Kesehatan

Konsumsi Vitamin D untuk Ibu Hamil dan Janin Memiliki Ragam Manfaat

Konsumsi Vitamin D untuk Ibu Hamil dan Janin Memiliki Ragam Manfaat

Gencil News- Konsumsi Vitamin D untuk ibu hamil akan memiliki berbagai ragam kesehatan serta manfaat dalam perkembangan janin yang optimal.

Selain itu, asupan nutrisi yang lengkap, menambahkan Vitamin sebagai penunjang juga sama pentingnya untuk kondisi bumil dan janin.

Vitamin D salah satu asupan untuk menunjang kondisi kehamilan yang sehat untuk kekuatan tulang dan gigi.

Ibu hamil juga sebaiknya mengonsumsi vitamin D yang bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tulang bayi dalam kandungan.

Kekurangan vitamin D bisa memberikan dampak negatif janin sehingga tidak tumbuh secara maksimal.

Baca juga   Drama Pantomim Hibur Anak-anak di Lokasi Pengungsian Gempa Sulbar

Mengutip melalui Alodokter, berikut Manfaat Konsumsi vitamin D untuk ibu hamil dan janin.

1. Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi bayi

Vitamin D bermanfaat untuk mengatur jumlah kalsium dan fosfat dalam tubuh. Kalsium dan fosfat merupakan mineral penting untuk membentuk jaringan tulang dan gigi.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, ibu hamil harus rutin berjemur sebelum pukul 9 pagi selama 10–15 menit, sebanyak 2–3 kali seminggu.

Saat berjemur, gunakan selalu tabir surya yang aman untuk ibu hamil guna mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

Ibu hamil juga perlu menggunakan topi yang lebar dan kacamata hitam untuk melindungi wajah dan mata dari terik sinar matahari.

2. Menurunkan risiko diabetes gestasional

Diabetes gestasional merupakan kondisi ketika kadar gula darah dalam tubuh ibu hamil meningkat terlalu tinggi.

Baca juga   5 Jenis Sakit Mental Yang Jarang Diketahui Penderita

kondisi ini menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan pada bumil dan janin, seperti kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan berlebih, hingga preeklampsia.

Beberapa studi mengungkapkan bahwa asupan vitamin D yang tercukupi selama hamil dapat mengurangi risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat diabetes gestasional.

3. Mengurangi risiko preeklamsia

Preeklamsia merupakan masalah kesehatan pada ibu hamil dengan adanya tekanan darah tinggi, pembengkakan tubuh akibat penumpukan cairan, dan peningkatan kadar protein dalam urine.

Preeklampsia cukup sering terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan atau sekitar trimester kedua, namun bisa juga terjadi pada trimester akhir.

Menurut beberapa penelitian, kondisi preeklamsia lebih berisiko terjadi pada ibu hamil yang mengalami kekurangan vitamin D.

Baca juga   Sebuah Gereja di New York Bertransformasi Menjadi Masjid

Oleh karena itu, Bumil harus mencukupi kebutuhan vitamin D agar dapat terhindar dari risiko preeklamsia.

4. Mencegah bayi terlahir dengan berat badan rendah

Asupan vitamin D yang tercukupi saat hamil juga dapat mengurangi risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah.

Bayi yang terlahir dengan berat badan rendah lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti hipotermia dan gangguan pernapasan.

Berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019, jumlah asupan vitamin D yang direkomendasikan bagi bumil adalah sekitar 15 mikrogram (mcg) atau 600 IU per harinya.

Jika jumlah asupan vitamin D dari makanan tersebut masih tidak cukup, Bumil bisa mengonsumsi suplemen vitamin D.

Namun, konsultasikan terlebih dulu kepada dokter kandungan mengenai jenis dan dosis suplemennya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

TERPOPULER

To Top