Connect with us

HEADLINE

Mengenal Banyak Istilah Baru Selama Pandemi

Published

on

Mengenal Banyak Istilah Baru Selama Pandemi

Robert Lawson, seorang sosiolog di Birmingham City University mengaitkan hal ini dengan beberapa faktor yakni cepatnya virus menyebar dan dominasinya di jagat media sosial.

Sepanjang sejarah, keadaan telah memunculkan cara-cara baru untuk mengekspresikan tantangan dalam hidup. Selain itu, banyak istilah baru yang populer di Inggris berkaitan COVID-19 saat ini, seperti ‘virtual happy hour‘, ‘covideo party‘ dan ‘quarantine and chill‘.

Banyak pula yang menggunakan ‘corona’ sebagai awalan, seperti coronababies (anak-anak yang lahir atau dikandung selama pandemi) akan berlaku. Dan, tentu saja, ada singkatan, seperti ‘WFH’ di mana-mana dan ‘APD’ yang menyelamatkan jiwa.

Menariknya, menurut Fiona McPherson, Editor senior Oxford English Dictionary (OED) bahwa kata baru yang ditambah di kamus hanyalah “COVID-19”. Selebihnya ialah istilah yang sudah ada sebelumnya namun memperoleh resonansi baru. Seperti ‘stay-at-home order‘ (US), ‘movement control order‘ (Malaysia), atau ‘enchanced community quarantine‘ (Filipina).

Peggunaan metafora perang seperti ‘medan pertempuran’ dan ‘garis depan’ juga sering disebut selama masa pandemi ini. Ini yang disebut McPherson sebagai “nuansa kata-kata yang sudah ada”.

Inés Olza, ahli bahasa di Universitas Navarra di Spanyol, mengatakan bahwa contoh metafora perang, terutama pada awal pandemi telah membangun persatuan dan mobilisasi yang cepat sehingga bermunculan tagar gerakan melawan COVID-19 di media sosial.

 Namun, penggunaan metafora yang disalahgunakan secara terus menerus justru dapat menimbulkan kecemasan dan mungkin mendistorsi hal-hal tentang pandemi menurut Olza. 

Selain itu, istilah-istilah seperti ‘natural disaster‘ dan ‘perfect storm‘ dapat menciptakan kesan bahwa pandemi itu tidak dapat dihindari dan mengabaikan konteks politik, ekonomi dan lingkungan yang membuat orang-orang tertentu lebih terekspos.

Ahli bahasa percaya bahwa banyak istilah yang sedang populer saat ini tidak akan bertahan lama. Yang memiliki peluang lebih besar untuk bertahan pasca-pandemi adalah mereka yang menggambarkan perubahan perilaku yang langgeng. Seperti zoombombing yang dipengaruhi oleh kata photobombing. Yaitu praktik yang mengganggu video call orang lain. 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Gaya Hidup

Obesitas memicu perubahan dalam metabolisme

Published

on

GENCILNEWS – Obesitas memicu perubahan dalam metabolisme. Jika tidak ditangani, perubahan ini dapat menyebabkan diabetes. Orang gemuk juga memiliki tingkat kecemasan dan depresi lebih tinggi.

Ronald Kahn yang meneliti tentang diabetes di Harvard Medical School mengatakan, “Orang dapat mengatakan “mungkin itu hanya karena mereka gemuk,” tetapi yang lain dapat mengatakan “mungkin ada hubungan metabolik.”

“Kami menanyakan “mungkin hubungan metabolik setidaknya sebagian didorong oleh mikrobiome,” tambahKahn.

Mikrobiome adalah komunitas bakteri, jamur dan mikroba lain yang hidup di usus Anda. Ini berubah dengan diet Anda. Kahn mengatakan perubahan itu dapat mempengaruhi tubuh dan pikiran.

Untuk menguji teori itu, Kahn dan rekan-rekannya menerapkan diet tinggi lemak pada tikus dan mempelajari perilaku tikus itu ketika menjadi gemuk. Mereka misalnya memasukkan tikus ke dalam kotak yang dibagi menjadi bagian gelap dan terang. Tikus yang cemas lebih suka menghabiskan waktu di tempat gelap.

“Tikus yang diet tinggi lemak menghabiskan lebih banyak waktu di tempat gelap dibandingkan tikus yang diet normal. Jadi mereka memiliki lebih banyak tanda kecemasan,” ungkap Kahn.

Kecemasan ini hilang ketika tikus-tikus itu diberi antibiotika.

Ini menunjukkan bahwa bakteri membantu menimbulkan kecemasan pada tikus-tikus.

Para peneliti kemudian ingin mengetahui apakah mereka akan menghasilkan dampak yang sama dengan memindahkan bakteri usus ke hewan yang dibesarkan di lingkungan yang steril, tanpa mikroba mereka sendiri.

Dampaknya sama. Mikroba dari tikus-tikus yang gemuk membuat tikus yang bebas kuman menjadi cemas. Mikroba dari tikus-tikus gemuk yang diberi antibiotika tidak cemas.

Kahn menambahkan, “Ini sebenarnya cukup mengejutkan. Meskipun kami telah melihat beberapa dampak pada metabolisme di seluruh tubuh, saya sangat terkejut melihat betapa dramatis dan seberapa jelas efeknya pada otak dan perilaku.”

Penelitian ini diterbitkan di jurnal “Molecular Psychiatry.”

Namun Kahn mengatakan penelitian ini tidak berarti antibiotika merupakan obat depresi. Obat-obatan itu membunuh mikroba baik dan buruk tanpa pandang bulu. Penyalahgunaannya membuat obat-obatan penting ini menjadi kurang efektif.

Apa yang terjadi pada tikus-tikus tidak terjadi pada manusia, tambah Kahn, atau mungkin hanya terjadi pada sebagian orang.

Ada lebih banyak hal yang terjadi pada orang dibanding hanya mikroba mereka, tambah peneliti kesehatan jiwa Gregory Simon di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute.

“Kesulitannya adalah kedua hal ini – depresi dan kegemukan – merupakan hal rumit yang memiliki beragam faktor, yang mempengaruhi mereka,” ujar Simon.

Simon menambahkan genetika, lingkungan, pengaruh sosial dan mikroba kita – semuanya lebih membantu kita dalam membentuk perilaku kita.

Sejauh ini Kahn dan rekan-rekannya bekerja untuk menentukan dengan tepat bakteri mana dari ratusan bakteri perut yang mempengaruhi sikap. Saat ini, hal itu masih merupakan misteri. [em/al]

Continue Reading

HEADLINE

Jurusan Kuliah Yang Populer Di Kalangan Milenial

Published

on

Jurusan Kuliah Yang Populer Di Kalangan Milenial

Di era kekinian kebanyakan mahasiswa cenderung bersikap apolitis, suka traveling, dan tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan besar yang mengharuskan mereka rutin berkantor.

Mahasiswa milenial adalah sosok baru anak muda yang bercita-cita terlibat dalam berbagai pekerjaan yang anti-mainstream, yang tidak mengharuskan mereka rutin dan rigid bekerja berdasar jam kantor.

Mahasiswa masa kini adalah anak muda yang bercita-cita masuk dan dapat berkecimpung di dunia start-up atau kerja-kerja yang fleksibel, bisa dikerjakan dari mana pun, entah di rumah, kafe, atau kantor yang mobile. Generasi Milenial sangat mahir dalam teknologi, karena lahir pada saat TV berwarna, handphone dan internet sudah ada, dan tentu mempunyai beberapa kebiasaan dan karakter tersendiri dari generasi sebelumnya.

Perkembangan teknologi sudah banyak mengubah wajah perkuliahan menjadi kuliah yang menyenangkan sehingga  alih alih lebih mengutamakan kreativitas tanpa batas, berikut  beberapa rekomendasi Jurusan Kuliah di tahun 2020 yang sangat digemari dikalangan generasi milenial.

1. Ilmu Komunikasi

Ilkom menjadi pilihan pertama, karena era saat ini memang serba digital. Yaaaa, memang rata-rata lulusan jurusan ini bekerja di media. ditambah saat ini, lagi marak-maraknya industri kreatif, sangat membutuhkan lulusan jurusan Ilmu Komunikasi.

2. Desain Komunikasi Visual (DKV)

Industri kreatif sangat berkembang, lulusan DKV sangat dibutuhkan di seluruh aspek perusahaan. Karena memang jurusan ini adalah “otak” dari segala ide maupun konsep komunikasi.

3. Teknik Informatika

industri maupun manufaktur besar pasti perlu orang-orang ahli pada bidangnya. Mulai dari teknik sipil, elektronika, informatika, teknologi juga perlu dalam industri. Tau gak? Di tahun 2020 ini digadang – gadang akan menjadi tahun dimana semua serba Artificial intelligence, yang dimana semua serba otomatis.

4. Desain Produk Industri / Desain Grafis

Tanpa pekerjaan tetap pun lulusan jurusan Desain Grafis bisa bertahan hidup dengan pekerjaan freelance. Desain grafis adalah perancang logo, font hingga bentuk tulisan sekalipun. Semakin berkembang nya jaman, banyak sekali kita lihat UKM (Usaha Kecil Menengah) yang semakin banyak. Peran desain grafis disini adalah membranding produk kepada usaha tersebut sehingga dapat dikenal dikalangan masyarakat.

5. Arsitektur

Arsitekur memang jurusan yang sangat dibutuhkan kapan saja, mereka yang berkuliah disini adalah harapan dari seluruh aspek manusia dalam membangun rumah. Peluang kerja juga sangat tinggi pada jurusan ini

Continue Reading

HEADLINE

10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika

Published

on

10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika

Gencil News – 10 Negara Bagian Dengan Mutu Pendidikan Terbaik di Amerika menjadi sorotan Majalah US NEWS and World Report. Majalah ini melansir 10 negara bagian di amerika yang memiliki mutu pendidikan dan lingkungan terbaik pada tingkat perguruan tinggi.

Bagi banyak orang, belajar di perguruan tinggi Amerika masih dianggap sebagai suatu hal yang bisa menunjang karir mereka.

Coba saja lihat latar belakang pejabat yang ikut dalam pemerintahan Indonesia yang sekarang ataupun yang dulu. Lalu dimana universitas terbaik di Amerika Serikat?

Berikut ini adalah 10 negara bagian itu, dimulai dari yang paling bawah

10. Utah

Negara bagian Utah, di barat Amerika penduduknya hanya 3,1 juta orang, dan sekitar 44 persen dari mereka tamatan universitas.

Utah dengan ibukota Salt Lake City juga adalah markas kelompok Kristen yang beraliran Mormon.

Di negara bagian ini juga terdapat danau air asin yang terbesar di belahan bumi bagian barat, dan karena itulah ibukotanya bernama Salt Lake City.

Kalau terdaftar sebagai penduduk negara bagian itu, ongkos kuliahnya cukup murah, hanya AS$6.334 per tahun.

9.  Iowa

Iowaberada di barat-tengah Amerika. Jumlah penduduknya juga sekitar tiga juta orang, dan 41 persen warganya tamatan perguruan tinggi.

Terkenal dengan industri pertanian, Iowa adalah penghasil daging babi paling besar di Amerika, disusul daging sapi dan daging ayam. Ongkos kuliahnya AS$8.361 per tahun.

8. Vermont ….

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING