Connect with us

Kesehatan

Hasil Awal Uji Coba Vaksin Covid-19 Menunjukan Hasil Yang Menjanjikan

Published

on

Hasil Awal Uji Coba Vaksin Covid-19 Menunjukan Hasil Yang Menjanjikan
Logo perusahaan farmasi Pfizer di markas Pfizer di New York, AS (foto: ilustrasi).

Hasil awal uji coba Vaksin Covid-19 menunjukan hasil yang menjanjikan. Uji coba yang dilakukan Perusahaan farmasi AS, Pfizer dan perusahaan bioteknologi German, BioNTech. Hari Rabu (1/7) mengumumkan satu calon vaksin COVID-19 telah menunjukkan data awal yang menjanjikan.

Penelitian itu berskala kecil yang melibatkan 45 orang dewasa sehat berusia 18 hingga 55 tahun. Peserta uji coba melaporkan efek samping ringan. Termasuk rasa sakit di tempat suntikan dan demam ringan, yang merupakan reaksi umum vaksin.

Perusahaan-perusahaan itu mengatakan tidak tahu berapa lama respon kekebalan akan bertahan atau tingkat kekebalan yang dibutuhkan manusia untuk melindungi diri dari virus.

Dalam waktu satu bulan peserta uji coba telah menunjukkan respons antibodi dalam darah di atas tingkat pasien COVID-19 yang pulih.

Program pengembangan bersama Pfizer dan BioNTech itu mencakup tiga calon vaksin lain. Dan kedua perusahaan menyebut BNT162b1 adalah yang paling maju dalam proses itu.

Para peneliti akan menggunakan data awal untuk memilih diantara calon vaksin dan menentukan dosis untuk uji coba yang jauh lebih luas dengan melibatkan hingga 30.000 orang. Uji coba berikutnya akan dimulai secepatnya jika proyek tersebut disetujui.

Pfizer dan BioNTech mengatakan sanggup memproduksi hingga 100 juta dosis pada akhir tahun 2020. Dan lebih dari 1,2 miliar pada akhir tahun 2021. Sedangkan data uji coba di Jerman dari vaksin yang sama diharapkan akan dirilis pertengahan Juli ini.

Menurut London School of Hygiene & Tropical Medicine yang memantau pengembangan vaksin. Setidaknya terdapat 25 calon vaksin COVID-19 telah menjalani ujian klinis pada manusia.

Vaksin-vaksin dari perusahaan farmasi Moderna, CanSino Biologics, dan Inovio termasuk yang paling menjanjikan. Sejauh ini belum ada calon vaksin yang disetujui untuk digunakan secara luas. 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kesehatan

Ini 5 Manfaat Dan Cara Merendam Kaki Dengan Air Garam

Published

on

Ini 5 Manfaat Dan Cara Merendam Kaki Dengan Air Garam

GENCIL NEWS – Merendam kaki dengan air garam merupakan perawatan sederhana yang bisa anda lakukan dirumah, selain bahan nya mudah hasil nya juga sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Merendam kaki dengan air garam bisa meredakan infeksi pada kaki karena kandungan garam pada air dapat menjadi antiseptic, begitu pula mereka yang mengalami eksim pada kulitnya, terapi ini juga dapat membantu proses penyembuhan.

untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, gunakanlah garam yang mengandung magnesium sulfat, misalnya Garam Himalaya. Garam ini mengandung hampir 80 mineral yang berbeda. Selain kandungan zat besi yang memberikan warna pink, garam ini juga mengandung mineral magnesium, kalsium, kalium, fosfor, klorida, boron, fluoride, yodium, seng, selenium, tembaga,

Mineral-mineral ini tentu diperlukan untuk tubuh. Namun, sebesar 97% garam Himalaya terdiri dari natrium klorida, dan sisanya 3% adalah mineral lain dalam konsentrasi kecil.

  • Menghilangkan bau kaki

Kaki yang tertutup oleh sepatu sepatu sepanjang hari dapat membuat kelembapan di area kaki Anda menjadi tinggi. Kondisi ini menjadi tempat yang sempurna untuk perkembangbiakan bakteri. Pertemuan bakteri dan keringat pada kaki akan menyebabkan muncul nya bau tidak sedap.

Untuk mengurangi bau kaki, salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan merendamnya di air garam.

Caranya, larutkan 1/2 sendok garam ke dalam wadah yang berisi air hangat. Kemudian, rendam kaki Anda dalam wadah tersebut selama 10-20 menit. Cara ini akan membersihkan kaki Anda, sekaligus mencegah perkembangan bakteri penyebab bau kaki.

  • Mengurangi nyeri dan pembengkakan akibat cantengan

Kuku kaki yang tumbuh ke dalam atau dalam bahasa awam nya dikenal dengan istilah cantengan memang akan terasa menyakitkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak akibat cantengan adalah dengan merendamnya di air garam. Anda bisa melakukannya selama 10-20 menit setiap harinya.

  • Mencegah insomnia

Merendam kaki dengan air garam yang mengandung magnesium sulfat juga dinilai efektif untuk mengatasi gangguan tidur, seperti insomnia. Hal ini karena aliran darah pada kaki menjadi  lancer.

 Aliran darah yang lancar dapat membantu Anda merasa lebih nyaman, mengurangi rasa stres, dan menghilangkan rasa pegal pada kaki Anda.

  • Mengatasi Nyeri Otot Kaki

Jika anda seharian jalan kaki, naik turun tangga, dan melakukan banyak aktivitas, biasanya kaki akan terasa nyeri. Sendi-sendi pergelangan kaki bisa terasa sakit dan kaku. Merendam kaki dengan dengan air hangat dapat membantu mengatasi nyeri otot kaki. Pembengkakan pada kaki karena terlalu banyak berjalan juga bisa bantu diatasi dengan merendamnya di air hangat.

  • Membuat Tubuh Lebih Relaks

Hal pertama yang akan kamu rasakan saat merendam kaki dengan air garam adalah rasa rileks yang bisa membuat semua beban di pundak terasa lebih ringan. Tidak hanya rileks, air garam juga membantu mengusir rasa nyeri yang muncul akibat seharian beraktivitas tiada henti.

Continue Reading

Kesehatan

Pakar Obat Tradisional Sarankan Masyarakat Waspada

Published

on

Pakar Obat Tradisional Sarankan Masyarakat Waspada

GENCIL NEWS – VOA – Pakar obat tradisional dan peneliti di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Zullies Ikawati menyarankan masyarakat untuk berhati-hati.

Dia mengapresiasi siapapun yang berupaya menemukan obat untuk pasien terinfeksi virus corona. Faktanya, sampai saat ini industri farmasi belum mampu menyediakannya.

Tetapi Zullies juga mengingatkan, banyak pihak yang kadang-kadang mengambil kesempatan di tengah kepanikan masyarakat.

“Nah, obat herbal biasanya belum sampai uji klinik, maka kita tidak bisa membuat klaim yang terlalu tinggi. Status jamu tidak boleh diklaim anti virus, karena itu terlalu tinggi untuk jamu. Klaim itu harus dibuktikan secara klinis,” ujar Zullies kepada VOA.

Jamu sebagai produk herbal tidak bisa berperan sebagai obat. Dia harus diposisikan sesuai dengan perannya masing-masing yang telah dikenal masyarakat.

Karena bukan obat, produk jamu hanya bisa dipromosikan misalnya membantu melegakan tenggorokan atau meningkatkan daya tahan tubuh.

Zullies menyebut salah satu contoh produk herbal, yaitu kalung berbahan minyak eukaliptus yang diklaim anti corona.

Meski dalam uji coba di laboratorium klaim itu bisa saja terbentuk, saat digunakan kepada manusia belum tentu akan menunjukkan hasil yang diinginkan.

Karena itulah, Zullies setuju dengan langkah kementerian yang kemudian melakukan koreksi atas klaim awal mereka.

Produk herbal biasanya dikenal masyarakat karena pengalaman empirik selama bertahun-tahun. Bahan-bahan tertentu diyakini bisa membantu mengeluarkan dahak, bahan lain melegakan tenggorokan, kemudian bahan yang berbeda dikonsumsi ketika perempuan sedang memasuki periode menstruasi.

Tidak seperti obat yang merupakan produk senyawa tunggal untuk fungsi pengobatan tertentu, bahan herbal memiliki banyak senyawa beragam.

“Sehingga umumnya sifatnya holistik, kita minum jamu itu untuk memelihara kesehatan secara umum, jadi bisanya untuk menjaga kebugaran, meningkatkan daya tahan,” tambah Zullies.

Continue Reading

Kesehatan

Satuan Tugas Penanganan Covid-19: Tidak Ada Jamu Covid

Published

on

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tidak Ada Jamu Covid

GENCIL NEWS – Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Rabu (5/8) menyelenggarakan dialog mengenai obat tradisional untuk infeksi virus corona ini.

Dialog ini diselenggarakan antara lain untuk meluruskan pemahaman masyarakat, terkait klaim penemuan produk herbal antibodi Covid-19.

Klaim ini disampaikan seseorang bernama Hadi Pranoto, dalam wawancara di kanal YouTube milik penyanyi Anji.

Selain itu, Satgas juga merasa perlu memberikan panduan bagi masyarakat terkait obat tradisional kaitannya dengan Covid-19.

Berbicara dalam dialog ini, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Akhmad Saikhu.

Hadir pula Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, Togi Junice Hutadjulu.

Menjawab pertanyaan mengenai peran obat herbal tradisional bagi penyembuhan pasien Covid-19, Ahmad Saikhu menegaskan karena penyebab virus, obat satu-satunya adalah antivirus. Sampai saat, tegas dia, semua masih dalam proses pengembangan, termasuk di Indonesia.

Produk herbal, lanjutnya, tidak bisa menyembuhkan Covid-19. Namun, warisan tradisi ini bisa berperan meringankan gejala penyakit penyerta yang diderita pasien.

Menurut data Kementerian Kesehatan, hipertensi, diabetes, jantung, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit ginjal dan asma adalah sejumlah penyakit penyerta yang ditemui pada pasien terinfeksi virus corona.

“Jamu atau herbal bisa dipakai untuk meringankan gejala-gejala penyakit penyerta tersebut. Tujuannya seperti itu, jadi jamu itu bukan untuk menyembuhkan Covid, seperti beberapa informasi yang misleading beberapa hari ini. Jamu ini bisa dipakai untuk meringankan, untuk mencegah agar penyakit komorbid-nya tidak menjadi lebih parah lagi,” ujar Saikhu.

Klaim Herbal Tidak Berdasar

Sedangkan Togi Junice Hutadjulu menguraikan, perlu proses panjang hingga sebuah produk herbal masuk dalam kriteria tertentu.

Produk yang disebut jamu, adalah bahan-bahan yang secara empiris diyakini masyarakat bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Produk ini tersedia luas dan diperjualbelikan bebas di masyarakat.

Satu tingkat diatas jamu adalah obat herbal terstandar. Ini adalah produk herbal yang sudah lolos melewati uji praklinis, yaitu uji coba pada binatang.

Di atas itu adalah fitofarmaka, yaitu produk herbal yang telah melewati ujiklinis, sebagaimana obat pada umumnya.

“Sampai saat ini pengembangan obat belum ada yang bisa di klaim ataupun diindikasikan untuk obat Covid -19. Sedangkan obat herbal juga belum. Pengembangan vaksin sekarang sedang berjalan, Badan POM mengawal untuk memastikan bahwa obat ini nantinya akan aman digunakan dalam rangka pencegahan ataupun treatment dalam Covid-19,” kata Togi.

BPOM terus melakukan evaluasi terhadap produk herbal yang beredar di masyarakat. Produk yang telah lolos evaluasi akan diberikan ijin edar.

Setidaknya, masyarakat yang memanfaatkan produk herbal, dapat menjadikan ijin edar ini sebagai salah satu pedoman ketika memilihnya di pasaran.

“Dalam kondisi saat ini, banyak sekali tawaran-tawaran atau endorse, bahwa klaimnya adalah produk ini menyembuhkan Covid, dengan harga yang murah dan sebagainya. Ini tentunya kita berharap masyarakat menjadi masyarakat yang cerdas,” tambah Togi.

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING