Pebisnis Harus Ikuti Perkembangan Zaman

 

 

Teknologi terus berkembang, jika pelaku bisnis tidak aware dan ogah beradaptasi maka siap-siap ditinggalkan konsumennya.

 

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia tercatat sebasar 5,06% secara year-on-year (yoy) atau naik 0,05% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sekitar 5,01% (sumber:  Badan Pusat Statistik (BPS)) . Menurut data BPS, secara lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi didorong oleh pertumbuhan industri didorong oleh industri nonmigas antara lain industri mesin, makanan dan minuman, tekstil, serta industri kulit dan barang dari kulit serta dari sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 8,69%, transportasi dan pergudangan 8,59%, serta jasa lainnya sebesar 8,42%.

 

Tidak dipungkiri juga saat ini pertumbuhan ritel mengalami penurunan, namun para pebisnis masi optimistis akan ada kenaikan pada tahun berikutnya. Faktor penyebabnya tidak lain dikarenakan kondisi ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah serta adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat.

 

Diketahui juga, pertumbuhan bisnis ritel melambat yang lebih besar dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat yang beralih ke leasure diantaranya kuliner, travelling dan hiburan. Sehingga pebisnis harus dapat berfikir keras bagaimana menambahkan atau membuat produk yang mendukung kebutuhan leasure tersebut.

 

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ( Aprindo) Roy Nicholas Mandey yang dikutip dari kompas.com mengungkapkan, ada perubahan pola konsumsi masyarakat ke ke leisure. “Leisure itu ada kuliner, travelling, dan entertaint. Jadi, produk yang diutamakan adalah produk di dalam kebutuhan leisure itu,” kata Roy.

Baca juga   Disebut Kota Membosankan, Singapura Balas Dengan Iklan Humoris

 

Roy mencontohkan, toko ritel bisa menjual barang atau produk seperti tas dan jaket yang mendukung kegiatan travelling. Juga dapat menjual beragam produk yang mendukung kegiatan masak-memasak, berkaitan dengan minat konsumen pada kuliner.

 

Pebisnis juga harus bisa beradaptasi dengan teknologi karena secara tidak langsung teknologi sudah mengubah cara konsumsi konsumen saat ini. Pebisnis bisa berinovasi dengan menambahkan produk, layanan atau membuat sub bisnis baru yang bisa menopang bisnis yang tengah dijalankan dengan mengadopsi teknologi.

 

Munculnya e-commerce juga banyak mengubah cara konsumsi konsumen sekarang ini. Beberapa perusahaan sudah menerapkan konsep online-to-offline (O2O) untuk menarik konsumen milenial seperti misalnya Matahari Department Store – yang bisa memesan produk lewat online dan mengambilnya di store Matahari terdekat. Disinyalir, konsumen yang berusia 40 tahun ke atas mulai beralih ke transaksi online.

 

Diketahui juga, saat ini para pelaku usaha sudah mulai melek menggunakan internet untuk kebutuhan bisnisnya seperti menggunakan channel digital sebagai alat menjaga hubungan dengan pelanggan. Selain itu, para pelaku usaha menggunakannya untuk mendapatkan informasi usaha/bisnis yang mereka jalankan kepada orang lain seperti mencari informasi pelanggan baru, mencari pemasuk, produk yang disukai pelanggan dan karakteristik pelanggan saat ini.

Baca juga   Gaultier Perancang Busana Terkenal Yang Tidak Gunakan Bulu Binatang

 

Namun, masih ada pelaku bisnis yang sama sekali belum menggunakan internet untuk menopang bisnisnya, alasannya sederhana karena minim sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan internet untuk kebutuhan usaha/bisnis mereka. Mereka juga beralasan dikarenakan biaya yang mahal atau terbatasnya dana untuk masuk ke dunia internet.

 

Pelaku bisnis yang tidak mau beradaptasi dengan teknlogi bisa saja gulung tikar dikemudian hari, hal ini bisa disebabkan perkembangan teknologi perubahaanya sangat cepat. Hitungannya sudah bukan hari lagi tapi detik. Cara konsumsi konsumen pun sangat dipengaruhi dengan teknologi.

 

Tidak mudah memang menggunakan teknologi untuk bisnis namun jika pelaku usaha aware maka hal itu sebenarnya tidak lah sulit. Ketersediaan program yang mudah didapatkan saat ini, dapat membantu pelaku bisnis untuk cepat mengadopsinya. Ketersediaan informasi dan aplikasi bisnis bisa digunakan saat ini.

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.