Jangan Remehkan, Khasiat dari Cuka Apel Untuk Kesehatan Tubuh
Connect with us

Kesehatan

Jangan Remehkan, Khasiat dari Cuka Apel Untuk Kesehatan Tubuh

Published

on

Jangan Remehkan, Khasiat dari Cuka Apel Untuk Kesehatan Tubuh

Gencil News– Pernah mendengar Cuka apel? Cuka apel adalah sejenis minuman yang memiliki banyak khasiat dan berasal dari proses fermentasi jus apel.

Selanjutnya, dalam proses fermentasi tersebut kandungan gulanya berubah menjadi asam astetat yang menjadi bahan aktif.

Asam asetat, mengandung vitamin A, B1,B2,B6, C dan E Juga potasium, kalsium, dan magnesium.

Peneliti kesehatan pada tahun 2004, menemukan bahwa secara signifikan menurunkan kadar glukosa dalam darah setelah makan.

Dengan meminum 2sdm sari cuka apel saat siang dan malam selama 2 minggu, ternyata terbukti dapat menurunkan bobot tubuh.

Khasiat yang perlu anda ketahui ialah;

1. Menurunkan Kadar Gula Darah 

Manfaatnya dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah setelah makan. Waktu terbaik untuk mengonsumsi minuman ini adalah sebelum makan, yakni dengan cara mencampurkan cuka apel sebanyak 2 sendok teh dengan air

2. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Berdasarkan studi dari Harvard, wanita yang memiliki kebiasaan makan salad dengan cuka apel memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami penyakit jantung koroner.

Karena mengandung senyawa asam linolenik alfa, yang ternyata baik untuk kesehatan jantung. Namun ingat, asupan ini perlu berimbang dengan gaya hidup sehat agar kondisi jantung dan pembuluh darah tetap terjaga dengan optimal.

3. Membunuh Bakteri

Kandungan asam asetat yang banyak terkandung dalam minuman ini dapat mematikan kuman berbahaya atau mencegahnya berkembang biak.

4. Menjaga Kecantikan Kulit

Kandungan cuka apel tersebut mampu mendorong pembentukan sel kulit yang baru dan membantu mengecilkan pori-pori wajah.

Selanjutnya, Anda bisa mencampurnya dengan air dan meneteskannya pada daerah yang berjerawat.

5. Menyehatkan Pencernaan

2sdm Cuka Apel larutkan dalam air hangat dapat membantu mengatasi rasa mulas, mengurangi kembung, dan meningkatkan fungsi saluran pencernaan secara keseluruhan.

6. Mengatasi psioriasis

Dengan kandungan antiseptik maka minuman ini dapat membantu mengurangi iritasi dan gatal akibat psoriasis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kesehatan

Obat-obatan Tradisional Laris Selama Pandemi

Published

on

Obat-obatan Tradisional Laris Selama Pandemi

Gencil News – VOA – Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah dengan berbagai tanaman obat (herbal) yang berkualitas untuk penyembuhan.

Maka sejak jaman dulu, nenek moyang kita memanfaatkan tanaman obat itu dan meramunya menjadi jamu. Sejak pandemi COVID-19 merebak Maret 2020, obat-obatan tradisional dari bahan tanaman obat itu semakin banyak diminati.

Menurut Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Indonesia, berbagai penelitian modern membuktikan, tanaman yang merupakan bahan dasar ramuan jamu, bermanfaat bagi kesehatan.

Produk jamu

Sekretaris Bidang Penelitian, Pendidikan dan Saintifikasi jamu di DPP GP Jamu, Victor Sahat Siringoringo menjelaskan kepada VOA:

“Jamu penggunaannya berdasarkan pengalaman turun-temurun. Jumlahnya lebih dari 11.000 produk yang sudah terdaftar di Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan). Kelompok kedua yaitu Obat Herbal Terstandard (OHT) yang sudah dilakukan percobaan pada hewan untuk membuktikan khasiatnya. Tingkat tertinggi adalah vitofarmaka, setaraf dengan conventional medicine, sudah diteliti uji pada hewan dan uji klinisnya pada manusia untuk menguji khasiat dan keamanannya”.

Victor sedang melakukan uji klinis (foto: courtesy).
Victor sedang melakukan uji klinis (foto: courtesy).

Terbukti sekitar 45% dari 7.700 responden pengguna aplikasi Alodokter dari Kementrian Kesehatan RI, memilih menggunakan tanaman obat, meskipun obat-obatan tradisional dari bahan herbal itu tidak semuanya terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Empat puluh lima persen pengguna obat tradisional oleh penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 270 juta adalah angka yang tinggi. Pada masa pandemi ini, banyak anggapan bahwa COVID-19 sebagai penyakit pernafasan, bisa dicegah dengan meminum obat dari bahan herbal. Tak heran jika penjualan obat-obatan tradisional meningkat akhir-akhir ini.

Bahan utama jahe

Muljo Rahardjo, CEO Deltomed mengatakan kepada VOA, produk yang laris adalah obat-obat untuk masuk angin dan teh herbal.

“Penjualan kami meningkat 50% dari sebelumnya tahun 2019, lalu tahun 2020 ke 2021 dan 2022 cukup bagus”.

Muljo Rahardjo (kiri) di pabriknya (foto: courtesy).
Muljo Rahardjo (kiri) di pabriknya (foto: courtesy).

Perusahaan yang telah berkiprah selama 45 tahun dalam pembuatan obat-obatan tradisional itu mempunyai misi utama yaitu menggabungkan kekuatan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mempersembahkan yang terbaik dari alam.

Setelah pandemi merebak, pasokan jahe, bahan utama obat tradisional menjadi berkurang karena kebutuhan yang meningkat, ujar Muljo Rahardjo.

“Jahe itu benar-benar agak sulit diperoleh, terutama jahe merah dan jahe emprit. Ada 3 jenis jahe, yaitu jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Jahe merah dan jahe emprit biasanya dipakai untuk jamu. Kalau jahe gajah untuk bumbu dapur. Tingkat kemanjurannya diukur dengan kandungan minyak atsiri, bahan aktif jahe yang berkhasiat untuk anti peradangan dan melancarkan peredaran darah”.

Muljo Rahardjo dengan Claudius Oeggerli, pemasok mesin pengambil sari tanaman obat (foto: courtesy).
Muljo Rahardjo dengan Claudius Oeggerli, pemasok mesin pengambil sari tanaman obat (foto: courtesy).

Sampai ke luar negeri

Keyakinan orang Indonesia akan kemanjuran obat-obatan tradisional ini dibawa sampai ke luar negeri. Maka, bagi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri, contohnya Amerika, mereka banyak membeli obat-obatan itu di toko-toko, baik melalui daring maupun toko Indonesia di AS.

Pemilik salah satu Indonesian Market di Maryland, Linda Campbell, justru mengetahui berbagai jenis obat-obatan tradisonal dan khasiatnya dari para pelanggannya.

“Pembelinya banyak, orang Indonesia ini percaya dengan minuman yang herbal-herbal khususnya yang dari Indonesia. Saya justru tahu manfaatnya dari para pembeli, jadi dia beli dari toko saya. Lalu saya sendiri mencoba dan saya juga merasakan ternyata banyak juga manfaatnya,” kata Linda.

Linda Campbell di tokonya dengan dagangannya, temulawak impor dari Indonesia (foto: courtesy).
Linda Campbell di tokonya dengan dagangannya, temulawak impor dari Indonesia (foto: courtesy).

Banyak orang Indonesia membuat atau menyeduh sendiri bahan-bahan dari tanaman obat ini untuk diminum. Namun bagi mereka yang sibuk atau tidak ingin repot, pasti lebih suka membeli dari yang sudah jadi di pasaran dan yang telah terdaftar di BPOM, seperti yang dialami oleh seorang pengguna minuman herbal, Ade Astuti:

“Saya suka dengan yang herbal-herbal, merasa lebih aman saja. Saking sukanya, kalau ada yang sakit seperti batuk, saya buat sendiri ramuannya. Tapi sekarang mending belilah, cari yang praktis,” tukasnya.

Victor sedang menjajagi prospek ekspor ke India (foto: courtesy).
Victor sedang menjajagi prospek ekspor ke India (foto: courtesy).

Victor Siringoringo dari GP Jamu menambahkan, “Yang penting di sini dari segi hiegenitas, kan kita tidak tahu bagaimana mereka membersihkan, merebusnya, kemudian menggunakan botol yang hiegienis atau tidak”.

Banyak orang Indonesia percaya, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari paparan virus corona adalah dengan menjaga kekebalan tubuh. Maka dengan meminum obat-obatan tradisional dari bahan tanaman obat itulah mereka merasa sehat dan terhindar dari penyakit. 

Continue Reading

Kesehatan

Rendah Karbohidrat, Buah Ini Aman Bagi Penderita Diabetes

Published

on

Rendah Karbohidrat, Buah Ini Aman Bagi Penderita Diabetes

Gencil News-Buah dengan rendah karbohidrat adalah salah satu tambahan asupan nutrisi yang aman bagi penderita diabetes.

Penderita diabetes pada umumnya tidak dapat mengolah karbohidrat dengan baik, akibat kegagalan insulin dalam proses memasukkan karbohidrat yang sudah berbentuk glukosa ke dalam tubuh untuk menjadi energi.

Sehingga, dengan asupan rendah karbohidrat bisa menjaga pola makan bagi penderita diabetes tipe apapun. Karena pada dasarnya karbohidrat adalah sumber gula.

Mengutp dari journal food and science Washington, ada 4 buah dengan rendah karbohidrat yang masih dalam batas aman untuk menjadi pilihan penderita gula.

Alpukat

Buah alpukat merupakan salah satu buah rendah gula yang bisa rutin Anda konsumsi. Bahkan, satu buah alpukat mentah hanya mengandung gula sekitar 1 gram.

Tak hanya itu, alpukat juga mengandung beragam lemak sehat, kalium, folat, magnesium, bahkan zat antioksidan untuk mata seperti lutein dan zeaxhanthin.

Raspberry

Buah raspberry juga menjadi salah satu buah rendah gula. Untuk setiap cangkir buah raspberry, gula yang terkandung hanya sekitar 5 gram.

Takaran ini jumlahnya kira-kira melebihi satu sendok teh. Selain rendah gula, buah raspberry mengantongi beragam nutrisi lain yang mengesankan, termasuk vitamin C, selenium, bahkan kelompok antioksidan flavonoid.

Lemon

Buah sitrus ini juga menjadi salah satu buah yang rendah kadar gulanya. Untuk satu buah lemon, gula yang terkandung hanya berkisar 1 hingga 2 gram.

Jika mengambil perasan buah lemon, kulitnya jangan sampai Anda buang. Sebab, kulit lemon juga menawarkan banyak manfaat dan nutrisi, termasuk serat dan vitamin C.

Blackberry

Blackberry adalah buah rendah gula yang hanya mengandung 7 gram per cangkirnya. Selain menyehatkan, buah blackberry juga mengandung antioksidan serta serat yang sangat baik untuk tubuh.

Tetap batasi asupan karbohidrat dan usahkan selalu berolahraga ringan.

Continue Reading

Kesehatan

Kenali GERD, Penyakit Asam Lambung yang Mengganggu Pencernaan

Published

on

Kenali GERD, Penyakit Asam Lambung yang Mengganggu Pencernaan

Gencil News- Penyakit asam lambung atau GERD adalah masalah pada pencernaan karena melemahnya katup yang terletak pada kerongkongan bagian bawah.

Sensasi awalnya adalah rasa asam atau pahit pada mulut dan sensasi perih, panas terbakar pada dada dan ulu hati atau ada yang mengistilahkan heartburn.

Kedua gejala ini biasanya akan semakin memburuk saat penderita membungkuk, berbaring, atau setelah makan.

Setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung naik, pemicunya adalah:

Makan dalam porsi yang banyak, makan pada larut malam, atau mengonsumsi makanan yang memicu produksi asam lambung.

Gejala sering terjadinya Asam lambung naik baru dikatakan sebagai penyakit jika gejala tersebut muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu.

Agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah, penting untuk mengenali gejala GERD dan lakukan langkah penanganan sejak dini untuk mengatasinya.

Namun Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter jika gejala GERD terjadi secara terus menerus dan tidak kunjung membaik.

Dan jangan lupa untuk melakukan perubahan gaya hidup, supaya gejala GERD tidak selalu timbul. berikut beberapa pola yang harus diubah.

  • Menurunkan berat badan, jika memiliki berat badan yang berlebih.
  • Tidak merokok.
  • Meninggikan kepala saat tidur.
  • Tidak berbaring atau tidur setidaknya dalam waktu 2 hingga 3 jam setelah makan.
  • Menghindari makanan atau minuman yang memicu asam lambung naik, seperti alkohol, susu, makanan yang pedas dan berlemak, cokelat, mint, dan kopi.
  • Tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat.

Para peneliti memperkirakan dengan merubah gaya dan hidup maka bisa mengurangi gejala GERD secara keseluruhan sebesar 37 persen.

Continue Reading

Kesehatan

4 Tips Supaya Tubuh Menjadi Rileks Saat Migrain Menyerang

Published

on

4 Tips Supaya Tubuh Menjadi Rileks Saat Migrain Menyerang

Gencil News– Migrain adalah sakit kepala yang terasa berdenyut, dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Migrain merupakan penyakit saraf, yang dapat menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya atau suara. Serangan migrain dengan rasa nyeri yang mengganggu dapat berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari.

Menurut Migrain Research Foundation. Sepanjang 10 tahun terakhir ini memperkirakan bahwa hampir  25 persen orang menderita migrain.

Dengan kisaran usia antara antara 16 hingga 50 tahun dan rasio jenis kelamin wanita lebih besar 50 persen.

Migrain menyerang dari berbagai faktor baik genetik maupun lingkungan. ada 4 cara relaksasi untuk mengobati dan mencegah migrain. Namun, beberapa orang lebih suka menggunakan obat sebagai alternatif lain melengkapi perawatan medis.

4 Tips Ketika Tubuh Rileks Saat Migrain Menyerang

Mengelola sensitivitas cahaya dengan meredupkan pencahayaan

Menurut National Headache Foundation, hampir 90 persen orang penderit migrain mengalami fotofobia (sensitivitas cahaya), cahaya dapat meningkatkan serangan migrain dalam hitungan detik.

Segera redupkan pencahayaan sekitar ketika mulai merasakan migrain. Hal ini dapat membantu menangkan sistem syaraf.

Ketika sedang berada di luar ruangan, cara yang dapat dilakukan untuk meredupkan pencahayaan adalah dengan menggunakan kacamata hitam dan topi, atau dapat juga menggunakan penutup mata.

Pakaian yang nyaman

Menyelimuti seluruh tubuh dalam ruangan gelap dan menggunakan bantal yang lembut dapat membantu meredakan migrain yang mendera. Tidak hanya itu, mengenakan pakaian yang nyaman juga dapat meningkatkan suasana hati dan menenangkan perasaan. Kuncinya adalah lebih peka terhadap kenyaman tubuh.

Suasana Tenang

Berikan suasana dan kondisi yang tenang selama periode migrain menyerang agar anda dan tubuh lebih relaksasi

Therapi Audio

Jika menyukai musik instrumen dengarkan dengan sayup sambil memejamkan mata hingga akhir nyeri menghilang pelan pelan. Namun jika juga tidak berkurang silahkan konsultasikan ke dokter mengenai gejala migrain yang masih berlanjut.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING