Pentingnya Mengajari Komunikasi Kepada Anak-Anak
Pentingnya Mengajari Komunikasi Kepada Anak-Anak

Pendidikan seharusnya mempersiapkan Anda untuk masa depan. Secara tradisional, itu berarti mempelajari fakta dan keterampilan tertentu, seperti pada pelajaran sejarah, berapa tahun indonesia di jajah asing.

Saat ini, kurikulum telah bergeser untuk fokus pada dunia yang lebih global dan digital, melibatkan siswa dalam mata pelajaran seperti sejarah budaya, keterampilan komputasi dasar, dan menulis kode.

Namun, tantangan yang akan dihadapi anak-anak kita akan jauh berbeda dari generasi kita. Sebagian besar dari apa yang dipelajari seorang siswa di sekolah saat ini tidak lagi relevan pada saat mereka lulus dari perguruan tinggi.

Sebuah studi di University of Oxford menemukan bahwa 47 persen dari pekerjaan hari ini akan dihilangkan selama 20 tahun ke depan.

Selama beberapa dekade berikutnya, banyak dari apa yang kita “ketahui” tentang dunia tidak akan lagi benar.

Komputer masa depan tidak akan menjadi digital. Kode perangkat lunak itu sendiri menghilang, atau setidaknya menjadi kurang relevan.

Pekerjaan yang dianggap baik hari ini akan otomatis atau tidak dihargai dimasa depan. Kita perlu memikirkan kembali bagaimana kita mempersiapkan anak-anak kita untuk dunia yang akan datang.

Memahami Sistem

Mata pelajaran yang dipelajari di sekolah sebagian besar statis. Jawaban dua ditambah dua selalu empat.

Interpretasi terhadap subjek tertentu mungkin berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan berkembang seiring waktu.

Namun, seperti yang ditunjukkan oleh ahli teori kompleksitas Sam Arbesman, fakta memiliki waktu paruh. Saat akumulasi pengetahuan bertambah, maka waktu paruh itu akan menyusut.

Misalnya, ketika belajar pemrograman komputer di sekolah, biasanya dalam bahasa BASIC, bahasa yang sekarang sebagian besar bakal mati. Hari ini, Python adalah bahasa yang paling populer, tetapi kemungkinan satu dekade dari sekarang mungkin saja tidak digunakan lagi.

Komputer itu sendiri akan sangat berbeda juga, berdasarkan sedikit pada kode digital satu dan nol dan lebih banyak pada hukum kuantum dan otak manusia.

Anak-anak saat ini perlu belajar lebih sedikit tentang masa kini dan lebih banyak tentang sistem yang akan menjadi dasar teknologi masa depan, seperti mekanika kuantum, genetika, dan logika kode.

Baca juga   Komunikasi Bunyi Klakson

Para ekonom secara konsisten menemukan bahwa pekerjaan rutin kemungkinan besar akan diotomatisasi. Cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan adalah mengembangkan kemampuan untuk belajar dan beradaptasi.

Menerapkan Keahlian Empati dan Desain

Sementara mesin mengambil alih banyak tugas tingkat tinggi, seperti analisis medis dan penelitian hukum, ada beberapa hal yang tidak akan pernah mereka lakukan.

Perangkat komputer tidak akan pernah merasa patah hati, atau melihat anaknya lahir. Itu sangat tidak mungkin, tapi bukan tidak mungkin, bahwa sebuah mesin akan dapat berhubungan dengan manusia seperti manusia lainnya.

Ketiadaan empati akan menyulitkan mesin untuk merancang produk dan proses yang akan memaksimalkan kenikmatan dan kegunaannya bagi manusia.

Jadi, keterampilan desain kemungkinan besar akan diminati selama beberapa dekade mendatang karena produksi dasar dan proses analitisnya semakin otomatis.

Proses ini terjadi terkait Internet. Internet adalah bidang yang sangat teknis. Anda harus menjadi insinyur yang sangat terampil untuk membuat situs web berfungsi.

Namun, hari ini, membangun sebuah situs web adalah sesuatu yang dapat dilakukan oleh siswa sekolah menengah.

Dengan meningkatnya kecerdasan buatan dan realitas virtual, pengalaman dengan teknologi akan menjadi jauh lebih mendalam, dan itu akan meningkatkan kebutuhan akan desain yang baik.

Misalnya, analis percakapan bekerja dengan desainer untuk membuat kecerdasan percakapan untuk antarmuka suara. Selain itu, realitas virtual jelas akan jauh lebih intensif daripada video.

Kemampuan Berkomunikasi Dengan Ide-Ide Kompleks

Banyak penekanan baru-baru ini dalam bidang pendidikan adalah seputar mata pelajaran STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika).

Dan kecakapan dalam bidang-bidang itu tentu penting bagi siswa saat ini untuk memahami dunia di sekitar mereka.

Namun, banyak lulusan STEM kesulitan menemukan pekerjaan yang baik. Di sisi lain, kemampuan untuk mengkomunikasikan ide secara efektif menjadi keterampilan yang sangat dihargai.

Amazon, salah satu organisasi paling inovatif dan mahir secara teknis di dunia. Faktor kunci keberhasilannya adalah budaya menulisnya. Perusahaan ini sangat fanatik dengan kemampuan berkomunikasi sehingga mengembangkan keterampilan menulis yang baik dan ini bagus apabila ingin membangun karier yang sukses.

Bisnis Amazon menjadi bisnis terbaik saat ini, mengapa ini terjadi?. Ini karena mempekerjakan insinyur yang sangat mahir.

Baca juga   Pakar: Obat Resep dan Non-resep Cemari Sungai di Dunia

Tetapi untuk menciptakan produk yang benar-benar unggul, orang-orang perlu berkolaborasi secara erat dengan desainer, pemasar, eksekutif pengembangan bisnis, dan lainnya.

Untuk mengoordinasikan semua kegiatan itu dan membuat semua orang fokus untuk memberikan pengalaman yang spesifik dan berkualitas tinggi, komunikasi harus jelas dan koheren.

Jadi, walaupun mempelajari mata pelajaran teknis seperti matematika dan sains selalu merupakan ide yang bagus, mempelajari mata pelajaran yang mempelajari seni komunikasi – seperti sastra, sejarah, dan filsafat – sama pentingnya.

Berkolaborasi dan Bekerja dalam Tim

Secara tradisional, tugas sekolah didasarkan pada prestasi individu. dan anda harus belajar di rumah, bersiap-siap, dan mengikuti tes tanpa bantuan.

Jika Anda melihat kertas teman Anda, itu disebut “curang” dan Anda akan mendapat banyak masalah karenanya. Anda diajari untuk bertanggung jawab atas pencapaian berdasarkan kemampuan Anda sendiri.

Namun, pertimbangkanlah bagaimana sifat pekerjaan telah berubah, bahkan di bidang yang sangat teknis.

Pada 1920, sebagian besar makalah ilmiah ditulis oleh penulis tunggal; pada tahun 1950, keadaan itu telah berubah dan menulis bersama menjadi kewajiban.

Saat ini, makalah rata-rata memiliki empat kali lebih banyak penulis daripada yang dilakukan zaman dulu, pekerjaan yang dilakukan jauh lebih interdisipliner, dan dapat dilakukan dengan jarak jauh, ini adalah perbedaan dulu dan sekarang.

Zaman sekarang pekerjaan bernilai tinggi hari ini dilakukan dalam tim. Kolabirasi akan semakin menjadi keunggulan yag kompetitif.

Itu sebabnya kita perlu memperhatikan bagaimana anak-anak kita bekerja dan berprestasi secara akademis. Tetapi juga bagaimana mereka bermain, menyelesaikan konflik, dan membuat orang lain merasa didukung dan diberdayakan.

Nilai telah bergeser dari keterampilan kognitif ke keterampilan sosial. Karena anak-anak akan semakin dapat mempelajari mata pelajaran yang rumit melalui teknologi.

Mungkin yang terpenting, kita harus jujur ​​pada diri sendiri dan berdamai dengan kenyataan bahwa pengalaman pendidikan tidak seharusnya – mencerminkan pengalaman kita sendiri.

Dunia yang mereka hadapi akan jauh lebih kompleks dari itu. Akan jauh lebih sulit untuk dinavigasi daripada apa pun yang kita bayangkan.