Perlukah Mengoleskan Minyak Kayu Putih Kelapisan Masker
Connect with us

Kesehatan

Perlukah Mengoleskan Minyak Kayu Putih Kelapisan Masker

Published

on

Perlukah Mengoleskan Minyak Kayu Putih Kelapisan Masker

Sebagian masyarakat menganggap, mengoleskan minyak kayu putih kelapisan masker bisa mengurangi potensi tertular COVID-19. Seberapa sering anda mengoleskan minyak kayu putih kelapisan masker? simak penjelasan nya berikut ini.

Jika Anda merasakan sensasi hangat setelah mengoleskan minyak kayu putih ke kulit, bahan kimia sineol inilah yang menyebabkan sensasi hangat.

Sedangkan Masker seperti kita ketahui memiliki fungsi penting untuk memproteksi pemakainya dari virus, termasuk SARS CoV-2 penyebab COVID-19.

Lantas perlukah mengoleskan minyak kayu putih kelapisan masker? Sebagian masyarakat menganggap, mengoleskan eucalyptus pada masker bisa mengurangi potensi tertular COVID-19.

Residen Kedokteran Olahraga Freddy Ferdian, kepada ANTARA, menyatakan.

Minyak esensial seperti eucalyptus atau peppermint berfungsi sebagai aromaterapi untuk menyegarkan dan meningkatkan konsentrasi.

Dengan mengoleskan minyak kayu putih atau minyak esensial dengan aroma tertentu pada masker tidak memberi dampak apa-apa.

Oleh karena itu, olesan eucalyptus pada masker bukan jaminan penggunanya pasti akan terlindung dari virus corona baru.

Pasalnya, belum ada data ilmiah yang menyebut bahwa minyak kayu putih bisa membunuh virus corona jenis baru itu.

“Ingat, meski Anda meneteskan sedikit eucalyptus ke masker, itu tidak boleh. Masker tidak efektif lagi setelah Anda melakukan tindakan tersebut,” terang dia.

Sementara itu, Dokter Muliadi Limanjaya, Dokter Umum di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, lewat surat elektronik mengatakan dia tidak menyarankan hal itu.

“Penggunaan minyak-minyak tertentu pada masker, selain dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan akibat aroma yang terlalu intens, juga dapat menutup pori atau lubang filtrasi pada masker, sehingga tidak disarankan.” dalam keterangan nya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kesehatan

Lebih Baik Konsumsi Beras Merah Atau Beras Putih?

Published

on

Lebih Baik Konsumsi Nasi Merah Atau Nasi Putih?

Lebih Baik Konsumsi Beras Merah Atau Beras Putih? Nasi selalu menjadi makanan utama dan sumber energi yang paling prioritas untuk kebanyakan masyarakat indonesia.

kalau belum makan nasi artinya ‘belum makan’ begitu menurut gurauan yang sering terdengar pada kalangan masyarakat indonesia.

Lebih Baik Konsumsi Beras Merah Atau Beras Putih? Apapun bentuk nya jika nasi putih, hitam atau merah dalam kadar berlebih tidak baik bagi kesehatan.

Ini karena nasi adalah sumber makanan berkarbohidrat dengan nilai indeks glikemik tinggi yang bisa cepat menaikkan gula darah dalam tubuh karena mengandung sedikit serat.

Menurut indriyani AKG FKM UI, Beras merah yang menghasilkan nasi merah merupakan jenis beras (Oryza sativa L.) dengan kandungan antosianin (zat warna merah) yang tinggi sehingga beras memiliki warna merah.

Beras merah memiliki rendah akan kadar glikemik (glycemic index/GI) dan memiliki kandungan nutrisi, serat, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi.

Indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan untuk meningkatkan kadar gula dalam darah.

Indeks glikemik tinggi jika berada pada atas angka 70, jika berada pada kisaran 56-69 sedang, dan rendah jika berada pada level 55 kebawah.

Kandungan gizi yang melimpah pada beras merah karena proses pengolahan beras merah yang berbeda dari beras putih.

Proses penggilingan dapat menghilangkan bagian terluar beras yakni sekam dan kulit ari (aleuron), pada bagian ini kaya akan kandungan gizi.

Terutama magnesium dan serat yang berperan penting dalam menurunkan risiko Penyakit gula.

Berdasarkan jurnal International Journal of Food Science and Nutrition tahun 2006.

Mereka yang makan beras merah memiliki kadar gula darah yang lebih rendah setelah makan.

Dan berbanding terbalik oarng yang lebih sering mengkonsumsi makanan dengan beras putih.

Anda dapat mengganti nasi dengan jenis karbohidrat lain, misalnya kentang, roti, bihun, ubi, dan berbagai makanan pokok lain.

Continue Reading

Gaya Hidup

Manfaat Lintah untuk Pengobatan

Published

on

GENCIL.NEWS Pemanfaatan lintah yang mengisap darah untuk mengobati penyakit sepertinya sisa-sisa abad pertengahan, tetapi perusahaan Polandia mengatakan ada permintaan meningkat oleh dokter-dokter untuk lintah ini.

Lintah tidak lagi digunakan untuk mengeluarkan darah dari tubuh manusia, praktik yang umum di masa dahulu, tetapi kini lintah dinilai merupakan sebuah alat medis yang bermanfaat.

Ahli bedah acapkali memanfaatkannya untuk mengurangi pembengkakan dan pencegahan pembekuan darah dalam beberapa jenis bedah rekonstruktif, misalnya mengembalikan jari yang putus.

Artur Kleina, Kepala Laboratorium Biogen. (Photo: VOA/Videograph)
Artur Kleina, Kepala Laboratorium Biogen. (Photo: VOA/Videograph)

Hirudin sebuah anti-koagulan, merupakan salah satu dari ke-300 unsur berbeda yang diberikan lintah ke aliran darah ketika menghisap darah.

“Salah satu unsur yang dikeluarkan oleh lintah merangsang produksi hormon gembira atau endorfin. Ini diamati di masa lalu ketika seekor kuda keluar dari kolam yang penuh lintah, kuda itu mulai tenang, lintah-lah yang menenangkan kuda itu,” kata Artur Kleina, kepala laboratorium Biogen.

Pengobatan tradisional dengan menggunakan lintah (Foto: VOA/videograph)
Pengobatan tradisional dengan menggunakan lintah (Foto: VOA/videograph)

Laboratorium Biogen sudah mengembangbiakkan lintah selama 20 tahun dan satu-satunya perusahaan di Polandia yang memiliki sertifikasi. Selain fasilitas medis, Biogen juga menjual lintah kepada klub-klub olahraga.

“Mereka memesan lintah terus menerus dan menempelkannya pada tubuh atlit. Tidak saja ini meningkatkan efisiensi tetapi juga merangsang otot untuk melakukan regenerasi setelah melakukan latihan intensif,” lanjutnya.

BioGen mengembangbiakkan tiga spesies lintah, yang bukan merupakan tugas mudah. Lintah yang adalah hermaprodit, sangat berhati-hati dengan kondisi di mana mereka melakukan reproduksi.

Lintah ditetaskan dari kepompong setelah tiga minggu. BioGen mengekspor sekitar 400 ribu lintah setiap tahun ke seluruh Eropa dan juga Amerika, Kanada, serta beberapa negara Timur Tengah. [jm]

Continue Reading

Kesehatan

Menjaga Kesehatan Kulit Wajah Meski Pakai Masker Seharian

Published

on

Menjaga Kesehatan Kulit Wajah Meski Pakai Masker Seharian

Pandemi mengharuskan kita memakai masker saat berkegiatan saat keluar rumah. Mau tidak mau, kebiasaan baru tersebut membuat Wajah lembab dan cepat berkeringat.

dan tentu saja bagi bberapa orang yang menggunakan makeup dengan tetap memakai masker akan membuat makeup pada wajah menjadi cepat luntur.

Tak hanya itu, lipstik menjadi bagian yang sering kali menjadi keluhan karena sering mengotori masker dan membuat penampilan menjadi kurang maksimal.

Mengutip dari Fimela, Ada beberapa tips supaya kamu bisa tetap tampil cantik dan menawan.

1. Kuncinya rutin merawat kulit

Ketika kamu bisa merawat kulitmu dengan baik, maka semakin lama makeup bisa menempel di kulit meskipun saat menggunakan masker. Jangan sampai terlewatkan ritual merawat kulit sebelum dan sesudah beraktivitas, dan gunakan skincare seperti toner dan pelembab ketika akan mengaplikasikan makeup sehari-hari.

2. Hindari menggunakan pelembab yang bikin wajah berminyak

Salah satu faktor yang membuat makeup mu gampang luntur adalah minyak berlebihan yang muncul pada wajah. Untuk mengurangi jumlah minyak tersebut, pastikan kamu memilih pelembab yang mengandung air atau water based product untuk menjaga kelembaban kulit.

3. Base makeup yang wajib jadi andalan

Gunakan produk transfer-proof untuk mencegah berpindahnya makeup ke maskermu. Gunakan base makeup yang ringan namun tetap tahan lama untuk mencegah kulit berminyak dan riasanmu tetap on point sepanjang hari. Kamu bisa memilih menggunakan primer, BB cream atau long-wear foundation sebagai base makeup. Jangan lupa juga untuk mengaplikasikan setting spray untuk mengunci riasan supaya bertahan lebih lama.

4. Pilih lip product yang No Transfer ke masker

Tak hanya base makeup, untuk lip produk juga pilihlah yang transfer-proof. Pilih lipstik yang memiliki karakter silky-soft, yang bisa membuat bibirmu terasa lebih halus, lembut, tidak lengket dan nyaman digunakan.

Selamat mencoba, dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan dimanapun kamu berada,

Sumber :Fimela.com

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING