Connect with us

Gaya Hidup

Ketahui Batas Kadaluarsa Produk Kecantikan Anda

Published

on

Ketahui Batas Kadaluarsa Produk Kecantikan Anda-Merasa percaya diri saat memakai makeup merupakan hal yang menyenangkan, dan tentunya kerja keras perempuan seolah terbayar ketika melihat dirinya berubah lebih cantik saat menggunakan dan memiliki beberapa peralatan makeup  seperti lipstik, foundationblush on, dan sebagainya.

Barangkali ada yang membeli beberapa produk bahkan sampai puluhan warna produk karena tertarik dengan warna dan sentuhan nya yang menyatu di wajah. Tapi apa jadi nya jika ternyata make up tersebut hanya berakhir di meja rias dan tidak kita sadari atau perhatikan masa berlaku nya sudah mau habis.

Jangan pernah gunakan makeup yang sudah berakhir masa kedaluwarsa nya karena menurut haldey king dokter kulit di SKINNEY medspa New York City “Konsistensi produk akan berubah seiring waktu,” “Mereka akan mengering, menjadi kasar. itu berlaku untuk semuanya, mulai dari maskara hingga lipstik dan alas bedak.”

Apa Yang Terjadi pada Kulit Anda Saat Anda Menggunakan make up yang kedaluwarsa

Sekarang inilah bahaya sebenarnya. “Semua molekul dalam produk ini dapat terurai menjadi sesuatu yang lain  anda bisa mengalami iritasi hingga menyebabkan peradangan. dan dermatitis kontak, istilah yang luas untuk peradangan kulit, pada gilirannya dapat menyebabkan kemerahan, benjolan, ruam, atau bahkan lepuh dan pembengkakan kulit, kata King.

Sedangkan untuk lipstik, yang kedaluwarsa dapat menyebabkan pembengkakan. Jadi sebagai aturan umum, Anda harus mengganti maskara Anda setiap tiga bulan, eyeliner dan eye shadow setiap enam hingga 12 bulan, dan lipstik setiap satu setengah tahun. Sementara itu, tanggal kedaluwarsa rata-rata untuk foundation, bedak, dan riasan wajah lainnya adalah 12 bulan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hidup Sehat

Penggunaan Air Purifier di Lingkungan Rumah, Efektifkah ?

Published

on

Penggunaan Air Purifier di Lingkungan Rumah, Efektifkah ?
the indian express

GENCIL NEWS – Penggunaan air purifier menjadi sebuah jaminan bahwa udara yang Anda hirup sehat dan bebas dari kontaminan berbahaya. Penggunaan Air purifier sekarang ini banyak diminati masyarakat untuk kebersihan udara di rumah. Mengingat pandemi covid-19 adalah ancaman bagi manusia.

Air purifier atau Pembersih udara berkerja untuk menekan udara memasuki kain penyaring yang sangat halus yang membuat polutan terperangkap. Air Purifier akan mengeluarkan udara yang sudah bersih. Sehingga penggunaan alat ini dapat mengurangi risiko terjadi gangguan alergi.

Polusi udara atau polutan dapat berasal dari debu, jamur, serbuk sari, asap rokok, atau bulu-bulu hewan peliharaan.

Polutan ini yang kemudian dapat memicu gangguan kesehatan, terutama memperburuk kondisi penderita asma dan memicu reaksi alergi.

Tak jarang, polutan dapat mempermudah penyebaran kuman penyebab penyakit seperti infeksi saluran pernapasan. Sehingga timbul keluhan batuk, bersin-bersin. Hingga gangguan bernapas seperti hidung mampat dan sesak.

Dilansir dari WashingtonPost, air purifier dikenal efektif untuk menyaring partikel debu seperti bulu dan serbuk sari. Alat ini khusus nya bekerja sangat baik bagi orang yang memiliki alergi hewan yang tidak sengaja masuk rumah saat pintu terbuka,” kata Manav Singla, ahli Alergi dan Imunologi.

Air purifier menjernihkan udara yang berfungsi untuk menjaga agar udara dalam ruangan tetap bersih. Penjernih udara atau air purifier yang bagus bekerja dengan cara menghisap udara yang ada di sekitar lalu menyalurkan kembali udara tersebut melalui filter yang berfungsi untuk menangkap virus dan bakteri di udara. Sehingga udara yang keluar dari air purifier akan menjadi lebih bersih dan juga sehat.

Pembersih udara umumnya memiliki sistem penyaring udara yang dianggap efektif membersihkan debu dan polutan lain, salah satunya yaitu menggunakan penyaring dengan teknologi high efficiency particulate air (HEPA).

Selain itu, terdapat pula pembersih udara yang memiliki kemampuan menghasilkan ion-ion yang dialirkan ke udara di sekitar ruangan.

Ion-ion ini ditujukan untuk membantu mengurangi penyebaran virus melalui udara yang kerap menimbulkan penyakit dan juga jamur serta aroma lembap yang sering ditimbulkannya, sehingga dapat memperbaiki kondisi udara dalam ruangan.

Kebanyakan pembersih udara memiliki indikator yang menunjukkan seberapa cepat mampu menyaring polusi udara di dalam ruangan.

Sebaiknya sesuaikan ukuran ruangan dengan kemampuan alat, sehingga penyaringan udara dapat dilakukan secara maksimal.

Akan tetapi, air purifier ternyata tidak efektif bagi orang yang sensitif terhadap tungau debu, karena tungau debu hidup di karpet dan tempat tidur. Sehingga dalam hal ini menjaga kebersihan rumah menjadi lebih utama untuk dilakukan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Allergy, Asthma and Immunology menemukan, dari delapan pembersih udara yang diyakini dapat membantu pasien asma.

Ditemukan kalau pembersih udara ternyata cukup efektif untuk mengurangi paparan alergen lingkungan.

Continue Reading

Gaya Hidup

Awal Mula Interaksi Kucing dan Manusia

Published

on

Jauh sebelum kucing jadi kesayangan di Facebook dan YouTube, mereka telah berinteraksi dengan manusia sejak jaman purba.

Sebuah studi DNA yang menjangkau masa ribuan tahun yang lalu untuk melacak interaksi tersebut dan menemukan dua bukti penyebaran yang utama dari kawasan Timur Tengah, dimana orang terbukti membawa kucing bersama mereka. Jejak genetik kucing ditemukan dalam perjalanan itu dan masih tampak pada jenis kucing yang ada pada zaman modern.

Para peneliti menganalisa DNA dari 209 kucing purba yang berasal dari zaman setua 9.000 tahun yang lalu yang berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk beberapa mumi kucing purba asal Mesir.

“Mereka saksi langsung tentang situasi di masa lampau,” ujar Eva-Maria Geigl dari the Jacques Monod Institute di Paris. Ia bersama koleganya yang juga meneliti 28 kucing liar modern dari Bulgaria dan Afrika bagian timur.

Ini adalah indikasi terkini dari kisah yang rumit tentang kucing-kucing yang sudah dijinakkan. Mereka keturunan dari kucing-kucing liar yang belajar untuk hidup di tengah manusia dan jadi lumayan jinak – meskipun beberapa pemilik kucing saat ini mengatakan, mereka tampaknya tidak begitu suka berada di lingkungan manusia.

Proses penjinakkan kemungkinan berawal dari masa 10.000 tahun yang lalu ketika orang mulai menetap di kawasan Bulan Sabit Subur, kawasan berbentuk lengkungan yang mencakup pantai timur Laut Mediterranea dan daratan sekitar sungai Tigris dan Eufrat. Mereka menyimpan gandum, sehingga menarik hewan pengerat, yang akhirnya menarik kucing-kucing liar. Hewan-hewan yang ada di tumpukan sampah tampaknya telah menarik mereka juga. Seiring dengan berjalannya waktu, kucing-kucing liar ini beradaptasi pada lingkungan yang dibangun oleh manusia dan membiasakan diri untuk berkeliaran di sekitar manusia.

Studi sebelumnya menemukan seekor kucing yang dimakamkan di samping manusia sekitar 9.500 tahun yang lalu di Siprus, dimana tidak ada kucing yang asli berasal dari pulau itu. Ini adalah indikasi bahwa kucing dibawa dengan perahu dan hewan itu memiliki ikatan khusus dengan orang itu, ujar para peneliti.

Kucing jelas-jelas sudah dijinakkan pada masa sekitar 3.500 tahun yang lalu, dimana pada lukisan tampak kucing ditempatkan di bawah kursi. Ini menunjukkan bahwa saat itu, “kucing sudah jadi bagian dari rumah tangga,” ujar Geigl.

Namun secara keseluruhan proses penjinakkan sulit dilacak oleh para ilmuwan, sebagian karena tengkorak fosil tidak menunjukkan apabila kucing tersebut kucing liar atau sudah dijinakkan.

Lebih mudah untuk membedakan anjing, hewan yang pertama kali kita jinakkan, dari nenek moyang serigalanya. Anjing berevolusi dari serigala dan mulai berinteraksi dengan manusia bahkan sebelum adanya budaya bertani, kemungkinan tertarik oleh sisa-sisa makanan yang ditinggalkan manusia.

Studi baru melacak penyebaran penanda DNA kucing yang bersifat spesifik yang menembus jarak waktu yang panjang, sebuah tanda bahwa orang telah membawa kucing bersama mereka. Hasilnya dirilis hari Senin oleh jurnal Nature Ecology & Evolution.

Studi ini “memperkuat dan menyempurnakan hasil karya sebelumnya,” ujar Carlos Driscoll dari the Wildlife Institute of India. Pengambilan sampel yang bersifat ekstensif dari DNA kucing yang melacaknya hingga ke jaman kuno belum pernah dilakukan, ujarnya.

Para peneliti juga mengamati varian genetik yang menghasilkan bulu dengan pola yang tidak teratur khas kucing modern yang sudah jinak, ketimbang garis-garis menyerupai harimau yang ada pada sepupunya yang masih liar. Pola ini muncul lebih sering pada sampel-sampel yang berasal dari masa sesudah tahun 1300 ketimbang masa sebelumnya, yang sesuai dengan bukti lain bahwa tanda garis-garis pada bulu kucing menjadi sesuatu yang biasa mulai tahun 1700 dan orang mulai mengembang biakkan kucing untuk penampilannya mulai tahun 1800-an.

Berbeda dengan kuda, usaha untuk menjinakkan kucing termasuk terlambat, yang dikembang biakkan untuk tampilannya sejak awal, ujar Geigl.

Fokus sebagian besar studi adalah pada penyebaran kucing pada zaman purba. Pada sampel DNA yang dianalisa, satu jejak genetik yang pertama kali adalah di Turki sisi Asia – dan kemungkinan dahulunya dibawa oleh kucing yang berasal dari kawasan Bulan Sabit Subur – muncul lebih dari 6.000 tahun yang lalu di Bulgaria.

Ini adalah indikasi bahwa kucing telah dibawa kesana dengan perahu ketika para petani pertama melakukan kolonisasi benua Eropa, ujar Geigl. Indikasi ini juga tampak pada masa lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Rumania, juga pada masa sekitar 3.000 tahun yang lalu di Yunani.

Jejak genetik kedua, pertama kali muncul di Mesir, telah mencapai Eropa antara abad ke satu dan kelima, sebagaimana ditunjukkan oleh sampel yang berasal dari Bulgaria. Jejak yang berasal dari bandar perdagangan Viking di Eropa utara berasal dari abad ketujuh, dan sampel yang berasal dari Iran berasal dari abad ke delapan.

Menyebarnya kucing di sepanjang Mediterranea kemungkinan dipicu oleh manfaatnya dalam mengendalikan hama pengerat dan hama lainnya di kapal, ujar para peneliti. [ww]

Continue Reading

Gaya Hidup

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat

Published

on

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat
Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat
Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat-Penelitian menunjukkan, optimistis memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Optimistis adalah pondasi kesehatan mental yang akan menunjang kesehatan fisik. Bahkan, lebih dari 100 studi mengkonfirmasi gagasan bahwa sikap optimis dapat memberikan harapan kesehatan mental yang lebih baik selama hidup.

Optimis merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sikap optimis sering dianggap sebagai bentuk naif penyelesaian masalah. Pasalnya, optimistis lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dijalankan. Namun, ternyata optimistis tidak hanya memberikan efek dalam jiwa manusia, tetapi juga untuk raganya.

Optimis menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya.

Secara umum, orang yang optimis telah menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik daripada mereka yang pesimis. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang pesimis lebih rentan menderita penyakit menular, memiliki masalah kesehatan yang buruk, dan mengalami kematian dini.

Banyak orang percaya bahwa optimis adalah sifat bawaan. Nyatanya, banyak cara untuk menjadi orang yang lebih optimis. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan menghilangkan anggapan negatif pada diri sendiri dan meningkatkan pikiran positif.

Meskipun ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, dengan latihan, ketekunan, dan kemauan, cara ini akan berhasil. Tidak hanya itu, menghargai kesehatan diri dengan tidur yang cukup dan makan makanan sehat, akan membantu menaikkan tingkat optimistis.

Sikap mencerminkan dari kepribadian seseorang, dan pikiran memberi peran yang besar terhadap sikap seseorang. Itulah mengapa berpikir positif membuat perbedaan besar dalam hidup kita. Sikap yang baik dimulai dengan berpikir positif. Berpikir positif memiliki peran penting dalam pembentukkan setiap individu.

Kekuatan berpikir positif merupakan unsur yang terpenting dalam menciptakan jenis kehidupan dan dapat membantu Anda untuk mengatasi situasi stres dan mengubah hidup  jauh lebih baik.

Continue Reading

TRENDING