Connect with us

Published

on

GENCIL NEWS – Laboratorium di bawah Departemen Energi AS, Argonne National Laboratory ikut dalam upaya penanggulangan COVID-19.

Laboratorium ini dikenal sebagai pusat riset nuklir. Lalu bagaimana peneliti di sana bisa berkontribusi mengatasi pandemi? Ternyata dengan komputasi mirip permainan “The Sims”.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kesehatan

4 Tipe Stres yang Dihadapi Kaum Millenial

Published

on

4 Tipe Stres yang Dihadapi Kaum Millenial
4 Tipe Stres yang Dihadapi Kaum Millenial
4 Tipe Stres yang Dihadapi Kaum Millenial

4 Tipe Stres yang Dihadapi Kaum Millenial – Dengan teknologi yang semakin meningkat, tekanan yang dihadapi kaum millenial juga semakin hebat dan bisa berakibat stres.

Tekanan yang dihadapi oleh generasi millenial juga berbeda, karena melibatkan keputusan besar dalam hidup mereka.

Kaum milenium menghadapi kesulitan baru dan peluang baru yang tentunya tidak dimiliki generasi sebelumnya.

Hal Apa saja yang dapat membebani pikiran kaum millenial. So GencilNews merangkumnya untuk anda, 4 Stres yang Dihadapi Kaum Milenium

Social Media

Anda dapat melihat Media sosial yang terus bertumbuhan mulai dari yag populer seperti Facebook,Twitter, Instagram, termasuk mesengger dan video live broadcasting.

Bahkan semua aplikasi ini mungkin saja tidak terlewatkan oleh millenial untu mencobanya.

Baik untuk berhubungan dengan keluarga, teman bahkan sampai ke pemasaran bisnis atau bisnis online.

Sangat mudah untuk menjadi kecanduan tidak hanya mengikuti apa yang terjadi di media sosial.

Tetapi juga terlalu fokus dan selalu mencari tahu pada apa yang orang lain lakukan.

So Bullying / Hate speech / hoax  merajalela ketika “lahir” orang-orang yang hanya bisa bersembunyi di balik keyboard dan anonimitas untuk menghina orang lain dan menyebarkan desas-desus jahat.

So Maybe bukan hanya remaja, bahkan orang dewasa juga melakukan hal ini dan pada gilirannya, hal ini akan mengarah pada penumpukan kecemasan berakibat pada stress.

Kecemasan Yang Berlebih

Untuk berhasil dalam keadaan seperti ini, milenium harus secara efektif mengatasi kecemasan mereka.

Bagi sebagian orang untuk mengatasi kecemasan ikut kegiatan seperti teknik koping yaitu meditasi dan teknik pernapasan dalam.

Sementara ada juga yang beralih ke suplemen, obat-obatan dan minuman berkafein.

Dalam kasus-kasus ekstrem, terapi dan obat-obatan resep diperlukan, dan obat-obatan itu dapat bekerja dengan sangat baik namun tak jarang juga yang mengalami sebaliknya.

Kampus

Dalam beberapa dekade terakhir gelar sarjana adalah suatu keharusan untuk mendapatkan karir yang baik dipekerjaan.

Kuliah memang sering bikin kepala mumet, otak overheat, dan tubuh nggak keurus.

Sebagian orang mungkin merasakan betapa indahnya masa perguruan tinggi mereka. Tetapi mungkin di luaran sana ada yang merasa tertekan dengan perguruan tinggi.

Mungkin tertekan akibat tugas-tugas kuliah, ujian semester, atau faktor eksternal lain seperti teman-teman kuliah yang kerap memojokkan, atau senior yang kerap melakukan bullying.

Entah itu karena mata kuliahnya, kuis, ujian, atau pun tugas akhir. Belum lagi ada beberapa dosen yang maunya aneh-aneh, suka marah-marah atau bahkan mempersulit tugas akhirmu.

So Nggak heran kalau beberapa tahun belakangan ini banyak terjadi kasus mahasiswa bunuh diri karena masa kuliah,tentunya bunuh diri bukan lah suatu solusi.

Lapangan Perkerjaan Yang belum Pasti

Banyak lulusan perguruan tinggi masih menganggur atau dalam kasus lainnya.

Banyak lulusan pendidikan tinggi bekerja tidak sesuai dengan kualifikasinya selama menempuh pendidikan.

Di sisi lain, banyak pula sektor yang membutuhkan tenaga kerja tapi sepi pelamar lantaran kurangnya kualifikasi keterampilan yang dibutuhkan.

Pendidikan umum mencetak banyak sarjana, tapi tidak match dengan kebutuhan lapangan kerjanya. Dalam proses rekruitmen tenaga kerja, banyak sekali terjadi dismatch

Kesempatan kerja yang naik kalau tidak diimbangi dengan kualitas, tentunya tidak akan menolong banyak.

Yang namanya bisnis, perusahaan, pasti membutuhkan tenaga kerja yang qualified.

Banyak generasi milenium pasti menghadapi kecemasan yang tidak harus terjadi dan itu menyebabkan tingkat stres meningkat.

Stres adalah hal normal yang pernah dialami oleh setiap orang. Stres yang normal bisa memberikan dampak positif, misalnya membantu Anda bekerja lebih cepat ketika sedang mengejar masa tenggat waktu.

Namun hati-hati, kondisi stres bisa berdampak negatif jika sering terjadi dan berkepanjangan.

Orang yang tidak mampu mengendalikan stres yang dialaminya dapat mengalami nyeri kepala, nyeri perut, gangguan tidur, penyakit tertentu, dan depresi.

Finally demikian cara-cara menghilangkan stres yang bisa Anda terapkan sendiri di rumah, harap diingat bahwa manajemen stres memerlukan komitmen jangka panjang, ini adalah upaya yang sifatnya terus-menerus.



Continue Reading

Kesehatan

Ini 5 Manfaat Dan Cara Merendam Kaki Dengan Air Garam

Published

on

Ini 5 Manfaat Dan Cara Merendam Kaki Dengan Air Garam

GENCIL NEWS – Merendam kaki dengan air garam merupakan perawatan sederhana yang bisa anda lakukan dirumah, selain bahan nya mudah hasil nya juga sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Merendam kaki dengan air garam bisa meredakan infeksi pada kaki karena kandungan garam pada air dapat menjadi antiseptic, begitu pula mereka yang mengalami eksim pada kulitnya, terapi ini juga dapat membantu proses penyembuhan.

untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, gunakanlah garam yang mengandung magnesium sulfat, misalnya Garam Himalaya. Garam ini mengandung hampir 80 mineral yang berbeda. Selain kandungan zat besi yang memberikan warna pink, garam ini juga mengandung mineral magnesium, kalsium, kalium, fosfor, klorida, boron, fluoride, yodium, seng, selenium, tembaga,

Mineral-mineral ini tentu diperlukan untuk tubuh. Namun, sebesar 97% garam Himalaya terdiri dari natrium klorida, dan sisanya 3% adalah mineral lain dalam konsentrasi kecil.

  • Menghilangkan bau kaki

Kaki yang tertutup oleh sepatu sepatu sepanjang hari dapat membuat kelembapan di area kaki Anda menjadi tinggi. Kondisi ini menjadi tempat yang sempurna untuk perkembangbiakan bakteri. Pertemuan bakteri dan keringat pada kaki akan menyebabkan muncul nya bau tidak sedap.

Untuk mengurangi bau kaki, salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan merendamnya di air garam.

Caranya, larutkan 1/2 sendok garam ke dalam wadah yang berisi air hangat. Kemudian, rendam kaki Anda dalam wadah tersebut selama 10-20 menit. Cara ini akan membersihkan kaki Anda, sekaligus mencegah perkembangan bakteri penyebab bau kaki.

  • Mengurangi nyeri dan pembengkakan akibat cantengan

Kuku kaki yang tumbuh ke dalam atau dalam bahasa awam nya dikenal dengan istilah cantengan memang akan terasa menyakitkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak akibat cantengan adalah dengan merendamnya di air garam. Anda bisa melakukannya selama 10-20 menit setiap harinya.

  • Mencegah insomnia

Merendam kaki dengan air garam yang mengandung magnesium sulfat juga dinilai efektif untuk mengatasi gangguan tidur, seperti insomnia. Hal ini karena aliran darah pada kaki menjadi  lancer.

 Aliran darah yang lancar dapat membantu Anda merasa lebih nyaman, mengurangi rasa stres, dan menghilangkan rasa pegal pada kaki Anda.

  • Mengatasi Nyeri Otot Kaki

Jika anda seharian jalan kaki, naik turun tangga, dan melakukan banyak aktivitas, biasanya kaki akan terasa nyeri. Sendi-sendi pergelangan kaki bisa terasa sakit dan kaku. Merendam kaki dengan dengan air hangat dapat membantu mengatasi nyeri otot kaki. Pembengkakan pada kaki karena terlalu banyak berjalan juga bisa bantu diatasi dengan merendamnya di air hangat.

  • Membuat Tubuh Lebih Relaks

Hal pertama yang akan kamu rasakan saat merendam kaki dengan air garam adalah rasa rileks yang bisa membuat semua beban di pundak terasa lebih ringan. Tidak hanya rileks, air garam juga membantu mengusir rasa nyeri yang muncul akibat seharian beraktivitas tiada henti.

Continue Reading

Kesehatan

Pakar Obat Tradisional Sarankan Masyarakat Waspada

Published

on

Pakar Obat Tradisional Sarankan Masyarakat Waspada

GENCIL NEWS – VOA – Pakar obat tradisional dan peneliti di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Zullies Ikawati menyarankan masyarakat untuk berhati-hati.

Dia mengapresiasi siapapun yang berupaya menemukan obat untuk pasien terinfeksi virus corona. Faktanya, sampai saat ini industri farmasi belum mampu menyediakannya.

Tetapi Zullies juga mengingatkan, banyak pihak yang kadang-kadang mengambil kesempatan di tengah kepanikan masyarakat.

“Nah, obat herbal biasanya belum sampai uji klinik, maka kita tidak bisa membuat klaim yang terlalu tinggi. Status jamu tidak boleh diklaim anti virus, karena itu terlalu tinggi untuk jamu. Klaim itu harus dibuktikan secara klinis,” ujar Zullies kepada VOA.

Jamu sebagai produk herbal tidak bisa berperan sebagai obat. Dia harus diposisikan sesuai dengan perannya masing-masing yang telah dikenal masyarakat.

Karena bukan obat, produk jamu hanya bisa dipromosikan misalnya membantu melegakan tenggorokan atau meningkatkan daya tahan tubuh.

Zullies menyebut salah satu contoh produk herbal, yaitu kalung berbahan minyak eukaliptus yang diklaim anti corona.

Meski dalam uji coba di laboratorium klaim itu bisa saja terbentuk, saat digunakan kepada manusia belum tentu akan menunjukkan hasil yang diinginkan.

Karena itulah, Zullies setuju dengan langkah kementerian yang kemudian melakukan koreksi atas klaim awal mereka.

Produk herbal biasanya dikenal masyarakat karena pengalaman empirik selama bertahun-tahun. Bahan-bahan tertentu diyakini bisa membantu mengeluarkan dahak, bahan lain melegakan tenggorokan, kemudian bahan yang berbeda dikonsumsi ketika perempuan sedang memasuki periode menstruasi.

Tidak seperti obat yang merupakan produk senyawa tunggal untuk fungsi pengobatan tertentu, bahan herbal memiliki banyak senyawa beragam.

“Sehingga umumnya sifatnya holistik, kita minum jamu itu untuk memelihara kesehatan secara umum, jadi bisanya untuk menjaga kebugaran, meningkatkan daya tahan,” tambah Zullies.

Continue Reading

TRENDING