Ternyata Ini Waktu yang Tepat untuk Rutin Cek Tekanan Darah
Connect with us

Kesehatan

Ternyata Ini Waktu yang Tepat untuk Rutin Cek Tekanan Darah

Published

on

Ternyata Ini Waktu yang Tepat untuk Rutin Cek Tekanan Darah

Gencil News- Mengecek tekanan darah serta memantau tanda vital secara rutin dalam tubuh adalah hal sangat penting unuk mengetahui perkembangan stamina.

Penting sekali mengecek rutin tekanan darah, apalagi untuk lansia dan penderita yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi.

Masalah yang banyak ditemui saat ini salah satunya ialah Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang memiliki gejala klinis berbahaya.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi jika hasil pemeriksaan tekanan darah sudah melampaui 140/90 mmHg.

Mirisnya, hipertensi juga terkenal sebagai silent killer atau pembunuh yang kerap tidak menimbulkan gejala. Jika tidak wasapada bisa menyebabkan serangan jantung, gagal ginjal dan stroke.

Mengutip dari Tempo.CO, Itulah mengapa Dokter Spesialis Jantung dan dan Pembuluh Darah, dr. Badai Bhatara Tiksnadi menyarankan untuk rutin melakukan periksa tekanan darah. Tapi kapan sih waktu yang tepat?

“Kapan waktu terbaik untuk kita mengukur tekanan darah, jawabannya adalah anytime (kapanpun),” jelas dr. Badai dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu bersama OMRON.

dr. Badai Bhatara Tiksnadi menambahkan, apabila ingin membandingkan tekanan darah dari hari ke hari agar terkontrol, maka lakukan saat pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Ini bertujuan agar pasien hipertensi lebih mudah menyesuaikan waktu, dan hasilnya lebih akurat.

“Dibandingkan di waktu yang sama tersebut, dan di jam yang sama pula,” tutur dr. Badai.

Lebih jauh ia mengingatkan, agar hasil semakin akurat ada baiknya memperhatikan kondisi diri sendiri saat melakukan pemeriksaan tekanan darah. 

Salah satunya kondisi fisik dan psikis harus stabil, tidak sedang kurang tidur, atau tidak sedang punya banyak hal yang dipikirkan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kesehatan

Kenali Hormon Kortisol yang Memiliki Peran Penting Pada Tubuh

Published

on

Kenali Hormon Kortisol yang Memiliki Peran Penting Pada Tubuh

Gencil News-Hormon kortisol atau hormon stres, memiliki peran yang penting pada tubuh. Karena penghasilnya ialah kelenjar adrenal.

Kelenjar adrenal tersebut akan melepaskan hormon kortisol saat Anda menghadapi stres, Kerap kali indikator kondisi stress erat kaitannya.

Hormon kortisol sangat tubuh perlukan sebagai fight of flight response, yang artinya merespon keadaan tubuh seperti alarm pengingat.

Selain itu, hormon ini melaksanakan tugas untuk mengontrol gula darah, regulasi peradangan, pengaturan metabolisme, dan pengendalian daya ingat.

Jika hormon kortisol meningkat dalam tubuh, maka harus mengaktifkan respons relaksasi tubuh dengan mengurangi stres.

Beberapa langkah untuk mengatasinya ialah dengan;

1. Beristirahat dengan cukup

Pertama, Perhatikan Kualitas durasi dan jam tidur Anda memengaruhi kadar hormon kortisol dalam tubuh.

Berbagai penelitian telah menemukan, tidur yang cukup di malam hari dan tidak berlebihan akan membantu Anda untuk mengendalikannya.

Faktanya Insomnia berisiko meningkatkan hormone cortisol hingga 24 jam ke depan.

2. Belajar untuk rileks dan mengendalikan pikiran pemicu stres

Latihan relaksasi dapat membantu menurunkan kadar hormon stres. Latihan paling mudah untuk menenangkan pikiran yakni dengan membiasakan bernapas dalam-dalam.

Selain itu, Dengarlah musik yang menjadi kesukaan Anda.

Studi telah menemukan, mendengarkan musik setidaknya selama 30 menit membantu mengurangi kadar hormon stres.

3. Bergembira

Berikutnya, lakukan hal-hal yang anda sukai dengan aktivitas yang bergembira.

Studi telah menemukan bahwa aktivitas positif berkaitan dengan penurunan tekanan darah, jantung yang sehat, sistem imun yang lebih kuat, dan penurunan kadar hormon kortisol.

4. Menjaga hubungan personal yang baik

Lebih lanjut Berpikiran positif kepada semua orang, dan tetap berkomunikasi kepada siapapun dengan hati yang riang.

6. Mengonsumsi makanan sehat

Jaga pola makan, hindari mengkonsumsi makanan tinggi gula yang bisa menaikan kadar hormon kortisol.

Selanjutnya, Bisa juga makan buah-buahan seperti alpukat, berry dan strawberry. atau juga mengkonsumsi dark coklat.

Continue Reading

Kesehatan

4 Tips Supaya Tubuh Menjadi Rileks Saat Migrain Menyerang

Published

on

4 Tips Supaya Tubuh Menjadi Rileks Saat Migrain Menyerang

Gencil News– Migrain adalah sakit kepala yang terasa berdenyut, dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Migrain merupakan penyakit saraf, yang dapat menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya atau suara. Serangan migrain dengan rasa nyeri yang mengganggu dapat berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari.

Menurut Migrain Research Foundation. Sepanjang 10 tahun terakhir ini memperkirakan bahwa hampir  25 persen orang menderita migrain.

Dengan kisaran usia antara antara 16 hingga 50 tahun dan rasio jenis kelamin wanita lebih besar 50 persen.

Migrain menyerang dari berbagai faktor baik genetik maupun lingkungan. ada 4 cara relaksasi untuk mengobati dan mencegah migrain. Namun, beberapa orang lebih suka menggunakan obat sebagai alternatif lain melengkapi perawatan medis.

4 Tips Ketika Tubuh Rileks Saat Migrain Menyerang

Mengelola sensitivitas cahaya dengan meredupkan pencahayaan

Menurut National Headache Foundation, hampir 90 persen orang penderit migrain mengalami fotofobia (sensitivitas cahaya), cahaya dapat meningkatkan serangan migrain dalam hitungan detik.

Segera redupkan pencahayaan sekitar ketika mulai merasakan migrain. Hal ini dapat membantu menangkan sistem syaraf.

Ketika sedang berada di luar ruangan, cara yang dapat dilakukan untuk meredupkan pencahayaan adalah dengan menggunakan kacamata hitam dan topi, atau dapat juga menggunakan penutup mata.

Pakaian yang nyaman

Menyelimuti seluruh tubuh dalam ruangan gelap dan menggunakan bantal yang lembut dapat membantu meredakan migrain yang mendera. Tidak hanya itu, mengenakan pakaian yang nyaman juga dapat meningkatkan suasana hati dan menenangkan perasaan. Kuncinya adalah lebih peka terhadap kenyaman tubuh.

Suasana Tenang

Berikan suasana dan kondisi yang tenang selama periode migrain menyerang agar anda dan tubuh lebih relaksasi

Therapi Audio

Jika menyukai musik instrumen dengarkan dengan sayup sambil memejamkan mata hingga akhir nyeri menghilang pelan pelan. Namun jika juga tidak berkurang silahkan konsultasikan ke dokter mengenai gejala migrain yang masih berlanjut.

Continue Reading

Kesehatan

Suplai Darah Menurun, Penyandang Talasemia Mayor Cemas

Published

on

Suplai Darah Menurun, Penyandang Talasemia Mayor Cemas

Gencil News – VOA – Dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia tanggal 14 Juni, ada kekhawatiran yang kian meningkat di kalangan penyandang talasemia mayor di Indonesia. Berbagai kebijakan terkait pandemi menurunkan secara signifikan jumlah pendonor darah, padahal kebutuhan darah para penyandang penyakit ini stabil.

Bagi Bangkit Prayoga, pergi ke rumah sakit setiap bulan untuk mendapatkan transfusi darah adalah kegiatan rutinnya selama hampir 21 tahun terakhir. Sejak usia 2 tahun, pria tersebut terpaksa menjalani prosedur itu untuk menyambung nyawanya. Ia kerap menggambarkan dirinya ibarat ponsel yang tenaga baterainya perlu diisi ulang.

“Saya ini seperti ponsel, Kalau terlalu banyak menggunakan aplikasinya, tenaga baterainya akan menurun. Jadi penyandang talasemia mayor dianjurkan tidak melakukan kegiatan yang berat-berat, yang wajar-wajar saja agar kadar hemoglobin stabil,” jelasnya.

Sebagai penyandang talasemia mayor, transfusi darah merupakan satu-satunya solusi. Penyakit kelainan darah merah ini belum ada obatnya, sehingga untuk bisa bertahan hidup, opsi itu harus diambil.

Bangkit adalah salah satu dari sekian ribu penyandang talasemia mayor di Indonesia. Yayasan Thalassemia Indonesia sejauh ini mencatat ada lebih dari 10.000 penyandang penyakit ini.

Menurut perhitungan Dr Edhyana Sahiratmadja, pemerhati talasemia dan pakar biologi molekuler yang saat ini menjabat sebagai dosen dan periset ilmu biomedik, di Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, dengan jumlah penyandang talasemia mayor yang mencapai 10.000 saja, dibutuhkan sedikitnya 240.000 kantong darah per tahun. Sayangnya, karena pandemi suplainya menyusut drastis.

“Stok darah di PMI selama pandemi COVID-19 menurun hingga 60 persen dibandingkan dengan situasi normal. Mengapa stok darah bisa menurun drastis? Ini karena suplai darah menurun, yang artinya jumlah pendonor darah berkurang,” jelas Edhyana.

Edhyana memprihatinkan tingginya kebutuhan transfusi darah itu. Di masa pandemi, suplai darah menurun drastis seiring berlakunya berbagai pembatasan, sementara kebutuhannya stabil. Walhasil, penderita talasemia mayor akan terpaksa berbagi atau bahkan bersaing mendapatkan suplai darah dengan penyandang-penyandang penyakit lain yang juga membutuhkan transfusi, seperti hemofilia, gangguan ginjal dan demam berdarah (DBD).

“Untuk penyandang talasemia mayor, dampaknya luar biasa. Mereka butuh transfusi darah secara rutin tiap bulan. Bila tidak memiliki cukup pendonor untuk transfusi, maka kadar hemoglobin bisa turun, dan bisa menimbulkan berbagai komplikasi, dan bahkan kematian,” kata Edhyana.

Edhyana sendiri memiliki keprihatinan khusus terhadap talasemia karena dua dari tiga anak perempuanya, seperti dirinya, adalah pembawa (carrier) gen talasemia yang biasa disebut penyandang talasemia minor. Kelompok yang satu ini memang tidak memerlukan transfusi darah namun berpeluang memiliki keturunan yang menyandang talasemia mayor jika mereka menikah dengan sesama penyandang talasemia, baik minor maupun mayor. Hanya penyandang talasemia mayor yang memerlukan transfusi darah.

Harapan serupa diungkapkan Bangkit, yang kini menjadi juru bicara Perhimpunan Penyandang Thalassemia Indonesia (PPTI). Ia mengatakan, “Setelah pandemi muncul, pasokan darah benar-benar menurun. Sehingga kami menganjurkan para penyandang talasemia mayor memiliki enam pendonor tetap. Kalau ada pendonor, dari mana mereka bisa mendapatkan darah?.”

Seorang anak sekolah India memegang poster saat dia ikut serta dalam demonstrasi untuk meningkatkan kesadaran kondisi Thalassaemia di Kolkata pada 8 Mei 2012, pada Hari Thalassaemia Internasional. (Foto: AFP/Dibyangshu Sarkar)
Seorang anak sekolah India memegang poster saat dia ikut serta dalam demonstrasi untuk meningkatkan kesadaran kondisi Thalassaemia di Kolkata pada 8 Mei 2012, pada Hari Thalassaemia Internasional. (Foto: AFP/Dibyangshu Sarkar)

Menurut Edhyana, talasemia adalah penyakit menurun akibat kelainan sel darah merah. Sel darah merah pada intinya mengandung hemoglobin (Hb), yang terdiri dari heme (empat molekul zat besi) dan globin (dua rantai globin alfa, dan dua rantai globin beta). Pada penyandang talasemia mayor, gen rantai globin alfa atau beta mengalami kelainan sehingga sel darah merah yang normalnya berusia 120 hari akan lebih cepat hancur sebelum waktunya.

Edhyana mengatakan, penyandang talasemia mayor akan kekurangan darah merah dan harus mendapatkan transfusi darah setiap bulan seumur hidup agar fungsi organ-organ tubuhnya berjalan baik. Bila kebutuhan darah tersebut tidak terpenuhi maka Hb akan terus turun dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian.

Akibat seringnya diberikan transfusi darah, pasien talasemia mayor juga membutuhkan obat untuk mengikat zat besi agar tidak menumpuk dalam organ.

Karena kebutuhan transfusi darah sangat tinggi dan obat pengikat besi mahal, talasemia mayor menempati urutan ke-5 beban pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atau masuk kategori penyakit katastropik.

Sebagai informasi saja, proses transfusi darah itu tidak murah. Biayanya sekitar 15 juta rupiah untuk satu kali transfusi. Untunglah talasemia mayor masuk program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sehingga biaya perawatannya termasuk transfusi darah, ditanggung oleh penyelenggara program itu, yakni (BPJS) .

Talasemia sebetulnya bisa dihindari. Karena itulah Edhyana dan para penyandang talasemia lain, termasuk mereka yang peduli, rajin mengampanyekan program sadar talasemia untuk memutus mata rantai penyakit itu.

Inti program itu adalah menyadarkan orang-orang, terutama, generasi muda, untuk memeriksakan diri sedini mungkin apakah mereka penyandang talasemia. Jika memang terbukti menyandang kondisi itu, mereka dianjurkan untuk tidak menikah dengan sesama penyandangnya. Setiap anak yang dilahirkan dari pasangan seperti itu berpeluang 25 persen menjadi penyandang talasemia mayor atau 50 persen sebagai penyandang talasemia minor.

Ruswandi, ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia (POPTI), mengatakan, “Kalau kita tidak melakukan edukasi atau tidak melakukan pencegahan, nanti jumlahnya akan semakin banyak, akan semakin sulit memutus mata rantainya. Sebelum terlalu banyak, kita harus mulai program pencegahan. Di Indonesia, pembawa sifat atau carrier itu sekitar enam hingga 10 persen dari total penduduknya.”

Indonesia bahkan juga menunjuk sejumlah remaja sebagai duta talasemia, seperti Gersha Jagwani, putri aktor Adam Jagwani. Mereka bertugas menumbuhkan kesadaran di kalangan usia sebaya mereka untuk memeriksakan diri dan sadar risiko talasemia. Sebagai informasi Gersha tidak menyandang talasemia.

“Peran utama saya sebagai duta talasemia adalah melakukan sosialisasi. Mulai dari sekolah saya, mulai dari keluarga, mulai dari teman-teman. Saya sih biasanya melalui media sosial seperti Instagram stories atau video YouTube. Atau bisa juga bertemu dan mengajak bicara orang-orang agar mereka lebih aware mengenai talasemia. Objective-nya untuk meng-encourage orang-orang untuk melakukan skrining. Apakah mereka carrier, apakah mereka penyandang talasemia mayor atau minor,” kata Gersha.

Sebagai duta talasemia, Gersha Jagwani rajin mengkampanyekan program sadar talasemia di kalangan remaja. (Dok: Pribadi)
Sebagai duta talasemia, Gersha Jagwani rajin mengkampanyekan program sadar talasemia di kalangan remaja. (Dok: Pribadi)

Gersha juga sering mengorganisasikan program-program donor darah.

“Saya organize blood drive hampir setiap bulan di beberapa companies. Kadang-kadang melakukan kunjungan juga, meski sekarang ini sulit karena pandemi. Upaya sosialisasi talasemia ini ditujukan untuk memutus mata rantai talasemia dan meningkatkan care about yourself and care about others, our future generation,” imbuhnya.

Indonesia terletak di Thalassemia Belt, kawasan rawan talasemia yang meliputi daerah Laut Tengah, Timur Tengah, Afrika sub-Sahara, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Kawasan ini diketahui memiliki jumlah kasus talasemia mayor yang tinggi.

Idealnya, setiap orang yang tinggal di daerah dengan jumlah kasus talasemia mayor tinggi harus mengetahui status pembawa sifat talasemianya sebelum menikah, sehingga munculnya kasus talasemia mayor dapat dicegah. 

Continue Reading

Kesehatan

Jangan Remehkan, Khasiat dari Cuka Apel Untuk Kesehatan Tubuh

Published

on

Jangan Remehkan, Khasiat dari Cuka Apel Untuk Kesehatan Tubuh

Gencil News– Pernah mendengar Cuka apel? Cuka apel adalah sejenis minuman yang memiliki banyak khasiat dan berasal dari proses fermentasi jus apel.

Selanjutnya, dalam proses fermentasi tersebut kandungan gulanya berubah menjadi asam astetat yang menjadi bahan aktif.

Asam asetat, mengandung vitamin A, B1,B2,B6, C dan E Juga potasium, kalsium, dan magnesium.

Peneliti kesehatan pada tahun 2004, menemukan bahwa secara signifikan menurunkan kadar glukosa dalam darah setelah makan.

Dengan meminum 2sdm sari cuka apel saat siang dan malam selama 2 minggu, ternyata terbukti dapat menurunkan bobot tubuh.

Khasiat yang perlu anda ketahui ialah;

1. Menurunkan Kadar Gula Darah 

Manfaatnya dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah setelah makan. Waktu terbaik untuk mengonsumsi minuman ini adalah sebelum makan, yakni dengan cara mencampurkan cuka apel sebanyak 2 sendok teh dengan air

2. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Berdasarkan studi dari Harvard, wanita yang memiliki kebiasaan makan salad dengan cuka apel memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami penyakit jantung koroner.

Karena mengandung senyawa asam linolenik alfa, yang ternyata baik untuk kesehatan jantung. Namun ingat, asupan ini perlu berimbang dengan gaya hidup sehat agar kondisi jantung dan pembuluh darah tetap terjaga dengan optimal.

3. Membunuh Bakteri

Kandungan asam asetat yang banyak terkandung dalam minuman ini dapat mematikan kuman berbahaya atau mencegahnya berkembang biak.

4. Menjaga Kecantikan Kulit

Kandungan cuka apel tersebut mampu mendorong pembentukan sel kulit yang baru dan membantu mengecilkan pori-pori wajah.

Selanjutnya, Anda bisa mencampurnya dengan air dan meneteskannya pada daerah yang berjerawat.

5. Menyehatkan Pencernaan

2sdm Cuka Apel larutkan dalam air hangat dapat membantu mengatasi rasa mulas, mengurangi kembung, dan meningkatkan fungsi saluran pencernaan secara keseluruhan.

6. Mengatasi psioriasis

Dengan kandungan antiseptik maka minuman ini dapat membantu mengurangi iritasi dan gatal akibat psoriasis.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING