Connect with us

Kesehatan

Perhatikan Seberapa Banyak Air yang Anda Minum itu Penting

Published

on

Air minum baik untuk Anda, semua orang tahu itu. Namun selain minum terlalu sedikit, minum terlalu banyak air juga dapat memiliki efek negatif pada tubuh Anda.

Air minum baik untuk Anda, semua orang tahu itu. Namun selain minum terlalu sedikit, minum terlalu banyak air juga dapat memiliki efek negatif pada tubuh Anda.

Inilah yang dapat terjadi pada tubuh Anda, serta otak Anda, ketika Anda minum terlalu banyak atau terlalu sedikit air:

Lebih banyak air: Lebih banyak energi

Tubuh kita 75 persen air; yang berarti air sangat penting untuk beberapa fungsi tubuh, seperti transportasi nutrisi ke sel-sel Anda.

Menurut Reader’s Digest, berdasarkan ulasan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas North Carolina dan Universitas Tufts, kekurangan air menghambat aliran nutrisi, yang memengaruhi seberapa baik otak dan fungsi tubuh Anda.

Kehilangan sesedikit 2 persen kandungan air (untuk atlet, ini bisa setinggi 6 hingga 10 persen), dapat menyebabkan suhu tubuh berfluktuasi, kehilangan motivasi dan peningkatan kelelahan.

Menurut Healthline, hidrasi optimal ditunjukkan untuk membantu mencegah gejala-gejala ini, dan mengurangi ketegangan otot; karena otot 80 persen air.

Hidrasi juga penting untuk keseimbangan di dalam tubuh. Tanpa air, atau bahkan dengan dehidrasi ringan, otot dapat rentan kram karena kadar natrium, kalium, dan magnesium Anda tidak seimbang.

Terlalu banyak air: Tubuh Tidak cukup garam

Terlepas dari manfaat air, ada bahaya dari kondisi yang dikenal sebagai overhidrasi. Menurut artikel lain oleh Healthline, overhidrasi disebabkan oleh dua hal yang berbeda: asupan air dan retensi air.

Terlalu banyak asupan air adalah minum lebih banyak air daripada ginjal yang dapat dikeluarkan dari aliran darah Anda, sementara retensi air adalah ketidakmampuan tubuh untuk mengeluarkan air secara efektif. Kedua jenis overhidrasi akan menyebabkan beberapa masalah.

Sebuah penelitian yang ditulis oleh profesor Departemen Nutrisi Manusia, Makanan, dan Latihan Institut Politeknik Virginia dan Universitas Negeri, Brenda Davy, dan mahasiswa Shaun Riebl, merekomendasikan bahwa rata-rata orang dewasa harus minum antara 9 hingga 13 cangkir air sehari.

Overhidrasi oleh retensi air dapat disebabkan oleh kondisi seperti masalah ginjal, penyakit hati, diabetes dan gagal jantung kongestif, dan oleh obat-obatan seperti obat anti-inflamasi nonsteroid, diuretik dan obat untuk kondisi seperti skizofrenia.

Kebutuhan air akan berbeda tergantung pada masing-masing individu, dengan usia, jenis kelamin, cuaca, tingkat aktivitas fisik dan kesehatan secara keseluruhan yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan berapa banyak air yang terlalu banyak dan seberapa banyak air yang terlalu sedikit.

Namun, warna urin biasanya merupakan indikator yang dapat diandalkan, apakah seseorang menderita dehidrasi atau overhidrasi.

Meskipun apa yang sering dikatakan pelatih, urin yang jernih sebenarnya adalah tanda overhidrasi, sementara urine yang lebih gelap menunjukkan dehidrasi. Air kencing kuning pucat yang tidak jernih atau gelap adalah tanda asupan air yang baik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kesehatan

Penggunaan Face Shield Tidak Efektif Untuk Virus Covid 19

Published

on

Penggunaan Face Shield Tidak Efektif Untuk Virus Covid 19

Gencil News- Penggunaan Face shield tidak efektif untuk virus covid19. studi baru menunjukkan pemakaian face shield  saja tak cukup mencegah Covid-19. Orang yang memakai face shield tetap dapat menyemprotkan droplets atau tetesan pernapasan ke area sangat luas saat bersin, batuk, atau berbicara.

