Connect with us

Gaya Hidup

Surga Bawah Laut di Samudra Dalam Lepas Pantai Australia

Published

on

Surga Bawah Laut

Kalangan ilmuwan telah menemukan “surga bawah laut” berwarna-warni di kedalaman hingga 2 kilometer dalam perjalanan penelitian baru-baru ini menuju bagian Selatan di Australia.

Para peneliti menggunakan kamera khusus untuk menyelidiki 45 pegunungan bawah laut, menemukan lebih dari 100 spesies terumbu karang, lobster, dan moluska yang belum diberi nama. Ekspedisi ini juga menemukan cumi-cumi yang dapat berpendar, hiu-hiu laut dalam, dan sejenis belut yang hidup di laut dalam.

Para pakar menghabiskan waktu sebulan di atas kapal peneliti Investigator, yang dioperasikan oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO). Ini adalah lembaga pemerintah Australia independen yang bertanggung jawab untuk melakukan penelitian ilmiah.

Para ilmuwan telah mengeksplorasi gugus punggung Tasmania yang dikenal sebagai pegunungan lautan di taman laut Fracture dan Huon, Tasmania, Australia.

Terumbu karang yang ditemukan bersifat lunak, artinya terumbu karang ini berbeda dengan yang ditemukan di daerah tropis.

Ilmuwan kepala dalam ekspedisi ini adalah Alan Williams dari CSIRO.

“Yang cukup menakjubkan adalah di kedalaman samudra seperti ini ada terumbu karang yang dalam banyak hal tampak serupa dengan jenis-jenis terumbu karang di kawasan perairan dangkal di daerah tropis, dan jadi apa yang tampak di layar monitor kami dipancarkan langsung dari kamera kami benar-benar citra fantastis dari sistem terumbu karang yang ekstensif, ringkih, berwarna-warni dan sangat kaya,” ujarnya.

Tim peneliti juga menyaksikan gambar-gambar kerusakan jangka panjang yang terdapat di dasar samudra yang disebabkan oleh para penangkap ikan. Kapal pukat harimau telah dilarang sejak tahun 1990-an namun terumbu karang di sebagian besar kawasan itu belum sepenuhnya pulih.

Para pakar mengatakan dunia ilmu pengetahuan memiliki informasi yang lebih banyak tentang permukaan bulan dibandingkan laut dalam. Meskipun penelitian yang dilakukan adalah di sebelah selatan Tasmania, mereka masih belum memahami mengapa terumbu karang berwarna cerah dapat bertahan di laut dalam jauh di bawah permukaan samudra. [ww/ft]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kesehatan

Bermain di Luar Ruang Penting Bagi Kebugaran Anak Selama Pandemi

Published

on

Bermain di Luar Ruang Penting Bagi Kebugaran Anak Selama Pandemi
Anak-anak tetap perlu beraktivitas di luar ruangan selama masa pandemi demi kesehatan fisik, mental, dan sosial mereka (foto: ilustrasi).

Gencil News – Pakar kesehatan anak mengatakan anak-anak tetap perlu beraktivitas di luar ruangan selama masa pandemi demi kesehatan fisik, mental, dan sosial, walaupun kini berlaku berbagai pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona, termasuk penutupan sekolah dan kewajiban peserta didik mengikuti proses pembelajaran secara daring.

Para pakar kesehatan sepakat bahwa berbagai pembatasan fisik perlu diberlakukan untuk membendung penyebaran virus corona. Pembatasan itu termasuk menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh secara daring.

Dr. Eugene Suwandhi adalah diaspora Indonesia berprofesi sebagai dokter spesialis anak yang kini menjabat sebagai salah satu direktur di Adfinitas Health, suatu jaringan perawatan kesehatan multi-spesialisasi yang beroperasi di Maryland, Washington, DC, dan Virginia.

Diwawancarai VOA, Eugene mengatakan walaupun banyak publikasi yang menyatakan bahwa pada anak kasus Covid cenderung lebih ringan, dan kemungkinan anak yang menderita Covid-19 berubah menjadi parah itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa, namun demikian kita tidak boleh lengah karena anak bisa menjadi vektor atau pembawa virus.

“Dalam menangani Covid-19 ini yang paling penting adalah safe. Kita harus yakin bahwa apa yang kita lakukan terutama sesuatu yang aman untuk kesehatan anak-anak, terutama kesehatan mental dan fisik itu penting sekali,” kataEugene.

Mengingat manusia adalah makhluk sosial, Dr. Eugene khawatir akan dampak pembelajaran daring yang tidak memungkinkan anak-anak melakukan interaksi sosial secara langsung.

“Anak-anak ini dalam tahap perkembangan fisik dan mental, interaksi sosial ini sangat penting. Sebagai dokter anak kami sedang meneliti dan memantau, distance learning ini akan berdampak apa saja dalam fase-fase, dan salah satunya yang paling dikhawatirkan jika anak ini menjadi lebih introvert, anak-anak lebih tidak bisa mengemukakan perasaan. Interaksi sosial ini penting sekali dalam perkembangan mereka untuk menimbulkan jati diri,” ujarnya.

Satu hal, tambah Eugene, yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk daring adalah dengan membatasi waktu melihat layar komputer dan memberi kesempatan bermain di taman dan alam bebas, dengan tetap menaati protokol kesehatan. “Kesehatan fisik ini salah satunya pada anak sebenarnya kegiatan di luar ruang…..hanya dengan di luar dan bisa berbicara rekan-rekan seumur itu saja sudah bisa meminimalkan dampak negatif dari distance learning atau isolasi.”

“Isolasi pada anak sangat tidak baik,” ujar Dr. Eugene. “Dampak negatifnya sudah banyak sekali dipublikasi, dan itulah yang kita usahakan agar tidak terjadi pada anak-anak kita,” tambahnya.

Diwawancarai secara terpisah, Tobias Braun, seorang ayah dengan tiga anak yang tinggal di Virginia, setuju bahwa anak-anak tetap harus diberi kesempatan bermain di luar rumah. Dia mengatakan taman bermain merupakan tempat ideal bagi anak-anak. Selain gratis, katanya, tempat bermain lebih aman, menyegarkan dan mendukung perkembangan fisik dan sosial anak. Dia menyatakan kegembiraannya bahwa dalam masa pandemi ini taman bermain di wilayahnya sudah dibuka kembali.

“Saya ayah tiga anak, dan mereka menggunakan taman bermain seumur hidup, taman bermain yang gratis, sebab jika harus membayar, mereka mungkin tidak akan dapat menggunakan taman sesering yang mereka inginkan. Tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke taman bermain karena ditutup, menurut saya tidak baik untuk anak-anak, sebab jika anak-anak ingin pergi mereka bisa saja pergi ke tempat-tempat yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Tobias tidak melihat hal buruk pembukaan taman bermain bagi anak-anak di wilayahnya, asalkan tetap mematuhi semua ketentuan protokol kesehatan sebagaimana yang ditempel di setiap pintu taman.

Ketentuan-ketentuan itu yang antara lain melarang siapa pun memasuki taman jika yang bersangkutan memiliki gejala, pernah terpapar, atau pernah menjalin kontak dekat dengan penderita Covid-19. Ketentuan lain termasuk selalu menjaga jarak sosial, menghindari kontak fisik dengan pengguna taman lainnya, membawa sendiri dari rumah lap anti bakteri dan cairan pembersih dan menggunakannya sebelum, selama dan sesudah bermain. Pengguna taman juga disarankan memakai masker dan sarung tangan, serta menghindari berkerumun dan segera meninggalkan arena setelah bermain seperlunya.

Jay Braun adalah seorang remaja yang hampir setiap hari bermain di playground dekat rumahnya. Dia menganggap bermain di taman bersama teman sangat bermanfaat bagi kebugaran fisik, mental dan sosial, dan oleh karena itu ketika taman ditutup karena pandemi, dia mengatakan sangat sedih. “Saya merasa hal itu sangat menyedihkan karena begitulah cara orang melarikan diri secara positif dari rumah dan bertemu dengan teman-teman. Karena penutupan taman, kami tidak bisa pergi ke luar rumah dan terjebak di dalam rumah sepanjang waktu dan tidak bisa berbuat apa-apa.”

Jay Braun menyatakan kegembiraannya bahwa taman-taman bermain di dekat rumahnya kini telah dibuka karena di sanalah dia mengaku bisa melepaskan energi.

“Menurut saya anak-anak membutuhkan taman bermain agar mereka dapat melepaskan semua energi dan memiliki waktu luang dengan teman-teman mereka. Taman bermain harus gratis untuk semua anak sebab jika tidak, maka itu tidak benar dan tidak adil bagi mereka yang tidak mampu,” katanya.

Melihat keterbatasan lahan bermain di Indonesia, Dr. Eugene mengatakan orang tua yang harus memainkan peran sentral, dengan tetap mengusahakan kegiatan di luar rumah, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Pieter Maharia, ayah tiga anak kecil, yang sehari-hari sibuk sebagai pengusaha dalam bidang penyediaan jasa layanan internet (Internet Service Provider/ISP) di Yogyakarta dan Jawa Tengah, juga menyadari pentingnya kegiatan di luar rumah demi kesehatan dan perkembangan jasmani, mental, dan sosial anak.

“Selama pandemi ini untuk anak-anak mereka tetap bisa bersepeda. Jadi, kami bebaskan, tetapi hanya di lingkungan terdekat. Jadi, mereka bisa menikmati bermain bersama kawan-kawan, tapi memang kita batasi hanya kawan-kawan tertentu, tidak dalam jumlah yang banyak. Untuk yang masih kecil dia hanya boleh bermain di sekitar rumah, tapi tetap boleh keluar rumah selama pandemi ini, tapi karena masih kecil dia tidak boleh berjumpa dengan banyak orang dulu. Di sekitar rumah itu ada kebun bunga kecil, jadi setiap pagi dan sore dia diajak jalan-jalan di sekitar situ sambil bersepeda,” ungkapnya.

Pieter mengatakan, setiap kali keluar rumah, anak-anak dipastikan selalu mengenakan masker dan tetap mematuhi protokol kesehatan terkait pandemi virus corona.


Hingga 27 September ini sedikitnya 32.880.857 orang di dunia telah tertular virus corona, termasuk 994.810 orang yang meninggal dunia. Amerika, India, Brazil, Rusia dan Kolombia adalah lima negara dengan tingkat perebakan dan jumlah korban meninggal tertinggi di dunia. Indonesia berada di peringkat ke 23, dengan total korban meninggal 3.874 orang. 

Continue Reading

Global

Minum Teh Panas Mungkin Kurangi Risiko Glukoma

Published

on

GENCIL.NEWS Orang-orang yang minum teh panas setiap hari lebih kecil berisiko terjangkit gejala glukoma, menurut para peneliti AS.

Dibandingkan peminum kopi, minuman bersoda dan es teh, peserta penelitian yang meminum secangkir atau lebih teh panas setiap harinya memiliki risiko terjangkit glukoma 74 persen lebih rendah, menurut laporan peneliti dalam British Journal of Ophthalmology.

“Glukoma bisa menyebabkan kebutaan, dan alangkah baiknya kalau bisa dicegah karena tidak bisa disembuhkan,” kata peneliti utama, Dr. Anne Coleman, dari University of California, Los Angeles.

“Cara terbaik untuk menghindari glukoma adalah dengan memeriksa mata Anda,” kata Coleman kepada Reuters dalam sebuah wawancara melalui telepon. “Tapi kami juga tertarik mempelajari kebiasaan sehari-hari dan apa yang bisa kita lakukan untuk menangani glukoma.

Glukoma adalah penyebab kebutaan tertinggi kedua di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjangkit 58 juta orang. Angka itu mencakup lebih dari tiga juta warga Amerika, dan hanya separuhnya yang mengetahui mereka menderita glukoma, menurut Yayasan Riset Glukoma. Kopi, atau kafein pada umumya telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko glukoma, walaupun penelitian terbaru tidak setuju dengan pendapat ini, menurut laporan Coleman dan koleganya.

Untuk mengkaji kaitan minuman tertentu yang mengandung kafein dengan glukoma, Coleman dan rekannya menganalisa data sampel dari lebih dari 10.000 orang di AS yang mewakili seluruh populasi.

Peserta Survey Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional sepanjang 2005-2006 menjawab pertanyaan tentang pola makan dan gaya hidup mereka, menjalani pemeriksaan medis, darah dan juga mata.

Menurut hasil survei, sekitar 1.700 peserta yang usianya lebih dari 40 tahun, diketahui tidak memiliki penyakit mata setelah menjalani pemeriksaan mata. Dalam kelompok ini, tim Coleman menemukan sekitar 5 persen, yaitu 82 orang, yang menderita glukoma.

Hampir separuh peserta melaporkan sering minum kopi, tapi kurang dari 10 persen minum teh panas setiap hari. Tim peneliti menemukan tidak ada hubungan antara konsumsi kopi, es teh, teh yang tidak mengandung kafein atau minuman bersoda dan kemungkinan menderita glukoma.

“Peminum teh disarankan terus minum teh dan tidak perlu berhenti karena takut terkena glukoma,” kata Coleman. “Masuk akal, tapi kita lihat apakah fakta ini tetap bertahan pada penelitian-penelitian selanjutnya.”

Penelitian di masa depan harus memperhatikan kebiasaan, aktivitas dan gizi yang mempengaruhi gaya hidup dan risiko glukoma, kata Idan Hecht dari Tel-Aviv University di Israel, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

“Dalam beberapa tahun terakhir, ketertarikan terhadap bagaimana perubahan gaya hidup dapat mempengaruhi penyakit, meningkat tajam, yang kemudian diikuti oleh penelitian,” kata Hecht pada Reuters melalui email.

Penelitian baru-baru ini menunjukkan vitamin C, E dan zinc bisa membantu penglihatan. Penelitian lain menunjukkan bahwa zat antioksidan yang terkandung dalam teh mungkin memberikan efek serupa, kata Hecht menambahkan.

“Pasien bisa dan sebaiknya terlibat aktif dalam penanganan penyakit mereka,” kata Hecht. “Anda harus olah raga, makan makanan sehat dan mencoba cara-cara baru untuk memperbaiki kesehatan dan membahasnya dengan dokter Anda.”

Faktor lingkungan juga berperan dalam risiko terjangkit glukoma, kata Dr. Ahmad Aref dari University of Illinois di Chicago.

“Seiring bertambahnya usia penduduk, kita harus memikirkan faktor-faktor lain yang bisa membantu, khususnya membantu kesehatan lewat kegiatan fisik,” kata dia menjelaskan kepada Reuters melalui telepon.

Pendekatan medis dan non-medis adalah kunci untuk mengobati penyakit di masa depan, kata Aref menambahkan.

“Glukoma adalah penyakit yang sulit ditangani karena kita tidak bisa mengembalikan penglihatan yang sudah hilang,” ujarnya. “Yang bisa kita lakukan adalah mencegahnya menjadi memburuk, dan kami ingin membantu pasien mencegah penyakit.” [dw]

Continue Reading

Gaya Hidup

4 Karakter yang Harus Dipunya Seorang Pemimpin Sukses

Published

on

Berbicara tentang kepemimpinan, hal yang paling utama  adalah integritas dari seorang pemimpin. Sedikitnya ada tiga faktor dalam kepimpinan diantaranya, integritas, komunikasi efektif dan pengaruh.

GENCILNEWS – Jika ketiga faktor tersebut ada dalam diri seorang pemimpin maka dia merupakan pemimpin yang berkualitas dan sukses.

Namun, ada hal yang menarik lagi dari seorang pemimpin sukses yakni dia dapat mendorong bawahannya menjadi seorang yang sukses – tidak hanya dirinya yang sukses tapi bawahnnya pun bisa sukses. Inilah  kehebatan dari seorang pemimpin sukses.

Tidak dipungkiri lagi, gaya dan langkah seorang pemimpin akan selalu diikuti oleh para bawahan, hal tersebut dikarenakan mereka sudah respect terhadap pemimpin tersebut.  Setiap orang adalah pemimpin dan mereka akan terus belajar untuk menjadi pemimpin yang baik.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang mempunyai nilai plus di mata pengikutnya serta nilai-nilai tersebut dapat diserap dengan mudah oleh mereka. Jika Anda seorang pemimpin, pastikan Anda mempunyai nilai sehingga bisa mengubah mereka lebih baik dan tentu sukses.

John Maxwell mengatakan jika kita fokus kepada orang lain maka dunia akan terbuka untuk kita. Jika diterjemahkan kalimat John Maxwell tersebut dengan arti ‘membantu mereka sehingga menjadi sukses’. Tidak hanya suskses namun mereka dapat mempunyai nilai sehingga bermafaat bagi dirinya dan orang di sekitarnya.

Beberapa hal Anda dapat dikatakan seorang pemimpin sukses, antara lain:

#1 Lihatlah bawahan sebagai sukses terbesar Anda
Seorang pemimpin akan selalu mensupport bawahannya untuk sukses dengan cara membantu mereka menjadi sukses. Anda bisa menanyakan kepada mereka apa mimpin terbesarnya, selanjutnya arahkan dan bantu mereka untuk mencapainya. Sejatinya jika mereka sukses maka hal tersebut merefleksikan Anda seorang pemimpin sukses.

#2 Apresiasi mereka
Setiap orang menginginkan sukses dan bernilai di mata orang lain. Apresiasi semua usaha yang telah mereka lakukan – memberikan pujian akan membuat mereka merasa diperhatikan dan termotivasi.

#3 Kenali mereka
Dengan mengenali mereka lebih detail akan menguntungkan bagi Anda dan tentu, mereka akan lebih respect kepada Anda. Kenali posisi dan job desk mereka, keluarganya dan yang paling penting Anda bisa mengetahui harapan dan mimpi mereka.

#4 Bekali mereka dengan pengetahuan
Ajak dan arahkan mereka untuk terus meng-upgrade ilmu dan keahliannya. Pelatihan untuk mereka juga terkadang penting dilakukan sehingga mereka lebih percaya diri. Serta berilah kesempatan kepada mereka untuk terus mengembangkan pengetahuannya.

Intinya, seorang pemimpin sukses itu adalah mereka yang dapat membantu dan mengakomodir harapan dan mimpi para pengikutnya – apalagi sampai mereka menjadi sukses. Jika hal tersebut bisa Anda lakukan maka Anda sudah termasuk pemimpin yang sukses. (bns)

 

Continue Reading

TRENDING