Noken Tas Unik Dari Jayapura Yang Di Akui Oleh Unesco
Connect with us

Budaya

Noken Tas Unik Dari Jayapura Yang Di Akui Oleh Unesco

Published

on

Noken Tas Unik Dari Jayapura Yang Di Akui Oleh Unesco
Sumber Foto : Itjen Kemendikbud/ Noken

GENCIL NEWS – Noken adalah kreasi buatan tangan khas yang unik dari Jayapura, Sejak 8 tahun lalu Unesco sudah mengakui keberadaan Tas unik ini.

Bahkan wisatawan domestik dan luar negeri sudah sangat mengapresiasi produk khas hasil buatan tangan dari jayapura tersebut.

Selain itu juga, Sejak Januari 2019 Kota Jayapura telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik. sehingga penggunaan plastik sudah tergantikan.

Inilah yang membuat noken semakin tampil ke depan dan menjadi salah satu komoditas kerajinan tangan.

 “Noken merupakan kerajinan tradisional masyarakat Papua berwujud serupa tas bertali yang cara memakainya pada bagian kepala bagian dahi dan terjuntai ke punggung,” ujar Hari Suroto peneliti dari Balai Arkeologi Papua.

Pembuatan Noken melalui rajut dan anyam dari serat pohon atau daun pandan yang kadangkala juga ada tambahan warna bervariasi.

Kegunaan noken kadang tak hanya berfungsi sebatas tas, namun bisa juga menjadi tambahan dalam gaya sehari-hari.

Kerajinan tangan ini merupakan simbol dari kesuburan dan perdamaian bagi masyarakat Papua, khususnya pada daerah pegunungan tengah Papua dan Meepago.

Daerah ini banyak dihuni oleh beberapa suku seperti suku Dani, Yali, Moni, Mek, Lani dan Mee.

Tingkat kesulitan membuat noken cukup tinggi karena memakan waktu yang lama, dan tidak menggunakan bahan tekstil apapun.

Hanya memanfaatkan serat pohon melinjo, pohon nawa, pohon manduam atau anggrek hutan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Budaya

Mengenal Lebih Dekat dengan Masyarakat Dayak

Published

on

Mengenal Lebih Dekat dengan Masyarakat Dayak

GENCIL NEWS – Mengenal lebih dekat dengan masyarakat dayak –  Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, dan bahasa.

Ribuan suku yang ada di Indonesia tersebar di seluruh pulau yang ada. Salah satu suku yang dikenal di Indonesia adalah suku Dayak.

Suku ini tersebar di seluruh pulau Kalimantan dan populasinya meliputi 3 (tiga) negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunai Darusalam. Pada kesempatan kali ini yang akan lebih berkenalan dengan masyarakat Dayak yang tinggal di wilayah negara Indonesia, tepatnya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Masyarakat Dayak dibagi menjadi 7 rumpun suku berdasarkan asal daerahnya. Dari ketujuh rumpun tersebut terdapat lebih dari 300 bahasa. (lebih…)

Continue Reading

Budaya

Sejarah Singkat Deepavali, Festival Cahaya Bagi Umat Hindu

Published

on

Sejarah Deepavali, Festival Cahaya Bagi Umat Hindu

Perayaan Deepavali merupakan sebuah festival bagi umat Hindu yang berarti ‘Festival Cahaya’.  Perayaan ini menjadi salah satu kegiatan sakral.

Deepavali atau memiliki istilah lainnya seperti Deepawali atau Dipavali. Keragaman istilah ini menyesuaikan dengan bahasa asalnya.

Festival ini melambangkan kemenangan baik atas buruk, dan sebagai tanda perayaan serta harapan umat manusia.

Cukup banyak bahasa lokal yang yang sama pengucapan nya semisal Sanskerta, Hindi, Marathi, Kannada, Urdu, Tamil, dan seterusnya.

Konon Deepavali berasal dari cerita kembalinya Raja Ayodhya Rama, istrinya Sita, dan adiknya Laksamana ke Ayodhya setelah mengalahkan Rahwana.  

Rakyat Ayodya menyalakan cahaya untuk menyambut kedatangannya mereka. Sementara versi lain menyebutkan perayaan ini awalnya menyambut kemenangan Sri Krishna melawan raksasa Narakasura. 

Sedangkan Asal istilah deepavali bersumber dari bahasa Sanskerta, yakni Deepavali. Menurut James G. Lochtefeld dalam The Illustrated Encyclopedia of Hinduism (2002) yang berarti “barisan atau serangkaian lampu” yang kemudian terkait dengan alat apapun yang bercahaya seperti lampu, lentera, lilin, dan lain-lain.

Istilah Deepavali juga dapat memiliki makna sakral secara tersirat.

Salah satunya tercatat dalam Sanskrit English Dictionary (2008) suntingan Monier Williams yang mengartikannya sebagai “apa yang bercahaya, menyinari, atau pengetahuan”.

Perayaan ini berlangsung selama 5 hari setiap tahunnya berdasarkan penanggalan Hindu pada awal musim gugur setelah akhir panen musim panas.

Menurut kalender Masehi, peringatan Deepavali jatuh antara bulan Oktober hingga November. Tahun ini berlangsung pada tanggal 14 November 2020.

Constance Jones dalam Religious Celebrations: An Encyclopedia of Holidays Festivals Solemn Observances and Spiritual Commemorations (2011) memperkirakan kegiatan ini merupakan perpaduan dari perayaan panen India.

Faktanya, peringatan Deepavali saat ini mendunia, perayaan tradisi ini juga menjadi agenda tahunan sebagai komoditas sektor pariwisata.

Continue Reading

Budaya

Ini 5 Tradisi Pernikahan Yang dianggap Mahal di Indonesia

Published

on

Ini 5 Tradisi Pernikahan Yang dianggap Mahal di Indonesia

Indonesia terkenal dengan keberagaman suku, adat dan tradisi yang berbeda-beda. Dengan begitu segala tradisi tersebut patut dilestarikan,

Dengan terdapat upacara adat atau tradisi yang berbeda pada masing-masing daerah dan memiliki ciri khas tersendiri, ada banyak hal yang menarik.

Sebut saja salah satunya adalah upacara adat pernikahan. Sebagai negeri yang memiliki keberagaman budaya dan suku, wajar jika tatanannya tetap abadi.

Selanjutnya, tradisi adat dalam pernikahan setiap suku juga memberikan nilai dan warisan kepada generasi berikutnya.

Dari sekian banyak keragaman budaya yang ada, beberapa daerah terkenal memiliki tradisi dan mahar yang paling mahal di Indonesia.

Pernikahan Adat Bali

Bali menjadi salah satu daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Setiap proses pernikahan yang berlangsung dalam tatanan adat masyarakat Bali sangatlah sakral mulai dari proses pengenalan kedua keluarga sampai ke proses lamaran.

Pernikahan adat Bali umumnya menghabiskan cukup banyak uang, di mana biasanya akan mencapai ratusan juta rupiah.

Hal ini karena adat budaya yang turun termurun mewajibkan pengantin untuk melalui prosesi tertentu. misalnya saja pakaian khusus beserta segala aksesorinya.

Pernikahan Adat Batak

Suku Batak juga terkenal sebagai suku yang memiliki proses panjang untuk menuju hari pernikahan.

Mengutip dari laman cermati, umumnya, proses tersebut ialah pertemuan antar keluarga yang rutin mulai dari proses perkenalan keluarga kedua belah pihak hingga ke acara pertunangan dari serangkaian acara tersebut hampir seluruhnya melibatkan keluarga besar.

Ada tiga hal yang menjadi syarat menuju ke sepakatan acara pernikaha, seperti Sinamot atau mahar, ulos, dan biaya pernikahan.

Jika pengantin perempuan bukan dari suku Batak, maka akan ada upacara tambahan untuk pemberian marga atau boru.

Pernikahan Adat Bugis

Ini dia pernikahan termahal di Indonesia yang nyatanya juga cukup menguras dompet. Pernikahan adat suku Bugis memiliki persiapan dengan proses yang tebilang panjang.

Mahar pun berbeda tergantung tingkat pendidikan yang telah mempelai wanita tempuh. dan harus dalam bentuk emas, dengan rangkaian acara pernikahan yang terbilang panjang.

Pernikahan Adat Minangkabau

Biaya upacara pernikahan dengan adat Minangkabau dapat mencapai angka lebih dari Rp150 juta yang juga termasuk dalam salah satu pernikahan adat termahal di Indonesia.

Belum lagi biaya saat Malam Bainai oleh mempelai perempuan, yaitu ritual unjuk kasih sayang pada para sesepuh sebelum pernikahan dengan menghias tangan perempuan dengan inai (pacar).

Kemudian ritual dengan Manjapuik Marapulai, yaitu parade atau arak-arakan penjemputan pengantin pria ke tempat pernikahannya.

Pernikahan Adat Suku Sasak

Pernikahan khas adat Sasak tergolong unik jika merujuk dari urutan prosesinya. Hal ini karena sebelum acara pernikahan calon pengantin laki-laki akan menculik calon pengantin perempuan dan dibawa ke rumah keluarganya. Tradisi ini disebut sebagai memari.

Adapun perhitungan jumlah mahar pada masyarakat Sasak disesuaikan dengan jarak dari rumah keluarga perempuan ke keluarga laki-laki. Misalnya, berapa jembatan atau berapa masjid yang dilewati.

Sehingga bagi pasangan pengantin yang berdomisili di kampung yang sama biaya maharnya lebih murah, yaitu Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Sedangkan pasangan yang berbeda kampung atau kota biaya maharnya bisa mencapai puluhan juta, tergantung jarak. Proses tawar menawar mahar ini pun melibatkan banyak pihak seperti pejabat desa atau kepala desa.

Selain jarak, perbedaan kasta atau status keturunan juga menentukan besarnya mahar. Jika pasangan berasal dari kasta berbeda, maka lebih mahal lagi maharnya.

Continue Reading

TRENDING