Seorang ilmuwan Jepang, Makoto Tsubokura dan tim nya telah melakukan penelitian terkait itu dan kesimpulannya adalah, face shield tidak efektif menahan droplet orang pengidap virus COVID-19. Makoto Tsubokura dan timnya dari Pusat Ilmu Komputasi Riken, telah melakukan modeling melalui simulasi menggunakan superkomuter tercepat di dunia, Fugaku, dan hasilnya ditemukan bahwa hampir 100 persen tetesan udara berukuran kurang dari 5 mikrometer lolos melalui pelindung plastik tersebut.

Penggunaan Face Shield Tidak Efektif Untuk Virus Covid 19.  Satu mikrometer sendiri adalah sepersejuta meter. Sedangkan sekitar setengah dari tetesan yang lebih besar berukuran 50 mikrometer punya jalan untuk menyatu dengan udara. Dalam simulasi tersebut, Makoto menggabungkan aliran udara dengan reproduksi puluhan ribu tetesan dengan ukuran berbeda, mulai di bawah 1 mikrometer hingga beberapa ratus micrometer.

Ini artinya, hasil simulasi menunjukkan kemampuan face shield sangat terbatas dalam melindungi penggunanya dari penyebaran virus, Makoto menyarankan agar face shield hanya digunakan oleh orang-orang yang disarankan tidak memakai masker, seperti orang dengan masalah pernapasan dan anak kecil. Tetapi, mereka juga disarankan hanya menggunakannya di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan ventilasi baik.

Makoto Tsubokura menjelaskan, simulasi ini mengombinasikan aliran udara dan reproduksi dari puluhan ribu droplet dengan berbagai ukuran. Mulai dari yang paling kecil di bawah 1 micrometer hingga ratusan micrometer.

Berdasarkan hasil simulasi tersebut, Makoto Tsubokura menekankan agar masyarakat sebaiknya tidak memakai face shield sebagai alternatif pengganti masker. Sebab ternyata efektivitasnya sangat rendah.

Tapi bukan berarti face shield tidak berguna sama sekali. Kamu bisa memakai face shield ketika berada di tempat terbuka atau ruangan dengan banyak ventilasi. Dengan catatan tetap memakai masker.

Sementara jika harus berada di ruangan tertutup tanpa ventilasi, masker masih jadi pilihan yang saat ini paling efektif mencegah penularan COVID-19 lewat droplet.

Gunakan masker medis atau masker kain tiga lapis dan pakai face shield hanya sebagai perlindungan ekstra. Intinya face shield harus dipakai berbarengan dengan masker.

Continue Reading

Gaya Hidup

Mengenal Bermacam Jenis Jamur Yang Tumbuh di Sekitar

Published

on

Mengenal Aneka Jamur Yang Dapat Dikonsumsi Tubuh

Gencil News- Mengenal Bermacam Jenis Jamur Yang Tumbuh di Sekitar. Jamur kaya akan antioksidan yang membersihkan tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas yang ada dalam tubuh berpotensi menyebabkan penyakit kanker. Beta-glukan pada jamur juga digunakan sebagai salah satu perawatan kemoterapi atau terapi radiasi. Walaupun tidak membunuh sel kanker, beta-glukan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Mengenal Bermacam Jenis Jamur Yang Tumbuh di Sekitar. Selain itu juga  Jamur sering digunakan sebagai bahan campuran masakan sejumlah hidangan. Tak heran apabila makanan ini disukai oleh banyak orang. Selain memiliki rasa lezat bagi lidah, mengonsumsi jamur ternyata memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan.

Manfaat tersebut akan dirasakan oleh tubuh apabila jamur dikonsumsi secara rutin baik sebagai makanan maupun untuk bahan pembuatan obat tertentu, karena tumbuhan ini memang kaya akan nutrisi.

Pada pengobatan tradisional cina, jamur shitake digunakan untuk membuat obat flu. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak jamur shitake dapat melawan virus dan meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi akibat bakteri atau jamur.

Pada sebuah studi ditemukan kepada 52 orang yang mengonsumsi satu atau dua jamur kering dalam satu bulan. ternyata dari 52 responden. 10 orang mengalami fungsi kekebalan tubuhnya meningkat dan risiko terjadinya peradangan menjadi berkurang.

Mengenal Bermacam Jenis Jamur Yang Tumbuh di Sekitar
  • Jamur Merang

Seringnya tumbuh di merang atau jerami, bentuknya mirip kuncup bunga melati  Jamur ini bentuknya bulat telur dengan warna cokelat gelap atau abu-abu, pun nggak mudah berubah bentuk ketika dimasak. Biasanya yang paling banyak dikonsumsi itu jamur yang masih muda dan belum mengembang. Seringnya diolah jadi tumisan atau orak-arik dengan campuran aneka sayur dan bahan lainnya. Bisa juga ditambahkan ke dalam sup.

  • Jamur Kancing

Jamur ini paling banyak dibudidayakan di dunia. Jamur kancing ini paling sering diolah menjadi tumis jamur kancing saus tiram, tumis jamur kancing pedas, mi ayam jamur atau juga sup jamur kancing. Jamur kancing juga sering dijadikan bahan tambahan pada saus untuk steak. Sering juga dikreasikan dalam masakan seperti lumpia isi kornet jamur atau masakan barat sejenis pastri.

  • Jamur Shitake

Shitake banyak digunakan dalam masakan Jepang seperti udon seafood Jamur ini banyak dikonsumsi dan diproduksi di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.Paling banyak dijumpai dalam bentuk kering sehingga kamu harus merendamnya dulu beberapa saat sebelum dimasak. Jamur yang satu ini warnanya beige atau cokelat gelap. Jamur shitake ini paling enak dimasak dengan bumbu saus tiram. Namun untuk mengonsumsi jamur shitake, perlu diwaspadai karena jamur ini mirip dengan jamur beracun.

  • Jamur Enoki

sering digunakan untuk garnish atau ditambahkan pada sup Jamur enoki yang tumbuh di alam liar biasanya berwarna cokelat sampai merah jambu, sedangkan yang dibudidayakan atau yang sering dimakan berwarna putih karena terlindung dari sinar matahari. Jamur Enoki adalah satu dari macam-macam jamur yang memiliki aroma buah-buahan. Bentuknya panjang, batangnya putih dan bisa dimakan mentah, dimasukkan ke dalam sup atau dijadikan garnish pada makanan Jepang seperti ramen. Kamu juga bisa memasaknya bersama sapo tahu, tumis, sup, atau dibakar dan digoreng.

  • Jamur Tiram

Jamur Tiram adalah yang paling populer karena sering diolah jadi kamur krispi Jamur ini punya ciri khusus, bentuknya putih, lebar, bergerombol seperti payung, dan menyerupai cangkang tiram dengan bagian tengah yang cekung. Jamur tiram ini paling populer diolah menjadi jamur krispi, tapi banyak juga yang mengolahnya dengan cara ditumis, disate, dimasak tongseng, bahkan menjadi siomay.

Tidak semua jamur aman untuk dikonsumsi. Ada beberapa jenis jamur yang mengandung racun dan dapat membahayakan tubuh. Beberapa kemungkinan efek buruk jamur tersebut bila dikonsumsi 

Untuk itu, agar terhindar dari efek buruk jamur, pastikan Anda hanya mengonsumsi jamur yang dijual di tempat terpercaya. Jangan sembarangan mengonsumsi jamur yang tumbuh di lingkungan rumah Anda.

Hindari mengonsumsi jamur yang tidak Anda ketahui jenisnya. Kemudian pastikan pengolahan jamur dilakukan dengan baik (dicuci dan dimasak).

Continue Reading

Kesehatan

Inovasi Untuk Mengirit Penggunaan Alat Pelindung Diri

Published

on

Inovasi Untuk Mengirit Penggunaan Alat Pelindung Diri

Gencil News – Berbagai inovasi dikembangkan dalam menciptakan teknologi yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari APD. Sampah alat pelindung diri (APD) dan berbagai perangkat perlindungan diri yang digunakan di seluruh dunia selama pandemi berisiko meningkatkan polusi, terutama air dan darat.

Alat Pelindung Diri (APD) atau dalam istilah bahasa Inggris disebut Personal Protective equipments (PPE), dipergunakan setelah berbagai cara seperti control engineering, control administrasi, dan substitusi, tidak berhasil mengeliminasi bahaya (hazard) lingkungan.

APD atau Alat Pelindung Diri dalam dunia kesehatan adalah perlengkapan yang memiliki fungsi untuk melindungi penggunanya dari infeksi virus dan bakteri.

Alat Pelindung Diri disinyalir mampu menahan masuknya virus yang beresiko masuk kedalam tubuh melalui mulut, hidung dan mata serta kulit.

Sejak pandemi covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. APD adalah benteng pertahanan ampuh yang digunakan oleh tenaga medis dalam menangani pasien covid-19.

Menurut WHO, kebutuhan APD akibat pandemi ini meningkat secara tajam per bulannya. Oleh karena itu.

Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Petunjuk Teknis Penggunaan APD selama Wabah COVID-19 berdasarkan pedoman WHO, CDC, dan sumber lainnya untuk mengelola penggunaan APD secara rasional dan efektif serta alternatifnya bagi tenaga kesehatan dalam masa krisis seperti ini.

Dalam pemilihan jenis APD, hal-hal yang harus diperhatikan ialah:

  • Harus dapat memberikan perlindungan terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya-bahaya yang dihadapi (Percikan, kontak langsung maupun tidak langsung); Berat APD hendaknya seringan mungkin, dan alat tersebut tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan.
  • Dapat dipakai secara fleksibel (reuseable maupun disposable)
  • Tidak menimbulkan bahaya tambahan.
  • Tidak mudak rusak.
  • Memenuhi ketentuan dari standar yang ada.
  • Pemeliharaan mudah.
  • Tidak membatasi gerak.

Jenis APD yang direkomendasikan untuk disediakan dalam penanganan COVID-19 adalah masker bedah (surgical/facemask), masker N95, pelindung wajah, pelindung mata (goggles), gaun (gown) baik sekali pakai atau dipakai berulang, celemek (apron), sarung tangan, pelindung kepala, dan pelindung sepatu.

Pada pemilihan jenis APD di ruang rawat pasien COVID-19, WHO tidak merekomendasikan penggunaan APD coverall (APD Ebola) karena COVID-19 adalah penyakit pernapasan yang berbeda dari penyakit virus Ebola (EVD), yang ditularkan melalui cairan tubuh terinfeksi.

Namun dalam situasi wabah COVID-19 di Indonesia dengan laju peningkatan kasus konfirmasi yang cepat, maka penggunaan coverall dapat memperluas area perlindungan bagi tenaga kesehatan.

Perbedaan APD bentuk coverall dari yang lainnya ialah dapat menutupi area kaki sampai leher dengan baik.

Menurut CDC, APD coverall adalah alat pelindung diri yang diperuntukan untuk mencegah penularan mikroorganisme melalui cairan tubuh seperti darah dan cairan lainnya sehingga didesain dapat menutup hampir seluruh bagian tubuh.

Bagaimanakah inovasi dikembangkan dalam menciptakan teknologi yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari APD?. Simak liputan VOA tentang Inovasi Untuk Mengirit Penggunaan Alat Pelindung Diri.

Continue Reading

TRENDING