4 Spot Wisata di Jawa Timur Mirip Luar Negeri – Gencil News
Connect with us

Travel

4 Spot Wisata di Jawa Timur Mirip Luar Negeri

Published

on

Salah satu provinsi yang layak untuk dieksplor tempat wisatanya adalah Jawa Timur. Beragam wisata alam yang tersedia meliputi pantai, pegunungan, air terjun, hingga gua.  Tak ketinggalan, berbagai pagelaran festival budaya turut meramaikan wisata seninya.

Anda pasti tidak mengira, ada beberapa destinasi wisata yang mirip dengan wisata luar negeri. Penasaran? Yuk, cek saja rangkuman di bawah ini:

Hutan Bambu di Surabaya Rasa Sagano Jepang

Jika Anda mengunjungi Hutan Bambu Keputih, Surabaya, pasti Anda teringat dengan keindahan Hutan Bambu Sagano Jepang. Hutan di Surabaya ini terletak di atas tanah seluas 8,5 hektar. Ada empat jalur penjelajahan yang menarik untuk dijadikan spot hunting foto.

Tapi, sebenarnya hutan ini dulunya adalah tempat pembuangan akhir sampah atau TPA. Akhirnya disulap jadi hutan bambu serta taman bermain yang cantik untuk berekreasi.

Atlantis Land, DisneyLand ala Kota Surabaya

Atlantis Land letaknya ada di kawasan KenPark Surabaya. Inspirasinya memanglah dari konsep Universal Studio Singapura dan Disneyland. Luas taman hiburan ini adalah 15 hektar. Desainernya didatangkan langsung dari Australia.

Bagian Indoor dan outdoor dilapisi gemerlap lampu indah pada sudut-sudut bangunannya. Aneka ragam wahana bermain yang asyik dengan latar belakang negeri dongeng nan apik akan membuat pengunjungnya merasa betah.

Sungai Maron serasa Amazon

Pacitan lebih terkenal dengan pantainya yang indah, tapi, sebenarnya ada sungai yang layak untuk dieksplor. Yaitu Sungai Maron yang dikelilingi pepohonan rimbun. Berkat suasana hijau yang mendamaikan, spot ini sangat mirip dengan Sungai Amazon.

Kedalaman sungainya mencapai 20 meter dan panjangnya 4,5 kilometer. Air yang jernih membuat Anda ingin menceburkan diri di dalamnya.

Little Africa di Taman Nasional Baluran

Padang savana juga ada di Indonesia lho! tepatnya di Taman Nasional Baluran atau TNB. Lokasi pastinya ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Di tempat ini terdapat hamparan rumput yang luas dengan banyak satwa liar di dalamnya.

Julukan Little Africa untuk tempat ini sangat sesuai. Sebab, terdapat berbagai hewan yang menjadi penghuninya. Seperti rusa, banteng, ular, monyet, dan masih banyak lagi. Luas taman ini mencapai 25 ribu hektar dengan 40% bagiannya adalah vegetasi savana.

Menarik sekali kan, destinasi wisata di atas? Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri jika di Jawa Timur saja wisatanya sudah sedemikian komplit.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Travel

Kenali Lebih Dekat Bandar Udara Supadio Kalimantan Barat

Published

on

Kenali Lebih Dekat Bandar Udara Supadio Kalimantan Barat
PT Angkasa Pura II menjadi pengelolah Bandar udara Supadio. Luas Bandar Udara Internasional Supadio adalah 528 Ha/Hektar. Bandar Udara Supadio pada tahun 2017 memiliki bangunan terminal baru dengan luas 32.000 m² berkapasitas 4 juta penumpang per tahun, yang mulai beroperasi sejak tahun 2017. Foto Dok

Gencil News – Bandara udara Supadio adalah sebuah bandar udara kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat. Bandar Udara Supadio yang masuk kedalam wilayah pemerintahan Kabupaten Kubu Raya, telah menjelma menjadi bandar udara bertaraf internasional.

PT Angkasa Pura II menjadi pengelolah Bandar udara Supadio. Luas Bandar Udara Internasional Supadio adalah 528 Ha/Hektar. Bandar Udara Supadio pada tahun 2017 memiliki bangunan terminal baru dengan luas 32.000 m² berkapasitas 4 juta penumpang per tahun, yang mulai beroperasi sejak tahun 2017.

 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 28 Desember 2017 terminal baru bandara Supadio.

Gedung terminal baru juga dilengkapi dengan 4 (empat) buah garbarata demi kenyamanan penumpang yang naik-turun pesawat, namun pada tahun 2019 ditambah 3 (tiga) unit garbarata, sehingga pada tahun 2020 Bandar Udara Internasional Supadio memiliki total 7 (tujuh) fasilitas garbarata.

” Selamat sore, tidak lama lagi kita akan segera mendarat di Bandar Udara Supadio Kubu Raya Kalimantan Barat. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Pontianak. Sebelum meninggalkan pesawat, kami minta anda untuk memeriksa kembali barang bawaan anda. Terima kasih telah terbang bersama kami”

Sejarah Bandara Supadio

Pada awalnya seperti kebanyakan bandar udara di Indonesia. Bandar udara Supadio pada awalnya merupakan laparangan terbang militer. Namun pada perkembanganya dibuka bandara udara sipil.

Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio dalam perjalanan sejarahnya, dimulai dari suatu daerah yang ditutupi oleh hutan belantara. — Dikutip dari TNI AU

Dengan adanya perkembangan tingkat perekonomian masyarakat di sekitar daerah Kampung Sei./Sungai Durian, terutama di daerah Pelabuhan Motor Sei./Sungai Durian, sehingga menyebabkan perkembangan arus lalu lintas angkutan Sungai Kapuas menjadi meningkat pesat.

Kepadatan arus lalulintaspun semakin meningkat padat, apalagi setelah dibukanya jalan raya dari simpang tiga ke Pontianak sehingga semakin padatnya arus lalulintas di Sungai Kapuas maupun di arus lalulintas darat.
 
Melihat dan mempertimbangkan kondisi arus lalulintas angkutan di sekitar daerah Sei./Sungai Durian yang semakin padat.

Maka Pemerintah Belanda mulai memikirkan untuk mencari alternatif lain sarana angkutan lalulintas guna mengurangi kepadatan arus lalulintas Sungai Kapuas dengan dasar pertimbangan itu, pihak Pemerintah Belanda berencana untuk membuka lapangan terbang di daerah Sei./Sungai Durian.

Pihak Pemerintah Belanda melakukan kesepakatan dengan pihak Kerajaan Pontianak untuk melaksanakan rencana membangun lapangan terbang di daerah Sei./Sungai Durian.
 
Setelah mendapat kesepakatan dengan pihak Kerajaan Pontianak maka Pihak Kerajaan Pontianak menyerahkan sebagian lahan untuk dipergunakan Pemerintah Belanda didalam membangun lapangan terbang tersebut.

Pemerintah Belanda mulai melaksanakan penelitian-penelitian di daerah Sei. Durian, terutama penelitian mengenai struktur tanah dan faktor-faktor kondisi alam di daerah tersebut.

Langkah awal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Belanda dalam kegiatan penelitian itu, Pemerintah Belanda mendatangkan tenaga-tenaga insinyur dari Belanda.
 
Pertimbangan lain dari Pemerintah Belanda dalam rencana untuk membangun lapangan terbang di daerah Sei. Durian.

Apabila dilihat dari pertimbangan faktor strategis pertahanan adalah untuk mempertahankan kekuasaan Pemerintah Belanda di daerah Kalimantan Barat dari pihak Jepang dan para pejuang Republik Indonesia.

Pada saat itu pihak Pemerintah Belanda sedang terlibat Perang Dunia II dengan salah satu musuhnya adalah Pemerintah Jepang.
 
Namun sangat disayangkan rencana Pemerintah Belanda tersebut tidak dapat terlaksanan karena dalam Perang Dunia Ke II, Pemerintah Belanda dikalahkan oleh Pemerintah Jepang.

Pada masa pendudukan Jepang rencana pembangunan Lapangan Terbang Sungai Durian dilanjutkan sampai dengan selesai. Maksud dari Pemerintah Jepang dalam melanjutkan rencana pembangunan Lapangan tersebut adalah untuk membangun kekuatan udara Jepang di Kalimantan Barat.

Dengan cara penyimpanan pesawat-pesawat tempurnya untuk menunjang berbagai kegiatan penerbangan pesawat-pesawat tempurnya guna melawan kekuatan Sekutu/NICA di daerah Kalimantan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Pemerintah Jepang didalam menyimpan semua pesawat-pesawat tempurnya bukan hanya di landasan saja tetapi sampai disekitar landasan yang masih ditumbuhi semak-semak belukar dengan cara penyamaran.
 
Pada saat lapangan terbang baru selesai dikerjakan maka Pemerintah Jepang mulai melaksanakan uji coba landasan dengan menggunakan pesawat tempurnya.

Sewaktu pesawat tempur Jepang itu melaksanakan Take Off, maka pesawat tempur Jepang itu menyenggol Troli pasir yang berada di pingir landasan sehingga pesawat itu mengalami kecelakaan dan mengakibatkan penerbang Jepang meninggal seketika.

Untuk menghormati penerbang yang meninggal itu, maka Pemerintah Jepang membangun Tugu/Monumen Jepang dan setiap orang yang akan melewati Tugu/Monumen Jepang itu harus sudah tahu sebelumnya, pada jarak berapa dari Tugu/Monumen Jepang memberi hormat, apabila melakukan kesalahan akan mendapat sangsi tegas dari tentara Jepang yang menjaga Tugu/Monumen Jepang itu.
 
Apabila ditinjau dari sejarah nama Lapangan Terbang Sei./Sungai Durian, dari informasi para sesepuh dan data-data yang didapat dari lapangan bahwa pemberian nama itu disesuaikan dengan letak daerah Lapangan Terbang itu berada di daerah Sei./Sungai Durian.

Sejarah nama Lapangan terbang Sei./Sungai Durian dimulai kira-kira tahun 1908 Kampung Sungai Durian masih merupakan hutan lebat belantara dan merupakan daerah tertutup yang dahulu dikenal sebagai daerah yang angker, tidak berpenghuni apalagi jalan tikus, yang ada hanya jalan Sungai Kapuas dari Pontianak.
 
 
Menurut cerita beberapa orang kampung yang gagah berani yang mencoba hendak menebang hutan di daerah ini, namun tidak berhasil karena hantu kuntilanak sangat ganas dan menakut-nakuti manusia yang berlabuh dipinggir Sei./Sungai Kapuas.

Mereka hanya berhasil membabat pinggiran Sei./Sungai Kapuas sampai Muara Sungai Kecil dan mereka menanami pinggiran yang telah dibabat itu dengan menanami pohon-pohon Durian.

Setelah pohon-pohon Durian itu kian hari kian bertambah besar maka sejak itu kampung ini dinamakan Kampung Sei./Sungai Durian sampai sekarang.

Dengan adanya proses waktu, terutama pada jaman pendudukan Pemerintah Jepang, pohon-pohon Durian itu mulai bertumbangan karena pengaruh erosi Sungai Kapuas.
 
Setelah Pemerintah Jepang mengalami kekalahan perang dengan pihak Sekutu/NICA pada tahun 1942, maka Indonesia kembali dijajah oleh pihak Sekutu/NICA.

Pada waktu Pemerintah Belanda kembali menjajah Indonesia tidak ada usaha untuk membangun kembali Pangkalan Udara Sungai Durian yang sudah dalam kondisi rusak parah akibat dibom oleh pihak Sekutu membonceng Belanda.

Mulai tahun 1951 oleh Bangsa Indonesia mulai adanya usaha untuk membangun kembali Lapangan Terbang Sungai Durian dengan memperbaiki kondisi yang telah rusak parah karena sebagian telah berubah menjadi hutan dan sebagian lagi sudah menjadi areal pertanian/ladang.
 
Adapun pembangunan kembali Pangkalan Udara Sungai Durian dimulai dari pembentukan Perwakilan Singkawang I sampai menjadi Pos Penghubung.

Peningkatan pembangunan Lapangan Terbang Sei/Sungai Durian, dimulai pada saat hubungan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah terjadi konfrontasi.

Pemerintah Indonesia melaksanakan persiapan operasi “Dwikora” dan mulai dilaksanakan gelar kekuatan pesawat terbang dan pasukan, untuk dapat menampung semua kekuatan maka diadakan peningkatan pembangunan lapangan Terbang Sei/sungai Durian dalam waktu cukup singkat.

Dengan adanya pelaksanaan kegiatan persiapan operasi “Dwikora” dan pembangunan kemampuan Lapangan Terbang Sei./Sungai Durian maka Lapangan Terbang Sei/Sungai Durian menjadi sibuk, ditambah lagi adanya gelar pasukan.

Rencana dari Pemerintah Indonesia bahwa Lapangan Terbang Sei./Sungai Durian akan dijadikan PangkalanAju/Operasi karena letah Lapangan Terbang Sei./Sungai Durian yang berhadapan langsung dengan negara Malaysia.

Dalam perkembangan selanjutnya, sejarah Lapangan Terbang Sei./Sungai Durian mengalami banyak rangkaian proses perubahan, mulai dari perubahan peningkatan status atau tipe, perubahan perggantian nama, bahkan sampai dengan perubahan status.
 
Adapun perubahan status/peningkatan tipe dari Lapangan Terbang Sei./Sungai Durian sampai saat ini adalah menjadi tipe “B” dan mulai tahun 1969 nama Pangkalan Udara Sei./Sungai Durian
berubah nama menjadi Pangkalan TNI AU Supadio.

Dengan berubahnya statusnya menjadi tipe “B”maka Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio memiliki 1 (satu) Skadron pesawat tempur, itu Skadron Udara 1 yang memiliki kekuatan 18 pesawat Hawk Mk 109/209 dan akhirnya Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio memiliki kemampuan menjadi pangkalan operasi.
 
 
Skadron Udara 1 memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang, dari awal sampai akhirnya dipindahkan ke Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio.

Proses didalam menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan pemindahan Skadron Udara 1 dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdurachman Saleh ke Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio mengalami proses perjalanan sejarah yang cukup lama. Proses pemindahan Skadron Udara 1 ini.

Diawali pada tanggal 29 April 1999 dalam tahap pertama kedatangan 2 (dua) buah pesawat Hawk MK 209 menempati pos baru di Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio dan bulan Nopember 1999 seluruh armada yang memperkuat Skadron Udara 1 telah datang.
 
Bersamaan dengan penempatan Skadron Udara 1 di Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio maka Pangkalan TNI Angkatan Udara Pekanbaru memiliki Skadron Udara 12 dengan mengawaki pesawat yang sama. Pimpinan mengharapkan antara Skadron Udara 1 dengan Skadron Udara 12 dapat menjalin kerjasama dengan baik dalam pelaksanaan tugas pokoknya.

Dengan adanya kerjasama yang baik, maka untuk memperkuat pengamanan diwilayah Indonesia bagian Barat dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga perkiraan ancaman yang datangnya dari Corong Barat dan Corong Utara dapat ditangkal dan secara umum dapat menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia di wilayah udara nasional.

Usulan Pergantian Nama menjadi Bandar Udara Sultan Syarif Abdurahman

Pada tahun 2015 muncul polemik mengenai perubahan nama bandar udara Supadio. Mulai dari nama Sultan Hamid II hingga Sultan Syarif Abdurahman.

Nama Bandara Supadio sebelumnya juga pernah direncanakan diganti menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Hamid II pada tahun 2006, tapi rencana itu dibatalkan.

Penggantian nama Bandara Internasional Supadio Pontianak itu sebenarnya memang sudah memiliki SK yang diterbitkan oleh DPRD tahun 1979, dan pada tahun 2000 sudah ditindaklanjuti oleh Kementerian Perhubungan.

 Syarif Usmulyani yang merupakan Staf Ahli PT Angkasa Pura II Bandara Supadio pada saat itu (tahun 2015) mengatakan

Suasana bandar udara Supadio – foto tahun 2013 – Courtesy aeronusantara.blogspot.com

Intinya PT Angkasa Pura II sudah menyetujui hal itu. Tinggal bagaimana pemerintah daerah menanggapi hal tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Seperti pergantian nama bandara di daerah lain, sudah banyak yang menggunakan nama raja pertama di masing-masing daerah. Untuk Bandara Supadio sendiri, saya rasa itu memang harus segera diganti juga,” katanya.

Selanjutnya pada tahun 2020, isu pergantian nama bandara Supadio kembali menyeruak dimana Sebanyak empat fraksi di DPRD Provinsi Kalbar yang terdiri dari Fraksi Golkar, Fraksi NasDem, Fraksi Gerindra dan Fraksi PAN meminta agar nama Bandara Internasional Supadio dan Pelabuhan Dwikora di ubah.

Namun sampai sekarang, kelanjutan dari wacana diatas belum juga berbuah hasil.


Bandar udara Supadio menjelma menjadi airport modern

Bandar Udara Internasional Supadio sudah memiliki bangunan terminal baru dengan landasan pacunya yang lebih panjang dan lebar, agar menjadi bandara kelas dunia.

Pada 2012 tender untuk pelapisan landasan pacu sepanjang 2.250 meter telah dilakukan dan pada awal 2013 pelapisan akan dilakukan.

Proyek tahun jamak untuk memperluas landasan pacu menjadi 2.500 meter juga mulai pada tahun 2013. Sebelumnya, pada 2010-2011 landasan pacu telah diperlebar dari 30 meter menjadi 45 meter dan penambahan landasan pacu baru dengan panjang 3.500 meter x 60 Meter.

Pada tahun 2019 ditambah garbarata ditambah lagi sebanyak 3 (tiga) unit. Jadi di tahun 2020 Bandar Udara Internasional Supadio memiliki total 7 (tujuh) fasilitas garbarata. Adapun panjang landasan pacu, bandara Supadio memiliki panjang 2.600 meter.

Adapun rute domestik yang dilayani dari Bandara Supadio diantaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Yogykarta, Surabaya, Banjarmasin, Ketapang, Palangkaraya, Putussibau, Balikpapan, Makassar, dan Batam. Sedangkan rute internasionalnya menuju ke Kuala Lumpur dan Kuching.

Pada tahun 2017, Bandara Supadio Pontianak dan Bandara Sultan Thaha Jambi berhasil menempati peringkat satu dunia. Keduanya menjadi terbaik berdasarkan survei Airport Service Quality (ASQ) Quarter II/2017.

Kedua bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) itu diberikan penghargaan oleh Airport Council International (ACI), sebuah organisasi independen beranggotakan 592 perusahaan yang mengoperasikan 1.853 bandara di 173 negara.

Airport Council International melalui survei ASQ ini mendorong agar Bandara-bandara di dunia dapat secara konsisten memberikan pelayanan terbaik. Survei ASQ menjadi tolok ukur dalam industri bandara udara global.

Hasil survei ASQ periode April – Mei 2017 menyatakan, Bandar Udara Internasional Supadio adalah bandara terbaik atau Peringkat 1 dari 80 negara yang mengikuti ASQ pada Kuartal II/2017 untuk kategori bandara berkapasitas 2-5 juta penumpang.

Continue Reading

Travel

10 Danau di Indonesia Yang Mempesona

Published

on

10 Danau di Indonesia Yang Mempesona
10 Danau di Indonesia Yang Mempesona - Foto : Glen Clarsten

Gencil News – Indonesia banyak memiliki keindahan alam yang mempesona. Pesona wisata di Indonesia terbentang dari Sabang – Merauke.  Potensi wisata alam Indonesia punya banyak pilihan. Indonesia merupakan negara dengan beragam bentang alam yang eksotis. Mulai dari gunung, danau, pantai, dan bawah laut, potensi wisata alam Indonesia tak pernah mengecewakan hati.

Berikut potensi wisata alam berupa danau, dirangkum Gencil.news dari Kemenparekraf

1. Danau Toba

Tak cuma menjadi danau terluas di Indonesia, Danau Toba juga merupakan salah satu danau vulkanik terbesar di dunia. Danau ini memiliki panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mil) dengan kedalaman mencapai 505 meter sehingga Danau Toba menjadi danau terdalam kedua di Indonesia dan ke-15 di dunia.

2. Danau Towuti

Danau ini memiliki luas permukaan mencapai 561 km persegi yang menjadikannya danau terluas kedua di Indonesia setelah Danau Toba. Danau tektonik yang berusia jutaan tahun ini berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan merupakan bagian dari kawasan Taman Wisata Alam Danau Towuti. Danau ini merupakan salah satu dari 12 danau purba yang ada di dunia.

3. Danau Ranau

Jika melihat dari volume airnya, Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua yang ada di Indonesia. Berada di perbatasan antara provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, Danau Ranau merupakan danau Vulkanik yang memiliki panjang 16 km, lebar 8 km, luas permukaan 125,9 km persegi, kedalaman maksimal 229 meter, dan volume air mencapai 21,95 km kubik. Di tengah danau ini terdapat Pulau Marisa yang menjadi salah satu destinasi wisata karena keberadaan tempat pemandian air panas alami.

4. Danau Singkarak

Berada di Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat, Danau Singkarak menawarkan pemandangan memesona dan kerap dijadikan salah satu destinasi wisata wajib jika datang ke provinsi tersebut. Memiliki ukuran panjang 21 km, lebar 7 km, dengan luas permukaan 107,8 km persegi, Danau Singkarak merupakan danau terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba. Sebelum masa pandemi, lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak rutin diadakan setiap jelang akhir tahun.

5. Danau Matano

Sulawesi Selatan memiliki Danau Matano yang merupakan danau paling dalam di Indonesia bahkan di Asia Tenggara dan menempati urutan ke-11 di dunia dengan kedalaman 590 meter. Keindahan alam di kawasan danau ini menjadikannya salah satu destinasi wisata alam di Sulawesi Selatan.

6. Danau Poso

Di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Poso terdapat danau tektonik purba yakni Danau Poso. Danau ini memiliki panjang 32 km, lebar 16 km, dan luas permukaan 323 km persegi, dengan kedalaman mencapai 450 meter membuat Danau Poso menjadi danau terdalam ketiga di Indonesia. Meski berada di ketinggian 657 mdpl, gelombang air di danau ini hampir serupa dengan gelombang air laut. Danau ini memiliki unsur yang unik dengan pasirnya yang berwarna kuning keemasan.Suasana Danau Sentani, Jayapura. (Foto: Shutterstock/Setiono Joko Purwanto)Suasana Danau Sentani, Jayapura. (Foto: Shutterstock/Setiono Joko Purwanto)

7. Danau Sentani

Danau ini membentang dari Kota Jayapura ke Kabupaten Jayapura. Dengan luas mencapai 9.360 hektar menjadikan Danau Sentani sebagai danau paling luas di Papua. Tak cuma terkenal akan keindahan alamnya, daya tarik wisata dari Danau Sentani adalah perhelatan Festival Danau Sentani yang diselenggarakan setiap bulan Juni. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukkan adat yang diselenggarakan di sekitar danau sehingga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pariwisata yang seru.

8. Danau Sentarum

Danau Sentarum merupakan danau berjenis floodplain yang terletak di Kalimantan Barat. Meski kedalaman maksimumnya hanya mencapai 8 m, tapi danau ini memiliki luas sekitar 275 km persegi sehingga termasuk salah satu danau terbesar di Indonesia. Sebagai danau musiman, danau ini akan dipenuhi air selama 10 bulan di setiap tahunnya. Sedangkan di bulan-bulan berikutnya, danau ini akan surut dan membentuk kolam-kolam kecil.

9. Danau Paniai

Sebaiknya siapkan jaket tebal jika mau berkunjung ke destinasi wisata danau satu ini. Pasalnya Danau Paniai berada di ketinggian 1.742 mdpl yang terletak di Kabupaten Paniai, Papua. Danau ini mempunyai luas permukaan 195 km persegi dengan kedalaman maksimal mencapai 50 meter.Suasana di Danau Maninjau, Sumatera Barat (Foto: Shutterstock/Zulfikri Sasma)Suasana di Danau Maninjau, Sumatera Barat (Foto: Shutterstock/Zulfikri Sasma)

10. Danau Maninjau

Danau Maninjau merupakan danau tektonik yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Danau ini terletak di ketinggian 459 m, sehingga suhunya masih sejuk cenderung normal. Meski luasnya hanya mencapai 99,5 km persegi dengan kedalaman maksimal 165 m, salah satu danau terbesar di Indonesia ini terkenal dengan pemandangannya yang indah dan dikelilingi pegunungan. Untuk mencapai ke danau ini, siap-siap melewati Kelok 44 yang terkenal curam.

Nah, itulah 10 danau paling memesona di Indonesia yang tak hanya besar tetapi juga terkenal akan keindahan panoramanya. Destinasi wisata danau mana yang menjadi favorit Anda?

Sumber :

Continue Reading

Travel

Harga Tiket Kapal Lawit Pontianak Keberangkatan Februari 2021

Published

on

By

Harga Tiket Kapal Lawit Pontianak Keberangkatan Februari 2021
Harga Tiket Kapal Lawit Pontianak Keberangkatan Februari 2021

Gencil NewsKapal Pelni Lawit memiliki total kapasitas penumpang sebanyak 920 penumpang yang terbagi menjadi beberapa kelas yakni kelas I dengan 14 penumpang. Sementara untuk kelas II dengan 40 penumpang, kelas Ekonomi dengan 866 penumpang.

Kemudian dari ketiga kelas tersebut kelas I lah yang memiliki kelas paling mewah untuk para penumpang.

Berikut harga tiket Kapal Lawit Pontianak jadwal keberangkatan Februari 2021 ;

Harga Tiket Ekonomi : Rp. 268.000

  • Tiket Kapal Lawit Semarang Kumai

Harga Tiket Ekonomi : Rp. 194.000

Harga Tiket Ekonomi : Rp. 189.000

  • Tiket Kapal Lawit Semarang Pontianak

Harga Tiket Ekonomi : Rp. 280.000

  • Untuk Tiket Kapal Lawit Pontianak Jakarta

Harga Tiket Ekonomi : Rp. 275.000

  • Kapal Lawit Semarang Pontianak

Tiket Eks Kabin Kelas 1A : Rp. 189.000

Tiket Eks Kabin Kelas 2B : Rp. 189.000

Tiket Ekonomi : Rp. 189.000

  • Kapal Lawit Semarang Pontianak

Tiket Eks Kabin Kelas 1A : Rp. 280.000

Tiket Eks Kabin Kelas 2B : Rp. 280.000

Tiket Ekonomi : Rp. 280.000

Tiket Eks Kabin Kelas 1A : Rp. 275.000

Tiket Eks Kabin Kelas 2B : Rp. 275.000

Tiket Ekonomi : Rp. 275.000

  • Harga Tiket Kapal Lawit Jakarta Pontianak

Tiket Eks Kabin Kelas 1A : Rp. 277.000

Tiket Eks Kabin Kelas 2B : Rp. 277.000

Tiket Ekonomi : Rp. 277.000

  • Harga Tiket Kapal Lawit Pontianak Semarang

Tiket Eks Kabin Kelas 1A : Rp. 268.000

Tiket Eks Kabin Kelas 2B : Rp. 268.000

Tiket Ekonomi : Rp. 268.000

Sementara untuk informasi yang lebih akurat mengenai jadwal kapal KM Lawit bisa cek langsung di situs resmi PT Pelni berikut ini : https://pelni.co.id

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING