Pemerintah Berharap Jangan Ada Wisata Balas Dendam
Connect with us

Travel

Pemerintah Berharap Jangan Ada Wisata Balas Dendam

Menurunnya jumlah kasus COVID-19 menggairahkan sektor pariwisata. Pengelola mengharapkan pemasukan, sementara masyarakat yang jenuh membutuhkan hiburan. Namun, pemerintah berharap tidak ada “wisatawan balas dendam.”.

Published

on

Pemerintah Berharap Jangan Ada Wisata Balas Dendam

Gencil News – VOA – Penurunan level dalam PPKM membawa konsekuensi diizinkannya pembukaan sejumlah obyek wisata, meskipun langkah itu harus diiringi penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Zaenul Padli turut mengelola destinasi wisata di Desa Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kepada VOA dia mengaku, pandemi ini memberi pengaruh sangat besar terhadap kunjungan wisatawan.

Padahal, mereka sudah memiliki basis wisatawan yang setia datang dari Eropa, khususnya dari Belanda. Padli mengungkapkan, seluruh pihak di sana menunggu pintu gerbang lebih lebar dibuka, terlebih bagi wisatawan asing.

“Bisalah Desa Tetebatu ini nanti dalam masa pandemi, pemerintah memberi kita ruang lebih untuk menerima para wisatawan ini. Karena rata-rata wisatawan yang dari luar negeri sudah menelepon semua, tetapi karena PPKM, karena pandemi, bandara belum dibuka. Mereka tidak bisa ke sini,” kata Padli.

Tenda-tenda para pendaki di Gunung Rinjani. (Foto: Humas Kementerian Pariwisata)
Tenda-tenda para pendaki di Gunung Rinjani. (Foto: Humas Kementerian Pariwisata)

Bulan lalu, Tetebatu terpilih menjadi satu dari tiga desa wisata di Indonesia yang akan maju dalam ajang desa wisata terbaik yang diselenggarakan badan wisata PBB, UNWTO. Jika menjadi pemenang bulan Oktober nanti, tentu akan menjadi kesempatan promosi besar bagi sektor wisata di NTB.

Pemerintah Tarik Rem

Harapan besar pelaku wisata seperti Padli, mungkin masih lama untuk terwujud. Pemerintah masih menahan rem di sektor pariwisata, karena memahami risikonya terhadap upaya mengatasi pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno sempat menyinggung isu ini, dalam konferensi pers mingguan, Senin (20/9). Dia meminta tidak ada wisatawan balas dendam. Istilah ini dipakai untuk menyebut mereka yang menyerbu destinasi wisata sebagai “balas dendam” setelah jenuh berbulan-bulan tidak bisa berekreasi.

Sandiaga menyebut, pemerintah mendorong sosialisasi dengan segmen dan target tertentu, agar masyarakat berhati-hati dan waspada dalam berwisata.

“Karena kita ini masih di tengah-tengah pandemi, dan saya nyatakan di sini, gelombang-gelombang selanjutnya dari pandemi COVID-19 ini tidak bisa kita elakkan. Hanya bisa kita antisipasi dengan lebih baik,” ujar Sandi.

Baca juga   Tradisi Keagamaan Bersatu dalam Pertunjukan Musik di Mesir
Para pendaki warga negara asing dan Indonesia berjalan di Desa Sembalun setelah turun dari Gunung Rinjani di Lombok Timur, 30 Juli 2018. (Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto via Reuters)
Para pendaki warga negara asing dan Indonesia berjalan di Desa Sembalun setelah turun dari Gunung Rinjani di Lombok Timur, 30 Juli 2018. (Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto via Reuters)

Para pakar virus memang menduga bahwa varian baru akan terus bermunculan. Penyebabnya adalah mutasi dari virus COVID-19 sendiri. Untuk menghadapinya, sektor pariwisata harus dibuka dengan hati-hati.

Sandi berharap, jangan sampai penurunan level PPKM diartikan sebagai kebebasan dan euforia beraktivitas, termasuk wisata.

“Melandainya kasus COVID-19 ini adalah secercah harapan, dan waktu tepat untuk kita menata ulang, sehingga pariwisata itu lebih smaller in size, lebih quality-based,” kata Sandi.

Dia juga berharap masyarakat mau memilih destinasi-destinasi yang tidak unggulan atau favorit. Misalnya, kata Sandi, kunjungan bisa dilakukan ke desa wisata. Dia sendiri mengaku sudah menikmati desa wisata, dan melihat potensi luar biasa.

“Tentunya harus berdisiplin, menggunakan aplikasi Pedulilindungi di sentra-sentra ekonomi kreatif dan destinasi wisata umum lainya. Dengan protokol CHSE yang ketat dan disiplin, kita harus cegah terjadinya lonjakan kasus lagi,” ujar Sandi

Vaksinasi juga menjadi salah satu kunci. Sandi misalnya secara khusus menyebut NTB sebagai wilayah yang harus meningkatkan cakupan vaksinasi. Apalagi, ke depan Sirkuit Mandalika direncanakan akan menjadi ajang World Superbike.

Proyek pembangunan pesisir Mandalika, yang merupakan usulan lokasi perlombaan motor MotoGP baru di sirkuit jalan raya yang dibuat khusus di Mandalika, Lombok selatan, 23 Februari 2019. (Foto: AFP/Arsyad Ali)
Proyek pembangunan pesisir Mandalika, yang merupakan usulan lokasi perlombaan motor MotoGP baru di sirkuit jalan raya yang dibuat khusus di Mandalika, Lombok selatan, 23 Februari 2019. (Foto: AFP/Arsyad Ali)

Daerah Sangat Berhati-Hati

Baca juga   Platform Pendidikan Danacita Berikan Solusi Pembiayaan Bagi Pelajar

Sementara itu, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta relatif berhati-hati dalam pembukaan kembali sektor pariwisata. Hingga saat ini, baru tiga destinasi wisata yang resmi dibuka, dengan penerapan batas pengunjung.

Empat destinasi lainnya diusulkan untuk dapat dibuka secepatnya, menunggu persetujuan dari pihak terkait. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, telah memasukkan empat destinasi wisaya di DIY, dalam daftar 20 destinasi di Jawa-Bali, yang diusulkan dibuka kembali dengan penerapan aplikasi Pedulilindungi.

Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta yang biasa menjadi pusat wisata kini sepi di tengah diberlakukannya PPKM di tengah pandemi COVID-19, 16 Juli 2021 (Foto:VOA/ Nurhadi)
Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta yang biasa menjadi pusat wisata kini sepi di tengah diberlakukannya PPKM di tengah pandemi COVID-19, 16 Juli 2021 (Foto:VOA/ Nurhadi)

Pekan lalu, kunjungan wisatawan domestik ke Yogyakarta terlihat cukup menggeliat. Bus-bus pariwisata nampak terparkir di sejumlah titik kota, karena tidak bisa masuk ke kawasan wisata populer, Jalan Malioboro. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X resah dengan kondisi ini. Dia bahkan mempertanyakan tujuan pengelola perjalanan wisata mulai membuka paket, karena obyek wisatanya sendiri masih ditutup.

“Akhirnya karena tutup, semua ditumpahkan ke Malioboro. Ini maksudnya, biar DIY statusnya merah atau apa? Kita enggak tahu,” kata Sultan.

Sultan juga mengingatkan, destinasi wisata di Yogyakarta mayoritas masih tutup, seperti juga di provinsi-provinsi lain di Jawa dan Bali. Dia memastikan perusahaan jasa wisata dan operator bus mengetahui keputusan pemerintah itu.

Bali, destinasi wisata utama di Indonesia, nampaknya juga masih harus bersabar. Provinsi ini baru satu pekan menikmati status penurunan level PPKM, dari 4 menjadi 3.

Baca juga   Recharj, Cafe Tidur Pertama di Washington DC

Pakar kesehatan masyarakat Universitas Udayana, Bali, I Made Kerta Duana kepada VOA mengatakan, perbaikan status itu harus ditanggapi dengan hati-hati. Dia memahami, bahwa penopang utama ekonomi Bali adalah pariwisata. Namun, aturan dan kondisi yang ada, kata dia membuat masyarakat memang harus lebih sabar.

Tidak dapat dielakkan, kata Made, pariwisata Bali khususnya sangat tergantung dari kunjungan wisayawan internasioal. Di sisi lain, pandemi memaksa pemerintah daerah memaksimalkan potensi wisatawan domestik. Apapun pilihan yang diambil, pembukaan kembali sektor pariwisata harus dilakukan dengan penerapan syarat yang maksimal. Dia mengingatkan, salah satu patokan kepercayaan terhadap sektor pariwisata, adalah status atau level PPKM, di mana Bali saat berada di Level 3.

“Kalau kita buka sektor pariwisata sedikit-sedikit seperti sekarang, tetapi kita bisa turun ke Level 2, tentu kepercayaan akan tumbuh bahwa pariwisata bukan sektor yang bisa menjadi kambing hitam dalam peningkatan kasus,” kata Made kepada VOA.

Dengan kehati-hatian, Made optimis pariwisata Bali akan kembali tumbuh. Pengawasan yang lebih baik dan evaluasi bertahap dibutuhkan untuk memastikan keamanannya. Jika semua terkendali, Made yakin sektor pariwisata akan pulih sepenuhnya, dan ekonomi Bali akan membaik. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Travel

Explore Likupang, Surga Tersembunyi di Sulawesi Utara

Mungkin jika menyebut destinasi favorit di Sulawesi Utara nama Manado dan Bunaken akan sering muncul.

Published

on

Explore Likupang, Surga Tersembunyi di Sulawesi Utara
Lanskap di Likupang yang menawarkan eksotika perbukitan dan pantai yang belum terjamah. Sumber artikel Kemenparekraf - (Foto: Shutterstock/Sony Herdiana)

Gencil News – Nama Likupang masih sangat jarang diketahui wisatawan. Berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Likupang memiliki potensi wisata yang luar biasa indah, dan pastinya tak kalah dari Manado maupun Bunaken.

Bermodalkan keindahan alam yang dimiliki, membuat nama Likupang kian mendapat sorotan dan berpotensi menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia kelas dunia.

Sebut saja di antaranya hamparan perbukitan hijau, pantai pasir putih yang indah, bawah laut yang masih terjaga, kuliner menggugah selera, hingga adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi daya tarik Likupang.

Melihat potensi wisata yang dimiliki Likupang, tak heran jika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menetapkan Likupang sebagai salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas di Indonesia.

Infrastruktur di Likupang

Guna meningkatkan perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Likupang, Kemenparekraf/Baparekraf terus mendorong pembangunan infrastruktur di Likupang. Mulai dari infrastruktur jalan, air bersih, hingga listrik yang memadai.

Mengingat kualitas jaringan internet pun sangat dibutuhkan masyarakat, Kemenparekraf/Baparekraf telah menjalin komunikasi lintas kementerian dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), untuk menghadirkan jaringan yang stabil di Likupang.

Baca juga   Koramil Lakukan Patroli Protkes di Makam Daeng Manambon

Kemudian, Likupang juga akan terus melakukan pembenahan infrastruktur di sektor pariwisata.

Seperti misalnya peningkatan Bandara Internasional Sam Ratulangi, yang mana perkembangannya hingga awal November 2020 telah mencapai 62,7%.

Guna meningkatkan kesiapan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar KEK Likupang, Kemenparekraf/Baparekraf juga telah menjalankan beberapa program. Seperti meningkatkan kompetensi dalam menghasilkan produk kreatif, hingga sosialisasi zero waste lifestyle guna mendukung konsep sustainability tourism di Likupang.Lanskap di Likupang yang menawarkan eksotika perbukitan dan pantai yang belum terjamah.(Foto: Shutterstock/Sony Herdiana)

Lanskap di Likupang yang menawarkan eksotika perbukitan dan pantai yang belum terjamah.(Foto: Shutterstock/Sony Herdiana)

Yuk, Jelajah Likupang!

Berjarak sekitar 48 km dari Kota Manado, ada banyak hal yang bisa dieksplor di Likupang. Misalnya mengunjungi berbagai destinasi wisata perbukitan di Likupang.

Mulai dari Bukit Pulisan hingga Bukit Larata.Di Bukit Pulisan wisatawan akan disambut dengan hamparan padang rumput luas dan berseberangan langsung dengan pemandangan laut biru jernih yang indah.

Meskipun sedikit melelahkan untuk menuju Bukit Pulisan, namun pemandangan yang menyatu dengan lautan bak lukisan ini seakan menghapus keringat dan rasa lelah mendaki perbukitan.

Baca juga   Melihat Tren Busana Muslim di Amerika

Selain Bukit Pulisan, destinasi wisata perbukitan di Likupang yang bisa dikunjungi adalah Bukit Larata. Tidak kalah memesona, Bukit Larata juga menawarkan keindahan bukit savana dengan padang rumput yang berpadu dengan pemandangan laut.

Tidak hanya perbukitan, Likupang juga menjadi surga bagi para pecinta wisata di pantai. Pantai yang memiliki pemandangan indah tak berujung dan air yang jernih ini pernah mengejutkan masyarakat setempat dan World Wildlife Fund Indonesia. Pasalnya, pada 2007 di Pantai Likupang ditemukan Penyu Hijau.

Destinasi wisata pantai di Likupang berikutnya adalah Pantai Paal. Berlokasi di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Pantai Paal dikenal dengan pemandangan eksotis dan air laut berwarna gradasi biru tosca yang cantik.

Keindahan pemandangan laut di kedua pantai tersebut sangat cocok untuk snorkeling, berjemur, atau sekadar menikmati hembusan angin dan mendengarkan deburan ombak menenangkan.

Tentunya masih banyak pantai cantik di Likupang yang tak kalah menawan, seperti Pantai Pulisan, Pantai Sampiran, dan Pantai Surabaya.

Ciptakan Pengalaman Baru di Likupang

Selain mengunjungi beberapa destinasi wisata di atas, kita juga bisa menciptakan pengalaman baru berlibur di Likupang dengan mengunjungi Pulau Lihaga, yang dikenal memiliki keindahan bawah laut tiada dua.

Baca juga   Pengguna Facebook, Instragam Kini Bisa Sembunyikan Jumlah ‘Like’

Pulau seluas 8 hektar ini memiliki pasir putih lembut dan air laut berwarna biru yang sangat jernih. Air lautnya yang sangat tenang sangat cocok untuk snorkeling sambil menikmati keindahan bawah laut yang menakjubkan.

Setelah keliling ke berbagai destinasi wisata di Likupang, perut terasa lapar dan waktunya mencicipi makanan khas Likupang yang lezat.

Salah satunya lalampa. Makanan yang terbuat dari ketan yang diisi dengan ikan cakalang, dan dibungkus dengan daun pisang satu ini memiliki aroma harum dan rasa gurih yang dapat menggoyang lidah.

Selain itu ada juga milu siram, sup jagung yang dibuat dengan udang atau daging ikan. Cita rasa asam dari jeruk nipis dan pedas dari cabai, jadi kombinasi rasa yang unik untuk melengkapi eksplorasi para wisatawan di Likupang.

Tentunya masih ada banyak kuliner Likupang yang siap memanjakan lidah wisatawan yang datang. Seperti cakalang fufu, pisang goroho goreng sambal loa, dan binta biluhuta.

Continue Reading

Travel

Maskapai Dibolehkan Angkut 100 persen Penumpang, Tapi Ini Syaratnya

Published

on

By

Maskapai Dibolehkan Angkut 100 persen Penumpang, Tapi Ini Syaratnya
Aturan baru Pemerintah akan memperbolehkan Maskapai mengangkut 100 persen daripada jumlah kursi dalam satu kali penerbangan

Gencil News – Aturan baru Pemerintah akan memperbolehkan Maskapai mengangkut 100 persen daripada jumlah kursi dalam satu kali penerbangan.

Salah satu aturan yang dilakukan penyesuaian adalah syarat perjalanan udara domestik. Sepanjang dua pekan ke depan, pemerintah tak lagi mengizinkan penggunaan tes rapid antigen sebagai syarat penerbangan. Pelaku perjalanan penerbangan domestik hanya diperbolehkan tes RT-PCR.

Aturan baru dari Pemerintah ini selengkapnya akan tertuang dalam Surat Edaran dari Pemerintah.

Juru Bicara Kementrian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan Pemerintah akan memberikan pernyataan secara resmi terkait kebijakan baru ini, pada Kamis (21/10/2021) pukul 13.00 WIB.

Pada aturan sebelumnya penumpang masih bisa menggunakan hasil tes antigen H-1 untuk penerbangan di dalam wilayah Jawa-Bali.

Baca juga   Harry Styles Akan adakan Konser Vaksinasi Lengkap Jadi Syarat Utama

Namun periode PPKM 19 Oktober-1 November 2021 kali ini, pemerintah kembali menerapkan sejumlah aturan untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Aturan tersebut diubah dengan mewajibkan seluruh penumpang pesawat melampirkan hasil tes negatif PCR yang berlaku dari H-2 penerbangan.

“Penerbangan dari dan ke Jawa Bali dari dulu juga wajib PCR. Dari dulu penerbangan dari dan ke Jawa Bali itu tidak boleh antigen, yang boleh itu penerbangan di dalam Jawa-Bali. Dan dalam ketentuan baru akan diubah semua wajib PCR,” kata Adita

Continue Reading

Travel

Kangen Travelling? Intip Staycation Hemat Budget dan Tetap Seru!

Published

on

Kangen Travelling? Intip Staycation Hemat Budget dan Tetap Seru!

Gencil News-  Semenjak pandemi sejak tahun 2020 lalu, banyak wisata destinasi yang vakum sementara, Begitu juga dengan kegiatan travelling baik luar dan dalam kota.

Pembatasan yang ketat menjadi cara untuk meminimalisir virus covid-19. Namun, seiring dengan pemberian vaksin tahap I dan II pada berbagai daerah sampai dengan pelonggaran wilayah maka kegiatan travelling juga perlahan mulai di buka.

Mungkin banyak dari anda yang sudah kangen ingin travelling? Intip staycation hemat budget dan tetap seru setelah pandemi.

Baca juga   Melihat Tren Busana Muslim di Amerika

1. Pastikan anda/keluarga sudah mendapat vaksin lengkap

Perlunya vaksin sebagai pelindung bagi anda dan keluarga untuk melakukan perjalanan nantinya.

Siapkan data vaksin lengkap dan jangn lupa tambahan multivitamin untuk anda atau keluarga supaya lebih mudah pengaturannya selama dalam perjalanan.

2. Membuat alokasi dana

Menentukan jumlah budget dapat membantu kamu menentukan destinasi lokasi untuk staycation nantinya.

Mempersiapkan dana sesuai dengan kebutuhan tentunya merupakan langkah awal yang esensial agar kamu bisa berlibur dengan tenang.

Dengan mempersiapkan alokasi dana dari awal, kamu bisa menghindari risiko over-budget.

3. Membuat perbandingan harga, fasilitas, dan hal lainnya

Jika sudah menemukan lokasi yang tepat, kamu bisa melakukan perbandingan harga hotel dan akomodasi lainnya.

Baca juga   Recharj, Cafe Tidur Pertama di Washington DC

Jangan takut untuk mencari banyak referensi. Pasalnya, semakin banyak pilihannya, semakin variatif juga harga, fasilitas, akomodasi, hingga hal lainnya yang bisa kamu bandingkan.

4. Manfaatkan promo

Tips staycation hemat budget yang bisa menekan banyak pengeluaran adalah dengan memanfaatkan promo.

Biasanya, banyak aplikasi untuk memesan kamar hotel yang menawarkan berbagai promo menarik. Dengan memanfaatkan promo tersebut, kamu bisa mengurangi biaya yang keluar untuk membayar penginapan.

Baca juga   Jokowi Lanjutkan PPKM Per Level Hingga 6 September

5. Memanfaatkan fasilitas sarapan gratis

Saat memilih penginapan untuk staycation, sebaiknya kamu memilih penginapan yang menyediakan fasilitas yang menguntungkan, seperti fasilitas untuk sarapan atau jalan-jalan di kota tujuan wisata.

Sehingga anda dan keluarga bisa mengurangi pengeluaran untuk makan dan jalan-jalan selama berlibur.

Continue Reading

Travel

5 Kota Di Negara Ini Ternyata Berdiri di Atas Dua Benua

Published

on

Menarik, 5 Kota Di Negara Ini Ternyata Berdiri di Atas Dua Benua

Gencil NewsMenarik 5 kota di negara ini ternyata berdiri diatas dua benua. Ada beberapa kota di dunia yang berdiri di atas dua benua sekaligus. Uniknya, penduduk kota bisa tinggal terpisah di sebagian benua yang lain, dan sebagian lainnya menghuni benua berbeda.

Istanbul merupakan salah kota yang cukup terkenal hingga memiliki julukan kota dua benua. Namun, ada beberapa kota lainnya yang ternyata memiliki letak geografis lintas benua yang sama dengan Istanbul. Berikut beberapa kota dua benua yang perlu kamu ketahui.

  1. Istanbul, Turki

Istanbul merupakan kota terbesar di Turki yang memiliki luas sekitar 2.065 mil persegi. Kota ini dulu dikenal dengan nama Byzantium atau Konstatinopel. Menurut World Atlas, Istanbul termasuk ke dalam benua Asia dan Eropa. Uniknya, sepertiga penduduknya menghuni kawasan benua Asia, sedangkan sisanya menghuni kawasan benua Eropa. Pusat ekonomi di kota ini berada di sisi benua Eropa.

Baca juga   Wagub Ria Norsan Ikut Doakan Bangsa Indonesia Lewat Pray From Home

Selat bosphorus memiliki peran penting yang memisahkan antara benua Asia dan Eropa. Hingga saat ini, Istanbul tetap menjadi kota sarat akan sejarah yang diminati banyak wisatawan. Pesona tujuh puluh museum menjadikan kota ini sangat menarik untuk dikunjungi.

  1. Suez, Mesir

Suez atau dikenal sebagai Isthmus of Suez merupakan kota yang terletak di Mesir bagian timur. Kota ini menghubungkan laut Mediterania dan laut Merah. Kota ini berdiri di perbatasan benua Asia dan Afrika. Diperkirakan, populasi penduduk mencapai 744.000 .

Menurut National Geographic, kota ini membangun Terusan Suez sepanjang 119 mil yang memungkin kapal-kapal melintasi Eropa, Afrika Utara, Asia Barat dan Asia Timur tanpa harus berkeliling Afrika.

  1. Magnitogorsk, Rusia
Baca juga   Melihat Tren Busana Muslim di Amerika

Magnitogorsk merupakan kota yang terletak di Rusia barat berbatasan dengan sungai Ural. Menurut Britannica, kota ini dikenal dengan kota industri yang pada tahun 1975 berdiri salah satu pabrik besi dan baja terbesar di dunia. Selain itu, letak geografisnya yang unik berada di benua Asia dan Eropa.

Penataan kota menjadikan area industri yang sebagian besar berada di wilayah benua Asia, sedangkan area perumahan berada di benua Eropa. Hingga saat ini, Magnitogorsk masih menjadi kota industri penghasil besi dan baja.

  1. Orenburg, Rusia.

Orenburg merupakan salah satu kota di Rusia yang berada di tepi sungai Ural. Kota ini mendiami kawasan benua Asia dan Eropa. Menurut Population Stat, penduduk yang mendiami kota ini berjumlah sekitar 569 ribu jiwa. Kota ini pertama kali didirikan pada tahun 1735 sebagai benteng yang dijadikan pusat militer Ural Cossack.

Baca juga   Sekretariat Pramuka Kwarcab Sekadau Akan Rampung Awal Tahun 2022

Selain memiliki industri teknik dan pengolahan gas, Orenburg menawarkan berbagai destinasi liburan yang  layak untuk dikunjungi. Ada banyak bangunan ikonik khas Rusia yang membuat kota ini digemari para wisatawan.

  1. Atyrau, Kazakhstan

Atyrau merupakan kota yang terletak di bagian barat Kazakhstan. Kota ini terletak sekitar sungai Ural, sehingga mendiami kawasan lintas benua Eropa dan Asia. Populasi penduduk mencapai 180 ribu jiwa. Semula, kota ini bekas bagian Uni Soviet hingga akhirnya membebaskan diri.

Perubahan kota Atyrau dapat dilihat dari pembangunan gedung perkantoran, hotel-hotel dan restoran yang mulai dikunjungi para wisatawan. Jika kamu ingin merasakan sensasi berdiri di atas dua benua, maka disini hanya harus melintasi jembatan Sungai Ural.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING