Obat-obatan Tradisional Laris Selama Pandemi
Connect with us

Kesehatan

Obat-obatan Tradisional Laris Selama Pandemi

Published

on

Obat-obatan Tradisional Laris Selama Pandemi

Gencil News – VOA – Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah dengan berbagai tanaman obat (herbal) yang berkualitas untuk penyembuhan.

Maka sejak jaman dulu, nenek moyang kita memanfaatkan tanaman obat itu dan meramunya menjadi jamu. Sejak pandemi COVID-19 merebak Maret 2020, obat-obatan tradisional dari bahan tanaman obat itu semakin banyak diminati.

Menurut Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Indonesia, berbagai penelitian modern membuktikan, tanaman yang merupakan bahan dasar ramuan jamu, bermanfaat bagi kesehatan.

Produk jamu

Sekretaris Bidang Penelitian, Pendidikan dan Saintifikasi jamu di DPP GP Jamu, Victor Sahat Siringoringo menjelaskan kepada VOA:

“Jamu penggunaannya berdasarkan pengalaman turun-temurun. Jumlahnya lebih dari 11.000 produk yang sudah terdaftar di Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan). Kelompok kedua yaitu Obat Herbal Terstandard (OHT) yang sudah dilakukan percobaan pada hewan untuk membuktikan khasiatnya. Tingkat tertinggi adalah vitofarmaka, setaraf dengan conventional medicine, sudah diteliti uji pada hewan dan uji klinisnya pada manusia untuk menguji khasiat dan keamanannya”.

Victor sedang melakukan uji klinis (foto: courtesy).
Victor sedang melakukan uji klinis (foto: courtesy).

Terbukti sekitar 45% dari 7.700 responden pengguna aplikasi Alodokter dari Kementrian Kesehatan RI, memilih menggunakan tanaman obat, meskipun obat-obatan tradisional dari bahan herbal itu tidak semuanya terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca juga   Wajib Paham 5 Langkah ini, Jika Ingin Mencoba Investasi Bitcoin

Empat puluh lima persen pengguna obat tradisional oleh penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 270 juta adalah angka yang tinggi. Pada masa pandemi ini, banyak anggapan bahwa COVID-19 sebagai penyakit pernafasan, bisa dicegah dengan meminum obat dari bahan herbal. Tak heran jika penjualan obat-obatan tradisional meningkat akhir-akhir ini.

Bahan utama jahe

Muljo Rahardjo, CEO Deltomed mengatakan kepada VOA, produk yang laris adalah obat-obat untuk masuk angin dan teh herbal.

“Penjualan kami meningkat 50% dari sebelumnya tahun 2019, lalu tahun 2020 ke 2021 dan 2022 cukup bagus”.

Muljo Rahardjo (kiri) di pabriknya (foto: courtesy).
Muljo Rahardjo (kiri) di pabriknya (foto: courtesy).

Perusahaan yang telah berkiprah selama 45 tahun dalam pembuatan obat-obatan tradisional itu mempunyai misi utama yaitu menggabungkan kekuatan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mempersembahkan yang terbaik dari alam.

Setelah pandemi merebak, pasokan jahe, bahan utama obat tradisional menjadi berkurang karena kebutuhan yang meningkat, ujar Muljo Rahardjo.

Baca juga   Khutbah Jumat : 23 Juli 2020M / 13 Dzul Hijjah 1442 H

“Jahe itu benar-benar agak sulit diperoleh, terutama jahe merah dan jahe emprit. Ada 3 jenis jahe, yaitu jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Jahe merah dan jahe emprit biasanya dipakai untuk jamu. Kalau jahe gajah untuk bumbu dapur. Tingkat kemanjurannya diukur dengan kandungan minyak atsiri, bahan aktif jahe yang berkhasiat untuk anti peradangan dan melancarkan peredaran darah”.

Muljo Rahardjo dengan Claudius Oeggerli, pemasok mesin pengambil sari tanaman obat (foto: courtesy).
Muljo Rahardjo dengan Claudius Oeggerli, pemasok mesin pengambil sari tanaman obat (foto: courtesy).

Sampai ke luar negeri

Keyakinan orang Indonesia akan kemanjuran obat-obatan tradisional ini dibawa sampai ke luar negeri. Maka, bagi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri, contohnya Amerika, mereka banyak membeli obat-obatan itu di toko-toko, baik melalui daring maupun toko Indonesia di AS.

Pemilik salah satu Indonesian Market di Maryland, Linda Campbell, justru mengetahui berbagai jenis obat-obatan tradisonal dan khasiatnya dari para pelanggannya.

“Pembelinya banyak, orang Indonesia ini percaya dengan minuman yang herbal-herbal khususnya yang dari Indonesia. Saya justru tahu manfaatnya dari para pembeli, jadi dia beli dari toko saya. Lalu saya sendiri mencoba dan saya juga merasakan ternyata banyak juga manfaatnya,” kata Linda.

Baca juga   RSUD Soedarso Jadi Rujukan Nasional, Tak Perlu Berobat Ke Luar Negeri
Linda Campbell di tokonya dengan dagangannya, temulawak impor dari Indonesia (foto: courtesy).
Linda Campbell di tokonya dengan dagangannya, temulawak impor dari Indonesia (foto: courtesy).

Banyak orang Indonesia membuat atau menyeduh sendiri bahan-bahan dari tanaman obat ini untuk diminum. Namun bagi mereka yang sibuk atau tidak ingin repot, pasti lebih suka membeli dari yang sudah jadi di pasaran dan yang telah terdaftar di BPOM, seperti yang dialami oleh seorang pengguna minuman herbal, Ade Astuti:

“Saya suka dengan yang herbal-herbal, merasa lebih aman saja. Saking sukanya, kalau ada yang sakit seperti batuk, saya buat sendiri ramuannya. Tapi sekarang mending belilah, cari yang praktis,” tukasnya.

Victor sedang menjajagi prospek ekspor ke India (foto: courtesy).
Victor sedang menjajagi prospek ekspor ke India (foto: courtesy).

Victor Siringoringo dari GP Jamu menambahkan, “Yang penting di sini dari segi hiegenitas, kan kita tidak tahu bagaimana mereka membersihkan, merebusnya, kemudian menggunakan botol yang hiegienis atau tidak”.

Banyak orang Indonesia percaya, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari paparan virus corona adalah dengan menjaga kekebalan tubuh. Maka dengan meminum obat-obatan tradisional dari bahan tanaman obat itulah mereka merasa sehat dan terhindar dari penyakit. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kesehatan

Cara Cek Sakit Jiwa, Lihat Soal Dan Jawab Tes Kejiwaan Berikut Ini

Published

on

By

Cara Cek Sakit Jiwa, Lihat Soal Dan Jawab Tes Kejiwaan Berikut Ini
Cara Cek Sakit Jiwa, Lihat Soal Dan Jawab Tes Kejiwaan Berikut Ini/Istimewa

Gencil News- Menurut penelitian Nathan Brooks, psikolog dari Bond University bahwa ditemukan data bahwa 3-21 persen memiliki kecenderungan sebagai psikopat.

Melansir dari iflscienceHare Psychopathy Checklist merupakan salah satu tes seleksi standar untuk menguji tingkat psikopat seseorang.

Standar untuk menjawab pertanyaan dalam uji psikopat ini sangat mudah. Anda hanya perlu memberikan skala 3 jenis angka:

  • 0 itu menunjukkan tidak setuju dengan pernyataan yang diberikan
  • 1 itu agak setuju
  • 2 itu pasti atau sangat setuju

Skor dari total menjawab 20 pertanyaan di bawah adalah dalam rentang 0-40. Tes ini sebenarnya harus dilakukan oleh psikolog profesional, tapi kalau kamu mau mencobanya sendiri, silakan saja. Jawab dengan jujur. Sebab ini untuk kepentinganmu sendiri dalam mengetahui kamu psikopat atau bukan!

1. Paket pertanyaan pertama berisi tentang sifat dirimu yang kamu sadari

Anda pasti menyadari beberapa sifatmu yang baik maupun yang buruk. Gunakan pengetahuanmu tentang dirimu sendiri untuk menjawab pertanyaan berikut menggunakan sistem skor yang telah dijelaskan:

  • Kamu orang yang memiliki “kelebihan daya tarik” atau pesona yang berlebihan.
  • Kamu orang yang memiliki rasa harga diri yang sangat amat besar.
  • Kamu orang yang butuh dorongan yang kuat atau merasakan kebosanan yang berlebihan.
  • Kamu orang yang pandai menyembunyikan kebohongan.
  • Kamu orang yang suka menipu atau manipulatif.
Baca juga   Khutbah Jumat : 23 Juli 2020M / 13 Dzul Hijjah 1442 H

2. Paket pertanyaan kedua lebih berisi tentang hubunganmu dengan lingkungan sekitarmu

Peduli ataupun tidak peduli. Anda pasti menyadari keadaan pada lingkungan sekitarmu. Dari sinilah gunakan pemahamanmu tentang lingkunganmu dan caramu berinteraksi dengan orang lain untuk menjawab pertanyaan berikut menggunakan sistem skor yang telah dijelaskan:

  • Kamu orang yang susah merasa menyesal atau merasa bersalah.
  • Kamu orang yang sering bereaksi datar-datar saja ketika ada hal menyedihkan, menggembirakan ataupun mengejutkan.
  • Kamu orang yang seakan tidak berperasaan atau kamu kurang empati.
  • Kamu orang yang memiliki “gaya hidup seperti parasit” atau dengan kata lain suka memanfaatkan orang lain.
  • Kamu orang yang memiliki kontrol perilaku yang buruk.
Baca juga   Mengenal Manfaat Tea Tree Oil Untuk Kehidupan Sehari hari

3. Pertanyaan paket ketika menekankan pada caramu mengambil sikap serta memorimu tentang yang pernah terjadi

Setiap orang punya jalan sikap yang berbeda untuk masalah yang sama. Kenali caramu yang biasa kamu lakukan untuk menjawab pertanyaan berikut menggunakan sistem skor yang telah dijelaskan:

  • Kamu orang yang memiliki riwayat perilaku seksual yang penuh janji dan pernyataan komitmen.
  • Kamu orang yang punya riwayat masalah perilaku sebelumnya.
  • Kamu orang yang tidak memiliki tujuan jangka panjang yang realistis.
  • Kamu orang yang terlalu impulsif (suka bertindak cepat sesuai kata hati).
  • Kamu orang yang memiliki tingkat tidak bertanggung jawab yang tinggi.

4. Paket pertanyaan keempat akan menguak keputusan-keputusan besar dalam hidupmu

Semua orang di dunia ini menjalani kisah yang dianggap berat jika diamati dari sudut pandang mereka sendiri. Namun kamu bisa menggunakan pengetahuan yang didapatkan ketika menjalani hal-hal beratmu dalam hidup, untuk menjawab pertanyaan berikut menggunakan sistem skor yang telah dijelaskan:

  • Kamu orang yang kesulitan bertanggung jawab atas tindakan kamu sendiri.
  • Kamu orang yang sudah memiliki banyak hubungan “pernikahan” dalam jangka yang pendek.
  • Kamu orang yang memiliki riwayat kenakalan remaja.
  • Kamu orang yang pernah mendapatkan “pencabutan pembebasan bersyarat” dalam ranah hukum.
  • Kamu orang yang menunjukkan “fleksibilitas dalam kriminalitas”.
Baca juga   Lebih 1 Miliar Orang Bisa Alami Gangguan Pendengaran akibat Suara Musik Keras

Jika kamu mencetak skor lebih dari 30 maka kemungkinan kamu adalah seorang psikopat atau berpotensi besar jadi psikopat. Jika skormu lebih rendah dari itu, bernafaslah dengan lega

Jadi, berapa skormu? saat kamu menyadari beberapa kekuranganmu dari menjawab sekumpulan pertanyaan di atas. Ada baiknya anda untuk mencari cara memperbaikinya.

Continue Reading

Kesehatan

5 Manfaat Oncom Untuk kesehatan

Published

on

5 Manfaat Oncom Untuk kesehatan

GENCIL NEWS – Oncom adalah salah satu makanan dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Dengan makan oncom, Anda akan mendapatkan protein, serat, karbohidrat, lemak, air, zat besi, kalium, serta natrium.

Namun, kadar gizi tersebut tergantung dari jenis oncom yang Anda makan. Penelitian menunjukkan oncom hitam mengandung protein lebih besar sekitar 8,6 persen di setiap sajiannya, sedangkan oncom merah mengandung protein sekitar 4,9 persen saja.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa dalam 100 gram oncom terdapat nutrisi, seperti:

Air 87,46 persen, Protein 13 gram, Energi 187 kkal, Lemak 6 gram, Karbohidrat 22,6 gram, Kalsium 96 mg,Fosfor 115 mg,Zat besi 27 mg dan Vitamin B1 0,09 mg.

Baca juga   Ritual Minum Kopi dan Kesehatan

Berdasarkan kandungan gizi tersebut, beberapa manfaat kesehatan pada oncom adalah:

  • Melancarkan peredaran darah

oncom mengandung retinol dan asam resinoat yang merupakan senyawa yang bekerja untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh.

  • Membantu metabolisme tubuh

Selain melancarkan peredaran darah dan mengurangi racun aflatoksin oncom pun jika dikonsumsi membantu metabolisme. Tubuh karena oncom mengandung karbohidrat dan protein cukup tinggi, jadi sangat baik bagi metabolisme tubuh.

  • Bermanfaat untuk kesehatan tulang

Dalam 100 gram oncom mengandung fosfor 115 mg dan kalsium 96 mg. Dari kandungan gizi fosfor dan kalsium tersebutlah oncom dikategorikan makanan yang bermanfaat bagi kesehatan tulang.

  • Sebagai sumber energi

mengonsumsi oncom pun bermanfaat sebagai sumber energi. Dalam 100 gram oncom saja mengandung karbohidrat sebesar 22,6 gram serta mengandung vitamin A, B1 dan C.

  • Mencegah perut kembung
Baca juga   4 Tips Supaya Tubuh Menjadi Rileks Saat Migrain Menyerang

tidak perlu khawatir perut Anda akan terasa kembung setelah makan oncom. Pasalnya, proses fermentasi oleh Neurospora sitophila dan kapang Rhizopus oligosporus. Dapat mencegah perut menghasilkan gas berlebih sehingga tidak mengakibatkan munculnya rasa kembung.

Meski oncom memiliki banyak manfaat dan dapat menjadi sumber protein alternatif. Tetap ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika memakannya. Salah satu hal penting dalam konsumsi oncom adalah memastikan kebersihan dalam proses pembuatannya.

Sanitasi yang baik dalam pembuatan oncom bertujuan mencegah berkembangnya jenis mikroba seperti Aspergillus flavus yang menghasilkan racun aflatoksin sehingga berpotensi memicu risiko kanker. Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah memastikan konsumsi oncom dalam keadaan segar, yakni maksimal 1-2 hari setelah disimpan pada suhu ruang.

Continue Reading

Headline

Anak Suka Makanan Siap Saji? Awas, Risiko Lemak Tubuh Tinggi

Published

on

 

GENCIL.NEWS – Anak-anak yang mengonsumsi makanan siap saji dari restoran atau “take away,” satu kali atau lebih dalam seminggu, cenderung mempunyai lemak tubuh yang lebih banyak dan memiliki faktor risiko jangka panjang menderita penyakit jantung.

Dalam sebuah studi yang melibatkan anak-anak berusia 9 tahun dan 10 tahun, anak-anak yang makan makanan siap saji, juga sering kali mengonsumsi lebih banyak kalori, namun minim vitamin dan mineral dibandingkan dengan anak-anak yang jarang atau tidak pernah makan makanan siap saji, menurut laporan pengarang dari Archives of Disease in Childhood.

“Kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji bisa meningkatkan risiko anak-anak terkena penyakit jantung koroner di kemudian hari dan diabetes tipe 2 dengan meningkatkan Kolesterol LDL dan lemak tubuh,” pengarang utama, Angela Donin, mengatakan kepada Reuters Health dalam sebuah email.

“Kedai-kedai makanan siap saji semakin banyak, demikian juga dengan konsumsi lebih dari setengah jumlah remaja yang melaporkan mengonsumsi makanan siap saji setidaknya dua kali seminggu,” kata Donin, peneliti di St. George, University of London.

Pada orang dewasa, konsumsi makanan siap saji secara berkala dihubungkan dengan risiko yang lebih tinggi terkena obesitas, jantung koroner, dan diabetes tipe 2. Namun sedikit sekali yang diketahui mengenai dampaknya untuk kesehatan anak-anak, kata Donin.

Baca juga   Transparansi Seleksi JPTP Singkawang Dilakukan Secara Live Streaming

“Oleh karena itu, kita ingin melihat berapa banyak makanan siap saji yang dimakan oleh anak-anak dan apakah ada efeknya untuk kesehatan mereka.”

Para peneliti menganalisis data dari the Child Heart and Health Study di Inggris, yang melihat potensi faktor risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 di kalangan pra-remaja. Peserta penelitan mencakup sekitar 2.000 anak berusia 9 dan 10 tahun di 95 sekolah dasar di tiga kota: London, Birmingham dan Leicester.

Anak-anak menjawab pertanyaan tentang kebiasaan makan mereka, termasuk seberapa sering mereka mengonsumsi makanan siap saji yang dibeli dari restoran. Makanan yang dibeli dari toserba dan toko bahan pangan, tidak termasuk dalam kategori ini. Foto dari makanan-makanan umum disediakan untuk membantu anak-anak mengingat dan memperkirakan ukuran porsi.

Sekitar seperempat dari jumlah anak mengatakan mereka tidak pernah atau jarang makan makanan siap saji dan hampir setengahnya mengatakan mereka makan makanan siap saji setidaknya kurang dari satu kali seminggu. Sedikit di atas seperempat anak mengatakan mereka makan makanan seperti ini setidaknya satu kali seminggu.

Anak laki-laki lebih sering mengonsumsi makanan siap saji daripada anak perempuan. Sama halnya dengan anak-anak dari keluarga kurang sejahtera.

Baca juga   Apakah Teh Hijau Bisa Menjaga Kesehatan Tubuh

Tim peneliti menggunakan jawaban-jawaban anak-anak mengenai kebiasaan makan mereka untuk menghitung kalori dan asupan gizi. Di kalangan konsumen yang mengonsumsi makanan siap saji restoran secara berkala, makanan yang dikonsumsi biasanya tinggi kalori dan tinggi lemak. Sedangkan asupan protein dan tepung-tepungan rendah dan asupan vitamin c, zat besi, kalsium dan asam folat juga rendah dibandingkan mereka yang tidak makan makanan jenis ini.

Para peneliti juga mengukur tinggi, berat, lingkar pinggang, ketebalan lipatan kulit dan komposisi lemak tubuh anak. Selain itu, mereka juga mengukur tekanan darah dan mengambil sampel darah untuk mengukur kandungan kolesterol.

Tidak ada perbedaan dalam tekanan darah atau seberapa baik tubuh anak-anak menggunakan insulin berdasarkan pada siapa yang mengonsumsi makanan siap saji secara rutin. Namun ketebalan kulit, komposisi lemak tubuh dan lemak darah, seperti kolesterol jahat LDL, semuanya cenderung lebih tinggi di kalangan anak-anak yang rutin mengonsumsi makanan siap saji.

“Anak-anak yang makan lebih banyak makanan siap saji memiliki kolesterol total dan LDL lebih tinggi (keduanya faktor risiko penting penyakit jantung koroner) dan lemak tubuh,” kata Donin.

“Kebanyakan orang-orang yang memesan makanan siap saji, biasanya membeli makanan yang tinggi sodium, lemak dan kalori,” kata Sandra Arevalo, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Baca juga   Mengenal Manfaat Tea Tree Oil Untuk Kehidupan Sehari hari

“Makanan cepat saji juga memiliki kandungan gizi rendah, artinya rendah vitamin, mineral, serat dan kadang protein,” kata Arevalo, ahli gizi terdaftar yang menangani Nutrition Services and Community Outreach di Community Pediatrics, program Montefiore dan the Children’s Health Fund di New York. “Bila ana makan makanan ini untuk jangka panjang, anda bisa mulai melihat konsekuensi kesehatan akibat hal itu.”

Arevalo menyarankan orang tua yang harus membawa pulang makanan, menelepon restoran sebelumnya untuk memesan salad, sayuran, nasi merah, daging panggang dan menyediakan makanan yang lebih sehat untuk anak mereka.

“Harganya mungkin mahal tapi anda bisa membagi menjadi dua porsi makanan dari satu porsi besar,” dia mengatakan melalui email. Ide lainnya adalah belajar untuk menyiapkan makanan cepat dan sehat. “Misalnya, hummus, wortel dan biskuit cracker bisa jadi makan siang yang enak, seperti halnya roti lapis tuna atau kalkun dengan tomat dan lettuce. Telur adalah sumber protein yang sangat baik. Anda bisa memasak telur orak-arik dengan bayam, bawang dan tomat dan memakannya dengan roti,” kata Arevalo. [fw/au]

Continue Reading

Kesehatan

Cara Menghitung Berat Badan Ideal Untuk Mengetahui Potensi Obesitas

Published

on

By

Cara Menghitung Berat Badan Ideal Untuk Mengetahui Potensi Obesitas
Melihat Berat Badan

Gencil News – Memiliki berat badan ideal menjadi idaman bukan hanya karena penampilan tapi juga demi kesehatan. Bagaimana cara menghitung berat badan ideal?

Salah satu cara menghitung berat badan ideal adalah dengan menggunakan rumus indeks massa tubuh. Rumus tersebut ditemukan oleh Adolphe Quetelet, seorang astronom, ahli matematika dan statistik serta sosiolog asal Belgia.

Dia mengembangkan rumus BMI (Body Mass Index) atau indeks massa tubuh antara 1830 – 1850. Saat itu dia menyebutnya sebagai social physics.

Kata indeks massa tubuh pertamakali diperkenalkan melalui Journal of Chronic Diseases yang ditulis Angel Keys pada 1972. Pada jurnal tersebut, Keys menjelaskan indeks massa tubuh adalah meskipun tidak terlalu memuaskan itu tetap baik untuk ukuran berat badan sebagai indikator obesitas.

Baca juga   Arab Saudi Tingkatkan Keamanan di Makkah Jelang Haji
Rumus BMI Sebagai Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Pada dasarnya Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh (IMT) cara mudah menghitung berat badan ideal berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Untuk penghitungannya, berat badan harus dalam satuan kilogram dan tinggi badan dalam satuan meter kuadrat.

Rumus Indeks Massa Tubuh:
Rumus BMI, Cara Menghitung Berat Badan Ideal
Rumus BMI, Cara Menghitung Berat Badan Ideal Foto: Istimewa

Misalnya, kamu memiliki berat badan 70 kilogram dan tinggi 160 cm (1,60 meter). Kalikan tinggi badan dalam kuadrat: 1,60 x 1,60 = 2,56. Lalu, bagi angka berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan: 70/2,56 = 27,3. BMI 27,3 jika dilihat berdasarkan standar WHO, kamu termasuk gemuk.

Melansir dari Joslin Diabetes Center, BMI untuk kawasan Asia sebagai berikut:

Baca juga   4 Tips Supaya Tubuh Menjadi Rileks Saat Migrain Menyerang

WHO (BMI) Asia-Pacific (BMI)

Kurus Normal 18.5-24.9 18.5-22.9
Overweight 25-29.9 23-24.9
Obesitas ≥30 ≥25

Pada intinya, semakin lebih berat badan kamu akan semakin tinggi hasil penghitungan BMI dan semakin tinggi risiko terserang obesitas.

Namun dalam beberapa kondisi, BMI ini tidak bisa menjadi indikator. Pada orang-orang berotot seperti petinju, atlet, atlet angkat beban, mereka bisa jadi sebenarnya sehat meski nilai BMI masuk dalam kategori obesitas.

Itulah tadi cara menghitung berat badan ideal dengan menggunakan rumus indeks massa tubuh. Perlu diingat rumus ini juga tidak bisa digunakan pada wanita hamil.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING