Kenali Perbedaan Rapid Test, Swab Antigen, dan Test PCR
Connect with us

Kesehatan

Kenali Perbedaan Rapid Test, Swab Antigen, dan Test PCR

Published

on

Kenali Perbedaan Rapid Test, Swab Antigen, dan Test PCR
Loading...

Semenjak pandemi covid melanda dunia, maka istilah seperti Rapid test, swab antigen, dan test PCR sering muncul terkait uji COVID-19. 

Penjelasan terkait tiga istilah tersebut mungkin sudah sangat sering ada dalam berbagai media.

Namun, tak ada salahnya mengenali tentang swab antigen, rapid test, dan test PCR supaya tidak bingung ketika akan memeriksakan diri.

berikut ini adalah pengertian dari istilah tersebut;

1. Swab antigen

Swab antigen adalah penerapan uji COVID-19 dengan pengambilan sampel pada pangkal hidung dan tenggorokan.

pengambilan sampel dengan tehnik swab test atau tes usap sehingga mirip dengan pelaksanaan tes PCR.

swab antigen bertujuan mencari protein yang terdapat pada permukaan virus. Cara kerja ini berbeda dengan PCR test yang mencari material genetik pada virus corona penyebab COVID-19.

Mekanisme swab antigen tidak terlalu berat dengan bahan kimia lebih sedikit.

Hasil swab antigen lebih cepat muncul akan tetapi hasilnya tidak terlalu sensitif.

Pimpinan layanan penyakit infeksi Emory University Hospital Atlanta mengatakan, swab antigen berisiko memberi hasil false negative dan false positive.

Risiko muncul jika reagen salah mengenali protein COVID-19 atau sama sekali melewatkannya.

Menurut Dr Mehta, dokter akan menyarankan pasien tetap melakukan tes PCR usai swab antigen. Apalagi pada pasien yang hasilnya negatif tapi menunjukkan gejala atau berisiko terpapar COVID-19.

2. Rapid test

Pelaksanaan rapid test biasa melalui pengambilan sampel darah dari tubuh pasien. Perlengkapan rapid test akan mengenali protein antibodi dalam sampel tersebut.

Antibodi adalah protein sebagai bentuk perlindungan tubuh saat terinfeksi virus corona atau patogen lain. Artinya, penerapan rapid test sebaiknya pada orang yang belum terinfeksi.

Akurasi rapid test berisiko tidak akurat pada orang yang belum pernah terinfeksi virus Corona. Apalagi tiap orang memberi respon antibodi yang berbeda saat terinfeksi.

Selain itu, menurut Dr Mehta antibodi yang terdeteksi sebetulnya untuk virus corona secara umum bukan spesifik COVID-19.

Para ahli tidak bisa memastikan sampai kapan antibodi tersebut bisa melindungi masyarakat.

“Sebetulnya banyak informasi yang bisa diperoleh dengan melakukan rapid test setiap waktu. Namun deteksi antibodi tidak berarti tubuh terlindungi sepenuhnya dari COVID-19. Tetap lakukan protokol kesehatan seperti yang lain,” kata Dr Mehta.

3. Test PCR

PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah mekanisme membaca kode genetik pada sampel untuk mengetahui keberadaan COVID-19. Test PCR merujuk pada Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Tehnik Test PCR  dengan swab atau usap untuk mengambil sampel pada pangkal hidung dan tenggorokan.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganggap test PCR sebagai gold standard uji COVID-19.

Mekanisme test PCR menggunakan sampel RNA COVID-19 yang disalin balik untuk membentuk pasangan DNA.

Salinan diperbanyak dengan PCR hingga terbentuk banyak rantai DNA, yang biasanya perlu waktu 6 jam hingga dua hari.

Test PCR memang memberikan hasil paling akurat meski memerlukan waktu yang lebih lama.

Selain itu, hanya tenaga yang sudah terlatih saja yang bisa melakukan test PCR.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kesehatan

5 Penyebab Kepala Pusing Setelah Bangun Tidur Pada Pagi Hari

Published

on

5 Penyebab Kepala Pusing Setelah Bangun Tidur Pada Pagi Hari
Loading...

Gencil News- Bangun tidur merasakan kepala pusing bukannya fresh akan tetapi malah bisa memberi efek mood tidak baik seharian setelah tidur malam.

Jika anda termasuk kedalam golongan orang yang bangun tidur pada pagi hari lantas merasakan kepala pusing rasa kepala seperti berputar-putar boleh dicek kembali apa saja faktor penyebabnya.

5 Penyebab kepala pusing setelah bangun tidur pada pagi hari:

1. Anemia

Rendahnya kadar zat besi dan hemoglobin dalam tubuh bisa menyebabkan sel-sel kekurangan oksigen selama tidur. Akibatnya, saat kita bangun tidur kepala akan terasa sangat berat.

Dengan demikian penuhi kebutuhan gizi harian dengan baik dengan mengonsumsi makanan dan vitamin yang mengandung zat bes, agar kebutuhan zat besi terpenuhi.

Atau konsultasikan perihal ini ke dokter terlebih dahulu.

2. Dehidrasi

Salah satu penyebab paling umum bangun tidur kepala pusing adalah dehidrasi di malam hari. Karena itu penuhi kebutuhan minum air mineral yang cukup 1 jam sebelum menjelang tidur.

Dehidrasi tidak hanya disebabkan oleh kurang cairan saja, Konsumsi kafein berlebihan juga bisa jadi penyebab dehidrasi.

3. Hipotensi

Tekanan darah rendah, hipotensi juga bisa menjadi penyebab bangun tidur kepala pusing. Hipotensi dapat terjadi karena perubahan posisi tiba-tiba; dari berbaring ke posisi berdiri.

Ada baiknya untuk tidak langsung bangun dari posisi tertidur. Lakukan secara bertahap saja, seperti membuka mata sampai fokus, duduk perlahan, baru beranjak berdiri dari tempat tidur.

4. Vertigo

Pusing sampai ruangan terasa berputar. Vertigo bisa terjadi kapan saja, termasuk saat terbangun di pagi hari. Selain kepala pusing, gejala vertigo disertai dengan rasa mual dan muntah.

Vertigo umumnya memang tidak bisa memunculkan masalah kesehatan kronis. Namun jika serangan vertigo datang berulang lebih baik konsultasi dengan dokter atau ahli terapi fisik.

5. Hipoglikemia

Kadar gula darah rendah; hipoglikemia saat bangun tidur umumnya dialami oleh penderita diabetes.

Ketika kadar gula darah rendah, maka penderita akan mengalami pusing saat bangun tidur, gemetaran, susah konsentrasi, keringat berlebih, dan pernglihatan kabur.

Untuk mengetahui hal yang sangat berhubungan dengan kesehatan lebih baik konsultasi lebih lanjut kepada dokter.



Continue Reading

Kesehatan

Pentingkah Mengonsumsi Suplemen Vitamin Setiap Hari

Published

on

Pentingkah Mengonsumsi Suplemen Vitamin Setiap Hari
Loading...

Vitamin adalah zat untuk menunjang fungsi sel dan menjaga kesehatan sehari hari. selain itu, makanan alami pun bisa menjadi asupan vitamin dalam bentuk suplemen.

Johanna Dwyer, RD, peneliti senior pada National Institutes of Health’s Office of Dietary Supplements dalam jurnal kesehatan nya menyampaikan.

“Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa tidak ada keuntungan bila ia mengonsumsi suplemen vitamin dari jumlah yang seharusnya, dan mereka tidak mengetahui kerugiannya,”

Apabila sehari-hari Anda menerapkan pola makan sehat bergizi lengkap seimbang serta bervariasi, sebetulnya Anda tak perlu khawatir mengalami kekurangan.

Bagi tubuh manusia memang asupan nutrisi sangat bermanfaat untuk merangsang, membantu, serta berperan dalam berbagai reaksi fisiologis.

Namun, sebaiknya perhatikan dosis dan petunjuk penggunaan suplemen vitamin sebelum Anda mengonsumsinya.

Karena, minum vitamin terlalu banyak atau mengonsumsinya tidak sesuai dosis dapat membahayakan kesehatan Anda.

Tubuh mempunyai sistem sendiri untuk mengatur berapa banyak zat gizi dari makanan atau suplemen yang akan tubuh ambil sesuai keperluannya.

Sebagian besar vitamin memiliki batas aman konsumsinya masing-masing. Sehingga, jika Anda mengonsumsinya masih dalam batas aman, ini tidak akan menyebabkan Anda mengalami masalah.

Misalnya, asam folat yang mempunyai batas aman sebesar 1000 mikrogram per hari untuk orang dewasa.

Namun, Jika anda mengonsumsinya lebih dari batas aman, ini akan menyebabkan Anda mengalami masalah kesehatan.

Walaupun zat ini larut air dan tersekresi oleh tubuh namun ketika Anda mengonsumsinya secara berlebihan masih tetap ada yang menetap dalam tubuh Anda.

Continue Reading

Kesehatan

Mengenal Bipolar yang Menjadi Masalah Kesehatan Mental

Published

on

Mengenal Bipolar yang Menjadi Masalah Kesehatan Mental
Loading...

Gencil News– Bipolar adalah kondisi gangguan kesehatan mental yang bisa menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem dalam satu waktu.

Keadaan ini biasanya meliputi perasaan sangat bahagia (mania atau juga hipomania) menjadi sangat sedih daam waktu yang bersamaan juga.

Selanjutnya, masalah kesehatan mental yang terjadi pada penderita gangguan bipolar biasanya terjadi dalam siklus yang secara tiba-tiba.

Sehingga bisa membuat kehilangan minat bgi penderita dalam sebagian besar aktivitasnya.

Perubahan suasana hati ini dapat memengaruhi tidur, aktivitas, perilaku, dan kemampuan untuk dapat berpikir jernih.

Perubahan suasana hati dapat terjadi jarang atau beberapa kali dalam setahun. Seringkali di antara perubahan keduanya, penderita bipolar tetap mengalami kondisi suasana hati yang normal.

Dalam kebanyakan kasus, gangguan bipolar diobati dengan obat-obatan dan konseling psikologis (psikoterapi).

Tanda-tanda Bipolar

Bicara Cepat

Penderita akan berbicara dengan cepat meluapkan isi pikirannya secara tiba-tiba dengan episode yang berlanjut.

Depresi

Depresi merupakan gejala yang paling umum terjadi pada penderita bipolar. Saat masa gembira penderita telah berakhir, biasanya dirinya akan mudah merasa depresi hingga stres kronis bahkan tidak mampu melakukan kegiatannya.

Mudah Tersinggung

Lebih mudah merasa tersinggung pada beberapa hal yang sebenarnya tak memiliki hubungan dengannya. Biasanya penderita akan mudah marah.

Impulsif

Tanda-tanda selanjutnya adalah perilaku impulsif atau sembrono. Penderita dapat melakukan berbagai hal yang tidak konsisten dengan apa yang biasanya dilakukan seperti menghabiskan uang secara berlebihan dan sebagainya.

Irasional

Tanda-tanda bipolar berikutnya adalah muncul pikiran dan tindakan irasional. Biasanya, gejala ini terjadi pada saat masa gembira.

Hypomania

Tanda-tanda ini merupakan yang sering terjadi pada penderita bipolar. Hypomania merupakan sebuah kondisi penderita yang memiliki energi luar biasa. Ia akan lebih mudah untuk tertawa dan merasa gembira

Cara mengatasi terapi bipolar sampai saat ini ialah dengan cara melakukan konseling secara terkontrol dengan psikiater dan juga melakukan perawatan therapi obat.

Continue Reading

Kesehatan

4 Tips Supaya Tubuh Menjadi Rileks Saat Migrain Menyerang

Published

on

4 Tips Supaya Tubuh Menjadi Rileks Saat Migrain Menyerang
Loading...

Gencil News– Migrain adalah sakit kepala yang terasa berdenyut, dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Migrain merupakan penyakit saraf, yang dapat menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya atau suara. Serangan migrain dengan rasa nyeri yang mengganggu dapat berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari.

Menurut Migrain Research Foundation. Sepanjang 10 tahun terakhir ini memperkirakan bahwa hampir  25 persen orang menderita migrain.

Dengan kisaran usia antara antara 16 hingga 50 tahun dan rasio jenis kelamin wanita lebih besar 50 persen.

Migrain menyerang dari berbagai faktor baik genetik maupun lingkungan. ada 4 cara relaksasi untuk mengobati dan mencegah migrain. Namun, beberapa orang lebih suka menggunakan obat sebagai alternatif lain melengkapi perawatan medis.

4 Tips Ketika Tubuh Rileks Saat Migrain Menyerang

Mengelola sensitivitas cahaya dengan meredupkan pencahayaan

Menurut National Headache Foundation, hampir 90 persen orang penderit migrain mengalami fotofobia (sensitivitas cahaya), cahaya dapat meningkatkan serangan migrain dalam hitungan detik.

Segera redupkan pencahayaan sekitar ketika mulai merasakan migrain. Hal ini dapat membantu menangkan sistem syaraf.

Ketika sedang berada di luar ruangan, cara yang dapat dilakukan untuk meredupkan pencahayaan adalah dengan menggunakan kacamata hitam dan topi, atau dapat juga menggunakan penutup mata.

Pakaian yang nyaman

Menyelimuti seluruh tubuh dalam ruangan gelap dan menggunakan bantal yang lembut dapat membantu meredakan migrain yang mendera. Tidak hanya itu, mengenakan pakaian yang nyaman juga dapat meningkatkan suasana hati dan menenangkan perasaan. Kuncinya adalah lebih peka terhadap kenyaman tubuh.

Suasana Tenang

Berikan suasana dan kondisi yang tenang selama periode migrain menyerang agar anda dan tubuh lebih relaksasi

Therapi Audio

Jika menyukai musik instrumen dengarkan dengan sayup sambil memejamkan mata hingga akhir nyeri menghilang pelan pelan. Namun jika juga tidak berkurang silahkan konsultasikan ke dokter mengenai gejala migrain yang masih berlanjut.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING