2 Bandara Kedatangan Untuk Penerbangan Internasional di Indonesia
Connect with us

Travel

2 Bandara Kedatangan Untuk Penerbangan Internasional di Indonesia

Published

on

2 Bandara Kedatangan Untuk Penerbangan Internasional di Indonesia

Gencil News – Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa sampai hari ini pintu masuk negara untuk penerbangan internasional hanya melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan Bandara Sam Ratulangi di Manado.

 Beredarnya kabar di media sosial yang menyatakan bahwa penerbangan internasional ke Bali dan beberapa bandara internasional di Indonesia sudah mulai dibuka.

Kemenhub berharap kepada masyarakat agar lebih selektif dan bisa mengklarifikasi terlebih dahulu tentang informasi yang beredar di media sosial, agar tidak menimbulkan kebingungan.

Pembatasan pintu masuk negara ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan mencegah penyebaran varian virus baru Covid-19 termasuk Varian Mu (B.1.621) masuk ke Indonesia melalui simpul-simpul transportasi yang melayani rute internasional.

Baca juga   Ras Al Khaimah Gelar Pertunjukan Kembang Api Terbesar di Dunia

Sesuai dengan intruksi Mendagri no 42 tahun 2021 dan SE Menhub nomor 74 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan intenasional pada masa pandemi covid-19.

Kementrian Perhubungan bahwa sampai hari ini pintu masuk negara untuk penerbangan internasional, hanya melalui Bandara Soekarno-Hatta Banten dan Sam Ratulangi Manado.

Kebijakan ini mulai efektif berlaku mulai tanggal 17 september 2021. Dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan perkembangan dilapangan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Travel

Maskapai Dibolehkan Angkut 100 persen Penumpang, Tapi Ini Syaratnya

Published

on

By

Maskapai Dibolehkan Angkut 100 persen Penumpang, Tapi Ini Syaratnya
Aturan baru Pemerintah akan memperbolehkan Maskapai mengangkut 100 persen daripada jumlah kursi dalam satu kali penerbangan

Gencil News – Aturan baru Pemerintah akan memperbolehkan Maskapai mengangkut 100 persen daripada jumlah kursi dalam satu kali penerbangan.

Salah satu aturan yang dilakukan penyesuaian adalah syarat perjalanan udara domestik. Sepanjang dua pekan ke depan, pemerintah tak lagi mengizinkan penggunaan tes rapid antigen sebagai syarat penerbangan. Pelaku perjalanan penerbangan domestik hanya diperbolehkan tes RT-PCR.

Aturan baru dari Pemerintah ini selengkapnya akan tertuang dalam Surat Edaran dari Pemerintah.

Juru Bicara Kementrian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan Pemerintah akan memberikan pernyataan secara resmi terkait kebijakan baru ini, pada Kamis (21/10/2021) pukul 13.00 WIB.

Pada aturan sebelumnya penumpang masih bisa menggunakan hasil tes antigen H-1 untuk penerbangan di dalam wilayah Jawa-Bali.

Baca juga   Menpar Paparkan Wonderful Indonesia Go Digital di Watimpres

Namun periode PPKM 19 Oktober-1 November 2021 kali ini, pemerintah kembali menerapkan sejumlah aturan untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Aturan tersebut diubah dengan mewajibkan seluruh penumpang pesawat melampirkan hasil tes negatif PCR yang berlaku dari H-2 penerbangan.

“Penerbangan dari dan ke Jawa Bali dari dulu juga wajib PCR. Dari dulu penerbangan dari dan ke Jawa Bali itu tidak boleh antigen, yang boleh itu penerbangan di dalam Jawa-Bali. Dan dalam ketentuan baru akan diubah semua wajib PCR,” kata Adita

Continue Reading

Travel

Kangen Travelling? Intip Staycation Hemat Budget dan Tetap Seru!

Published

on

Kangen Travelling? Intip Staycation Hemat Budget dan Tetap Seru!

Gencil News-  Semenjak pandemi sejak tahun 2020 lalu, banyak wisata destinasi yang vakum sementara, Begitu juga dengan kegiatan travelling baik luar dan dalam kota.

Pembatasan yang ketat menjadi cara untuk meminimalisir virus covid-19. Namun, seiring dengan pemberian vaksin tahap I dan II pada berbagai daerah sampai dengan pelonggaran wilayah maka kegiatan travelling juga perlahan mulai di buka.

Mungkin banyak dari anda yang sudah kangen ingin travelling? Intip staycation hemat budget dan tetap seru setelah pandemi.

Baca juga   Satgas PPKM Mikro Kayong Utara Gencar Galakkan Disiplin Prokes

1. Pastikan anda/keluarga sudah mendapat vaksin lengkap

Perlunya vaksin sebagai pelindung bagi anda dan keluarga untuk melakukan perjalanan nantinya.

Siapkan data vaksin lengkap dan jangn lupa tambahan multivitamin untuk anda atau keluarga supaya lebih mudah pengaturannya selama dalam perjalanan.

2. Membuat alokasi dana

Menentukan jumlah budget dapat membantu kamu menentukan destinasi lokasi untuk staycation nantinya.

Mempersiapkan dana sesuai dengan kebutuhan tentunya merupakan langkah awal yang esensial agar kamu bisa berlibur dengan tenang.

Dengan mempersiapkan alokasi dana dari awal, kamu bisa menghindari risiko over-budget.

3. Membuat perbandingan harga, fasilitas, dan hal lainnya

Jika sudah menemukan lokasi yang tepat, kamu bisa melakukan perbandingan harga hotel dan akomodasi lainnya.

Baca juga   Ras Al Khaimah Gelar Pertunjukan Kembang Api Terbesar di Dunia

Jangan takut untuk mencari banyak referensi. Pasalnya, semakin banyak pilihannya, semakin variatif juga harga, fasilitas, akomodasi, hingga hal lainnya yang bisa kamu bandingkan.

4. Manfaatkan promo

Tips staycation hemat budget yang bisa menekan banyak pengeluaran adalah dengan memanfaatkan promo.

Biasanya, banyak aplikasi untuk memesan kamar hotel yang menawarkan berbagai promo menarik. Dengan memanfaatkan promo tersebut, kamu bisa mengurangi biaya yang keluar untuk membayar penginapan.

Baca juga   Menpar Paparkan Wonderful Indonesia Go Digital di Watimpres

5. Memanfaatkan fasilitas sarapan gratis

Saat memilih penginapan untuk staycation, sebaiknya kamu memilih penginapan yang menyediakan fasilitas yang menguntungkan, seperti fasilitas untuk sarapan atau jalan-jalan di kota tujuan wisata.

Sehingga anda dan keluarga bisa mengurangi pengeluaran untuk makan dan jalan-jalan selama berlibur.

Continue Reading

Travel

5 Kota Di Negara Ini Ternyata Berdiri di Atas Dua Benua

Published

on

Menarik, 5 Kota Di Negara Ini Ternyata Berdiri di Atas Dua Benua

Gencil NewsMenarik 5 kota di negara ini ternyata berdiri diatas dua benua. Ada beberapa kota di dunia yang berdiri di atas dua benua sekaligus. Uniknya, penduduk kota bisa tinggal terpisah di sebagian benua yang lain, dan sebagian lainnya menghuni benua berbeda.

Istanbul merupakan salah kota yang cukup terkenal hingga memiliki julukan kota dua benua. Namun, ada beberapa kota lainnya yang ternyata memiliki letak geografis lintas benua yang sama dengan Istanbul. Berikut beberapa kota dua benua yang perlu kamu ketahui.

  1. Istanbul, Turki

Istanbul merupakan kota terbesar di Turki yang memiliki luas sekitar 2.065 mil persegi. Kota ini dulu dikenal dengan nama Byzantium atau Konstatinopel. Menurut World Atlas, Istanbul termasuk ke dalam benua Asia dan Eropa. Uniknya, sepertiga penduduknya menghuni kawasan benua Asia, sedangkan sisanya menghuni kawasan benua Eropa. Pusat ekonomi di kota ini berada di sisi benua Eropa.

Baca juga   Maskapai Penerbangan Vietnam Dapat Akses ke AS

Selat bosphorus memiliki peran penting yang memisahkan antara benua Asia dan Eropa. Hingga saat ini, Istanbul tetap menjadi kota sarat akan sejarah yang diminati banyak wisatawan. Pesona tujuh puluh museum menjadikan kota ini sangat menarik untuk dikunjungi.

  1. Suez, Mesir

Suez atau dikenal sebagai Isthmus of Suez merupakan kota yang terletak di Mesir bagian timur. Kota ini menghubungkan laut Mediterania dan laut Merah. Kota ini berdiri di perbatasan benua Asia dan Afrika. Diperkirakan, populasi penduduk mencapai 744.000 .

Menurut National Geographic, kota ini membangun Terusan Suez sepanjang 119 mil yang memungkin kapal-kapal melintasi Eropa, Afrika Utara, Asia Barat dan Asia Timur tanpa harus berkeliling Afrika.

  1. Magnitogorsk, Rusia
Baca juga   Satgas PPKM Mikro Kayong Utara Gencar Galakkan Disiplin Prokes

Magnitogorsk merupakan kota yang terletak di Rusia barat berbatasan dengan sungai Ural. Menurut Britannica, kota ini dikenal dengan kota industri yang pada tahun 1975 berdiri salah satu pabrik besi dan baja terbesar di dunia. Selain itu, letak geografisnya yang unik berada di benua Asia dan Eropa.

Penataan kota menjadikan area industri yang sebagian besar berada di wilayah benua Asia, sedangkan area perumahan berada di benua Eropa. Hingga saat ini, Magnitogorsk masih menjadi kota industri penghasil besi dan baja.

  1. Orenburg, Rusia.

Orenburg merupakan salah satu kota di Rusia yang berada di tepi sungai Ural. Kota ini mendiami kawasan benua Asia dan Eropa. Menurut Population Stat, penduduk yang mendiami kota ini berjumlah sekitar 569 ribu jiwa. Kota ini pertama kali didirikan pada tahun 1735 sebagai benteng yang dijadikan pusat militer Ural Cossack.

Baca juga   Maskapai British Airways "Ngebut" Demi Menghindari Badai

Selain memiliki industri teknik dan pengolahan gas, Orenburg menawarkan berbagai destinasi liburan yang  layak untuk dikunjungi. Ada banyak bangunan ikonik khas Rusia yang membuat kota ini digemari para wisatawan.

  1. Atyrau, Kazakhstan

Atyrau merupakan kota yang terletak di bagian barat Kazakhstan. Kota ini terletak sekitar sungai Ural, sehingga mendiami kawasan lintas benua Eropa dan Asia. Populasi penduduk mencapai 180 ribu jiwa. Semula, kota ini bekas bagian Uni Soviet hingga akhirnya membebaskan diri.

Perubahan kota Atyrau dapat dilihat dari pembangunan gedung perkantoran, hotel-hotel dan restoran yang mulai dikunjungi para wisatawan. Jika kamu ingin merasakan sensasi berdiri di atas dua benua, maka disini hanya harus melintasi jembatan Sungai Ural.

Continue Reading

Travel

Singapura Incar Perjalanan Bebas Karantina dengan AS Sebelum Akhir Tahun

Published

on

Singapura Incar Perjalanan Bebas Karantina dengan AS Sebelum Akhir Tahun

Gencil News – VOA – Menteri Perdagangan dan Industri Singapura mengatakan negara tersebut sedang berupaya untuk mengizinkan masuknya pelancong dari Amerika Serikat yang telah divaksinasi COVID-19 tanpa melalui karantina sebelum akhir tahun.

Singapura, pusat perjalanan dan pariwisata, memulai program serupa untuk pelancong dari Jerman dan Brunei bulan lalu sebagai bagian dari pelonggaran bertahap kontrol perbatasan COVID-19.

“Kami telah sukses menjadi pilot Jalur Perjalanan Bervaksinasi (Vaccinated Travel Lanes/VTL) dengan Jerman dan Brunei untuk memfasilitasi masuknya individu yang divaksinasi penuh ke Singapura untuk bisnis dan liburan,” kata Gan Kim Yong dalam pidatonya saat berkunjung ke Washington DC.

Baca juga   Ras Al Khaimah Gelar Pertunjukan Kembang Api Terbesar di Dunia

“Kami sekarang sedang mengerjakan VTL dengan AS sesegera mungkin, dan tentunya sebelum akhir tahun,” katanya sebagaimana dilasir dari Reuters.

Pengunjung yang divaksinasi di VTL dapat melewati persyaratan isolasi jika mereka dites negatif dalam tes reaksi berantai polimerase.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING