahwa konsumsi suplemen minyak ikan terkaitdengan jumlah sperma yang lebih tinggi, testis yang lebih besar dan peningkatan kadar hormon yang berkontribusi pada kesuburan pria.

Tina Kold Jensen, profesor dari di Rigshospitalet dan University of Southern Denmark yang juga salah satu penulis stuid itu, mengatakan pria mendapatkan manfaat asam lemak omega-3 dengan menambahkannya dalam diet mereka. Namun, imbuh Jensen, konsumsi asam lemak omega-3 paling besar dampaknya untuk para pria yang memiliki kualitas sperma yang buruk.

Hal ini terjadi karena jenis asam lemak ini penting untuk kesuburan, kata Jensen dalam email.

“Komposisi membran sel sperma dengan kandungan asam lemak kaya sangat penting untuk fungsi sperma yang tepat,” jelas Jensen. “Membran sel sperma memainkan peran penting dalam peristiwa pembuahan utama. Omega-3 dalam membran sperma meningkat saat sperma matang dan tidak dapat disintesis. . . pada manusia dan perlu berasal dari diet. “

Untuk meneliti kemungkinan minyak ikan dan nutrisi lain dapat memengaruhi kesuburan pria, Jensen dan rekan-rekannya melibatkan para pria yang sedang sedang menjalani ujian fisik sebagai bagian dari prosedur wajib militer Denmark. Hal tersebut dilakukan antara 1 Januari 2012 dan 31 Desember 2017.

Mereka diundang untuk berpartisipasi dalam studi fungsi testis dan mereka yang mendaftar diberi jadwal pemeriksaan dan disediakan kompensasi sebesar 500 Denmark krone (AS$ 74,23).

Dalam proses tersebut, para pria mengisi kuesioner, menjalani pemeriksaan fisik, mengirim sampel air mani dan diambil darahnya. Mereka ditanya tentang diet, vitamin atau suplemen makanan, masalah gaya hidup dan kesehatan, dan khususnya tentang masalah kesehatan testis, seperti hernia inguinalis, dan tentang penyakit menular seksual.

Para pria juga ditanyai tentang konsumsi alkohol, penggunaan tembakau dan ganja, dan apakah ibu mereka merokok selama kehamilan.

Ketika Jensen dan rekan-rekannya menganalisis data mereka, ditemukan fakta pria yang mengonsumsi suplemen minyak ikan kurang dari 60 hari dalam tiga bulan terakhir memiliki volume semen 0,38 mL lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mengonsumsi suplemen. Pria yang mengonsumsi minyak ikan pada 60 hari atau lebih selama periode itu memiliki volume semen 0,64 mL lebih tinggi dibanding pria yang tidak menggunakan suplemen.

Pil Echinacea, kiri, minyak ikan, tengah, dan glukosamin ditunjukkan di San Francisco, Kamis, 30 Juli 2009. (Foto: AP)
Pil Echinacea, kiri, minyak ikan, tengah, dan glukosamin ditunjukkan di San Francisco, Kamis, 30 Juli 2009. (Foto: AP)

Demikian pula, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi suplemen. Ukuran testis pada pria yang mengonsumsi minyak ikan kurang dari 60 hari adalah 0,8 mL lebih besar dan di antara mereka yang mengkonsumsinya selama 60 hari atau lebih, itu adalah 1,5 mL lebih besar.

Pria yang mengonsumsi minyak ikan juga memiliki jumlah sel-sel sperma yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengonsumsi suplemen. Selain itu, mereka memiliki persentase sperma yang lebih tinggi yang berenang lurus ke depan, dibandingkan dengan sperma yang berenang dalam lingkaran, misalnya. Dan itu memiliki bentuk yang lebih sehat secara keseluruhan.

Studi baru ini menarik karena melihat laki-laki dari populasi umum yang muda dan sehat, kata Albert Salas-Huetos, seorang peneliti di unit urologi, andrologi dan IVF di Universitas Utah di Salt Lake City. 

Continue Reading

TRENDING